Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Cintai Aku ~ Bab 37


__ADS_3

Beberapa hari dirawat, Anna dan Alfaro akhirnya diizinkan pulang. Kaki Anna mengalami retak dan butuh pemulihan selama beberapa minggu ke depan. Jadi, sekarang Anna memakai kursi roda, sama seperti Alisha yang dulu juga harus bertahan di kursi roda.


Kepulangan Anna disambut hangat oleh Alisha yang tidak bisa berkunjung ke rumah sakit karena harus menjaga kedua bayi dan juga pemulihannya pasca melahirkan.


Alisha membawa bayi Satria di gendongannya, dan memberikannya pada Anna. Mereka lalu berkumpul dan duduk bersama di ruang keluarga.


“Ya ampun anak mommy.” Anna memeluk dan mencium bayinya, ini pertama kalinya dia bisa menggendong Satria setelah kelahirannya yang dramatis. “Ini mommy, Sayang. Mommy sudah pulang,” kata Anna sembari mencium kening putranya.


Rasa rindunya pada sang putra akhirnya bisa tersalurkan. Selama hampir dua minggu kelahiran putranya, Anna belum pernah sama sekali menyusui bayinya, apalagi sekarang dia harus mengonsumsi obat yang membuatnya tidak boleh menyusui.


“Hai Satria. Anak ganteng, tapi dia tidak mirip denganmu, Anna,” kata Alfaro yang berdiri di belakang Anna. Dia memegang pipi Satria dengan gemas.


“Dia mirip denganmu, Kak,” balas Anna yang membiarkan suaminya mentowel-towel pipi putra mereka.


Melihat itu, hati Alisha ingin berteriak melarang, tapi dia sadar bahwa Alfaro adalah ayahnya Satria.

__ADS_1


“Kalau aku yang pegang-pegang pipi Satria atau Shaka , kamu pasti marah,” bisik Rafael di telinga Alisha saat melihat istrinya mematung.


“Kak Al ‘kan baru keluar dari rumah sakit, Mas.” Alisha mencubit lengan suaminya yang duduk tepat di sampingnya sambil memangku Shaka yang juga tertidur.


Satria menggeliat, tidurnya terganggu karena ciuman Anna dan gangguan dari Alfaro. Sepertinya bayi itu mulai mengambil ancang-ancang untuk menangis.


Anna mulai menggoyang-goyangkan tangannya untuk menghentikan tangisan Satria. Akan tetapi, Satria semakin menangis dengan kencang dan membuat Anna jadi bingung menghadapi tangisan putranya.


Alisha ingin mengambil alih Satria, tapi dia juga mau Anna berusaha mendekatkan diri pada putranya sendiri. Namun, sepertinya Mama Syana dan juga Rafael jadi tidak tega membiarkan bayi itu menangis.


“Al, Satria kayaknya haus, Anna ‘kan harus minum obat yang tidak aman untuk Satria,” kata Mama Syana.


“Aku kasih ASI dulu, Kak. Dia tadi belum minum ASI, Cuma minum susu formula saja,” kata Alisha merasa tidak enak hati.


“Iya, Al.” Dengan berat hati, Anna menyerahkan bayinya pada Alisha.

__ADS_1


***


***


Malam telah datang, Anna dan Alfaro akhirnya bisa tidur bersama dengan Satria setelah sekian lama. Meski Alfaro belum mengingat apa pun, tapi dia tetap bersikap baik pada Anna dan putra mereka. Apalagi, sekarang dia merasa sangat dekat dengan Satria karena ikatan batin mereka.


“Satria tidur sama mommy dan Daddy ya, jangan menangis,” kata Anna saat pengasuh Satria menidurkan bayi itu di ranjang orang tuanya.


Anna berencana untuk mendekatkan diri dengan Satria dengan mengajak bayi itu tidur bersama mereka sebelum akhirnya kembali ke rumah mertuanya. Ya, saat ini mereka masih menginap di rumah Rafael karena Satria masih membutuhkan Alisha.


“Istrinya Rafael itu sangat baik ya, dia mau merawat anak kita padahal dia sendiri juga punya bayi,” komentar Alfaro yang kini memosisikan diri untuk ikut tidur di samping Satria.


Hati kecil Anna merasa kesal karena semua orang sedang memuji kebaikan hati Alisha, tapi i dia berusaha menepisnya karena biar bagaimanapun Alisha memang berjasa untuk merawat Satria.


Anna memang belum merasakan bagaimana susahnya merawat dua bayi sekaligus, apalagi Satria bukanlah anak kandung Alisha. Meski begitu, kasih sayang Alisha pada keponakannya itu sama besar dengan kasih sayangnya kepada Shaka, putra kandungnya.

__ADS_1


Sementara itu, di kamar yang berbeda, Alisha merasa khawatir dengan Satria. Biasanya, bayi kecil itu akan menangis tengah malam dan minta digendongnya. Jika nanti dia menangis juga, apakah Anna bisa menenangkan Satria dengan keadaannya yang sedang tidak baik-baik saja?


Jangan saling curiga ya, wkkk


__ADS_2