
DiMotor Reynal dan Dela tidak ada yang berniat bicara, mereka berdua ada pada fikirannya masing-masing, Dela tidak berontak ataupun meronta-ronta minta dihentikan motornya.
Reynal melajukan motornya lebih cepat, Mereka menuju Apartement yang lebih dekat dari sekolahnya, Entah apa yang akan dilakukan oleh Reynal ke Dela di Apartement nanti.
Motor yang dikendarai oleh Reynal telah berhenti diparkiran apartement,dan Reynal matikan mesinnya kemudian menoleh ke Dela agar Dela ikut turun.
" Turun-!" titahnya dengan suara datar dan penuh Amarah.
" Ta..ngapain lo bawa gue kesini? " tanya Dela Tajut
" Sudah ikut aja, ayo cepat turun-" kata Reynal , Dela mengangguk dan mengikuti Reynal ke Apartemennya.Tapi dengan Sigap Reynal menggenggam lengan Dela.
^ Takut amat gue kabur^ guman Dela, yang masih bisa terdengar oleh Reynal, tapi Reynal tidak peduliin Dela mau ngomong apa saat ini.
Reynal membawa Dela menggunakan lift hingga kelantai tujuh, dimana Kamar Reynal berada disana, Reynal membuka kode Pintu, dengan menggunakan card khusus disana, lalu membanting badan Dela kekasur.
" Bisa nggak jangan kasar sama gue!" kesal Dela, Reynal hanya menatap tajam dengan menyunggingkan senyumnya.
Reynal lalu membuka semua bajunya dan menggantinya dengan kaos sinletnya, agar Dela tidak malu, atau terkejut melihatnya tanpa mengenakan baju, Reynal meminta Dela untuk mengoles salep luka bakar, diluka bakarnya mengunakan B**D***m.
" Lo oleskan ke punggung gue"
titah Reynal, dengan memberikan salep bluka bakar itu ke tangan Dela.
" Kenapa harus gue, lo nggak bisa apa sendiri, atau lo suruh tu Felia atau pacar lo" ucapnya dengan kekeselan , Dela lalu memalingkan wajahnya.
" Cepat, keburu bel masuk" kata Reynal yang masih menekan suaranya.
" Iya kenapa harus gue, terus kenapa harus pulang si, di Uks kan bisa" gerutu Dela yang masih enggan membatu Reynal.
" Baju gue kotor gara-gara pesanan Lo, itu yang pertama, kedua Gue nggak mau lo masuk Bk, kasihan Bunda direpotin lo, nah yang terakhir Lo tunangan gue, jadi wajar gue minta bantuan Lo, dari pada orang lain" jelas Reynal.
" Sejak kapan lo anggap gue ada, bukannya selama ini lo gak anggap gue terlebih dengan perempuan itu, dan sekarang lo bilang tunangan, nggak salah dengar gue?" kesel Dela .
" Gue nggak mau berbagi badan gue dengan yang lain, toh ada lo juga kenapa harus perempuan lain hem" kata Reynal. dengan tatapan tajam.
" Pergi sana ke Fia, pa-car kesayangan Lo , bilang ke dia untuk obati luka bakar lo " kata Dela yang masih enggandan tetap memalingkan wajahnya.
" Oke kalau itu mau lo La, capek gue dengan sikap lo, yang nggak gue ngerti" kata Reynal. dengan mendorong badan Dela ke tempat tidur, dengan coba mengolesi salep, kebagian yang telah tersiram Air panas tadi tapi tidak sampai tangannya, Reynal membuang napas kasarnya kesembarang Arah.
"HHEEMM-, lalu Reynal mengambil seragam Sekolah, dan pergi begitu aja tanpa mengajak Dela.
Dela hanya diam melihat Reynal yang bersikap seperti itu, bahkan sekarang ia ditinggal di Apartement sendiri.
^ Apaan si Tata, sengaja suruh gue bolos, fyuh.. ^ dengan wajah keselnya, karena merasa Reynal seenaknya.
Dela masih dengan Memanyunkan bibirnya, lalu terdengar suara pesan dari ponselnya.
Ddrreett...Ddrrttt...
" Aldo" ucapnya dengan segera Dela menggeser tombol hijaunya.
π±Ado ganπ€ΎββοΈ
__ADS_1
Kemana lu dibawa Tata?
π± Dela CanπΉ
Aprtement
π±Ado ganπ€ΎββοΈ
Diapain lo disana?
π± Dela CanπΉ
Di tinggal gue, dia mungkin sudah sampai ke Sekolah.
Dengan nada keselnya dan mematikan ponselnya secara sepihak, lalu membuang ponselnya di ranjang tidurnya.
^ Tunangan Gila ^ guman Dela.
