Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps- 79 Hukuman Kecil#


__ADS_3

Malamnya Aldo menjemput Dela, sesuai yang mereka janjikan, dan Bunda mengizinkan, Reynal awalnya keberatan tapi akhirnya ia luluh, karena selama mereka di Apartemen, Reynal jarang sekali mengizinkan Dela, pergi dengan alasan berbakti ke suami, karena suami akan perang demi masa depan mereka, Reynal juga izin keluar kerumah Reno, untuk menghilangkan suntuk dirumah.


Sesampainya Aldo dan Dela di kafe dekat toko roti Milik mama, mereka pesan makan dan minum, menjelang yang lain datang.


" Del, Rey selesai sekolah mau lanjutin kemana? tanya Aldo.


" Gak tau" ucapnya singkat.


" Lo emang gak pernah omongi ini La ke Rey? Tanya Aldo lagi.


" Ya.. iya karena gue gak perduli" ucap Dela yang membuat Aldo menggelengkan kepalanya.


" Soal tadi gimana?"


" Perlu ya dibahas?"


" Ya kalau lo mau berbagi gue dengerin sebelum anak-anak datang" ucap Aldo yang siap mendengarkan keluh kesah sahabat oroknya.


" Em...,gue gak perduli sih soal tadi siang, gue takut Do, kalau nanti Fia-" kata Dela yang tidak meneruskan ucapannya.


" Fia kenapa-" ucapnya penasaran.


" Em lupakan aja, yang penting kalian gak kenapa-kenapa, Dela langsung menyeruput pesanan, yang sudah datang dengan memainkan ponselnya, Aldo semakin curiga dengan sikap Dela yang berubah tiba-tiba.


Dari kejauhan tiga sahabatnya datang dengan lambaian tangan, mereka langsung memesan sebelum duduk bareng Aldo dan Dela.


Seperti biasa mereka bercanda, dan saling lempar kesalahan gitu, itu sudah menjadi hal yang biasa, apalagi bagi Mira juga Samir selalu aja permasalahkan hal kecil.


Tiba-tiba Rani mengingat sesuatu, ia lalu menceritakan kejadian siang sepulang sekolah , mereka mampir di Apartemen Alex dan mihat Felia.


Dan Mira mengangguk bahwa yang dikatakan Rani benar adanya, bahkan Rani sempat ambil beberapa gambar, Mereka tersenyum licik mendengar cerita dari dua sahabatnya.


" Tapi iya juga gak apa, gak akan ada yang mengganggu Dedel ataupun Rey" ucap Aldo, Mereka lalu mengangguk angguk setuju.


Hari semakin larut,bokong pun terasa panas, Dela dan yang lainnya memutuskan pulang karena hari sudah semakin malam, mereka mengerti mereka membawa Dela." cabut yuk, gue harus bawa dedel pulang nih" ucap Aldo kepada tiga sahabatnya.


" Kya... ada perawan tapi bukan gadis" ucap Samir.


" Resek lo" ucap Dela yang memukul lengan Samir.


" Udah sana pulang, entar senior galak balik, lo belum balik, mau lo jdi istri durhaka." ucap Rani dengan kekehan.


" Sialan lo nyumpahi gue" , umpat Dela yang mengikuti Aldo masuk mobil.


🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎


Pagi itu mereka sudah bersiap untuk bersekolah, Dela yang mengenakan sepatunya dan Reynal yang telah mencincing tasnya serta tas Dela.


" La..., lo gue yang antar, sekalian gue berangkat ke bengkel"


" Ogah" ucap Dela yang sudah siap dengan sepatunya.


" Terserah" ucap Reynal yang mengambil kunci mobil Dela.


Reynal melangkahkan kakinya keluar kamar, dengan membawa dua tas, meninggalkan Dela yang sedang merutuki dirinya, namun Reynal hanya mengembangkan senyumnya.


Dela lalu mengikuti langkah Reynal, yang sudah lebih dulu berada di meja makan, dengan wajah cemberutnya.


