Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps- 70 #


__ADS_3

" La bangun sudah siang, gue nggak mau lo telat" ucap Reynal yang mengusap- usap kepala Dela.


" Gue izin ya" ucapnya cepat.


" Gak...gak, tetap masuk sekolah La, gak ada izin, gak ada bolos, Gue tunggu dibawah buruan" ucap Reynal tegas.


^ Bodo amat, gue capek masih ngantuk, mending gue tidur dikamar mandi Hihi^ gumamnya.


^Tungguin aja sana, gue mau tidur bye Tata^ gumamnya lagi yang tak terdengar oleh Reynal, karena diluar kamarnya.


Dela memang ke kamar mandi tapi bukan untuk mandi melainkan tidur, di bathup ia merebahkan badannya. Reynal yang merasa aneh karena Dela tak kunjung keluar kamar, Reynal menyusulnya.


" La...Lala... lo mandi apa tidur, lama amat nanti kita telat La " namun tak kunjung Ada jawaban, " La 10 menit lagi nih, gue duluan ya, Lo buruan segera pakai seragam, semua sudah di ranjang tidur, gue pamit" ucap Reynal yang mengira Dela sedang mandi dan memilih untuk pergi bukan memeriksa terlebih dulu.


Reynal sudah berada disekolah, bahkan berada dilapangan bersama anggota osis lainnya, sedari tadi ia sedikit gelisah karena tak ada terlihat mobil Dela masuk sekolah, sedari tadi Reynal mencoba menghubunginya, tak ada jawaban sama sekali.


//Lo kemana sih La, kok belum sampai, bahkan bentar lagi bel masuk_Reynal//


Benar saja, bel masuk telah berbunyi tapi Dela belum sampai, ia sengaja menungg7 Fela di dekat gerbang sekolah tepatnya, pos scurity, yang mau nggak mau Reynal harus meninggalkan gerbang sekolah karena gerbang segera ditutup.


Dikelas mereka ribut karena sang primadona belum datang, Aldo pun tupuk dahinya apa yang ia dengarkan barusan,


//Kebiasaan nih Dedel, paling masih tidur nih anak, walau rajin sekolah , nilai bagus tapi semalam Dedel-Aldo//


" ALDO-, apa ada masalah?"


" Oh tidak buk, maaf kalau begitu" ucap Aldo.


Mereka kemudian melanjutkan belajarnya hingga bergantian jam, disaat ganti Jam Aldo mulai gelisah.


" Dedel kemana sih kok gak masuk?" cloteh Mira.


" Ah lo kaya gak tau Dedel paling tidur dirumahnya" ucap Samir yang lolos dari mulutnya.


" Kayaknya gak mungkin de, kalian lupa dia tinggal sama siapa" ucap Rani sedikit berbisik.


Sementara Aldo, sudah ngacir langsung pergi ke kelas Reynal, tanpa permisi ia masuk kelas Reynal lalu berbisik. " Rey, Dedel gak masuk?, Kemana dia sudah lo cek apa belum?" Mendengar ucapan Aldo sempat menghentikan kegiatannya, dengan sedikit kepanikan " Belum Do, gue liat dulu, Ren izini gue keluar bentar" Ucap Reynal yang sedikit berlari tanpa perdulikan Aldo.


^ Stupid , kenapa gak kepikiran sih" keluh Reynal yang berlari keparkiran dan mengambil motornya berlalu pergi begitu saja.


Sementara Aldo hanya buang napas kasarnya melihat Reynal bersikap demikian, lalu ia melangkah menuju kelasnya.


Felia mengkerucutkan bibirnya melihat Reynal, keluar berlari setelah mendapat bisikan dari Aldo.


// Pasti ini cewek bar-bar buat ulah sengaja bener awas kalau masuk_Felia//


" Rey kemana sih tuh Ren, kok terlihat buru-buru?" tanya Felia


" Gue juga nggak tau Fel, Rey nggak bilang apa-apa tadi " ucapnya yang masih asik dengan siapkan catatannya.


