
Beberapa hari ini Dela disibukkan dengan kegiatannya dan besok ia bersiap ke pernikahan Aldo dan Sarah.
Sesampainya dirumah, Dela merasa lelah ia langsung pergi kekamarnya dan menyambar handuk untuk bersihkan badannya.
Hingga ia tak mendengar jika Dava memanggil-manggilnya dari luar, Dava menanggis di depan pintu kamar Dela, Mama yang mendengar pun langsung mendekatinya.
" Bunda...bunda, buka pintunya" panggil Dava
Tok-tok..!!!
" Ada apa jagoan Neni, hem...kok nanggis?" tanya Mama.
" Bunda sudah pulang, tapi gak mau buka pintunya Dava ketuk-ketuk" ucapnya yang masing menanggis.
" Cup-cup..., sini sama Neni, kita kebawah yuk, kita tunggu Bundanya keluar, mungkin Bunda lagi mandi makanya gak dengar Dava panggil" ucap Mama yang mengusap air mata Dava.
" Gak mau , Da...va maunya nu..nunggu di- dika-mal Bunda" yang terdengar isak tanggisnya.Mama tersenyum sambil usap kepala Dava dan kemudian membuka pintu Dela yang tak terkunci, Mama dan Dava Duduk di ranjang Dela sambil menunggu Dela keluar kamar mandi, Mama tau pasti Dela lagi dikamar mandi.
Dela keluar kamar mandi, dengan rambut ia keringkan dengan handuk yang sudah berada dikepalanya, Dela terkejut manakala ada sang Mama yang sedang mangku Dava dikamarnya.
" Mama-Dava " panggilnya saat melihat keduanya.
" Sayang kamu didalam ngapain aja sih?" Tanya Mama ," Dava sedarian tadi cariin kamu mengetuk pintu kamar kamu tapi kamu gak keluar, lalu Dava menanggis" ucap Sang Mama.
" Mandi ma," ucapnya santai.
" Yakin hanya mandi?" tanya Mama lagi meyakinkan karena kebiasaan Dela kalau kecapekan dia akan berendam di bathup dengan waktu yang lumayan lama bahkan bisa tertidur.
" Gak sih ma, hari ini Dedel lelah karena sehabis pulang kampus ke toko, ngecek barang baru masuk ma, Jadi Dedel berendam dan tertidur" ucap Dela tanpa Dosa.
" Hem pantes anak kamu panggil-panggil gak dengar." ucap Mama.
" Iya Ma, Sini sayang Dekat Bunda" ucap Dela sembari meminta Dava pindah kepangkuannya.
" Ya sudah Mama tinggal dulu ya" ucap mama yang berdiri kemudian berjalan menuju pintu untuk keluar.
" Ma-, thanks" ucap Dela ke Mamanya, yang belum sempat menutup pintunya.
" Iya sayang"
Dava kini berada dalam pelukan Dela, Dela hanya heran saja gak biasanya Dava nanggis, namun ia masih engan bertanya ke anak umur enam tahun itu.
Ckleek !
Assalamualaikum.
Waalaikumsalam.
" Papa...!" panggil Dava.
" Lho kamu disini, kok bau-bau ada yang baru menangis hem, ada apa, ayo cerita ke Papa." ucap Dava yang sudah diposisi menundukan badannya lalu siap menggendong Dava.
" Mas..., kamu kan baru saja pulang jangan langsung gendong Dava, mandi dulu sana" pinta Dela yang mengerti bahwa suaminya akan menggendong Dava.
"Maaf sayang" ucap Reynal yang usap kepala Dela dan kemudian menuju kamar mandi Dela hanya tersenyum melihatnya.
Dela dan Dava sedang berada diranjang tidur sambil ceritakan dongeng untuk Dava,Dava sesekali bertanya ke Dela.
" Bunda-bunda kenapa Ayamnya ketakutan melihat Elang padahal kan elang kan gak jahat.?" tanya Dava
" Karena ia ingin memakan anak ayam" ucap Dela sekenanya.
" Kasian ayamnya bunda." ucapnya dengan wajah sedihnya.
" Iya sayang." ucap Dela.
Reynal telah usai mandi, ia ingin segera kumpul, melihat Dela ia tersenyum tipis dengan mengeringkan rambut basahnya.
//Gak akan nyangka perubahan ini cepat, dan berkat Dava berada disini, Lala menjadi Dewasa menjadi keibuan_Reynal//
Reynal kemudian berjalan mendekat ke Dela dan juga Dava lalu mengecup pipi Dava dan diakhiri kecupan di pucuk kepala Dela.
