Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps -125 Es krim mochi#


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang setelah berkunjung kemakam Daren dan juga Fia, mereka diam dalam fikiran masing-masing, Reynal melirik Dela yang sedikit murung ia membuang nafasnya dan kembali fokus ke jalan.


" Mas..., percaya tidak jika tadi ada Daren liat kita sambil melambai- lambai tangannya?" tanya Dela yang masih menoleh lurus kedepan.


" Eemmm percaya..., kenapa kok tanya gitu?" Reynal tanya balik.


" Lala ngerasa ia mengucapkan sesuatu, wajahnya ceria, sepertinya dia bahagia disana dan gak rasain sakit seperti dulu lagi" ucap Dela yang menceritakan apa yang dilihat.


" Iya Mas pun juga merasa, tadi dia melihat kita, dan memanggil nama kita, sepertinya dia begitu bahagia melihat kita ralat kamu sayang" ucap Reynal yang mengusap Tangan Dela lalu menciumnya.


" Kenapa Lala?" tanyanya balik


" Mungkin liat kamu bahagia sayang" ucap Reynal yang masih menggenggam tangan Dela memberi kekuatan, Dela hanya mengangguk-anggukan kepalanya.


" Mungkin" ucapnya rancu.


" Kita mampir ke market ya, beli susu untuk kamu" ucap Reynal yang melihat didepan ada market.


" Iya mas" jawabnya.


Reynal melajukan mobilnya menuju market lalu mencari parkiran untuk kendaraannya.


" Ayo La masuk" , ajak Reynal setelah mereka turun dari mobil.


" Ayo Mas" ucap Dela yang langsung menggandeng tangan Reynal masuk kesuper market.


Dela mengambil keranjang yang ada di dekat pintu masuk lalu berjalan mengikuti Reynal.


" Susu hamilnya mb dua rasa coklat" ucap Reynal kepada karyawan yang super market itu mengingat Dela menginginkan susu coklat seperti pagi tadi


" Ini dek" ucap karyawan itu,


" Wah untuk siapa dek susu hamilnya, untuk kakaknya atau pacarnya?" goda salah satu karyawan itu.


" Istri mb , makasih mb" ucap Reynal setelah menerima dua kotak susu.


Sementara Dela sudah melesat keliling, saat Reynal memilih susu hamil untuknya.


" Wah yang bener aja dek masih muda, ganteng ,kok sudah nikah, nikah muda ya dek,?" tanya seorang ibu-ibu yang tak jauh dari Reynal.


Reynal yang mendengar ucapan ibu-ibu itu pun tak ia tanggapi, malahan ia tinggal pergi.


" Memang ya anak jaman sekarang sopan santunnya minus" ucap ibu-ibu itu sambil pergi kekasir. dengan wajah yang tak bersahabat.


Reynal mengelilingi market untuk mencari Dela yang entah kemana saat ia pilih susu hamil untuk dirinya, Reynal tersenyum melihat Dela yang berada dipojokan sambil mengambil beberapa es krim.


" Ambil aja sayang nanti kita bayar kekasir" ucap Reynal yang paham akan keinginan sang istri.


"Eh mas, maaf tadi Lala ambiΔΊ daging dan nuget, eh sebelahnya ada es mochi jadi pengen makan melihatnya rasa meleleh ditenggorokan, em Lala ambil segini ya mas"


" Masya allah sayang banyak banget, mau kamu habiskan?" tanya Reynal yang melihat Dela sesydah ambil beberapa kotak es dari frizernya.


" Yah gak mas kan persediaan, kamu mau juga boleh makannya" ucap Dela. yang begitu girang.


" Ya sudah yuk, kita bayar biar bisa kamu makan esnya" ucap Reynal ke Dela.


" Untuk malaikat Daddy apa sih yang gak" ucap Reynal lagi yang membawa belanjaan serta menggandeng tangan Dela.


" Susu hamil dua ya mas,untuk kakaknya ya mas ,so sweet banget ,ini adeknya mas cantik" tanya sang kasir


" Bukan istri..." ucapnya singkat


" Ah mas bisa aja , calon kali ya..?" ucap sang kasir yang tak percaya.


" Mb maaf, kerja yang bener jangan kegatelan deh kalo masih kerja" ucap Dela yang merasa risih atas ucapan Sang kasir


" Ii-iya maaf mb" ucap sang kasir.