Reynal dengan cepat berlari menuju lift dan membuka pintunya, tampak seragam dan tas Dela yang masih rapi di ranjang tidurnya, ia coba membuka kamar mandinya dengan sedikit tergesa, membuat yang berada di dalam teriak.


Tata tolong..!!


" Lala" ucapnya yang langsung masuk begitu aja, tanpa pikir panjang, karena diselimuti dengan kekewatiran dan kecemasan yang terlihat diwajah tampan Reynal.

__ADS_1


Di lihatnya Dela yang berada di bak mandi, yang tak ada airnya, tampak Dela sedang meringkuk disana dengan menutupi wajahnya.


" Astagfirullah Lala....-" terkejut melihat Dela yang berada di buthap.


" Tata-" Dela bernafas lega.


" Ya allah La, lo sedari tadi masih dirumah" Dengan mengusap wajahnya dengan kasar.


" Lo kenapa pulang?" tanya Dela yang bingung kenapa Reynal pulang.


" Pertanyaan macam apa itu La, gue khawatir, gue cemas, terjadi yang nggak-nggak dengan lo, lo tanya kenapa " ucap Reynal dengan nada kesel.


" Aldo juga ikut cemas La karena gak ada kabar dari Lo" ucap Reynal dengan tatapan tajamnya.


Reynal berjalan ke arah aliran air, lalu mengisi buthup dengan air dingin.


" Cepat gue tunggu, gue gak mau lo bolos" Ucap Reynal.


Reynal sudah merendahkan suaranya yang sempat meninggikan suaranya karena khawatir, namun yang dikhwatirin malah asik tidur, yang buat gemes tidur dikamar mandi.


Reynal bersyukur karena Dela baik- baik saja, Reynal takut Dela disakiti oleh orang yang tak bertanggung jawab, seperti kejadian kecelakaan beberapa bulan yang lalu , hingga nyaris Dela akan kehilangan nyawanya, Reynal takut terjadi hal yang sama.


Bukan itu saja, saat Dela dibawa ke pisikiolog, dari cerita yang Dela keluarkan sebenarnya Reynal sudah merekam segala ucapan-ucapan Dela saat tak tersadar , dengan diam Reynal menyelidiki apa yang terjadi dengan Dela tanpa sepengetahuan keluarganya.


Dela sudah siap dengan seragamnya, serta sepatunya, Reynal menggenggam lengan tangan Dela, dan tangan Reynal yang satunya membawa Tas Dela.


Reynal mengemudi, dan Dela berada disampingnya, dengan tatapan tajam bak Elang yang ingin menerkam, Reynal diam tak bersuara ia hanya fokus mengemudi bak pembalap, hingga ia dengan cepat sampai sekolah.


Reynal kembali menggenggam lengan tangan Dela, tak lupa ia mencincing tas Dela ditangan satunya, bak anak TK yang diantar Bapaknya Sekolah, Dela tak berani menatap Reynal yang masih tampak jelas diraut wajahnya, kesel dan khawatir.


" Permisi buk, saya antar Dela " ucap Reynal saat masuki kelas Dela.


" Oh tadi saya nemu dia ingin bolos, tapi ibu tenang saja sepulang Sekolah , nanti biar saya yang menghukumnya buk" ucap Reynal yang dianggukin oleh gurunya, dan meminta Dela segera ke bangkunya.


" Saya permisi buk" ucap Reynal yang pamit pergi kekelasnya.


Aldo pun lega, melihat Dela tidak apa-apa, mengusap dadanya dan menepuk pelan kepala Dela." Nakal" ucapnya pelan dan itu masih kedengaran oleh Dela.


Jam istirahat pun tiba, sebelum kekantin, Dela dapat tatapan tajam dari sahabatnya, mereka tidak langsung keluar, melainkan duduk mendekat Dela dan segera melayangkan pertanyaan.