Cup...!
" Miss u Kelinci nakal Tata" ucapnya dengan berbisik, Dela membolakan matanya dengan tajam kemudian membalas Ucapan Reynal.
" Lala nakal juga karena Kudanya liar" ucap Dela yang akan membuang wajahnya yang sedang menatap Reynal.
" Maafkan aku" ucap Reynal yang mengunci dagunya dengan Jari tangannya, Dava yang melihat hanya gelengkan kepalanya.
" Papa-Bunda ngomong apa sih, Dava gak ngelti" ucapnya " ulusan olang besal libet" ucapnya dengan wajah coold serta dua tangannya dilipat didada membuat kedua orang tuanya saling pandang, kemudian tersenyum jahil.
" Apa kamu bilang sayang " ulang Reynal
" Olang dewasa li...." ucap Dava yang terjeda karena Dela sudah menggelitik perutnya.
"Aww haha geli Bun, geli ampun Bun...haha haha" teriak Dava sambil tertawa geli.
Dava tertawa kegelian, bukan hanya Dela saja Reynal pun ikut dalam ahli menggelitik Dava.
" Pa ampun pa , ampun hahaha..."
__ADS_1
Mungkin yang melihatnya akan iri namun juga bersyukur, kehadiran Dava adalah jembatan untuk mereka selalu bersama dan menahan ego masing-masing.
πππππππππππππππ
Pagi hari mereka sudah disibukkan dengan persiapkan untuk pergi ke pernikahan Aldo dan Sarah, Mereka akan mengantarkan sahabatnya ke mimbar pernikahan.
" Sayang ayo, mama sudah nunggu kita dibawah " ucap Reynal yang sudah siap dengan mengenakan baju adat jawa sesuai permintaan Aldo lengkap dengan blangkonnya.
" Iya mas Tata, tapi gak pakai sayang juga kali kan ada Dava Mas" ucap Dela yang juga telah siap mengenakan baju kebaya modern, dengan rambut ditata dengan apik dibantu oleh mua.
" Gak apa sayang, itu keluar dari hati mas loh La" ucap Reynal yang sudah siap menggendong Dava.
" Dava siap sayang?" ucap Reynal.
" Siap dong pa, Dava gak sabalan liat pipi dan mimi jadi kaya Bunda sama Papa" ucap Dava dengan semangat dan menunjukan wajah penuh kebahagian, Dela menyambar Tas serta keperluan Dava disana.
Dibawah Mama dan Papa sudah menunggu mereka yang baru saja turun, Papa dengan gagahnya mengenakan baju yang sama dengan Reynal begitu pula Dengan Mama.
" Wah cucu siapa, tampannya" ucap Mama yang melihat Dava terlihat tampan saat menggunakan Blangkon.
" Neni juga cantik kaya Bunda" ucap Dava polos lalu turun dari gendongan Reynal" mendekati Mama.
" Bi ayo, nanti kesiangan " ucap Mama yang memanggil Bi Marni yang turut hadir.
" Siap Buk "ucap Bi Marni.
Mereka lalu pergi dengan menggunakan mobil masing-masing, Dava bersama Bi Marni menaiki mobil bersama Mama dan Papa, sementara Dela Dan Reynal menunggangi mobil sport milik Reynal.
Di tempat lain Dela cs pun menyambut dengan antusias mereka juga begitu terlihat bahagia, Mengenakan baju ala bridesmaid,serta bastman tampak gagah dan anggun, Dela Cs sudah berada di tempat dimana Aldo akan mengucap janji suci, Mereka sedang menunggu Aldo untuk para bastman dan para bridesmaid, mereka berada dekat kamar.
" Mana tu anak belum datang juga?," kata Mira yang bertanya.
" Katanya bentar lagi" jawab Rani.
" Macet kali.." ucap salah satu bridesmaid,
" Gue disini beb," ucap Dela yang berjalan ke arah mereka.
" Dedel..., itu dia, Cantik amat lo?, biasanya kan urak-urakan "ucap Mira sembari bèrtanya.
" Sembarangan walau gue urak-urakan gue bidadari sekolah dulunya" ucap Dela songong.
" DiKampus juga yang" ucap Reynal menambahi yang membuat berada disana melongo termasuk Dela sendiri.
Reynal tersenyum melihat istrinya tiba-tiba melongo "Mas ke depan dulu nunggu Aldo datang" pamit Reynal yang hanya mengantar Dela sampai depan kamar calon pengantin perempuan, Dela yang tadinya melongo lalu perlahan menganggukan kepala.