"Kamu buat masalah apa lagi Rey, sampai wajah anak Ayah tak secerah pagi ini? " tanya Ayah.


" Gak di apa-apain Yah, mungkin lagi PMS kali" ucapnya, yang dianggukin oleh ayahnya.


" Ayo La, nanti kita terlambat" ucap Reynal ke Dela yang telah siap sarapannya.

__ADS_1


" Iya.. sabar " ucap Dela masih dengan wajah keselnya.


Setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya, disusul oleh Ayah yang juga ingin pergi kerja.


Reynal mengenakan motor kesayangannya, dengan malas Dela menaikinya, kemudian Reynal melajukannya.


" Bukannya td lo ambil kunci mobil gue trus kenapa lo keluarin motor lo?" tanya Dela.


" Yah suka-suka gue dong" ucap Reynal dengan pura-pura tak acuh yang membuat Dela semakin kesal olehnya, namun ia pun tetap menurutinya.


^ Kenapa sih harus pake motor ini, apa gak ada motor lain selain ini, gue bukan Fia gerutunya^ tapi masih kedengaran oleh Reynal, Reynal tanpa pikir panjang lalu memutar balik.


" Ehh... kok balik " ucap Dela yang tampak bingung melihat Reynal balik arah kerumah.


Sesampai rumah Reynal mematikan mesin motornya, mereka lalu turun dari motor, Dan Reynal meminta Dela menunggunya.


" Tunggu gue disini, gue mau masuk bentar" ucapnya dengan melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah.


" Iya buruan" masih dengan wajah kesalnya, tapi tak lama Reynal telah kembali dengan membawa motor lainnya.


"Ayo, naik" ucap Reynal yang berhenti didepan Dela.


" Ha, kita balik cuma mau ganti motor, habisin waktu aja! " ucap Dela yang masih tak mengerti.


" Udah jangan banyak protes, Ayo buruan naik, jangan mentang-mentang bukan gue ketua osisnya, lo terlambat" ucap Reynal lagi.


" Emang kenapa, si Ridwan kan tampan, kaya, pintar, dan jago-" ucap Dela yang memujinya tanpa dosa.


Mendengar pujian dari Dela , Reynal mengegas motornya membuat Dela teriak sambil memegang erat tubuh Reynal, Reynal gak suka Dela memuji laki-laki lain, selain dirinya walaupun itu gak mungkin Dela lakukan.


^ Uuuhhh nyebelin ^ ucapnya dengan memajukan mulutnya.


Sesampainya di Sekolah, Reynal menurunkan Dela di parkiran Sekolah, walau Dela menolaknya Reynal tak perduli dengan pasangan mata yang akan melihatnya.


" Nanti gue jemput" sambil memutar kendaraannya dan melajukan motornya keluar sekolah, meninggalkan Dela begitu saja.


Dela seperti biasa, dia masuki kelas dengan wajah ceria, tak banyak yang menyapanya, tak banyak pula yang memberinya bingkisan bekal paginya, Dela hanya mengembangkan senyumnya, namun menolaknya.


" Terimakasih semua atas bekalnya, tapi sayang gue udah kenyang, gue sudah sarapan, bye" ucapnya yang menuju kelasnya, membuat para arjuna patah semangat.


Sementara Reynal dengan sigap masuk ruangannya dan membuka layar di leptopnya yang semalam, ia mengirimkan nomor Fia agar dapat disadapnya.


Sebenarnya semalam, Reynal hanya alasan pergi kerumah Reno, tapi Reynal pergi kesuatu tempat, dan meminta untuk menyelidiki seorang gadis, yang singgah dihatinya selama lima tahun.


Beberapa bulan ini Reynal menyelidiki kasus Dela, dengan dibantu seorang temannya, sebenarnya Reynal juga ikut serta didalamnya, tapi ia sembunyikan dari orang-orang disekitarnya, takutnya membahayakan orang yang ia sayangi.


