
Kelahiran sepasang bayi kembar Alisha menjadi momen bahagia, mengharukan sekaligus menegangkan bagi Rafael. Dia tidak menyangka saja bisa melihat dan membantu langsung persalinan si kembarbdi jet pribadi yang mereka sewa.
Sekarang, Alisha dan kedua bayinya sudah kembali ke rumah. Sambutan yang cukup meriah, mereka terima dari para pelayan, staf dan juga beberapa teman dekat. Termasuk Bara dan keluarga kecilnya, ada Sheina, Gabriel, Bianca dan juga Brian anak bungsu Bara dan Sheina.
Anna sedang hamil tiga bulan saat ini, saat melihat Gabriel, matanya langsung berbinar. Bocah sepuluh tahun itu enyah mengapa sangat menarik perhatiannya.
“Kamu gemes banget, sih. Gantengnya,” puji Anna saat mereka berkenalan. Tangannya mendadak gatal, ingin memainkan pipi Gabriel yang sudah tidak segembul waktu bayi.
“Makasih, Onty. Biel memang ganteng nomer satu di dunia kata Mommy,” balas Gabriel percaya diri.
Anna tertawa mendengar celotehan Gabriel yang menurutnya lucu. Memang dia sangat tampan dan patut percaya diri dengan ketampanannya itu.
“Ya, karena daddy-nya ganteng, anaknya pasti ganteng dong,” sahut Bara, sang daddy buaya yang membuat si kancil tiba-tiba melotot padanya.
“Biel itu ganteng karena Mommy cantik, daddy ‘kan ganteng nomer seribu,” balas Gabriel sembari tertawa puas.
Tidak hanya Gabriel yang tertawa, semua orang yang mendengarnya pun ikut tertawa karena tingkah bocah yang sebentar lagi beranjak remaja itu.
Bara seolah kembali pada masa lalu. Ya, awal-awal dia meluluhkan hati Gabriel memang anaknya itu selalu mengatakan bahwa hanya Gabriel yang tampan nomor satu, sedangkan Bara tampan di urutan seribu.
“Gab, enggak baik ingat-ingat masa lalu.” Bara memberi kode pada putranya itu lewat tatapannya yang tajam.
“Bisa diatur, Dad,” balas Gabriel sambil mengerlingkan mata.
__ADS_1
Bara hanya bisa menghela napas berat. Sepertinya, Gabriel akan minta dibelikan action figure lagi.
“Kenapa tuh, Bar?” tanya Rafael yang sama sekali tidak paham.
“Ya, gitulah, El. Nanti kalau Shaka udah seumuran Biel pasti paham,” jawab Bara dengan malas.
Alfaro memperhatikan istrinya yang sedang tersenyum menatap Gabriel. Dia juga merasa aneh dengan sikap istrinya yang sepertinya sangat menyukai bocah tampan berusia sepuluhtahunan itu.
“Ann, Satria ke mana?” tanya Alfaro pada Anna karena sedari tadi tidak melihat putra mereka.
“Lagi sama Shaka, Kak,” jawab Anna tanpa menoleh pada suaminya.
“Dad, aku mau sama Mommy dulu ya,” kata Gabriel sebelum berdiri dan menyusul Sheina yang saat ini sedang menemani Brian dan Bianca.
Saking sukanya dengan Gabriel, wanita itu mengikutinya menemui Sheina.
“Mommy, nanti aku minta spiderman lagi sama Daddy,” kata Gabriel yang setelah bertemu ibunya.
“Kakak Biel, kok mainan terus sih. Kan udah punya banyak di rumah,” jawab Sheina yang tidak suka putranya terus menerus membeli mainan kecil-kecil yang hanya sudah banyak berjajar di kamarnya.
“Ya ampun, Mommy. Namanya juga buat koleksi.”
“Anak kamu lucu banget ya,” sahut Anna yang sengaja mengikuti Gabriel.
__ADS_1
“Mommy.” Satria merangkul Anna yang baru muncul di taman itu.
“Iya, Sayang.”
“Em, maaf. Maksud kamu, Brian atau Bianca?” tanya Sheina pada Anna.
“Yang Gabriel. Ganteng banget sih, boleh nggak ya aku cubit pipinya,” kata Anna sambil mengusap perutnya yang mulai terlihat buncit.
***
Mommy Ann, kayaknya dedeknya centil ya 😂😂😂
Loha, aku menyapa kesayangan aku yang menunggu bonchap. wkkk
Sengaja ya, aku gabungin sama keluarga Anna sama Sheina. Biar enak aja nyusun ceritanya.
Betewe, mungkin boba ini gak banyak konflik ya, cuma masalah anak-anak gemoi ini aja yang rencananya mau aku jodohkan pas gede wkkk.. jahatnya aku 😜 So, thank you yang masih menunggu.
Kisah Alisha Rafael gimana, Thor?
Masih lanjut kok, tapi mungkin gak akan bikin konflik ya, biar nupelku yg Satria dan kania aja yg masih ada konflik-konflik.. ini just buat seru-seruan aja kok gaess😂
Mau lanjut lagi nggak?
__ADS_1