
Jam olahraga kali ini, Kelas Dela dan juga Reynal jamnya barengan, Dela cs dan yang lainnya sudah mengenakan seragam dan bersiap segera kelapangan.
" Beb...les't go" ucap Rani mengajak Dela dan Mira yang sudah selesai mengganti seragam olahraganya.Sedangkan Aldo dan Samir sudah lebih dulu berada dilapangan.
" Ayo, gue sudah siap nih, eh btw kita bareng nih dengan kelasnya si ulet nangka" ucap Mira dengan memghentakin kakinya.
" Santai Beb, Kalau dia ngajak ribut kita jabani, bereskan " ucap Dela santai, Rani yang mendengarkan pun ikut mengangguk setuju.
Mereka bertiga sudah ikut berkumpul dilapangan, bergabung bersama yang lainnya, mereka mulai dengan pemanasan, dengan lari tiga putaran lapangan, tiba-tiba dari belakang ada yang sengaja menabrak Mira
Brruukkk...!
" Aww... sialan lo !"
Felia yang menoleh ke arah Mira, lalu melambaikan tangannya dengan senyum mengembang, lalu fokus kembali lari.
Samir yang melihat Mira segera memapah ke pinggiran lapangan " Beb..Lo gak apa?" tanyanya khawatir.
" Gak, gue gak apa Sam, sudah balik sana" titahnya.
" Yakin?" tanya Samir ragu dan Mira lalu menganggukin kepalanya.
Sementara Rani juga Dela merasa kalau Mira jatuh itu disengaja, " Bener- bener ngajak perang tu anak" geram Dela.
" Apa sih salah kita" kesel Rani.
" Pasti ada hubungannya dengan Rey" ucapnya Santai.
" Iya, gue rasa dia suka sama Rey" ucap Dela lagi dan dianggukin setuju oleh Rani.
" Dia gak tau sedang berhadapan dengan siapa, kalau tau nyonya Reynal"
" Kalau dia tau, siapa gue, gue rasa dia bakal nanggis sejadi-jadinya" ucap Dela yang berjalan ke arah Mira dan diikuti oleh Rani.
Mereka samperin Mira, dan melihat Mira tersenyum ke mereka, langsung mengangkat dua bahunya, menandakan dia baik-baik aja.
Dela dan Rani tidak tinggal diam setelah apa yang di perbuat oleh Felia ke Mira, dan akan balas nanti.
Triiiiinnngggg..!!
Bel panjang menandakan Bel istirahat, Dela Cs sudah berada dikantin, Mereka duduk sembari menunggu, Dela juga Rani kembali membawa pesanan mereka.
" Beb, perhatikan deh, Felia suka bener cari gara-gara gitu, dengan kita terutama Dedel" ucap Samir yang baru ngeh selama ini.
" Kalah cantik dia beb sama gue" ucap Dela yang sudah membawa pesanan mereka.
" Tapi..."
" Sudah, Felia dan tiga temannya, gue masih bisa atasinya , Asal jangan tempat tertutup dan Debu bisa kambuh Alergi gue" celetuk Dela.
" Pinter" ucap Aldo yang menepuk pucuk rambut Dela dengan sayang.
" Eh Del, kok gue gak ada liat kak Rey ya, ucap Mira yang celingukan.
" Lo mau ngapain cari dia" tanya Samir dengan sinis.
" Gak ada sih, tanya aja beb, secara tiga teman dekatnya ada disini." ucap Mira yang terasa heran.
" Lagi nikmati bekal dari gadis lain" ucap Dela, yang kemudian menyeruput Es tehnya.
" Masa Iya, apa dia gak mikir..." ucap Samir terhenti karena melihat Dela menghentikan makannya.
Dela langsung pergi dari kantin begitu aja , Sahabatnya merasa bingung dengan sikapnya kali ini, dari kejauhan ia melihat Felia sadang bercanda bersama teman-temannya, Dela merasa masih kesel dan langsung datangi Felia.
" Felia..." Teriaknya dan Felia lalu menolehnya.
" Lo ada masalah sama gue, jangan bawa-bawa sahabat-sahabat gue, gak ada nyali Lo lawan gue" dengan sedikit santai
" He cewek bar-bar, asal lo tau, gue suka liat lo dan teman lo menderita, karena sahabat lo adalah orang yang amat lo cintai, tapi sayang gue buta akan cinta Rey, dan lo berhasil membut Reynal selalu perhatian ke lo, yang suka buat ulah " ucapnya sinis dan mendorong Dela dengan jari telunjuknya.