Sudah waktunya Dela pulang, ketika Reynal melihat arlogi ditangannya, Reynal menutup leptopnya dan memasukkan ke dalam tas, lalu menjemput Dela kesekolah.


Reynal menunggu Dela diluar gerbang, agar lebih gampang, tampak Dela keluar dari koridoor, bersama sahabat-sahabatnya, tampak mereka tertawa bahagia.


Dela ikut duduk dimotor Aldo hingga sampai depan gerbang, karena Reynal sudah mengirimkan pesan untuknya.


Sesampai digerbang Dela turun, dan Aldo memukul bahu Reynal pelan " Buugh !


" Tumben koleksian lain keluar " ucap Aldo dengan sedikit mencibir.


" Gak papa, lagi pengen aja" ucap Reynal dengan nada songongnya.


" Yakin?" tanya Aldo penuh nyelidik.


" Hem.." jawab Reynal yang hanya dengan mendehem.


" Kak Rey, jaga sahabat gue awas kak Rey buat dia nanggis" acam Rani.

__ADS_1


" Iya, gue cari lo " ucap Samir.


" Dia istri gue, jangan ajari gue, tanpa kalian suruh gue pasti jaga dia" ucapnya penuh penekanan.


" Kita pegang janji Kak Rey" ucap Mira dengan melipat kedua tangannya didada.


" Udah buruan keburu ada yang liat" ucap Aldo yang melihat situasi dan kondisi.


" Beb gue duluan" ucap Dela yang menerima helm dari Reynal dan memakainya, lalu naik motor dengan mengangkat roknya.


Reynal dan Dela pergi meninggalkan Sekolah, begitu juga dengan Aldo cs yang juga meninggalkan Sekolah.


Reynal melajukan motornya dengan kecepatan sedikit ngebut, karena ia ingin meminta pertanggung jawaban, atas ucapan-ucapan Dela pagi tadi.


Sesampainya dirumah Reynal dam Dela masuk rumah, dan menyalami Bunda.


" Bunda rapi amat mau kemana?"


" Arisan sekalian cari baju dibutik"


" Ooh gitu, hati-hati ya Bun"


" Iya sayang ganti baju sholat lalu makan ya, Bunda pergi dulu, Assalamualaikum"


" Iya Bun, waalaikumsalam" ucap mereka barengan.


Melihat bunda sudah pergi diantar pak Beben, Reynal langsung menggendong Dela kekamar, dengan menggendong di pundaknya, Dela teriak dan memukul-mukul punggung Reynal , yang sayangnya tak dihiraukan oleh Reynal.


Sesampai dikamar Reynal langsung membanting tubuh Dela ke ranjang, Lalu Reynal mendekatkan tubuhnya ke Dela dan wajahnya yang mendekat tepat di wajah Dela dengan tatapan tajam.


" Lo...lo mau apa Ta-?" Dela pun terbata-bata,Reynal tersenyum dan menyibak rambut Dela" Menghukum lo" ucapnya dengan santai.


" Gue gak lakuin kesalahan" ucap Dela.


" Siapa bilang " ucap Reynal yang kemudian menyapu bibir Dela dan ******* bibir Dela.


" Itu hukuman kecil, karena sudah berani memuji pria lain, yang bukan muhrimnya" ucap Reynal mengusap bibir Dela yang basah dengan Jarinya.


" Tapi kan-" ucap Dela terhenti.


Cup..


" Sudah gue bilang jangan memuji pria lain, selain ayah dan Papa" ucap Reynal yang kemudian membuka sepatu Dela dan kemudian sepatunya, lalu masuk kamar mandi.


Dela berdecak kesal dengan perlakuan Reynal ^ Dulu aja nolak mentah-mentah, sekarang, meronta-ronta mendekat^ ucap Dela yang menunggu Reynal keluar kamar mandi.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


.


.


Bersambung.


.


.


Salam hangat


Reynal & Dela


🐎🐇

__ADS_1


__ADS_2