Dibelakang ada seorang suami -istri yang sedang belanja bergandengan dengan tersenyum melihat sepasang muda yang sedang brrada dikasir.


" Dek istrinya ya, serasi, cocok semoga jodoh" ucap ibu-ibu yang tak jauh dari mereka


" Terima kasih buk" ucap mereka barengan


" Iya semoga langgeng ya" ucap si bapak suami dari ibu - ibu barusan.


" Terima kasih pak"


" Kelihatannya kamu sedang berbadan dua? tanya ibu itu.


" Iya bener buΔ·, kita menikah sudah dua tahun yang lalu dan kini kita baru diberi kepercayaan " yang dijawab Reynal ia segaja menegaskan bahwa ia telah menikah dan beristri karena melihat wajah Dela ya tidak baik -baik aja.


" Selamat kalau begitu semoga ibu dan calon bayinya sehat " ucap Ibu-ibu itu.


" Terima kasih buk" jawab Dela sopan


" Halah paling mereka nikah karena ketangkep atau apa lah namanya anak jaman sekarang" Beo ibu-ibu yang tiba-tiba datang menyiyirkan mereka, Dela yang awalnya tersenyim bahagia tiba-tiba pun sudah hilang kesabarannya.


" Maaf buk, kita memang menikah muda tapi kita gak seperti ibu tuduhkan, sebaiknya ibu intropeksi diri sebelum bicara." ucap Dela yang begitu emosi


" Udah sayang, jangan di dengari ayo kita pulang, esnya nanti meleleh lo" bujuk Reynal yang tak ingin keributan itu terjadi.


" Iya mas" ucap Dela dengan pasrah.


" Duduk disana dulu atau-" ajak Reynal namun sudah terputus oleh Dela.


" Oulang aja-" jawabnya cepat.

__ADS_1


" Lala ingin makan sambil nonton kartun" ucap Dela lagi yang langsung berjalan menuju mobil mereka.


// Ih sebel deh gue ada ya ibu-ibu nyinyir gitu _Dela//


Mereka masuk mobil, dan tanpa babibu Reynal menyalakan mesin dan melajukannya,Melihat Dela yang terlihat masih tidak baik-bauk saja.


" Sudah jangan dimasukin kehati kasian nih dia kalau mommy nya tegang gini" Reynal yang menenangkan Dela, ia paham Dela akan gengsi mengakui dia lagi kesel ataupun kesedihannya.


" Iya maaf " ucap Dela yang lansung mengambil backpaper yang ada dijok kemudi belakang, mengambil Es mochi yang ia beli tadi.


" Tunggu deh mas berhenti disana?" ucap" Dela yang melihat sebuah taman kecil yang tak jauh dari supermarket.


" Berenti mau apa, katanya mau pulang? Tanya Reynal yang bingung dengan fikuran Dela saat ini.


" Pulang? gak tuh, Lala mau makan es krim disana" tunjuk Dela yang berada di taman yang terlihat danau buatan yang memang tak jauh dari jarak kendaraan mereka.


Dela segera turun dan membawa satu kotak es mochi yang tadi ia beli, Dela duduk dipinggiran danau sambil duduk dan membuka satu bungkus es mochinya.


" Emm lezatoos "ucapnya setelah gigitan pertamanya, Reynal yang sudah duduk disampingnya dengan membawa tisu yang ia siapkan dimobil. Reynal lagi-lagi tersenyum melihat tingkah Dela // rasanya adem dengan lihat lo seperti La//


" Mas... tiba-tiba kangen Dava , gimana ya disana?, apa gak papa kita titip ke mama?" tanya Dela yang teringat Dava, yang memang mereka titipkan ks Mamanya.


" Mas rasa gak papa, dan Mas yakin Dava pun baik-baik saja, kamu jangan khawatir ya , kalau gak gimana kita nanti kerumah Mama aja, kamu mau kan?" Jawab Reynal seraya menawarkan.


" Mau mas ,dengan senang hati" ucap Dela


" Yah udah kamu habiskan Es-nya nanti kita baru kesana" ucap Reynal yang kemudian Reynal mengusap pipi Dela lembut, Dela yang tersentuhpun kemudian memeluk Reynal dengan Erat.


Tak terasa waktu berjalan hampir satu jam, mereka berada di taman yang terdapat ada Danaunya.


