Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps-34 Demi Lo#


__ADS_3

Reynal pulang Sekolah tidak langsung pulang melainkan ke sebuah rumah pohon lalu ia memanjatnya.


Selain ia meluapkan emosi kekesalan dihatinya berada di bengkel, Reynal menenangkan diri dan fikirannya dirumah pohon yang berada dekat panti.


//Semoga lo bahagia La, semoga lo Faham apa yang gue lakuin ini hanya untuk lo_Reynal//


//Gue akan lakuin apa aja La untuk lo,karena gue lo menderita selama ini, dan gue baru menyadarinya, wajar lo menyerah_Reynal//


// Dan gue akan lakukan seperti lo dulu bertahΓ n dengan kenyataan yang ada, gue janji La_Reynal//


Reynal cukup lamΓ  berada disana, dari kejauhan terlihat anak panti yang begitu bahagia, bermain bersama dan bercanda bersama, terukir senyum Reynal dengan rahang yang keras.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Dela dan yang lainnya berada dirumah Aldo mereka berdiskusi dan memecahkan bareng-bareng soal Fisika.


" Hai sayang' panggil Mami , Mami Aldo yang baru datang menyapa mereka.


" Mami-" kata Dela lalu berdiri dan peluk Maminya.


" Dari tadi?" tanya Mami dan dianggukin oleh Dela.


" Masih lama belajarnya" kata Mami yang sambil mengusap lengan tangan Dela.


" Nggak kok mi bentar lagi siap" ucap Aldo dan dianggukin oleh Mami.


" Mami tinggal dulu ya sayang, nanti kalau sudah selesai panggil Mami ya, kita makan sama-sama" ucap Mami yang kemudian meninggalkan mereka, Aldo dan Dela mengangkat jari jempolnya.


Pintu telah tertutup kembali karena Mami telah keluar, Samir lalu menyenggol lengan tangan Aldo.


" Mami lo cantik Do" ucap Samir.


" Oh iya dong, Anaknya aja tampan" kata Aldo sombong.


" Kepedean lo Do" tonyor Samir.


" Benerkan gue tampan, gue juga sudah ada cewek, lha lo ceweknya mana gak ada" kata Aldo.


" Gitu lo ya, mentang-mentang sudah punya cewek" cibir Samir.


" Yah banggalah seenggaknya gak jomlo" kata Aldo.


" Stop, jangan ribut ayo selesaikan, masakan Mami sudah menunggu" ucap Dela dengan melempar kulit kacang ke Aldo dan Samir.


Aldo dan Samir pun langsung diam dan mengeluarkan dua jari berbentuk V, dan menarik bibirnya,


Akhirnya mereka kembali ke pelajaran tidak sampai tiga puluh menit, mereka telah siap menyelesaikan tugas yang telah mereka diskusikan.


Mereka keluar, dan Aldo memanggil Maminya, tak lama Mami pun sudah berada di meja makan untuk makan bersama dengan Aldo dan Dela serta tiga orang sahabatnya.


Dela melihat Ada udang krispy yang sudah dibalut tepung bumbu, mata Dela berbinar-binar.


" Mi.. mami masak kesukaan Dedel?" tanya Dela yang langsung menyomot satu udang yang ada dimeja.


" Dedel cuci tangan lo dulu jorok tau" kata Mira.


" Terlanjur, Mi makasih ya" sambil mengunyah.


" Iya sayang" kata Mami.


" Uuh Dedel kebiasaan tu" ucap Mira.


Aldo yang masih berdiri langsung mengambil nasi, matanya pun ikut berbinar melihat Ayam goreng tepung kesukaannya.


" Mantap" ucapnya sambil menarik


kursinya dan duduk kenikmatinya.


" Ayo semua makan ambil nasi kalian" ucap Aldo.


Ketiga sahabatnya mengangguk dan langsung mengambil nasi serta lauk dan sayurnya.


Samir yang melihat dua sahabatnya yang sudah makan lebih dahulu, ia pun ikut makan, Ia masih heran dengan dua sahabatnya saat melihat keduanya makan hanya dengan Lauk tanpa sayurnya.


