Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Cintai Aku ~ Bab 24


__ADS_3

Dua wanita yang sedang hamil itu sama-sama mengadu pada suaminya masing-masing. Hormon kehamilan membuat keduanya sama-sama sensitif. Karena itulah kedua laki-laki kebanggaan keluarga Hartono itu harus merasakan pusing karena ulah keduanya.


Karena tidak mau kedua menantunya saling ribut lebih parah lagi, Mama Syana meminta kedua anaknya untuk membawa istrinya masing-masing ke kamar.


Di kamarnya, Rafael bertanya pada sang istri tentang apa yang sebenarnya terjadi.


“Kak Al duluan yang bilang aku gendut. Memangnya aku benar-benar gendut ya, Mas?” tanya Alisha dengan sedih. Dia takut jika suaminya akan melirik wanita lain jika dia benar-benar gemuk seperti yang orang-orang katakan.


“Enggak kok, Al. Kamu itu berisi. Daripada kurus-kurus juga enggak bagus kok. Enggak bisa puas dipegang-pegang,” balas Rafael sambil memijat buah pir yang kini sudah berubah menjadi pepaya gantung.


“Alah, Mas bohong. Mana ada suami yang senang istrinya gendut. Aku mau diet saja, biar kayak Anna.” Bibir Alisha semakin mengerucut membayangkan pikiran buruknya itu.

__ADS_1


“Eh jangan, Alisha istriku yang cantik. Nanti kalau anak kita lahir, pasti selera makan kamu akan berkurang kok. Beneran jangan diet ya, biar anak kita bisa lahir dengan sehat juga. Kamu mau sabar kan, Al. Kamu jadi gini juga demi anak kita, aku bangga sama kamu.” Rafael memeluk erat tubuh Alisha dan mengusap perutnya yang buncit.


***


Acara tujuh bulanan untuk kedua ibu hamil itu berlangsung seru dan meriah. Banyak tamu dari keluarga besar dan rekan bisnis yang datang memeriahkan acara. Banyak hadiah, ucapan selamat dan doa yang Alisha dan Anna terima.


Saat ini, Mama Syana yang sedang menemui adik dan iparnya. Mereka semua kagum dengan kecantikan istri dari Alfaro dan Rafael itu. Terutama Alisha yang mencuri perhatian dengan posturnya yang berbeda jauh saat acara resepsi pernikahannya.


“Ya, begitulah, Syala. Lihat aku! Berat badanku juga bertambah banyak karena menemaninya yang selalu makan. Tapi, jangan berkata seperti itu di depannya, nanti dia bisa cemberut bahkan nangis tiba-tiba,” kata Syana membenarkan ucapan adiknya itu.


Dua kakak beradik sama-sama memandang Alisha yang sedang menemani Rafael menemui para tamu. Rafael tampak bahagia sekali karena memang kehamilan Alisha adalah momen yang sangat dinantikan oleh mereka.

__ADS_1


“Tapi, Anna tampak tidak sehat , Syan,” komentar saudara ipar Mama Syana yang lainnya. Pandangannya tertuju pada Anna dan Alfaro yang juga menemui para tamu.


“Iya, Anna enggak begitu banyak makan, aku sampai kasihan banget sama cucuku di perutnya, tapi untungnya sih bayi di kandungannya utu sehat-sehat saja. Baru di sini loh dia mulai doyan makan dan enggak muntah-muntah lagi,” balas Syana.


Memang sejak sampai di rumah Hartono, Anna mulai kembali berselera makan. Sepertinya Anna memang tidak ingin kalah dari Alisha, karena itu memicu reaksi tubuhnya untuk mau makan banyak.


“Wah, sepertinya Kak Syana sudah jadi mertua yang baik ya,” puji mereka pada mertua Alisha dan Anna itu.


Mama Syana tersenyum tapi seolah enggan mengiyakan. “Belum, Alisha sama Anna belum pernah bilang seperti itu. Berarti aku belum menjadi mertua yang baik.”


Kembang kopinya jangan lupa, maaf ya telat upnya. enggak ada yang nungguin kayaknya 😂😂

__ADS_1


__ADS_2