" Mas ayo" ajak Dela dengan hati bahagia, Reynal bantu Dela berdiri lalu berjalan menuju mobil dimana mereka parkir.


πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡


Di tempat lain Aldo panik yang tiba-tiba Sarah jatuh pingsan setelah pulang dari studynya.


" Honey.. sayang.., hey bangun sayang"ucap Aldo yang mengusap-usapkan minyak kayu putih yang ia ambil di kotak p3k.


" Kamu kenapa sih honey kok bisa begini" ucap Aldo yang khawatir dengan keadaaan Sarah.


Setelah pulang dari indonesia mereka balik lagi ke tenpat mereka menimba ilmu karena Kecapekan Sarah tiba-tiba pingsan tak sadarksn diri.


" Honey..." panggil Sarah saat membuka matanya


"Iya aku disini, kamu kenapa?" tanya Aldo lembut.


" Aku gak papa,aku kelelahan aja jadi trombosit ku turun" ucap Sarah lirih


" Yakin?" tanya Aldo yang masih khawatirkannya.


" Iya.." jawab Sarah lirih dengan menganggukin kepalanya


" Makasih udah hawatirin aku"


" Pastilah kamu istri aku honey" dengan tersenyum untuk menghilangkan kekewatiran didiri suaminya.


" Aku buatkan minum coklat untuk kamu sayang" ucap Aldo lalu mengecup pucuk kepala Sarah dan menyelimutinya lalu ia pergi kedapur untuk buat coklat untuk dirinya dan Sarah, berharap sang istri akan lebih baik.


Tak lama Aldo kembali dengan membawa coklat hangat untuk Sarah.


" Minum dulu coklatnya honey, mumpung masih hangat" ucap Aldo yang membantu Sarah untuk minum.


" Makasih Honey.."


" Iya ..." ucap Aldo yang meletakkan coklatnya di nakas.


" Honey... kalo tiba-tiba kamu hamil gimana? apa gak apa dengan kuliyah atau cita-cita kamu?" tanya Aldo ragu-ragu.


Sarah terdiam sejenak seperti memikirkan sesuatu lalu ia tersenyum


" Honey..., Kalaupun aku di ijini hamil, aku gak ada masalah, aku justru bahagia"ucap Sarah mengusap lengan Aldo sang suami.


" Bukannya dengan kamu hamil cepat bisa menunda cita-cita kamu sayang, impian kamu yang selama ini kamu bangun Honey"


Lagi-lagi Sarah tersenyum, " aku Rela suamiku yang tampan, karena itu anugrah, titipan yang kuasa, kenapa?" tanya Sarah balik.


" Aku ...aku takut kamu gak siap Honey.., aku takut dengan adanya baby kamu dan cita-cita kamu tertunda, kita disini hanya berdua loh.."


" Iya..., kamu tenang aja honey, aku paham,aku hanya kecapekan honey" ucap Sarah.


Aldo membuang nafas lega dan kemudian mengecup pucuk kepala Sarah" Maaf karena aku menghawatirkan mu " ucap Aldo yang diiringi anggukan Sarah, Sarah pun langsung memeluk Aldo.


🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎


Reynal sudah berada dikediaman sang Mama dimana Dava ia titipkan, karena mama tak mengizinkan mereka membawa Dava takutnya akan merepotkan untuk mereka, kecuali Dela sudah melewati masa-masa trisemester pertamanya.


" Sayang..." Teriak Dela saat melihat Dava.


" Bunda- , papa-, Hole Bunda sama Papa datang" teriak Dava yang sedang bermain bersama bi Marni.


Dava meninggalkan mainannya dan kemudian berlari menghampiri Dela dan Reynal dengan senyum yang mengembang, Reynal yang mengerti kebiasaan Dava pun segera siap menyambut dan menggendongnya.


" Duh anak papa sudah tambah gede, liat ni pipinya sudah seperti Bunda" ucap Reynal ke Dava .


" Iya dong pa, kan Dava ingat pesan oma gak boleh nakal, makan yang banyak dan lajin belajao kalau mau beltemu dengan papa dan Bunda" ucap Dava yang mengingat pesan Dela sebelum meninggalkan Dava ke apartemen.


Reynal lalu membawa Dava masuk sementara Dela sibuk bergelayutan di pelukan bi Marni,

__ADS_1


" Kamu sehat neng?"


