
Alisha akhirnya bisa bekerja lagi setelah Rafael mengizinkannya. Di hari pertama, Alish menitipkan Shaka pada mertuanya bersama dengan pengasuh Shaka juga. Dia ingin memastikan kondisi perusahaan sebelum membawa Shaka ke sana.
Para pegawai menyambut hangat kehadiran Alisha di kantor yang saat ini sedang ditemani oleh Satria. Wanita cantik yang sekarang tubuhnya kembali ideal itu juga disambut oleh sang paman yang ingin mengambil alih perusahaannya.
“Selamat datang keponakan om yang cantik. Sekarang, sudah kembali bekerja, apa kamu tidak percaya suamimu bisa mengurus perusahaan dengan baik?” tanya sang paman yang terdengar menghina Alisha.
Ardi memang sangat serakah. Dua tahun sudah dia berusaha mengumpulkan para pemegang saham yang bisa berpihak padanya. Selama Rafael mengambil alih, perusahaan mengalami keuntungan yang pesat, tapi entah karena alasan apa beberapa investor itu malah berpihak padanya.
“Untuk apa Paman ke mari? Paman tidak ada tempat di sini!” seru Alisha yang kini memicingkan mata.
“Oh, paman adalah direktur keuangan yang baru. Apa kamu belum tahu?” balas sang paman tanpa rasa malu sedikitpun.
“Aku sudah menyuruh orang untuk menyelidikinya. Ada yang bilang dia pernah berhubungan dengan wanita tapi tidak mau bertanggung jawab. Kita akan cari tahu,” bisik Rafael.
Alisha dengan tenang melipat kedua tangan di dada dan menatap pamannya dengan sinis.
“Aku adalah direktur utama di sini, dan aku yang berhak mengatur pegawai di sini. Kalau paman ingin melawanku, silahkan kumpulkan para pemegang saham. Selama aku masih memimpin, Paman bukan siapa-siapa di sini!”
“Perusahaan ini dulunya milik ayahku, tapi dia malah memberikannya pada ibumu. Sekarang, paman akan mengambil apa yang menjadi hak paman,” balas pria tua itu sambil tertawa.
Dia lantas berjalan meninggalkan Alisha dan Rafael, seolah laki-laki itu adalah pemilik perusahaan.
***
***
__ADS_1
Alisha sedang mempelajari laporan perusahaan bersama Rafael. Seharian ini, mereka berdua sibuk karena ulah paman Alisha itu.
Namun, tanpa mereka duga, Shaka yang tidak terbiasa berpisah jauh dari Alisha, malah rewel dan akhirnya terpaksa menyusul Alisha.
Alisha mendudukkan putranya itu di kursi kebesaran CEO. Bocah itu terlihat santai sambil menikmati camilan yang dibawa dari rumah Mama Syana.
“Shaka, mommy kerja ya. Jangan nakal oke, duduk santai aja!” kata Alisha yang kemudian memberikan hadiah kecupan di pipi Shaka.
“Mama mam mam, Mama mam mam,” balas Shaka seolah mengatakan bahwa dia akan diam sambil makan, Mama.
“Oke, good!” Alisha mengusap kepala Shaka dengan sayang.
“Anak daddy taunya mamam terus,” sahut Rafael ikut tersenyum melihat putranya yang sangat doyan makan.
Shaka membalas dengan tawa menggemaskan, memperlihatkan empat giginya yang kecil.
“Kalau aku menggunakan cara yang sama dengan Kak Al waktu menikahi Anna, kamu setuju?” Rafael balik bertanya.
Di kepalanya sudah muncul berbagai macam ide licik untuk menaklukkan paman Alisha.
“Cara bagaimana?”
“Menggunakan bukti kuat untuk membuat pamanmu mundur. Orang-orangku sedang menyelidiki wanita yang dihamili pamanmu. Itu akan menjadi senjata pamungkas kita,” jawab Rafael dengan yakin.
“Sepertinya semua laki-laki sama saja. Tidak paman, tidak ayahnya Anna, semua sama saja. Jangan-jangan kamu juga begitu,” sindir Alisha.
__ADS_1
“Ih, apa sih Sayang. Ya enggaklah. Enggak semua laki-laki itu kayak mereka.” Rafael menarik tangan Alisha dan mencium pipinya.
Shaka yang melihat adegan romantis orang tuanya, malah bertepuk tangan seolah pemandangan itu membuatnya bahagia.
Rafael dan Alisha tersenyum sambil berpelukan menatap putra mereka yang duduk duduk santai sambil menyesap buah di tangannya.
***
Hari hampir sore dan Shaka sudah tidur di sofa kantor. Sebenarnya, Alisha tidak tega melihat putranya ikut ke kantor, tapi keadaan yang memaksanya.
Felix dan orang suruhan Rafael datang membawa informasi penting mengenai wanita yang dicampakkan paman Alisha itu.
“Tuan, Anda pasti tidak menyangka mendapat bukti ini!” kata Felix sambil memberikan sebuah amplop pada Rafael.
Rafael membuka amplop itu dengan tidak sabar, begitu pun dengan Alisha yang juga sudah sangat penasaran dengan kelakuan pamannya.
Saat amplop itu terbuka dan keluar semua isinya, Alisha menutup mulutnya yang secara refleks terbuka dengan kedua tangannya.
“Melinda,” ucap Rafael yang langsung mengenali wanita dalam foto itu.
“Iya, Tuan. Ternyata Nona Melinda pernah menjalin hubungan dengan Pak Ardi, dan kemungkinan besar anak yang saat itu dikandung Melinda adalah anaknya paman Nyonya itu, Tuan.”
Rafael menyeringai saat melihat wajah Melinda. Dia jadi memiliki keyakinan besar untuk bisa menyingkirkan sang paman selamanya dari perusahaan.
Sementara Alisha masih sangat syok dan tidak menyangka bahwa pamannya menjalin hubungan dengan mantan dari suaminya. Bagaimana bisa?
__ADS_1
***
Hadiahnya jangan lupa 💋💋💋