Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Cintai Aku ~ Bab 22


__ADS_3

Kedua orang tua Alfaro sudah pulang untuk mempersiapkan acara tujuh bulanan kedua menantunya. Mommy Anna juga sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah membaik.


Perusahaan milik Anna, saat ini telah kembali dipimpin oleh ayahnya yang kini hanya ingin membantu putrinya. Laki-laki tua itu sudah menyadari kesalahannya saat melihat putrinya harus menderita karena ulahnya sendiri. Karena itulah, ayah Anna itu memutuskan untuk membantu Anna meskipun tidak lagi menjadi pemilik perusahaan.


Saat ini, Anna sedang menemani suaminya yang sedang mengemas koper. “Tidak bisakah kamu tinggal di sini, Kak?” tanya Anna dengan wajah sedihnya.


“Aku harus bekerja, Sayang. Kalau perusahaan kacau, kita masih bisa makan, tapi belum tentu orang-orang yang menggantungkan hidup mereka dari perusahaan kita,” jawab Alfaro sambil mengusap rambut istrinya.


Sebenarnya dia sendiri juga tidak tega meninggalkan istrinya sendiri, tapi Alfaro juga tidak bisa egois karena mertuanya masih sakit. “Akhir pekan aku langsung ke sini,” imbuhnya lalu mengecup bibir Anna.


Sebelum benar-benar pergi, mereka menyempatkan untuk mengucapkan salam perpisahan pada bayi mereka. Tentu saja dengan cara yang menghasilkan banyak keringat.


...****************...

__ADS_1


Anna mengantarkan Alfaro sampai ke bandara. Sebenarnya sedikit berat melepas kepergian suaminya, tapi Anna berusaha ikhlas dan tersenyum melambaikan tangan saat suaminya masuk untuk ceck in.


Anna memutuskan kembali ke mobil saat punggung suaminya sudah tidak terlihat lagi. Dia buru-buru kembali karena harus mengantar ibunya kontrol. Namun, saat akan membuka pintu mobil yang di dalamnya sudah ada sopir yang menunggunya, tiba-tiba ada yang menyuntikkan sesuatu di leher Anna yang membuat wanita itu merasakan pusing.


“Kalian siapa?” teriak Anna yang membuat orang-orang di sekitarnya menoleh, tapi rasa pusing di kepala sudah sangat mengganggu dan akhirnya Anna tidak sadarkan diri.


Orang-orang mulai ribut, dan di saat itulah Alfaro yang mendadak kepikiran anaknya ingin menemui Anna sekali lagi.


Anna yang sudah pingsan lalu digendong seseorang. Alfaro melihat dengan jelas apa yang terjadi dan langsung berlari. Dia melemparkan tas pinggangnya dan tepat mengenai kepala pria yang hendak menggendong Anna.


Alfaro mengenali wajah Catherine dan dengan kemarahannya, ia berkata bahwa Catherine adalah buronan. Lalu, orang-orang dan petugas keamanan yang datang berhasil menangkap Catherine dan temannya.


***

__ADS_1


Anna dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis. Dengan tegang, Alfaro setia menunggu istrinya itu.


“Anna sadarlah. Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri kalau sampai terjadi sesuatu padamu, Anna.” Alfaro terus merapalkan doa, mengharap kesadaran istrinya.


Lalu, daddy Anna datang dengan wajah khawatirnya. “Bagaimana keadaan Anna?” tanya pria tua itu.


Alfaro tidak menjawab. Dia masih sangat marah. Anna dalam keadaan seperti itu juga karena kebodohan mertuanya. Meskipun sekarang daddy Anna sudah menjauhi Catherine, tapi tetap saja daddy Anna juga bersalah.


Dokter yang menangani Anna keluar memberi kabar. “Kami sudah memeriksa keadaan pasien, dan untungnya itu hanya cairan biuus bukan sesuatu yang bahaya. Pasien dan janinnya dalam keadaan sehat, dan sekarang sudah sadarkan diri.”


Alfaro menghela napas lega. Setidaknya istri dan anaknya bisa diselamatkan.


“Dokter, bisakah saya membawa istri saya ke luar negeri?”

__ADS_1


Alfaro sudah berpikir dengan matang, tempat ini terlalu berbahaya untuk Anna dan calon anak mereka.


Kembang kopinya jangan lupa 💋💋


__ADS_2