" Aku sehat Bi, dedeknya juga gak rewel"


" Syukurlah kalau gitu, dedeknya tau tuh Bundanya lagi sekolah dan sibuk kerja" ucap Bi marni yang usap lengan Dela.


" Ayo kita masuk, mau dibuatkan apa dari bibi neng?" tanya Bi Marni.


" Gak usah bi, Dedel cuma kangen dipeluk seperti tadi aja"


" Yakin?"


" Dedel pengen dimasakin Mama sop Rawon isinya ada perkedelnya" ucap Dela.


" Lho neng, bukannya itu makanan kesukaan Den Rey ya?"


" Iya Bi, Dedel pengen aja" ucap Dela.


" Tapi kan Ibu ada di toko kue neng"


" Iya Bi nanti aja saat Mama pulang, Dedel main sama Dava dulu" ucap Dela yang sudah duduk disofa bareng Reynal juga Dava.


" Awas Pa, Dava mau turun" ucap Dava yang ingin turun dari pangkuan Reynal.


" Bunda...,"


" Iya sini duduk dengan Bunda" ucap Dela yang siap memangkunya, Dava yang begitu kangen dengan sang bunda pun bermanja manja.


" Dava kangen Bunda, bunda lama banget jemputnya"


" Maaf sayang, tapi bunda banyak pekerjaan dan tugas kuliyah yang harus Bunda selesaikan"


" Bunda tidak lagi berbohong kan?, apa Bunda gak sayang lagi sama Dava, Dava jadi kaya teman-teman,Dava yang ada di panti merasa rumah Dava dulu Bun."


Dela lalu terdiam hatinya terentuh mendengar ucapan Dava, iapun memeluk Dava dan meneteskan air matanya, entah kenapa Dela sejak di nyatakan positif ia sering menangis mengeluarkan air mata begitu aja,Dela masih usap-usap kepala Dava dengan merasa bersalah karena meninggalkan Dava.


// Maafkan Bunda sayang, sudah abaikan kamu, bunda ingin sekali bawa kamu bersama bunda_Dela//


Reynal yang melihat sang istri juga Dava lalu mendekati mereka dengan mengusap kepala keduanya yang bergantian.


"Nanti kita bawa Dava ya, biar mas yang bicara ke Mama" ucap Reynal yang kemudian Dela mendongak dengan mata berbinar lalu ia sematkan senyumnya" iya mas" ucapnya.


" Beneran Pa?"


" Iya sayang"


" Hore-hore teriak bahagia" ucapan Reynal sang Papa.


" Kata Oma , diperut mama ada Dedek bayi ya?"


" Iya sayang" ucap Dela yang menatapvwajah polos Dava.


" Dava boleh cium gak bun?"


"Boleh ... " ucap Dela, Dava lalu turun dari pangkuan Dela dan beralih keperut Dela yang belum keliatan parmnya.


cup


" Adek disana sehat-sehat ya, mas akan nunggu kamu" ucap Dava yang berinteraksi ke sang dedek bayi dalam perut Dela.


" Dava sudah makan?, kalau sudah tidur yuk papa lelah"


" Iya pa, Dava sudah makan kok"'


" Ayo Bun ikut juga" Dava tarik tangan Dela.


Mereka bertiga berada dikamar Dava kamar yang biasa Reynal tiduri jika berada disana.


Di tempat yang berbeda Rani dan Alex sedang berada dirumah sakit karena Rani mengeluh merasakan sakit yang amat hebat dan ternyata ada darah yang keluar dijalan lahirnya.


" Sayang pertahankan anak kita, tolong sayang" rancau Rani.


" Ssttt... kamu tenang ya, biar Dokter tangani kamu ya, iya kakak akan pertahankan anak kita" ucap Alex yang tak tega menolak ke inginan sang istri.


"Kamu harus kuat ya sayang" ucap Alex lagi


Alex yang saat ini ia le ih hawatir keadaan Sang istri yang tampak semakin pucat.


// Ya allah berikan istri dan anak ku kekuatan didalam sana_Alex//


Alex hanya duduk pasrah menunggu Dokter keluar dari ruang icu.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


.


.


Bersambung.


.


.


jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya gays...


Salama HangatπŸ€—

__ADS_1


Tata & LalaπŸŽπŸ‡


__ADS_2