Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Ceraikan Aku ~ Bab 82


__ADS_3

Rafael keluar dari kamar mandi dengan piyama tidur yang sudah disiapkan Alisha. Sambil menyigar rambutnya yang setengah basah, pria itu berjalan mendekati Alisha yang duduk di tepi ranjang.


Dengan jantung berdebar keras, Rafael mendekat. Bibirnya berdecak kagum akan kemolekan tubuh sang istri yang sedang memakai pakaian seeksi. Tanpa ragu, Rafael melingkarkan tangannya pada perut Alisha.


"Tumben kamu pakai beginian, Al." Rafael menghirup dalam-dalam aroma tubuh Alisha yang khas, yang selalu menjadi favorit Rafael.


"Aku sudah terlanjur membelinya. Sayang kalau tidak dipakai, Mas," balas Alisha tanpa berterus terang. Matanya melirik ke arah pintu yang sedikit terbuka, berharap suaminya tidak menyadari jika dia sengaja melakukannya.


Rafael membalik tubuh Alisha membuat wanita itu kini berhadapan langsung dengan wajah tampannya.


"Tapi, aku suka Al." Rafael tertawa pelan. Dia memainkan ujung buah pir yang terpampang jelas itu dengan ibu jarinya.


"Geli, Mas." Alisha sengaja bersuara lebih keras supaya Anna atau mertuanya bisa mendengar dessahannya. Dia lalu memijat lembut miliknya sendiri untuk menggoda sang suami.


Rafael semakin tertawa melihat tingkah istrinya. Dia mulai tidak sabar dan langsung melahap pir segar yang tidak tertutup apa pun.

__ADS_1


Tangan Alisha mulai bergerak ke bawah mencari naga yang mampu membuatnya menjerit kenikmatan. Hingga akhirnya, Alisha berhasil mengeluarkan sang naga dari persembunyiaannya. Dia menaikturunkan tangannya untuk membangunkan naga itu.


Alisha menjerit saat Rafael dengan sengaja menggigit ujung pirnya yang sangat sensitif.


Di sisi lain, Syana yang hendak memanggil asisten rumah tangga, tiba-tiba mendengar suara cekikikan di sela-sela desaahan, dan itu sangat jelas suara Alisha yang begitu manja. Wanita itu mengurungkan niatnya, dan menutup kembali pintu kamarnya.


Anna yang melihat calon mertuanya mengatur napas yang terengah-engah, lalu mendekat dan membawakan minum.


"Ada apa, Tante?" tanya Anna khawatir.


"Keterlaluan Alisha itu." Syana meminum air yang dibawakan oleh Anna dan langsung meneguknya hingga habis. "Mereka lagi main berisik banget. Apa nggak ditutup pintunya? Dasar tidak tahu malu!"


"Tante, mereka melakukannya? Tidak, itu pasti cuma akting, Tante." Anna meninggalkan Syana di kamar. Dia ingin memastikan sendiri apa yang terjadi antara Rafael dan Alisha.


"Anna, jangan! Kamu akan sakit hati nanti!"

__ADS_1


Namun, Anna yang keras kepala justru mengabaikan perkataan Syana. Dia tetap melangkah keluar dan mengintip ke dalam kamar Rafael.


Anna sedikit mendorong pintu itu dan terlihatlah sosok Rafael yang sedang mengisap milik Alisha. Wanita itu masih memakai gaun tipisnya, dan tubuhnya sibuk naik turun menikmati naga sakti yang sedang memakan kiwi. Tiba-tiba Rafael mengubah posisinya, dia merebahkan Alisha tanpa melepaskan sang naga dari sarangnya.


Alisha melirik ke arah pintu dan melihat Anna. Dia langsung menarik selimut untuk menutup bagian bawahnya dan Rafael yang menyatu. Tentu saja Alisha tidak rela jika sampai Anna mengintip naga suaminya.


"Beb, kamu selalu nikmat. Mau gaya apa pun tetap enak dan menggigit," kata Rafael sebelum menghunjamkan lagi naga saktinya. Dia lalu mencium bibir Alisha sekilas dan memijat kasar kedua pir Alisha yang semakin besar.


Alisha sengaja meminta Rafael untuk memangilnya dengan panggilan itu. Tujuannya memang untuk membuat Anna terbakar api cemburu.


Anna menutup mulut dengan tangan supaya tidak berteriak marah. Tiba-tiba ada tangan laki-laki yang pintu kamar Rafael. Sontak saja Anna terkejut karena hal itu.


"Buat apa mengintip suami istri yang sedang kejar setoran. Kamu mau menyakiti dirimu sendiri?" tanya laki-laki itu yang membuat Anna merasa malu. Ketahuan mengintip adegan suami istri bukankah itu hal yang memalukan?


"El itu tunanganku. Aku tidak terima jika mereka bersama seperti itu," elak Anna. Buliran bening meluncur deras dari kelopak matanya. Anna sangat terluka dengan apa yang disaksikannya barusan.

__ADS_1


"Anna, sadarlah. Rafael sudah menikah. Mereka sudah hidup bahagia, dan mungkin sekarang Rafael sedang berusaha keras untuk membuat Alisha hamil. Kamu tidak ada kesempatan lagi, Anna. Takdirmu bersama El sudah berakhir."


Kembang kopinya banyakin dulu dong gaes.. biar naik rank hadiah bulan ini, wkkkkk.. walaupun gak dapat apa2, tapi bangga aja gitu 🤭🤭🤭


__ADS_2