
Alisha merasakan tubuhnya sangat gerah. Seolah semua yang dirasakan itu di luar kendalinya. Alisha terus beraksi memanjakan Naga Sakti dengan pakaiannya yang menggoda.
Tangan Rafael menari-nari di sekitar puncak buah pir yang membuat Alisha merasakan gelora aneh. Dia ingin Rafael segera menyentuh dan memasukinya, bukan hanya bermain-main seperti ini.
"Mas, kita pindah yuk!" ajak Alisha dengan nada manja yang membuat Rafael serasa di atas awan.
Laki-laki itu menurut. Dia berjalan di belakang istrinya yang memperlihatkan dua buah melon di belakang tubuhnya yang hanya tertutup kain tipis. Masih bisa dilihat dengan jelas bongkahan daging padat yang membuat Rafael menggigit bibir bawahnya sendiri.
Alisha merebahkan tubuh di kasur dengan pose menggoda. Ini sama persis dengan imajinasi Rafael. Jakunnya naik turun saat Alisha membelai tubuhnya sendiri.
Rafael tidak bisa menahan diri lagi. Dia langsung menyergap bibir Alisha dengan ganas. Lalu, tangannya merobek kain tipis itu hingga dua buah pir milik Alisha terpampang nyata tanpa penghalang.
Rafael lalu mengisap kuat ujung buah pir yang membuat Alisha merasakan kenikmatan. Irisan kiwi miliknya mulai berkedut-kedut dan beberapa saat setelahnya, tangan Rafael menyelusup ke dalam celananya.
Terdengar suara robekan dari kain tipis itu. Alisha kini telah telaanjang bulat. Baju tipis yang baru dibeli itu kini tak berbentuk lagi.
__ADS_1
"Al, aku makin cinta sama kamu," kata Rafael saat merasakan kiwi istrinya telah penuh dengan getah bening yang akan membantunya memasuki tubuh Alisha.
"Mas, kamu bilang cintanya pas di kasur aja," balas Alisha dengan membelai wajah tampan suaminya. Jempolnya sengaja mengusap jerawat di wajah Rafael yang cukup besar itu.
"Jangan merusak suasana, Al. Aku sudah sangat terbakar," bisik Rafael sambil menggesek-gesekkan kepala naga sakti pada irisan kiwi yang siap menelan seluruh bagiannya.
"Mas. Bilang cinta lagi sama aku, yang romantis, sambil dimasukin pelan-pelan," kata Alisha dengan tatapan memohon.
"Alisha, my wife. I love you so much." Rafael mulai mendorong naga sakti itu hingga perlahan masuk sepenuhnya dalam tubuh Alisha.
***
***
Entah berapa ronde mereka bermain sampai akhirnya mereka tertidur saat shubuh telah menjelang.
__ADS_1
"Mas. Ya ampun, kamu ngapain?" tanya Alisha sambil berusaha melepaskan buah pirnya dari mulut Rafael, tapi gagal karena Rafael malah menggigitnya dan semakin memeluk erat.
Jika terus dibiarkan, ini akan membuat Alisha teperdaya dan berakhir menyenangkan di bawah tubuh Rafael. Namun, sayangnya dia harus menghentikan itu sebelum Rafael kembali menerkamnya karena jam di kamar mereka suah menunjukkan pukul delapan pagi.
"Mas, bangun dong!" Alisha kembali menyingkirkan tubuh Rafael.
"Emm," sahut Rafael. Dia mengabaikan ocehan istrinya itu.
"Mas, aku lapar, ini udah pagi."
Mendengar hal itu, Rafael langsung mengambil telepon dan menghubungi Bu Linda si kepala pelayan untuk mengantar makanan ke kamar.
"Udah beres, jangan alasan lagi. Aku mau seharian sama kamu," balas Rafael yang kembali mendaratkan mulutnya di ujung buah pir Alisha.
Alisha hanya bisa pasrah karena tindakan suaminya itu. Namun, dia kembali kepikiran soal kata cinta suaminya tadi malam.
__ADS_1
"Mas, kamu beneran cinta sama aku, atau sama tubuhku sih Mas?"
Kira-kira jawaban Mas Rafa apa ya 😜😜 Kembang kopinya dong, yang punya vote boleh juga 💋💋