" Beb, kayanya Suami lo salah minum obat deh" bisik Mira.
" Kok mungkin sih..." ucap Mira yang gak terima jawaban Dela." Iya kesambet kalau gue liat mendadak romantis daratis ucap Mira lagi.
" Pakai panggil sayang terus ada panggilan lain selain sayang, Mas tu panggilan baru Beb?"Tanya Rani ikutan kepo.
" Iya bagus dong dia mau merubah dirinya asal jangan kaya bunglon aja" ucap Dela dengan candaan dan terkikik sendiri mendengar ucapannya.
" Asal aja lo Del " ucap Rani yang menonyor kepala Dela lalu mengusap perutnya yang masih datar.
" Ayo mb sudah ditunggu mb Sarah" ucap salah satu mua yang baru selesaikan riasannya.
" Terimakasih mb" ucap mereka hampir barengan.
Dibawah Aldo calon pengantin laki-laki yang baru saja sampai menghampiri sahabat-sahabatnya tak terkecuali Reynal yang sudah dengan gagahnya mengenakan blangkon dikepalanya .
" Rey akad akan segera dimulai, sebelum gue sah nikahi Sarah, gue ada permintaan untuk lo untuk kesekian kalinya" ucap Aldo ke Reynal.
" Jaga bidadari kita yang kini jadi bidadari surga lo, jangan buat dia kecewa dan menangis karena gue gak bisa awasi kalian kaya dulu, Bastian sudah miliki rencana lain untuk merebut Dedel, perjuangkanlah hak lo" ucap Aldo dengan berbisik yang diakhiri menepuk Pundak Reynal pelan lalu mereka berjalan ke meja Akad yang sudah disiapkan dengan iringan bastman yang gagah berani.
Didalam ruangan yang sederhana yang disulalap seindah mungkin oleh Wo nya membuat mata akan betah berada disana, rasa tegang menyelimuti Aldo, namun bukan Aldo saja melainkan Yang berada didalam ruangan yang akan menjadi saksi bisu ikrar janji suci Aldo ke Sarah. Akadpun dimulai Aldo dibimbing terlebih dahulu agar tak salah dalam mengucapkan.
" Bissmillahirahmanirrahim..."
ucapan pertama penghulu untuk Aldo, setelah ucap dua kalimat syahadat terdengar ucapan lafas dari Aldo yang terdengar nyaring dan membuat mereka disana merasakan kebahagian dan bahkan air mata kebahagian mengiringi.
// Yes _Aldo//
Aldo bernafas lega tak merasa tegang seperti tadi sebelum makan dengan meneteskan air mata kebahagian.
Setelah kata sah yang diucapkan Aldo bahwa ia mengatakan saya terima nikah dan kawinnya Sarah Alfia Baren binti Said Baren dengan emas kawin tersebut Sarah yang berada dikamarpun tersenyum bahagia dan menitikan air mata.
" Del... lo dengar kan?" tanya Sarah.
" Iya Ra, selamat ya lo jadi istri" ucap Dela lalu perpelukan.
" Udah jangan sedih masa sedih sih, ayo siap-siap Rah, hapus air matanya gak lucu kalau sang pengantin menangis" ucap Mira yang sebenarnya ikut bahagia.
"Iya tinggal lo tu yang belum nyusul" ucap Rani tiba-tiba.
" Gue pengennya, selesaiin kuliyah gue dulu non" ucap mira gak terima.
" Iya deh nona Mira Kinanti , yuk kita ke depan Aldo pasti sudah gak sabar " ucap mereka yang sudah bersiap turun kebawah.
Sang pengantin pun hanya menggelengkan kepalanya, dengan senyum tipisnya, melihat sahabat dari suaminya.
__ADS_1
Sarah tersenyum bahagia karena sah telah menjadi nyonya Aldo. nona muda dari keluarga Aldo, apa lagi saat ini semua mata menujunya, disana Aldo yang sudah menunggu istri tercinta sampai disampingnya, bersiap membatalkan wudhunya ke Sarah sebagai tanda bahwa kini sudah muhrim dan halal pastinya.
Aldo tak dapat berkata Sarah begitu cantik dan anggun dengan balutan kebaya putihnya, dibalut dengan Hijabnya membuat Aldo menitikan air matanya kembali setelah tadi sempat meneteskan air matanya.
" Hai tuan muda, Assalamualaikum" sapa Sarah yang menyapa Aldo.
"Waalaikumsalam my wife" balas Aldo dengan senyum indahnya.
