Ceraikan Aku!

Ceraikan Aku!
Ceraikan Aku ~ Bab 52


__ADS_3

Selesai makan, Gabriel mengajak Sheina untuk melihat ikan yang memang dipelihara langsung di kolam dekat tempat mereka makan. Alisha mengikuti Sheina dan Gabriel karena tidak ingin terjebak dengan obrolan suaminya dengan bara. 


Gabriel yang aktif menarik-narik tangan Sheina karena dia ingin memberi makan ikan-ikan di kolam itu. 


“Mommy, kita tadi makan ikan yang mana?” tanya bocah itu. 


“Ya gelap gini mommy mana tahu Gab, mungkin sama kayak di rumah Opa,” jawab Sheina yang membuat kening putranya itu berkerut. 


Alisha tertawa pelan melihat tingkah Gabriel yang menggemaskan. “Lucu banget ya dia, memang segitu sayangnya dia sama ikan?” tanya Alisha pada Sheina. 


Sheina menatap Alisha yang berdiri di sampingnya. “Iya begitulah. Mungkin karena papa mertua juga sangat menyukai ikan, makanya turun ke dia,” jawab Sheina. 


“Mertua kamu nggak jahat? Aku pikir semua mertua itu jahat.” 


Mendengar pertanyaan Alisha itu, Sheina mengernyit. “Mertuaku baik kok, apa kamu ada masalah sama mertua kamu?” tanya Sheina. 


Alisha hanya tertawa pelan. “Tidak. Aku cuma bercanda,” jawab Alisha. 


Meski merasa aneh, Sheina mencoba untuk menerima jawaban Alisha, karena mereka yang baru kenal rasanya kurang etis jika bertanya masalah keluarga. 

__ADS_1


Alisha mengarabkan diri untuk bisa dekat dengan Gabriel. Pria kecil itu benar-benar menarik perhatian Alisha karena selain wajahnya yang tampan, dia juga masih cadel saat berbicara, sangat menggemaskan. 


*** 


*** 


Alisha dan Sheina serta Gabriel kembali ke saung tempat mereka makan. Dua pria itu terlihat asyik membahas sesuatu. 


“Hai, anak daddy ke mana saja?” Bara membantu Gabriel untuk naik ke saung lalu memangkunya. 


“Kasih makan ikan,” jawab Gabriel. Bocah itu sampai berkeringat banyak dan dengan sigap Bara mengelapnya dengan tisu. 


“Nggak apa-apa, Dad. Mumpung nggak ada Bia, jadi bisa nemenin dia main sebentar,” sahut Sheina yang sama sekali tidak keberatan dengan tingkah putranya yang aktif. 


“Aku makin cinta sama kamu, Sayang.” Bara memeluk Sheina dan tiba-tiba mencium bibirnya sekilas. 


Alisha dan Rafael yang melihat tingkah Bara itu seketika mematung karena saking terkejutnya. 


“Kenapa kalian?” tanya Bara yang melihat Rafael dan Alisha mematung. “Nanti kalau kalian sudah lama menikah juga akan terbiasa kok.” 

__ADS_1


Rafael berbisik pada Alisha, “Dia itu sudah mencintai istrinya sejak SMA. Panjanglah ceritanya sampai mereka menikah. Makanya dia jadi budak cinta seperti itu setelah menikahi wanita yang dicintai sejak lama.” 


Alisha mengangguk mencoba paham. Sayangnya, mereka harus segera berpisah karena anak kedua Bara dan Sheina sedang rewel sekarang. Mereka lalu jalan bersama menuju parkiran mobil yang cukup jauh dari tempat makan. 


“Kapan-kapan kalian harus main ke rumahku,” kata Bara yang berjalan merangkul pinggang Sheina. 


“Boleh. Tapi ya, aku harus cari jadwal yang pas sama Alisha,” jawab Rafael. Dia memerhatikan ekspresi Bara yang dengan mudahnya menunjukkan cintanya pada Sheina. Sementara itu, Sheina juga terlihat tidak keberatan seolah terbiasa dengan perlakuan Bara. 


Rafael lalu menatap istrinya yang begitu dingin. Dia sangat berbeda jauh dengan Sheina yang terlihat hangat. 


“Kapan-kapan kita ke rumah mereka ya.” Rafael menirukan apa yang Bara lakukan, dia memeluk pinggang Alisha saat mereka masih berjalan melewati saung-saung untuk sampai ke parkiran. 


“Apa sih, Mas, Malu tahu.” Alisha melepaskan tangan sang suami dari pinggangnya. 


“Ya sudahlah. Tapi kalau di kamar nanti jangan malu ya.” 


Alisha melemparkan tatapannya. Tiba-tiba ponsel Rafael berdering dan terpaksa dia harus menjawabnya karena Felix menelepon. 


“Tuan, Nona Melinda ingin bicara. Katanya ini penting.”

__ADS_1


__ADS_2