Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Ceraikan Aku ~ Bab 80


__ADS_3

Alisha telah menyiapkan sebuah kamar khusus untuk Anna menginap. Sebuah kamar yang tak lebih mewah dari kamar tamu biasa. Kamar yang letaknya persis di sebelah kamar Alisha yang dulu.


Saat ini, Alisha sedang di kamar milik Rafael di lantai dua. Tentu saja dia tidak akan memberi kesempatan untuk Anna mendekati Rafael.


"Al, apa kamu yakin kamu tidak apa-apa jika Anna tinggal di sini?" tanya Rafael ragu. Dia mendekap tubuh istrinya, takut jika keputusan yang Alisha buat malah menjadi bumerang untuknya sendiri.


"Mas, aku bukan wanita lemah yang bisa dikalahkan dengan mudah. Selama kamu membuktikan cintamu sama aku, aku pasti akan berusaha mempertahankan pernikahan kita. Tapi, sekali kamu bikin aku kecewa, aku nggak akan ragu buat ninggalin kamu, Mas." Alisha melepas pelukan Rafael dan mengalungkan tangannya di leher sang suami.


"Tidak perlu mengancamku, Al. Di mataku, tetap kamu yang istimewa. Apalagi, Naga sakti cuma makan Kiwi, bukan makan yang lain." Rafael mengecup bibir Alisha yang manis. Dia sangat menyukai rasa dan aroma cery yang selalu menempel di bibir sang istri.


"Bisa saja Naganya khilaf terus makan daging," balas Alisha.


"Tidak akan. Kalau pun ada yang menggoda, aku pasti tetap akan menemuimu. Karena bagiku, mau seharum apa pun makanan yang menggodaku, aku tetap akan memakan kiwi, karena aku ingin kamu secepatnya hamil, Al."


Tangan Rafael meraba perut Alisha yang datar. Dia sangat berharap istrinya cepat hamil dan membuat restu orang tuanya segera didapat.

__ADS_1


Sementara itu, Alisha semakin mengeratkan pelukannya pada leher sang suami. Dia lalu mendaratkan ciuman yang dalam di bibir Rafael. Namun, saat Rafael mulai tergoda, dia melepaskan pelukan itu dan tertawa.


"Ayo kita, makan!" ajak Alisha sambil melangkahkan kaki menuju pintu kamar.


"Kamu menggodaku, Al." Rafael masih melongo sambil memegangi bibirnya yang masih basah. Lalu, berusaha mengejar saat Alisha sudah menyentuh gagang pintu.


Alisha berlari menuruni anak tangga sambil sesekali menoleh ke belakang. Anna yang duduk tenang di meja makan melihatnya dengan sinis. Anna pikir, Rafael pasti sedang marah besar saat ini dan itu membuat Alisha berlari ketakutan.


"Al, jangan lari!" Rafael masih mengejar di belakang dan kini ikut menuruni anak tangga.


"Bu Linda tolong aku, Bu!" kata Alisha sambil berlindung di belakang kepala pelayan itu.


Bu Linda yang berada di antara keduanya pun kebingungan, harus menolong siapa. Sedangkan permasalahannya apa, wanita itu juga tidak mengetahuinya.


"Alisha, Alisha. Sudahlah. Sudahi saja pernikahan kamu. Rafael itu temperamental. Kamu tidak akan sanggup menghadapinya," sindir Anna yang kini bangun dari kursi.

__ADS_1


Alisha dan Rafael menatap Anna bingung. Kenapa wanita itu berpikir demikian?


"Apa kamu berhalusinasi, Anna?"


"Anna, jangan salah paham." Rafael menarik tangan Alisha yang sedang lengah. "Aku tidak akan mengampunimu." Rafael mengisap leher Alisha di hadapan semua orang hingga Alisha menjerit kenikmatan.


Anna yang melihat hal itu langsung menutup mulutnya.


Alisha tertawa dalam hati saat Rafael mencipatakan bercak merah di lehernya. Dia merasa menang karena Anna menyaksikan langsung adegan yang cukup intiim itu.


"Mas, lepasin! Jangan di sini!"


"Mau di mana? Di kamar?" tanya Rafael yang seolah lupa dengan Anna dan kepala pelayannya.


"Nanti! Sekarang makan dulu, biar banyak tenaga buat melawan kamu," goda Alisha yang kemudian menarik tangan Rafael untuk ke meja makan.

__ADS_1


Mata Anna memerah menahan amarah. Dia sama sekali tidak menyangka akan melihat langsung adegan mesra antara Rafael dan Alisha.


Kembang Kopinya dong.. komentarnya juga ramein 💋💋💋


__ADS_2