Setelah dipertemukan Sarah ke Aldo, Dela dan Reynal serta para tamu yang disana duduk dan menikmati rangkaian acara yang ada, karena Aldo dan Sarah dari jawa maka rangkaiannya tak jauh-jauh dari adat jawa, sementara Reynal sudah memangku anaknya karena kelelahan, Dava merengek minta dibukakan bajunya, namun rayuan sang Papa muda iapun menurutinya walau dengan wajah ditekuknya dan Dela duduk disamping Reynal.
" Mas aku capek..." ucapnya lirih.
" Iya, sabar ya bentar lagi acaranya selesai, Mas sudah pesan kamar untuk kalian dan pakaian kalian akan diantar oleh pak Beben" ucap Reynal yang mengusap kepala Dela.
Tamu sudah sepi, hanya satu dua yang datang Aldo dan Sarah minta izin untuk turun dan menemui para sahabat yang telah menunggunya.
Sarah meminta izin untuk mwnemui teman SMA-nya kepada Aldo dan Aldo mengizinkannya.
Cup...
" Iya sayang, temuilah mereka menunggu kamu honey "ucap Aldo Sarah tersenyum dan mengangguk bahagia" Terima kasih honey" ucapnya yang kemudian berjalan menemui sahabatnya.
Sementara, Aldo berjalan menemui sahabatnya yang juga pasti menunggunya.
"Duh yang sudah nyandang s-u-a-m-i" ucap Samir yang langsung menggoda Aldo.
" Iya dong, lo tu tinggal yang belum" cibir Aldo.
" Ngomong-ngomong selamat ya?, gue tunggu kehadiran ponakan gue" ucap Mira menambahi
" Beres tunggu aja kabarnya" jawab Aldo santai lalu menoleh Ke Reynal yang ingin berdiri.
Bastian yang berada disana lebih banyak diam ketimbang ikut cerita, hanya Aldo yang tau ada apa yang sebenarnya terjadi, namun Aldo lebih milih topik lain ketimbang ikutan hatinya panas.
" Gue antar anak gue kekamar dulu" ucap Reynal yang sudah menggendong Dava.
" Iya jangan lama-lama" ucap Aldo.
" Gak kerasa ya sampai sini juga hubungan lo dan Sarah" ucap Rani.
" Iya Ran, gue pun gak tau harus berkata apa sama orang tua gue, dan lo_lo pada" ucap Aldo yang membuka blangkonnya.
" Lo gak perlu ucap apa-apa Do, cukup lo bersyukur itu sudah terbaik" ucap Dela yang dianggukin ke empatnya.
" Hari udah malam kita pulang ya" ucap Alex yang sudah usap-usap perut Rani.
" Iya kasihan baby gue disini" tunjuk Rani dengan senyum bahagianya.
" Iya , makasih banyak ya bisa hadir disini Ran, Kak" ucap Aldo.
" Kalo gitu kita juga deh, dah malam entar gue diusir sama camer kan gak lucu " ucap Samir yang memeluk Aldo, Aldo mengangguk mengerti.
" Thanks semua untuk hari ini" ucap Aldo, yang membuat Samir menepuk pundak Aldo " Sudah seharusnya" ucap Samir dengan seriusnya.
Merekapun melambaikan tangan sebagi perpisahan, Dan Kepulangan mereka pun membuat Aldo dan Dela duduk sambil ngobrol, dengan sedikit candaan , namun tak lama, Aldo pamit untuk menemui istrinya Sarah di meja lain, Yang huntungnya Reynal datang dan mendudukan dirinya di kursi dimana Dela berada, Reynal mengusap kepala Dela dengan sayang saat ia melihat Dela sendiri menatap pelaminan yang ada di depannya.
" La..."
" Hem..."
" Tata minta maaf ya" ucapnya yang membung nafas beratnya. " mas Tata belum bisa buat pesta pernikahan kita" ungkapnya.
" Gak Apa mas , Lala gini aja sudah bahagia" ucapnya sendu.
" Kamu yakin sayang"
" Yakin mas..."
" Ya sudah ayo masuk kamar biarkan pengantin baru itu berada disana" ucap Reynal yang menggandeng tangan Dela lalu meninggalkan ruangan yang telah menjadi saksi seorang sahabatnya.
Bastian hanya bisa menatap kepergian mereka, dengan hati yang tak karuan.
πππππππππππππππ
.
.
Bersambung
.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian sobat
.
.
Salam hangatβ€
Reynal & Delaπ«
__ADS_1