Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Cintai Aku ~ Bab 26


__ADS_3

Rafael menjemput Alisha yang berada di rumah orang tuanya. Merepotkan memang, karena Alisha enggan pulang sendiri jika tidak dijemput oleh sang suami. Sampai di rumah Rafael langsung disambut dengan sikap manja Alisha yang merangkulnya dari pintu depan sampai ke dalam rumah.


“Tumben manja banget, ngidam apa lagi, Al?” tebak Rafael sembari mengecup sayang pipi Alisha. Dia juga mengusap sebentar perut Alisha yang bulat.


“Enggak ngidam kok, cuma pengen diajak jalan-jalan,” balas Alisha sembari menampilkan senyum yang menggoda. Berusaha sebaik mungkin agar suaminya mengabulkan keinginannya itu.


“Ke mana, Sayang? Yang deket-deket aja ya,”


“Cuma ke pantai kok, Mas. Hari Sabtu besok, bisa ‘kan, Mas?”


Rafael mengerutkan kening, dia ada pekerjaan penting di hari itu. “Jangan Sabtu ya, Sayang. Aku ada kerjaan penting. Gimana kalau bulan depan aja.”


Seketika itu, pelukan Alisha di pinggang suaminya terlepas dan kini menatap suaminya dengan wajah cemberut.


“Kerja terus, nyenengin istri sama anak aja enggak ada waktu. Kamu jahat tau nggak sih, Mas.” Alisha berjalan meninggalkan suaminya.

__ADS_1


Laki-laki tampan itu lalu mengekor di belakang Alisha dan ikut duduk di sofa samping istrinya yang semakin terlihat kesal. Rafael tahu, sangat tahu malah bahwa hormon kehamilan membuat wanita akan sangat sensitif karena hal-hal yang sebenarnya sangat sepele.


“Bulan depan aku akan kosongkan jadwal, ya. Enggak apa-apa, ‘kan?” bujuk Rafael yang mulai kelimpungan karena istrinya merajuk. Bisa gawat kalau keinginannya tidak terpenuhi, kesejahteraan naga sakti bisa-bisa terancam.


“Enggak mau. Aku sama Kak Anna sama Mama juga udah janjian mau ke sana. Kita mau foto bareng, mumpung kita lagi hamil. Belum tentu hamil berikutnya kita hamil barengan lagi,” jawab Alisha dengan ketus. Masalahnya dia sudah sesumbar pada Anna dan mertuanya bahwa dia bisa membujuk Rafael untuk pergi.


Awas aja kamu enggak mau, Mas. Puasa lebih awal kamu sebelum aku lahiran.


Rafael menghela napas berat. Dia harus mengalah kalau tidak mau mengambil resiko puasa menikmati buah-buahan segar.


Ibu hamil itu tersenyum dan mengecup bibir sang suami dengan bahagia. “Jangan bohong ya. Harus bisa pokoknya.”


“Hem, iya Bu Bos dan bos kecil daddy.” Rafael mendaratkan kecupan sayang di perut buncit Alisha yang membalasnya dengan usapan sayang di kepala Rafael.


“Duh, yang makin bucin, di kamar sana kenapa, malah mesra-mesraan di sini.” Alfaro datang dengan membawa kotak berukuran kecil.

__ADS_1


“Bawa apaan, Kak?” tanya alisha mengabaikan. Dia hanya fokus pada kotak yang dia tebak adalah makanan.


“Ini es krim Singapura pesenan Anna. Jangan ngiler, kalau mau minta sama Anna,” jawab Alfaro sembari membuka kotak berisi es krim yang jauh-jauh dibawa dari Singapura.


Bibir Alisha mengerucut sempurna saat mendengar jawaban kakak iparnya itu. Justru, Rafael yang kini memasang badan dan bersiap untuk membuat negosiasi dengan kakaknya.


Namun, belum sempat Rafael mengajukan penawaran, tiba-tiba Anna muncul dengan raut bahagianya.


“Wah, es krimnya sudah datang, Kak.” Wanita itu mendekat dan mengeluarkan es krim yang dibalut roti tawar itu. “Alisha, yuk kita makan bareng!” ajak Anna tanpa ragu.


Alisha dengan senang hati menerima penawaran Anna. Mereka mengambil piring kecil dan sendok untuk memudahkan mereka menikmati es krim tersebut. Sementara Rafael dan Alfaro yang belum tahu hubungan mereka malah saling berpandangan dengan ekspresi bingun


“Apa mereka sudah tidak bermusuhan?”


Kembamg kopi dan votenya dong, udah up 2 bab nih 🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2