^ Fyuh mau dia apa sih, siksa gue melulu, gue sudah terlalu kecewa dengannya^
Dela menarik selimut putih dan menutupi badannya sampai ke dada lalu mulai pejamkan matanya.
Sementara Reynal sudah sampai diSekolah, dan sudah berada diruang BK, agar tidak menghukum Dela, karena Dia telah menghukumnya, huntunglah guru Bk mengerti, sebenarnya Aldo tadi juga sudah dipanggil sebagai saksi.
" HUUH..!!! kata Reynal yang membuang nafasnya dengan lega
//Huntunglah Dela tidak dihukum, masalah Dela kelar sekarang Felia, kenapa dia bisa berbuat seperti itu_ Reynal//
Reynal masuk kelas dan mengikuti pelajaran yang sedikit terlambat karena harus keruang Bk dulu.
Dikelas Dela, Aldo duduk dengan cantik sementara ke tiga sahabatnya masih khawatir dengan Dela.
" Dedel dibawa kemana sih sama kak Rey" kata Rani yang khawatir
" Buat hawatir aja" tambah Mira
" Pasti dihukum, sampai dia tidak masuk jam pelajaran" kesal Samir
" Sudah tenang aja, Dedel aman, mungkin dia sudah molor, karena semalam kan dia pulang larut" kata Aldo menyakinkan mereka.
" Emang dibawa kemana sama kak Daren semalam" tanya Mira.
" Ssssttthh... nanti kita bahas okey, kita belajar dulu " kata Aldo mengalihkan pembicaraan.
Aldo memang tidak pernah beri tau jika Dela dan Reynal sudah bertunangan, yang mereka tahu Reynal rival Dela, biarlah itu menjadi Rahasia mereka, tak perlu orang lain banyak tau tentang keduanya.
Dela sudah pejamkan matanya setengah jam yang lalu, tapi cacing dalam perutnya mendemo minta jatah, ia bangun dan pergi ke dapur.
^ Gila nih, gue sudah ditinggal, isi dapur semua ginian, gimana gue masaknya huh nyebelin^ gumannya dengan memaki Reynal.
Dela memilih memesan makan lewat online, beberapa macam makan, Dela juga pesan permen lolipop kegemarannya, dengan duduk cantik sambil menunggu, Dela membuka Tv untuk menghilangkan rasa suntuknya.
" Bosen, Aha kirim pesan ke kak Daren ah, eh tapi masa iya gue yang duluan , tensi donk, Tapi Bosan gue"
__ADS_1
Entah dapat keberanian dari mana Dela mengirimkan pesan buat Daren.
DarenβΉοΈββοΈ
" Siang kak"
Reed..
^ Ya hanya di Reed^ ucapnya lirih
Dela meletakan ponselnya kesembarang, karena sudah sangat lapar, tapi pesanannya belum juga datang.
^ Sial beneran gue, lo mau buat gue mati, awas aja kalau lo datang Ta, Gue acak-acak juga nih kamar^ kata Dela merutui Reynal.
^Tunangan tidak tanggung jawab, dasar gila, beneran mau bunuh gue, Senior galak, tak berahlak^ kata Dela yang menyumpahi Reynal terus menerus.
" Tata-, Gue lapar !! " Dengan berteriak. sambil memegang perutnya.
πππππππππππππ
Tak Terasa Hari sudah siang, Dela terbangun ia melihat ada tas serta almamater Sekolah, tanda Reynal sudah pulang, ia memastikan bahwa Reynal berada di Apartement, Dela membuka kamar mandi yang tidak terkunci, berarti Reynal tidak ada, Dela pergi kedapur juga tidak Ada menemukan Reynal.
^ Kemana sih tu anak, dimana-mana nggak ada^ gumannya. Lalu Dela duduk dikursi makan sambil menyanggah wajahnya ke tangan, Ia melihat-lihat arah sekitar.
^ Gila nih Tata benaran gak ada, Terus gue terjebak lagi disini^ gumannya
" Tataaaa lo berani-beraninya, tinggalin gue disini!! " Dengan berteriak.
Dela langsung mengambil ponsel menelpon seseorang, merasa kesal atas kejadian ini.
Sedangkan Reynal sedang berada diluar ia pergi untuk membelikan makan siang untuk mereka berdua, Ia baru menyadari jika ia tadi ninggalin Dela sendiri tanpa ada apa-apa di apartemennya, Pasti Dela merasa Lapar.
πππππππππππππ
.
.
.
Bersambung
.
.
.
.
Hai teman-teman dukung aku dengan toinggalin jejak kamu vote, like, dan komentar ya. terimakasih
salam manis Reynal dan Dela πββοΈ
__ADS_1