
Pagi ini Dela membawa mobil punya Daren, karena mobilnya lagi di Servis oleh Daren, Dela Pergi bareng Aldo, mereka beriringan bahkan, mereka melaju sedikit ngebut, Mereka memotong mobil yang ada didepan mereka, yang tak lain mobil milik Felia namun bagi mereka mah masa bodo, ini jalan umum bos bukan jalan pribadi.
Sampai diparkiran, Dela juga Aldo parkirkan mobil mereka bejejeran, lalu mereka mengambil tas dan keluar mobil mereka.
" Gimana?" kata Dela ke Aldo.
" Boleh juga tu mobil" Kata Aldo Dela pun mengangguk mengerti.
Keduanya masih di area parkiran berdiri di pintu mobil mereka masing-masing, yang sedang menguji kebolehan mobil Daren, suasana berubah kala ada mobil sudah berparkir dan sang pemilik keluar.
" Lo berdua ikut gue" kata Felia yang menunjuk ke arah mereka.
Aldo dan Dela hanya saling pandang dan angkat bahu, lalu mereka Pergi meninggalkan parkiran dengan lewat belakang, Agar Felia tidak mengetahuinya, mereka bersorak ria, dan menyatukan tangan mereka.
" Tos" ucap mereka barengan dan duduk dikursinya masing-masing.
Tapi tak terlihat oleh keduanya jika Reynal berada dikursi milik Dela.
" Ngapain lo dimari?" tanya Dela heran.
" Cari lo "ucap Reynal santai.
" Cari gue?" tanyanya balik.
" Lo budek ya " dengan menahan rahang kerasnya.
" Kalau iya, kenapa?" ucap Dela.
" Ikut gue.." Dengan menggenggam lengan Dela sangat erat, seakan takut pergi jauh, Aldo yang melihatnya segera buntutinya.
Reynal sudah mengetahui kalau Dela, kebut-kebutan dijalan itu karena dapat kabar dari Felia tadi, dan Reynal akan menghukumnya, karena kesalahannya.
" Lo mau bawa gue kemana?" tanya Dela yang berusaha melepaskan tangannya.
" Gue akan hukum Lo, karena lo sudah bahayain dua nyawa sekaligus"
" Maksud lo" kata Dela yang masih mengikuti langkah Reynal.
Reynal membawa keruang osis, ya kalau pagi, memamg sepi jadi Reynal membawa Dela kesana, Aldo yang sudah tau Dela dibawa kesana, ia urungkan untuk menemui mereka, ia tau mereka bisa selesaikannya.
" Rey sampai kapan lo hukum gue, dan nggak sepenuhnya salah gue"
" Sampai gue tau salah gue apa sama lo"
Dela terdiam dengan ucapan Reynal.
" Oke.. lupakan pertunangan kita" dengan tegas dan lari ke kelas setelah terdiam sejenak.
Sesampainya dikelas, baru saja duduk Reynal masuk kembali, dan meminta semua kelas Dela dihukum, tidak ada bantahan tidak ada protes, mereka takut melihat wajah Reynal, yang menyeramkan bagi mereka wajah Reynal ,siap memangsa siapapun yang berani melawannya, Aldo menemui Reynal, membawanya ke parkiran dan masuk kemobilnya.
" Lo apa-apaan, hanya lo kesel dengan Dedel semua anak lo hukum, jangan mentang-mentang lo jabat ketua osis, lo gini Rey, kasihan anak-anak yang lain tau tidak" Dengan kesalnya.
" Lalu gue harus gimana Do" ucapnya penuh amarah.
" Gue juga nggak tau, tapi gue sarani akhiri percintaan Lo dengan Fia itu aja" tegas Aldo.
" Tapi..."
" Sebelum terlambat, lo nggak boleh egois Rey, pilih keduanya tapi lo gantung satunya" ucap Aldo keras ke Reynal
Reynal Terdiam lama dimobil Aldo, memikirkan setiap kata yang keluar dari mulut Aldo juga Rayhan sang kakak.
🍁🍁
Dela dan teman kelas membersikan halaman yang kotor, bahkan mengepel koridor sekolah.
" Del.. lo gak apa?" tanya Rani
" Gue gak apa kok" dengan senyum perihnya, mereka lalu bepelukan.