Mami yang melihat Samir heran melihat kedua anaknya lalu tersenyum dengan renyah.

__ADS_1


" Jangan heran nak, mereka berdua memang begitu, kalau sudah ada makanan kesukaannya, bisa lupa" ucap Mami.


" Mi-,jangan dicerita dong kebiasaan jelek kita" kata Aldo ke Maminya.


" Iya Mi , malu nih Dedel" dengan senyumnya perlihatkan senyum kelincinya ke Maminya.


" Gak papa dong yang penting bukan ke orang lain" kata Mami yang mengusap lengan kedua anaknya.


" Tante sudah kenal Dedel sejak kapan te, kok lengket banget sama tante?" tanya Mira penasaran.


Mami tersenyum" Jauh sebelum Dedel lahir, sejak dalam kandungan sang Mamanya" kata Mami.


" Sudah gue bilang dari orok juga" ucap Dela.


" Iya deh nona Dela Riana " kata Mira yang membuat dimeja makan tertawa.


Tak terasa hari sudah sore, Dela dan yang lainnya pamit pulang, karena besok harus Sekolah, Aldo mengantarkan mereka sampai depan rumah, hingga gerbang tertutup kembali Aldo baru masuk kembali kerumah.


Dela sudah berada dikamarnya dan sudah mandi membuat badannya segar dan telah melaksanakan ibadah solat,Dela merebahkan badannya.


"Fuuuh..."


Dengan memejamkan matanya, sejenak untuk beberapa saat.karena lelah seharian bahkan ia lupa tidak mengabari Daren.


Dela mengambil Ponselnya yang ada ditasnya sedari tadi.dan mulai mencari kontak Daren, tapi niatnya diurungkan.


^ Gak deh, malu dong kalau gue hubunginya duluan^ gumannya lalu meletakkan kembali ponselnya.


Daren seharian memang tak menghubunginya, yang biasanya berkali-kali pun hari ini tidak ada kabarnya. Dela lalu putuskan untuk pejamkan matanya sejenak.


Reynal kini sudah berada dirumahnya, melihat Bunda yang sedang masak banyak dan kebanyakan semua masakan kesukaan Dela.


" Bun..." sapa Reynal


" Iy sayang, kok baru pulang?" tanya Mama


" Iya Bun, Mama makan malam disini?" kata Reynal tanya balik


" Iya sayang, Mandi geh mau acem?" goda Mama.


Sesampainya dikamar Reynal mandi dan sholat, setelahnya ia membantingkan badannya kekasur empuknya.


// Lelah gue // gumannya.


🌳🌳🌳


Pukul tujuh, Terdengar ketukan kamarnya yang membuat sakit kuping.Reynal tau jika itu Dela lalu membukanya.


" Apaan si lo La, banguni calon suami lo gak gitu juga caranya " ucap Reynal, dan Dela langsung pergi tidak menghiraukan ucapan Reynal.


" Lala... lo benar-benar ya, gue kejar lo ya" kata Reynal yang turun mengejar Dela.


" Lo kelinci lincah gue akan gue dapatin habis itu gue kurung ke gedung yang tinggi" kata Reynal.


" Bodo amat gak ngaruh " kata Dela yang sedikit lari.


Kedua tua mereka sudah berada di meja makan Dela berlari dan memeluk Bunda dengan erat.


" Bun -, tolongin Dedel " ucap Dela ke Bundanya.


" Jangan lari-larin Rey, nanti jatuh, lagian ada apa sih kalian ?"


" Tu anak gadis Bunda tu yang resek, beraninya membungunkan kudanya seperti mau bunuh aja, kasih kecupan kek atau panggil dengan belaian gitu kek " kata Reynal Ke bundanya yang dengan sengaja memeluk sang Mama.


"Siapa lo, kalau nggak terpaksa malas gue dan jangan halu" kata Dela yang masih memeluk Bundanya dan menyomotbudang krispynya.


" Tata calon suami Lala, dan akan jadi suami Lala selamanya, Jahatnya gak dianggap" kata Reynal mencibir.


