
Alfaro sudah tidak sabar ingin cepat mengetahui rahasia yang dimiliki Rafael tentang orang tua Anna. Sebagai adik yang baik, seharusnya memang Rafael memberitahu rahasia apa yang ayah Anna miliki sehingga dia bisa membuat kesepakatan untuk menikahi wanita itu.
“Bagaimana ya, aku sih mau saja kasih tahu Kak Al, tapi informasi ini sangat penting loh. Aku tidak mendapat keuntungan apa-apa dari semua ini, ‘kan?” tanya Rafael yang otak bisnisnya mulai aktif.
Dalam keadaan apa pun, Rafael bukan manusia yang mau dirugikan. Bahkan, dengan Alisha saja dia bisa membuat kesepakatan yang menguntungkan, apalagi dengan kakaknya.
“Kamu mau apa? Kamu selalu begitu, El. Tidak pernah mau rugi,” cibir Alfaro yang sudah sangat hafal dengan sifat adiknya itu.
“Kakak kasih penawaran apa, biar nanti aku pertimbangkan. Kalau oke, aku kasih bukti-buktinya dengan lengkap. Bahkan, papanya Anna tidak akan sanggup membuka mulut,” kata Rafael.
“Oke, cluenya apa dulu?”
“Daun muda,” jawab Rafael dengan cepat.
“Maksud kamu papanya Anna selingkuh?”
“Penawaran dulu.” Rafael benar-benar tidak mau rugi.
“Oke. Dua puluh persen saham milik XX Tambang, kamu tahu reputasi saham mereka, ‘kan?” tanya Alfaro. Dia sangat yakin adiknya yang cerdas itu akan setuju dengan penawaran yang dia berikan.
“Deal. Itu sangat bagus. Aku akan kirim lewat email,” jawab Rafael yang kemudian masuk ke kamarnya.
Alisha menghampiri kakak iparnya yang duduk sendirian. Dia sama sekali tidak tahu menahu soal kesepakatan suami dan iparnya itu.
__ADS_1
“Mas Rafa ke mana, Kak?” tanya Alisha. Dia ikut duduk di meja makan sambil meletakkan roti yang baru dipanggangnya.
“Ke kamar kayaknya. Ada bisnis kecil,” jawab Alfaro.
Syana dan Arya baru pulang dari olahraga pagi. Mereka lalu ikut bergabung dengan Alfaro dan Alisha di meja makan.
“Ngobrolin apa?” tanya Syana sebelum menuang air ke gelas untuk minum.
“Aku baru gabung juga kok, Ma. Nggak tahu tadi Kak Al sama Mas Rafa bahas apa,” jawab Alisha. Dia tadi masih sibuk dengan roti panggang saat Alfaro dan Rafael sedang negosiasi.
“Aku mau ketemu orang tua Anna, Ma,” kata Alfaro.
“Apa? Kamu serius? Bukankah mereka ....”
Rafael lalu keluar dan mengatakan pada Alfaro bahwa dia sudah mengirim surat elektronik pada Alfaro.
“Kalian sedang bisnis apa?” tanya Syana curiga. Jika Alfaro dan Rafael sudah bertransaksi, pasti ada apa-apa antara dua putra Hartono itu.
“Rahasia, Ma. Pokoknya, besok Al akan temui orang tua Anna.”
Arya dan Syana menatap curiga pada Rafael. Putra mereka itu pasti memiliki sesuatu yang akan membuat orang tua Anna menyetujui Alfaro untuk menikahi Anna.
***
__ADS_1
***
Alfaro tiba di negara yang menjadi tempat tinggal Anna dan orang tuanya saat ini. Meski mereka berasal dari negara yang sama dengan keluarga Hartono, tapi semenjak pindah ke negara ini, mereka jadi orang kaya yang sangat sukses.
Dengan langkah berani, Alfaro mendatangi kantor tempat ayahnya Anna bekerja. Sebagai anak tunggal, Anna pun bekerja di kantor yang sama, sehingga dia langsung menyambut Alfaro di lobi kantornya.
“Kak Al,” panggil Anna saat Alfaro sudah berada di depan resepsionis.
“Anna.”
“Kak, aku sudah bilang Daddy kalau Kak Al mau ke sini.”
“Oh ya. Tapi Anna, bisakah aku berbicara dengan beliau berdua saja. Ada sesuatu yang mau aku bicarakan.”
Meski sedikit bingung dan curiga, Anna tetap mengantarkan Alfaro ke ruangan ayahnya.
Setelah Anna meninggalkan ruangan ayahnya. Tanpa banyak bicara, Alfaro langsung mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sesuatu pada ayah Anna.
“Ka-kamu, dari mana kamu dapat ini?” tanya ayah Anna panik.
“Tidak penting dari mana, kira-kira kalau calon tunangan Anna tahu masalah ini, apa yang akan terjadi dengan Om dan Anna?”
Gimana Om??💋💋💋
__ADS_1