Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps - 24 Isi Daya#


__ADS_3

Dela sudah berada dirumah Bunda, setelah sholat Dela rebahan dikamar, karena Bunda ada arisan bersama teman-temannya, sementara dirumah sepi.


Dela mengambil benda pipih, segi empatnya lalu membukanya, dan pilih satu drama serial kartun yang ia sukai. " nah ini nih, dia yang gue ingin tonton" kata Dela.


^Di temani sama kamu aja ya^ gumam Dela tang menyambar boneka berbentuk Kuda.


Sementara itu, Reynal berada dibengkel yang menyatu di shorum motor sportnya, Reynal dan Aldo menyempatkan diri mereka untuk terjun langsung, Selain mengecek keuangan mereka terjun langsung ke perbaikan kendaraan baik itu roda empat maupun roda dua.


Hari tak terasa sudah hampir magrib, Reynal dam Aldo putuskan jemaah setelah bersihkan badan mereka, Reynal sebagai imam solatnya,Usai solat mereka siap-siap pulang.


" Rey-, besok gue ajak Dedel haiking" Kata Aldo di sela-sela mereka beres-beses.


" Hem- , Bersama laki-laki itu?"


" Iya-, dia kan cowok Dedel dan kelihatannya dia sangat menyayangi Dedel, berjuang lah Rey kalau masih ingin pertahani pertunangan kalian sampai tiba waktunya" kata Aldo.


" Gue titip dia Do, jaga dia disana walau dia sudah miliki kekasih." kata Reynal dan dianggukin oleh Aldo.


Mereka lalu pergi keparkiran untuk mengambil motor mereka, menyalakan motornya lalu pergi meninggalkan bengkel milik mereka, Mereka pulang beriringan karena emang searah hanya beda Blok aja rumah mereka.


Aldo lebih dulu belokan motornya kareña rumah Aldo di Blok F sementara rumah Reynal di Blok H.


Reynal sudah berasa dihalaman rumah lalu ia matikan mesin motornya, Ia melihat ada mobil yang ia kenali, terparkir di rumahnya, Lalu Reynal langsung masuk kedalam.


Assalamualaikum.


Waalaikumsalam.


Ucap mereka hampir barengan, dan Reynal mendekati mereka yang sudah duduk di kursi keluarga.


" Wah anak papa rajin bener kerja, jam segini baru pulang" kata Papa.


" Papa, Mama kapan sampai? " tanya Reynal yang melihat kedua orang tua Dela berada dirumahnya, lalu bersalaman dengan mencium punggung tangannya


" Jam empat sore sayang" kata Mama Mila.


" Gimana sekolah kamu nak? " tanya papa Duta


" Lancar, dua minggu lagi sudah ujian semester " kata Reynal yang duduk di dekat sang Ayah.


Dela sudah berada dipelukan Mamanya, Mama Mila , dia sangat rindu kepada kedua orang tuanya.


" Ma-, Dedel..., Dedel dapat surat panggilan sekolah senin besok " ucapnya ragu sambil serahkan amplop suratnya.


" Yah sudah besok biar mama ke Sekolah kamu sayang sebelum pergi ke rumah Eyang Diwan"


" Mama mau ke Semarang, bersama Ayah juga Bunda, ikut dong Ma?"


" Sayang tapi kamu Sekolah sebentar lagi ujian" kata Mama Mila.


" Kamu dirumah bersama Rey sayang, dia yang akan jagain kamu" kata Mama.


" Lagian mana ada cowok biarin pacar atau tunangannya sendiri sih" kata Papa.


" Emang Dedel anak kecil harus dijagain , sama Tata, No-, "


" Sayang-, kok gak mau si, Rey pasti jagain kamu"


Dela masih diam dan peluk papanya gantian, karena peluk mama sudah lama lagian Dela merasa panas kupingnya yang dibahas Reynal, walau Reynal berada disana.


Bunda Lily pergi kekamar lalu tak lama kembali lagi, dengan membawa kotak berwarna pink.


" Nah Mil, Uta, nih lihat" kata Bunda Lily yang perlihatkan sepasang cincin yang simpele dan elgan.


" Wah cantiknya, Lo yang pilih?" Tanya Mama Mila yang masih perhatikan sepasang cincinnya, lalu menoleh ke Bunda Lily.


Bunda hanya menggelengkan kepala dengan Senyum bahagia yang terukir diwajahnya.


" Bukan Mil, tapi mereka" kata Bunda dengan ekor mata ke Reynal dan Dela.


" Betul kah" kata Mama tidak percaya.


" Iya Mil-, masa iya gue bohong"


" Ya sudah pakai ge sayang, nih cincin pilihan kalian" kata Mama.


" Ma-,Pa-, Yah, Bun Batalin aja yah pertunangannya" kata Dela.


" Kenapa sayang?" tanya Mama Mila.