" Yuk kita siapin Hukumannya, Biar bisa belajar kembali" ajak Samir menyemangati sahabatnya.
Mereka kembali mengerjakan hukuman yang diberikan ketua osis, ada yang bertanya ke Dela, mereka tau kalau Dela dan Reynal itu tidak bisa disatukan.
" My bebeb Dela, Lo kenapa lagi dengan ketos galak itu"
" Gue juga nggak tau Wan, salah gue apa" kata Dela dengan menyapu asal-asalan.
" Lo mau tau salah lo apa, karena lo sudah lancang dengan gue" kata Felia yang tiba-tiba disana.
__ADS_1
" Apa urusannya sama lo" kata Rani
" Karena sudah berani motong jalan gue tadi pagi" ucapnya Enteng.
" What" kata mereka barengan.
" Gila tu ketos"
" Memang Gila dia, ada ya perempuan mau dengannya, Sudah tau gila, masih aja tu U-l-e-t N-e-m-p-e-l"
" Apa lo Bilang" kata Felia yang melihat Reynal datang.
" U-L-E-T" Kata Dela penuh penekanan.
" Dela, yang sopan bicara lo " ucap Reynal yang melihat Dela semakin jadi.
" Sopan lo bilang, apa gue harus sopan dengan orang seperti dia" ucap Dela yang menujuk kearah Felia.
" Dela..cukup" bentak Reynal.
" Teman-teman sekarang kalian masuk kelas dan jangan lagi dengarin ucapan dia" titah Dela sambil berjalan meninggalkan hukumannya.
"DELA!! Teriak Reynal tak kalah kerasnya.
" Cepat kalian masuk kelas, dan ini jadi urusan gue , Samir , Aldo bawa mereka masuk sekarang juga! " titah Dela dengan wajah tampak merah bak kebakar.
" Lo pecundang Rey-nal Fi-to" Ucap Dela dengan suara meninggi.
Reynal terdiam dan hanya mengepalkan tangannya dan menahan rahangnya yang keras.
// Apa katanya Aku pecundang Aaggh Sial_Reynal// Kemudian ikut meninggalkan lapangan.
🦋🦋🦋
Sesampainya di kelas, Taman-taman kelasnya duduk lega dan bahkan Sendi sebagai ketua kelas memanggil Guru Mapel.
" Beb, Makasih ya akhirnya" salah satu teman Dela.
" Dedel thank ,sudah bebaskan kita" ucap temannya yang lain.
"Jangan terima kasih sudah seharusnya" ucap Dela yang lega melihat teman-temannya bebas dari hukuman.
Tak banyak cerita bagi mereka, karena mengetahui keadaan Dela yang sedang tidak ingin diganggu, hanya mereka berbisik untuk membalas Felia.
lima belas menit jam istirahat telah usai , Bel masuk kembali berbunyi, Siswa/i berlarian masuk karena takut keduluan oleh guru mapel.
🍁🍁🍁
Triiiiiinnnngggg!!!!
Bel panjang telah berbunyi, Tanda belajar telah berakhir, siswa/i keluar kelas menuju parkiran untuk melajukan mobilnya.
" Nongkrong yuk ntar malam " kata Rani tiba-tiba.
" Ayo, boleh tu" kata Dela
" No Area balap oke, kemarin oke " kata Aldo
" Oke, no problem, kita ke kafe Samping toko Mama gimana?" kata Dela.
" Oke Deal" kata mereka bareng.
" Gue jemput gak Del-" kata Aldo.
" Boleh juga tu" kata Mira.
" Tunggu Deh, mobil Daren nggak diambil tu Del" kata Samir
" Bodo, mobil dia labih bagus dan larinya kencang bos" Kata Dela dengan senyumnya.
" Boleh gabung nggak nanti malam?" tanya seseorang yang baru datang.
" Bo-boleh kok kak" kata Dela gugup
" Gila sudah dapat mobilnya, tinggal dapati hatinya" kata Rani dengan polosnya, Dengan sengaja Aldo dan Samir mengetok dahi Rani,
" Awww sakit Bege" kata Rani.
" Bodo" kata Samir dan Aldo barengan.
__ADS_1
" Lu apaan si" kata Aldo.
" Lha emang bener kalau kak Daren mau silakan" kata Rani yang nyenggol siku Dela.
" Emang gue barang " kesel Dela.
