Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Ceraikan Aku ~ Bab 46


__ADS_3

Perlakuan dan ucapan Rafael membuat hati Alisha semakin resah. Wanita itu menganggap suaminya hanya menginginkan tubuhnya. Dia jadi berpikir ke mana-mana, jangan-jangan suaminya itu benar-benar pernah melewati batasan saat bersama Melinda. 


“Apa ini kejutan yang kamu maksud?” tanya Rafael sembari mengusap pinggang hingga kaki Alisha. 


“Ya, tadinya aku ingin memberimu kejutan, tapi justru aku yang terkejut karena insiden tadi,” jawab Alisha berusaha melepaskan tangan Rafael dari tubuhnya. 


Rafael yang mengerti istrinya marah, justru menyunggingkan senyuman. Dia pikir, Alisha sudah mulai memiliki perasaan padanya. Pasti itu karena mereka telah menenggak kenikmatan bersama. 


“Apa kamu percaya padaku, Al?” tanya Rafael sambil menangkap lagi tubuh Alisha. 


Dua anak manusia yang sama-sama belum menyadari perasaan masing-masing itu, akhirnya saling menempel tanpa celah sedikit pun. 


“Aku hanya percaya bukti, Mas. Jadi, berhenti menggangguku. Aku sedang tidak mau diganggu saat ini.” Alisha melepaskan tubuhnya dari Rafael. 

__ADS_1


Namun, tindakan Alisha itu justru membuat Rafael semakin terpancing. Dia semakin ingin mengikat Alisha dan tidak akan memberi celah sedikit pun untuk wanita itu melarikan diri darinya. 


“Aku akan membuktikannya. Aku akan menyelidiki apa yang terjadi, tapi izinkan aku untuk tetap bersamamu. Jangan menuntut perpisahan karena aku tidak akan sanggup. Kamu milikku, Al.” 


Usai mengatakan hal itu, Rafael mencium bibir Alisha dengan lembut. Dia sudah tidak sabar merasakan irisan kiwi yang segar dan membuatnya ketagihan. 


“Mas. Aku bilang aku tidak ingin diganggu. Kamu mengerti atau tidak?” tanya Alisha dengan mata melotot karena kesal. Nada bicaranya mulai naik karena emosinya mulai tersulut.


Rafael semakin takut kehilangan Alisha. Dia tidak ingin istrinya itu berpikir macam-macam hingga membuatnya memiliki cara untuk bercerai. Apalagi, sekarang Alisha sudah bisa berjalan. Satu-satunya cara agar Alisha tetap bertahan adalah, menghamilinya.


Alisha memalingkan wajah, tapi Rafael justru mencium lehernya. Dia menghisap dan memberikan tanda merah di leher Alisha.


Alisha malah terluka. Dia menjadi bimbang dengan hatinya. Rafael memiliki nappsu yang besar. Apakah dia juga seperti ini saat bersama Melinda? Bukankah dia sangat mencintai wanita itu?

__ADS_1


Tidak, aku tidak akan rela mengandung anakmu jika perasaanmu saja masih abu-abu, Mas.


Ciuman Rafael mulai naik dan kini mendarat di telinga Alisha. Aroma sampo yang segar menguar hingga membuat laki-laki itu semakin tidak sabaran. Dia mendorong pelan tubuh Alisha hingga tertidur di ranjangnya.


"Mas, aku tidak mau!" tolak Alisha berusaha mendorong tubuh Rafael.


"Aku tidak peduli kamu mau atau tidak, Al. Kamu harus mengandung anakku." Rafael mulai merobek pakaian Alisha. Dia memainkan buah pir Alisha yang masih tertutup rapat.


"Mas, berhenti!" kata Alisha yang tidak dipedulikan Rafael.


Aroma tubuh Alisha membuat laki-laki itu semakin bernappsu. Dia membuka penutup atas tubuh Alisha hingga buah pir segar itu terpampang nyata di hadapan Rafael.


Tanpa banyak basa-basi, Rafael melahap ujung buah pir itu dan menghisapnya kuat-kuat membuat Alisha tidak bisa berkutik lagi karena ia pun menikmatinya.

__ADS_1


Sebelum aku mendapat bukti tentang anak Melinda, dan sebelum aku meyakini perasaan kita, aku tidak akan mengandung anakmu, Mas. Aku akan memikirkan cara supaya kamu tidak menyadarinya.


__ADS_2