__ADS_1


" Untuk apa diterusin, Dedel juga sudah lelah , untuk apa dipertahanin kalau tidak ada diperjuangin, Tata sudah miliki Fia sejak lama, bahkan Tata miliki Fia jauh sebelum pertunangan itu terjadi. Dedel tau kalau Tata cinta Fia" kata Dela panjang.


" Dedel... juga sudah punya kekasih Ma,Pa" kata Dela memberanikan diri untuk Bicara.


Mama dan Papanya terkejut tapi tidak dengan Ayah serta Bundanya, yang sudah lebih tau.


" Mil... , semua itu benar, gue nggak bisa paksain mereka untuk saling jatuh cinta, tapi intinya bagi gue, mereka tau kalau mereka bertunangan agar mereka tau batas -batas mereka."


" Benar kata Lily, Gue sebenarnya keberatan tapi setelah dijelaskan oleh Lily gue paham, masa Remaja itu waktunya mengekspresikan diri mereka, asal tidak bebas aja"


" Tapikan Lyapa ini tidak mengancam pertunangan mereka?"


Ma-, Pa-, maafin Rey yah, Bun-, ini memang salah Rey yang tidak bisa jaga pertunangan kita, Rey kala itu masih labil dan belum mengerti, bahkan Rey berfikir untuk nikah aja waktu itu amatlah jauh, Tapi kan Rey bukan kah sudah janji sama Mama dan Papa juga Ayah dan Bunda, untuk pertahankan pertunangan ini dan akan mengambil kelinci Rey yang sudah diambil orang" jelas Reynal kepada empat orang tuanya.


" Sampai kapan nak?" tanya Ayah tegas.


" Segera yah, mungkin sedikit memaksa tapi tidak menyakitinya" kata Reynal tegas. dengan manik matanya kearah Dela, dan Dela melototkan manik matanya ke arah Reynal.


" Oke, Ayah tunggu kamu secepatnya ambil kelinci itu untuk Ayah dan Bunda" kata Ayah.


Tak lama mereka membahas kelanjutan pertunangannya,serta Reynal yang sudah memasang cincinnya sendiri itu pertanda masalah sudah selesai, dan Reynal akan pertanggung jawabkan perbuatannya.


Sementara Dela masih enggan mengenakan bahkan malas untuk menyentuhnya.


Terdengar bunyi salam dari luar, Bunda lalu menyambutnya ternyata Aldo dan kedua orang tuanya Jaya Abdi dan Nana Abdi, Bunda membawa mereka keruang tengah tempat mereka kumpul.


" Gue nggak telat kan Mas" kata papi Jaya


" Ya gak la, nih kita lagi nungguin lo sambil cerita keberangkatan kita ke Semarang "


" Jadi Papi, Mami ikut?" kata Dela sambil menyalami Mami , Papinya.


" Ikut juga ya Ma, Bun" rengek Dela


" Sayang lain kali ya kita liburan bersama setelah kalian terima nilai semester kalian." Kata Bunda.


" Jahat mah Mama sama Bunda" kata Dela.


" Karena sudah kumpul, ayo makan malam" kata Bunda yang meminta untuk makan malam.


Mereka makan malam dalam tiga keluarga, Ayah Tomi sengaja mengundang mereka untuk makan malam karena aman membicarakan kebetangkatannya ke semarang tempat Eyang Diwan, karena Kak Rien akan kedatangan tamu besar, dari keluarga kekasihnya.


Sementara itu, para anak muda duduk sebuah pendopo kecil dibelakang yang terdapat tanamaman Bunda.


" Nanti lo tidur disini aja Do, biar lo nggak capek, baru kita jemput Sarah " Kata Dela.


" Iya.. gue tidur bareng lo aja Rey" lata Aldo.


" Terserah" kata Reynal yang sibuk mainkan ponselnya.


" Sewot lo, Widih cincin baru tu, punya lo mana Del?" cibir Aldo serta, br


" Nggak punya" jawabnya singkat, tanpa menoleh mereka.


" Bohong lo ya?" Tanya Aldo menyelidik.


" Dia punya Do, tapi dia gak mau pakai" kata Reynal. Aldo hanya mangut-manggut aja mendengar penjelasan Reynal.


Dela lagi menerima telpon dari Daren, lalu Dela pamit ke Aldo untuk menjauh dari mereka, karena mau meneruskan obrolannya dengan Daren.


Aldo memberikan jari jempolnya ke Dela, Dela tersenyum dan berlalu pergi, Aldo dan Reynal melihat kepergian Dela, Aldo lalu melihat ke Reynal yang sedikit menahan cemburunya, Aldo pun tertawa.


" puufh..cemburu lo, tapi lo punya cewek" Kata Aldo yang masih tertawa kikik.


" Apaan lo Do" kata Reynal


Aldo tersenyum, karena Reynal tidak mau mengakui hatinya sejak dulu, karena Aldo teman kecilnya, walau Reynal banyak sahabat dan teman, tidak ada yang tau malah pribadinya Reynal drngan Dela, lain halnya dengan Fia, yang menjadi kekasihnya.


☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘


Pagi pukul 06.00 wib, Dela sudah bersiap-siap, begitu juga Aldo yang sudah siap untuk Haiking, semalam Aldo dan Dela sudah meminta izin kepada kedua orang tua mereka, mereka akan menjemput Sarah terlebih dahulu.


" Pagi Bun? "


" Pagi anak Tampan Bunda juga anak cantik Bunda, sudah mau pergi?"


" Iya Bun"


" Sarapan dulu, ini bekal untuk kalian" kata Bunda.

__ADS_1


" Rey mana Bun, dikamar sudah nggak ada"


" Itu main Bulutangkis bareng Ayah kalian"


" Jaga saudara kamu Do?"


" Siap Bun.." Kata Aldo dengan hormat kepada Bunda.


Reynal dan Ayah sudah masuk, karena Ayah kelelahan, umur memang tidak bisa bohong, Ayah yang sudah duduk dimeja makan, Sementara Reynal langsung kekamarnya.


" Sudah mau pergi Do, Del? " Tanya Ayah.


" Iya yah.." kata Aldo dan Dela bareng


" Hati-hati Do , kamu bawa dua anak gadis Ayah nanti, Jaga mereka" kata Ayah dan dianggukin oleh Aldo.


Dela masih asik dengan sarapannya, lalu Dela teringat kalau Ponselnya ada di kamar.


" Astaga-, ponsel Dedel masih di kamar tadi masih diisi daya " ucapnya dengan tepok jidat lalu lari ketangga menuju kamar.


Dela sudah berada dikamar Reynal, Dela lari ke meja belajar mau ambil Ponsel yang tengah isi daya, tanpa perhatikan apakah dikamar pemiliknya sudah kembali atau belum.


" Lo cari ini " kata Reynal yang menunjukan benda kecil segi empat yang sedang dimainkan oleh Reynal.


Dela langsung menoleh ke sumber suara, dan melototkan matanya karena ponselnya sudah ada di tangan Reynal.


" Kembalikan " ucapnya ketus sambil berjalan ke arah Reynal.


" Ogah " kata Reynal.


" Kembalikan! " kata Dela yang sedikit meninggikan suaranya.


" Ponsel lo gue sita, dan jika pacar lo nelpon, gue gak perduli, i dont care " kata Reynal dengan sedikit meninggi.


" Shiit " guman Dela, Dela segera beranjak pergi tapi tangannya sudah dulu dicekal oleh tangan keras Reynal.


" Lo di luar pacar orang La, tapi dirumah lo tunangan gue tepatnya Calon Bini " kata Reynal dengan tatapan sayunya namun tajam.


" Lepas " ucap Dela, tapi tak diperdulikan oleh Reynal.


" Lo pikir gue akan diam aja, dan nyerah gitu aja, lo milik gue dan gue bebas lakuin apa aja atas diri lo, kalaupun gue nodai lo sekalipun lo tetap milik gue, karena orang tua kita bakal nikahkan lo dengan gue" Kata Reynal.


Reynal berhasil menyengkram pinggang Dela, dan Dela berusaha menjauhinya, tapi sia-sia, karena Reynal lebih dulu, menempelkan Bibirnya ke Bibir Dela sedikit lama, Dela hanya melototkan mata dan memukul punggung Reynal dengan tangan satunya, tapi Reynal tak perduli, lalu Reynal tinggalkan kecupan di pucuk kepala Dela.


Reynal menyunggingkan senyumnya, " itu hukuman karena kemarin berani kabur dari gue dan hari ini lo akan pergi tanpa pengawasan gue " kata Reynal enteng, Reynal membuka pintu kamarnya, dan turun kebawah ikut kumpul bersama Bunda, Ayah juga Aldo.


" Mana Dedel sayang, " Tanya Bunda yang melihat Reynal keluar sendiri.


" Kamar " jawabnya enteng.


" Lo habis apain saudara gue Rey" tanya Aldo yang melihat Dela mengikuti Reynal turun dengan wajah sedikit berubah.


" Gue isi daya full " Kata Reynal dengan meneguk susunya.


" Isi daya, sudah berani lo ya, Bun nikahkan aja secepatnya, sudah gak waras nih Rey kalau kelamaan" kata Aldo terkikik.


" Sial lo" ucap Aldo yang dengan wajah cemberutnya.


" Ayo Bebeb Ado sudah siang, nanti honey Ado nungguin lamaan." kata Aldo ke Dela, Dela mengangguk dan meneguk habis susunya.


Dela dan Aldo pamit untuk pergi haiking bersama teman-temannya, yang tak jauh Villa keluarga mereka, Dela masih kesel sama sikap Reynal dan tindakan yang tanpa izinnya, Sementara Aldo tersenyum, ia mengerti kalo Reynal lakukan sesuatu untuk Dela.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


.


.


.


Bersambung


.


.


.


Salam Hangat

__ADS_1


Reynal & Dela👫


__ADS_2