
Siang ini Reynal membawa Dela kesebuah tempat makan yang hidangannya ada banyak menu udangnya, yang tak jauh dari panti.
Mereka memesan beberapa menu, untuk makan siang mereka, mata Dela pun berbinar-binar , serasa bibir mengeluarkan air liur.kalo di ingat keduamya sudah sempat makan siang tadi dipanti, meski tak banyak, tapi Dela masih merasa lapar.
" Ta... nih menunya buat ngiler, nih bisa-bisa netes nih bibir" ucap Dela yang melihat menu yang dipesan sudah dihadapannya.
" Yah sudah dimakan geh" ucap Reynal. yang meminta Dela makan,dengan mengusap rambut Dela.
Sementara Reynal memakan pindang ikan gurame, karena ia tak menyukai udang, kecuali terpaksa.
" La coba cicip nih makannya, buka mulutnya" titah Reynal.
" Gak, Lala gak suka " ucap Dela yang masih fokus dengan makanannya.
" Cicip dulu" ucap Reynal yang masih berusaha memberikan suapan untuk Dela
" Gak Ta, Lala gak mau-" ucapnya lagi.
Tapi Reynal berhasil memberi suapan ke Dela, sesaat Dela terdiam, dan mulai mungunyahnya, " Tidak buruk" ucapnya s dengan mengunyah kembali, sementara , Reynal hanya menyunggingkan senyumnya.
" Ta..., ta... tunggu disini Deh, Lala liat Felia" ucap Dela yang langsung pergi mengikuti Felia.
Felia lari ke arah toilet dan memuntahkan isi di dalamnya,sambil menanggis, Dela yang mendengar Felia menanggis langsung mendekat Felia, ada rasa iba dihatinya.
" Felia, lo kenapa nanggis?" tanya Dela ragu.
" Bukan urusan Lo"ucapnya yang telah menoleh ke sumber suara.
" Iya gue tau bukan urusan gue, tapi wajah lo pucat, lo sakit?" ucap Dela iba.
" Gue bilang bukan urusan lo" ucap Felia yang pergi meninggalkan Dela begitu saja
^ Iya dia bener, memang 'bukan urusan gue^ mengeridikan bahu lalu pergi meninggalkan toilet dan balik kemejanya bersama Reynal.
Tampak ke rumunan orang disana, Dela memperlambat jalannya lalu ia mengangkat kedua bahunya kembali
^ Rame amat, bodo deh , mending gue terusi makan gue^ gumamnya.
" Lho mana Tu orang, kok gak ada" Dela bingung.
" Aku disini'" ucapnya yang sudah melangkah ke arah Dela, Dela menolehnya kemudian duduk dan menerusi makannya.
" Kamu tadi dari toilet, nemui Felia?" tanya Reynal.
" Iya, kenapa?" ucapnya.
" Dia pingsan-"
__ADS_1
" What??" ucap Dela yang terkejut
" Iya, barusan aku nolongin dia" ucap Reynal jujur.
" Nolongin, maksudnya?" bingung.
" Iya dia kesini bareng seorang laki-laki, dan ternyata itu rekan Ayah seorang pemuda sukses"
" Kok bisa dengan Felia?" tanya Dela dengan bodohnya.
" Entah lah gak tau, sekarang ayo makan dulu" ucapnya yang memang sengaja hentikan pembicaraan mereka, karena Dela maupun Reynal tidak menyukai makan sambil bicara, walau terkadang bicara hanya sekedarnya.
// Oh ternyata itu rekan bisnis ayah, dan pemuda sukses, berarti itu Elang pramudi, kok bisa dengan Felia tapi tampak Felia begitu tertekan, bahkan yang biasanya dia selalu recokin gue, tadi beda banget_Dela//
" Sudah jangan ada fikiran macam-macam, itu bukan urusan kita" ucap Reynal seolah tau apa yang Dela fikirkan.
" Kita-"
" Iya kita, ayo terusi makannya, baru kita urus, urusan kita" ucap Reynal yang sedikit menatap tajam serta menyunggingkan senyumnya.
πππππππππππππππ
Mereka pulang kerumah, bundanya masih duduk manis diruang Telivisi, dan mendengar Dela memanggil, Bunda menolehnya lalu perlihatkan senyum manisnya ke Dela.
" Mandi dulu geh , dan istirahat" ucap Bunda.
^ Huh lelah ^ ucapnya sambil memejamkan matanya.
" Mandi dulu." titah Reynal "
" Lo aja dulu, gue ngantuk" ucap Dela yang sudah pejamkan matanya.