" Karena lo jahat sama gue" ucap Dela lalu melepaskan pulukannya.


" Lo masih aja jadi pecundang ?" ucap Dela dan berlalu pergi kekamar Reynal dan menguncinya.


" Rey.. kamu kelewatan deh bercandanya, kasihan Dela nak?" kata sang Ayah ke Reynal.


" Maaf yah, Rey akan mengalah" kata Reynal yang berlari mengejar Dela kekamar.

__ADS_1


Sesampainya di depan kamar, Reynal mengetuk pintu.


" La... maafin gue, La buka pintunya" kata Reynal.


" La... gue akan berubah la, tapi tolong maafin gue, gue akan mengalah demi lo, yang penting kita tetap menikah, bila perlu besok" kata Reynal yang masih aja bercanda.


" La... ijini Tata masuk ya, kita obrolin ini baik-baik" kata Reynal yang berusaha mengetuk pintu kamar.


Sementara Dela sudah telponan dengan Daren, Daren minta maaf, karena seharian gak hubunginya, karena hari ini ada pertandingan di kota B lomba LCC.


Daren pun menujukan foto-fotonya saat berada disana,


πŸ’™Daren


Foto-foto itu kegiatan selama seharian ini Bee..


Dela tersenyum, apalagi setiap foto terlihat ada jam dan tanggalnya dengan arti Daren memang tidak membohonginya.


Tak lama telpon terputus karena suara Reynal yang berisik.


Dela membuka pintu kamarnya, ia gak mau terlalu lama didengar dengan empat orang tuanya.


Dela sudah keluar kamarnya dan mengibaskan rambutnya ke Reynal.


// Sabar Rey_Reynal//


lalu mengusap wajah kasarnya dan ikut turun menyusul Dela.


" Sudah selesai Rey, " Tanya Papa yang melihat keduanya berada di tengah- tengahnya.


" Sudah Pa" jawabnya singkat.


" Nah gitu baru anak Papa" kata Papa yang menepuk bahu Reynal pelan.


"Pa.. anak papa Dedel bukan Tata" Protes Dela.


"Sama aja sayang, kalian berdua anak Papa, kasih sayang Papa kekalian Sama" kata Papa.


"Sayang-, cincin kamu mana?" tanya Mama, yang tak sengaja melihat ke arah jari Dela, yang tak mengenakan cincin.


"Dedel buang Ma, karena Tata maksa, Dedel gak suka." ucapnya Santai


Maksudnya gimana tu sayang?" tanya Bunda yang mengusap lembut kepala Dela.


" Maksa menikah" kata Reynal.


"Cantik tapi bener kata Rey ,dia akan menikahimu karna kamu adalah-," kata Papa yang diputus oleh Dela.


" Iya Tunangan yang gak dia anggap sama sekali." kata Dela yang nenekankan setiap katanya.


" Sudah jangan marahi gadis gue, jangan salahi dia, dia gak sepenuhnya salah tapi, anak laki gue yang gak mau ngerti. kalau nanti anak gadis gue, ada yang lamar gue setuju." ucap sang Ayah


" Audah Yah sabar dan kalian juga , kita makan dulu nanti kita lanjutin cerita oke" ucap Nunda melerai mereka.


" La catat, kali ini gue serius ya apa yang terjadi didiri gue ini hanya demi lo, hanya demi lo, apa yang gue lakukan untuk bisa bersama lo kembali walau lo ada Daren." Kata Reynal dengan membisikan ditelinga Dela.


" Gue gak perduli " kata Dela yang sudah masukan sesendok nasi dan tumis kangkung cah toge kesukaannya.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


bersambung


Hai teman-teman maaf banget beberapa hari gak up, karena Lampu padam, jadi kendala untuk Up, sinyal gak ada.


dan alhamdulillah hari ini bisa Up...


terima kasih sudah mau menunggu.


jangan lupa tinggalkan jejak semangat ya.


terima kasih semua.


Salam manis


Reynal & Dela πŸ‘«

__ADS_1


__ADS_2