" Sudah, Pulang yuk" kata Aldo.
" Nanti malam aja kita tukar mobilnya, saya Bawa motor" ucap Daren.
" I-iya kak, nggak apa" kata Dela dengan senyum termanisnya, terlihat gigi rapi dan bibir tipisnya.
" Kalau gitu, saya duluan " kata Daren pamita dan dianggukin oleh mereka
Setelah Daren pergi, Mereka pulang kerumah mereka masing-masing, begitu pula dengan Dela dan Aldo yang pulang beriringan, sampai dirumah, Dela menemui Mamanya, yang sudah beres-beres pakaiannya.
" Ma-, mama mau kemana, kok sudah beres-beres gini, sepertinya Buru-buru" kata Dela ke mamanya.
" Iya sayang, papa minta Mama menemani di luar kota sayang" ucap Mama.
" Dedel gimana?" kata Dela dengan manja.
" Dedel tinggal tempat Bunda dulu yah, tadi Mama sudah nelpon Bunda" ucap Bunda lagi
" Tapi ma.." masih manja.
" Sayang , Mama nggak akan lama disana,
nanti Reynal jemput kamu" kata Mama.
Dela hanya diam, melihat Mama bereskan baju, dan duduk bersandaran dikursi yang ada dikamar Mama.
" Sayang beresin pakaian geh, kan mau kerumah Bunda" ucap Mama
" Ma bisa tidak, Dedel dirumah aja, lagian kan ada bi Marni dirumah" pinta Dela
" Tadinya Mama pikir gitu, tapi lebih baik dirumah Bunda sayang" ucap Mama yang mengusap pucuk kepala Dela
" Tapi ma? " kilahnya.
" Ya sudah, mandi dulu geh, makan siang Mama tunggu dimeja makan" kata mama dengan senyumnya.
Dela pergi kekamarnya dengan malasnya, membuka knop pintu, dan segera mandi, dibawah gemericik air Dela mikir keras, agar tidak tidur rumah Bundanya, Dela masih malas bertemu Reynal, yang seperti pecundang , dan gampang naik darah.
// Aha, yang penting nanti malam, gue harus keluar, gue akan telpon Ado untuk kerumah Bunda, cerdas_Dela//
Dela selesai mandi, nemui Mama dan makan siang bareng, mamanya sebenernya tidak tega tinggalin Dela, tapi papanya meminta untuk temaninya. mau tidak mau Mama harus ikut sebagai istri.
// Ternyata ribet juga jadi seorang istri, kalo tiba-tiba suami pergi keluar kota, istri juga ikut, seperti mama_Dela//
" Ma harus ya kalau istri ikut suami kemanapun suami pergi?"
"Oh iya tentu sayang, apalagi suami yang meminta, gak boleh nolak Dosa" ucap mama.
Tak lama Mama pamitan dengan putri semata wayangnya untuk pergi dan meminta ke Dela agar jangan nakal dirumah Bundanya.
Kuni Dela hanya duduk depan televisi sendiri, rak ada semangat dan gairahnya karena ditinggal sang mama, Dela matikan televisinya kalu masuk kamar dan tiduran, sebelumnya sudah menelpon Aldo, agar kerumah dulu, untuk bawa mobil Daren dan disetujui oleh Aldo.
Dela beneran tidur dikamarnya hingga sore menjelang, terbangun saat melihat kamarnya begitu gelap.
//Siapa yang selimuti gue, oh bibi mungkin pikirnya_Dela//
Dela bangun dan hidupkan lampu kamarnya, betapa terkejutnya Dela, melihat seorang laki-laki berada dikamarnya yang sedang tidur dikursi, dengan melipatkan kedua tangannya, dan masih memakai seragam sekolahnya.
// Hem...sudah disini aja ni anak, berarti yang selimuti gue-, tadi bukan bibi tapi-Tata_Dela//
Reynal bisa dikamar Dela saat mama menelpon jika ia ajan keluar kota dan meminta Reynal untuk menjemputnya, Sesampainya dirumah ternyata Dela sedang tertidur pulas, tak ingin mengganggunya Reynal hanya menarik selimutnya dan menunggu Dela bangun baru akan pulang.
Lalu sedikit mengacak-acak bulu Dela, setelahnya matNya ikut merasakan kantuk hingga ia putuskan tidur dikursi belajar Dela.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung