Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Cintai Aku ~ Bab 64


__ADS_3

Kehamilan Alisha kini telah memasuki usia empat bulan. Namun, perutnya sudah seperti hamil enam bulan. Dia semakin banyak makan, sama seperti Shaka.


“Mommy, dedek bayinya lagi apa?” tanya Shaka yang kini mendekatkan telinganya di perut sang ibu.


“Em, mommy enggak tahu, Sayang. Mungkin dedeknya lagi tidur,” jawab Alisha.


Wanita itu menikmati segelas susu sambil menunggu sang suami yang sedang mengambil berkas di kamar. Sudah waktunya mereka bersiap ke kantor di jam segini.


“Dedek bayinya mau tidul kalau Mommy kelja, ya Mommy?” tanya Shaka lagi. Dia sangat penasaran dengan apa yang dilakukan oleh adiknya di dalam perut karena dia tidak bisa melihat langsung.


“Iya dong, makanya Kak Shaka kalau ikut mommy kerja, jangan suka ganggu. Dedek bayi aja ngerti kok.” Alisha mengecup kening Shaka yang rambutnya baru dipotong kemarin. “Nanti sore mau lihat dedek enggak? Nanti kita tengokin dedek di perut lagi apa, Kaka Shaka mau ikut?”


“Mau, mau, mau, Mommy.” Shaka sangat antusias. Dia belum pernah diajak ke dokter untuk periksa kehamilan sebelumnya.


“Oke. Nanti siang ke dokter sama Kak Shaka.”


***


Sesuai janji, Alisha dan Rafael akhirnya mengajak Shaka untuk pemeriksaan kandungan kali ini. Bocah itu sudah tidak sabar ingin melihat wajah adiknya.


Shaka sama sekali tidak rewel. Dia sangat antusias sampai-sampai mengabaikan jajan yang dia bawa sejak tadi.

__ADS_1


Dokter menjelaskan kondisi kehamilan Alisha yang baik-baik saja. Bahkan, saat ini Alisha sedang mengandung anak kembar.


Kabar ini benar-benar mengejutkan untuk Rafael dan Alisha. Pasalnya, mereka akan memiliki anak kembar yang menjadi idaman banyak orang tua.


Mereka langsung menyampaikan kabar bahagia ini kepada Mama Syana dan Papa Arya. Kedua kakek nenek itu pasti akan sangat bahagia.


“Opa, Oma. Shaka mau punya adik dua,” teriak Shaka setelah memasuki rumah kakek neneknya.


Tanpa mereka duga, ternyata Anna dan Alfaro juga datang berkunjung.


“Shaka,” pekik Satria yang keluar dari kamarnya.


“Kak Satlia!”


“Kak, Anna. Kapan datang, Kak?” tanya Alisha yang kemudian berpelukan dengan Anna.


“Barusan kok, aduh udah buncit banget, Al. Udah berapa minggu sih?” Anna mengusap pelan perut iparnya itu dengan perasaan bahagia.


“Udah empat bulan lewat, Kak. Maklum sih, ada dua baby,” jawab Alisha tak kalah bahagia. Sejak pulang dari dokter, senyum semringah tidak pernah lepas dari bibirnya. Dia sangat bahagia bisa hamil anak kembar sekarang ini.


“Oh my God, kembar?” tanya Anna dengan mata terbelalak. Mulutnya yang menganga lebar sangat jelas menandakan bahwa dia tidak percaya dengan apa yang didengarnya.

__ADS_1


Alisha mengangguk bangga. Dia lalu merangkul lengan suaminya yang telah berhasil menanam dua benih sekaligus di perutnya.


“Wah, keren banget kamu, El. Udah mau tiga anak kamu,” ucap Alfaro dengan kagum. Dia sebenarnya juga ingin Anna segera hamil, tapi dia tidak mau memaksa karena Anna baru lepas dari traumanya.


“Kamu benar lagi hamil kembar, Al?” tanya Mama Syana yang muncul bersama dua cucunya.


“Iya, Ma. Ini kita baru pulang dari USG,” jawab Alisha.


“Mommy, Satlia mau adek juga, Mom. Shaka udah punya dua, masa' Satlia enggak. Satlia mau adek,” rengek Satria.


“Iya, nanti daddy bikinin ya sama Mommy. Makanya Satria tidur sama Oma aja nanti malam ya,” sahut Alfaro yang langsung memanfaatkan keadaan dengan sangat baik.


“Shaka ikut. Kak Satlia Shaka ikut tidul sama Oma juga,” teriak Shaka yang selalu suka tidur bersama oma, opa, dan kakaknya.


“Wah, bagus. Semua cucu ikut ke kamar oma opanya. Kesempatan banget ini pasti daddy-nya,” kata Papa Arya yang baru pulang dari bermain golf.


“Yah, Papa kayak enggak pernah muda aja,” balas Rafael.


“Ann, nanti malam kita coba bikin lagi ya, siapa tahu bisa berhasil kayak, El sama Alisha,” bisik Alfaro.


“Ya ampun, Kak. Jangan terang-terangan gitu dong, aku ‘kan jadi malu.”

__ADS_1


Heyak, Anna sama Kak Al semangat ya, 🤣🤣 malam jumat loh, tapi ngantuk banget 🥱🥱🤣🤣🤣


__ADS_2