" Berani ya bantah-"
" Gue beneran ngantuk juga lelah" dengan suara sedikit menghilang.
Reynal berjalan ke arahnya membisikan kalimat ditelinga Dela " Buruan kalo ga gue hukum, untuk menyayangi jaran gue, dan biarin dia masuk-" ucap Reynal.
" Mesum" ucap Dela yang lalu bangun dari tidurnya dan pergi membuka puntu kamar mandi.
Braak!
Suara pintu dibanting oleh Dela, tapi membuat Reynal tersenyum menang kembali.
//Apa bener yang dikatakanya tadi, jika dia juga merindui gue,_Reynal// dengan senyum-senyum sendiri, entah hayalan apa yang membuatnya senyum-senyum sendiri, sampai Dela keluar kamar mandi pun tak menyadarinya.
" Lo selain galak, lo gila juga ya" ucap Dela yang menghembuskan nafasnya ketelinga Reynal, dan betapa terkejutnya Reynal, dan ia langsung menoleh ke Dela, tapa sengaja Bibir mereka bertemu, mereka berdua terdiam dan saling tatap, dengan Sengaja Reynal membasahi bibir Dela sedikit lama, Jantung keduanya ikut berdetak kencang bahkan sulit dikontrol.
__ADS_1
Deg...Deg..Deg...
" Canduku" ' ucapnya lolos dari mulutnya, yang sudah mengusap bibir Dela dengan ibu jari sambil memberikan senyumannya.
Dela masih terpaku hingga tak ia sadari Reynal menggendongnya ke ranjang, Masih dengan senyuman yang tak dapat diartikan.
" La..., aku akan lakukan apa aja asal kamu bahagia, asal kamu bisa tersenyum, tanpa keluar air mata, dan ini saatnya lo bahagia, berulang kali aku minta maaf dengan mu, atas sikap ku, percayalah aku disini untukmu hanya untukmu" ucap Reynal serius dengan menatap Dela dan mainkan rambutnya yang basah.
" Tapi..."
" Kamu masih ragu?, ya aku paham, memang gak mudah untuk, percaya begitu saja, aku terima setidaknya aku bisa bersama kamu, aku gak akan minta kamu percaya padaku, ini sudah cukup La" ucap Reynal yang mendaratkan kecupan.
" Dari ucapan kamu dipanti bahwa kamu sebenarnya juga rinduiku, itu sudah cukup menjawab semuanya La" ucap Reynal yang menatap Dela yang terlihat dari matanya begitu terlihat rasa rindu yang mendalam.
Dela yang melihat benar apa yang ia lihat jantungnya berdetak kencang, terdengar oleh Reynal, Reynal tersenyum mendengar detak jantung Dela yang begitu terdengar cukup keras.
" Aku akan mandi dulu..." ucap Reynal yang berdiri lalu menyambar handuknya masuk kamar mandi, Reynal paham Dela istrinya belum siap menerimanya apa lagi melaksanakan kewajibannya
" HuH... jantung gue kenapa, kenapa seperti ini, sama saat bersama Daren, rasa melopat menari begini" yang kemudian menarik selimutnya lalu memejamkan mata untuk melupakan kejadian baru saja mereka lakukan.
Reynal tersenyum, melihat Dela sudah teridur, lalu mendekat dan menyematkan kembali kecupan dikening Dela dan bibir Dela.
" Canduku, tetap milikku " lalu mengusap pipinya.
Reynal lalu membuka leptopnya mencari-cari kampus yang pas untuk dirinya cukup dikota ini saja, alasannya cukup sederhana ia tak ingin jauh dari Dela itu yang mereka tau.
Ahkirnya Reynal sudah menemukan kampus yang cocok untuknya, ia akan mendaftar disana nanti, dan ia akan bicarakan ini ke Dela dan kedua orang tuanya.
Reynal menutup leptopnya dan ikut naik ranjang tidurnya, ia juga merasa lelah , Reynal sepertinya akan ikut tidur dan mengikuti ke mimpi Dela.
Yang sebelumnya ia memandangi wajah Dela yang sedang tidur, tersenyum dan mengusap pipinya, begitu puas barulah ia putuskan untuk pejamkan matanya.
Reynal telah bangun setelah mendapat telpon dari seorang disana, dan ia mengiyakan lalu tak lama menutup tolponnya.
" Huh, besok ada janji, oke selamat datang besok" , ucapnya yang mengusap wajah kasarnya.
πππππππππππππππ
Bersambung.
.
.
Hai-hai semua jangan lupa like dan komentarnya ya...
Salam hangatπ€
__ADS_1
Reynal &Delaπ¦π§