" Dedel nya Ado tadi kemana, kita khawatir hem" ucap Aldo yang gemes menarik hidungnya.


" Iya nih kita cemas takut kenapa-kenapa, awalnya biasa, tapi mengingat lo tinggal bareng orang tua kak Rey, kita mengira gak mungkin lo tiduran aja" ucap Mira.


" Maaf ya semuanya, sudah khawatir, tapi tebakan kalian benar, gue tidur" cicit Dela dengan senyumnya.


" Ye bener-bener ne anak, lo ya buat kita cemas bebeb jeyeng" ucap Rani


" Ya gue capek, seharian dikafe dan semalam gue lapar, lalu ajak senior galak keluar hingga larut" ucapnya santai.


" Del lo gak buat ponakan kan" bisik Mira


Pltak


" Sekate-kate lo, ya gak la yuk ngantin lapar" ucapnya yang berdiri dan diikuti oleh sahabat-sahabatnya.

__ADS_1


Dela sudah beri tahu kesahabatnya, kalau kafe itu gak jadi ditutup, karena mulai dua hari yang lalu kafe itu miliknya, hadiah dari Reynal, kedua sahabat Dela pun berdecak kagum.


" Gila suami idaman banget kan" begitulah sautan mereka saat itu .


Dela cs berada di kantin memesan makanan, Dela memesan nasi goreng level 3 begitu Aldo dan yang lainnya serta lemon tea.


" Dedel Ado, gak boleh lakuin ini lagi ya kasihan Rey, Dedel mau tau, dengar Dedel nggak ada disekolah, Rey panik dan langsung pergi meninggalkan kelas hanya ingin tau Dedel dimana, suami mana coba yang gak khawatir dengan istrinya " ucap Aldo yang seakan menasehati Dela dengan menepuk pucuk kepala Dela


" Ya Do maafin dedel, nanti Dedel minta maaf ke Tata" ucapnya dengan bibir manyunnya.


" Gitu dong"


" Del, emang lo bisa sungkan gitu dirumah Bunda?"tanya Rani sambil mainkan ponselnya.


Heem -, Dela menarik nafas dalam " dia ajak gue tinggal di apartemen beb, hingga ujian akhir" ucapnya santai.


" Pantes lo berani" ucap Rani yang membuat Dela mengangkat dua bahunya.


Pesanan sudah sampai, Samir dan Mira memesan itu semua, dan mereka pun tertawa bahagia, kecuali Dela, Dela lebih milih makan tanpa ngobrol.


" Do, bayarin Makanan Dedel, Dedel hari ini lupa bawa uang, uangnya ada disaku baju satunya" ucap Dela setelah selesaikan makannya.


" Sip beres.." ucap Aldo yang mengacungkan jempolnya.


Dari jauh Reynal tampak gelengkan kepala, ia menyungging senyumnya, melihat Dela bertingkah lucu bersama sahabatnya.


Reynal lalu membayar, makanan Dela kepada ibu kantin dan kemudian duduk bareng sahabatnya kembali.


// Dasar istri nakal, awas lo nanti dirumah gue hukum_ Reynal/ /


Reno yang sedari tadi perhatikan Reynal , dilihatnya pandangan Reynal yang lurus mengarah ke Dela, lalu menggelengkan kepalanya.


//Rey...Rey ngaku cinta susah bener_ Reno// yang lagi-lagi gelengkan kepala dan mengulum senyumnya.


Sedangkan Reynal tak mengetahui jika sahabatnya sedang memperhatikannya, ia hanya fokus dengan Dela istrinya.


"Kenapa dia?"


"Tau"


"Kesambet kali"


"Maksudnya?, tapi-mungkin juga"


Ucap para sahabatnya yang merasa heran drngan sikap ketua osisnya itu.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Bersambung


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya teman-teman.

__ADS_1


Miss u semua , salam hangat ❀❀


Reynal & DelaπŸ‘«


__ADS_2