"Jadi lo gak terima, gue dapat perhatian dari Seorang ketos galak gitu, Lo suka usaha dong, biar Rey noleh lo, jangan orang lain lo jadiin kambing hitam " ungkap Dela yang mendorong balik Felia dengan jari telunjuknya.
" Jelas gue gak terima, dan gue sengaja" ucap Felia yang ikut sinis.
__ADS_1
" B*******k Lo " Dela mendorong Felia dengan keras sampai ia jatuh, itu untuk gue saat lo tarik gue di lapangn dan untuk sahabat gue tadi di lapangan" ucap Dela.
Beberapa orang menyaksikan perdebatan antara Dela dan juga Felia , Namun tak ada yang berani melerainya, begitu juga dengan Tiga sahabat Felia tak dapat berkutik, mereka takut dirundung masalah apalagi beberapa bulan kedepan mereka akan melaksanakan ujian akhir.
" Dela, Felia apa-apan kalian, ikut gue !! " teriak seorang laki-laki yang sudah berdiri di dekatnya.
Entah sejak kapan ada Reynal disana, yang pasti mereka ikut keruang osis, Reynal mengeriyitkan keningnya, melihat keduanya yang tak pernah akur, terlebih mereka hanya ribut gara-gara yang tak jelas.
Diruangan osis, Reynal hanya mandangi mereka dengan masih memijat keningnya, Reynal gak tau lagi harus pakai cara apa agar mereka dapat berdamai, Felia mencoba tenang dan mencoba mencari perhatian Reynal.
"Dia dulu Rey, oh iya Rey lo sudah makan bekal dari gue? " tanya Felia manja.
Reynal melirik ke Felia dan melirik ke Dela yang masih duduk dengan santai.
" Sudah, terima kasih lo udah repot-repot bawakan bekal untuk gue" ucapnya dan Felia mengangguk dengan mengulumkan senyumnya.
Namun Dela bersikap biasa dan hanya memainkan ponselnya, lalu berdiri dan mendekati Reynal.
^ Lo pikir gue cemburu ^ menatap Reynal, lalu mengentakan kakinya ke kaki Reynal dan lari begitu Reynal kesakitan.
//Gue tau La sebenernya lo cemburu, tapi lo gak mau ngakuinya_Reynal//
Dela sudah pergi meninggalkan ruangannya, dan hanya ada Felia disana, Reynal memarahi Felia agar menjaga sikap, karena bagaimanapun, Felia seorang anggota osis, dan tak ingin kembali masuk ke daftar buku catatan hitam di Bk.
Felia lalu mendapat hukuman membersikan ruang osis, dan Reynal mengembalikan Kotak bekal dari Felia.
" Nih kotak bekalnya, makasih" ucap Reynal sebelum pergi.
" Gak lo makan Rey?" tanyanya saat melihat isi bekalnya masih utuh.
" Makasih lain kali gak usah repot-repot siapkan bekal gue" jelas Reynal lagi.
Felia kecewa karena makanannya tidak dimakan oleh Reynal, namun ia mencoba untuk tersenyum, Felia melihat kearah Reynal yang telah pergi, terlihat dari punggung Reynal.
πππππππππππππππ
Dela menghembuskan nafasnya dengan kasar, berjalan lunglai setelah Reynal menghukumnya, Dela menuju mobilnya dengan wajah lelahnya.
Melihat ada notif dari ponselnya, memberi tahu bahwa Reynal saat ini berada dibengkel, dan memintanya untuk ke Cafe.
^ Kok demi Boo, demi Bee nya Daren^ kekehnya sendiri lalu melajukan mobilnya ke Cafe.
Reynal berada dibengkel, menyelesaikan beberapa pekerjaannya dan di bantu oleh Aldo, hingga tak terasa hari sudah menunjukan pukul 17.00 wib tepat pukul lima sore , Mereka semua bersiap meninggalkan pekerjaan mereka, dan akan diteruskan esok hari.
Lain halnya dicafe, dicafe justru rame-ramenya, Dela sampai harus turun tangan untuk melayaninya, dengan menggunakan Apron serta mengikat rambutnya, membawa menu ke tamu yang baru saja datang.
Pukul 18.00 wib, Dela pamit untuk pulang, karena hari sudah sore, Reynal pun sudah menunggunya sedari tadi, Reynal meninggalkan motornya dan mengajak Dela pulang bareng.
Reynal tau pasti Dela lelah seharian berada dicafe, Reynal membawa Dela pulang setelah mereka memesan makan untuk dibawa pulang.
Sesampainya di apartement Reynal gendong Dela, Dela tidak menolaknya karena merasa nyaman berada digendongan Reynal.
Reynal sudah biasa menggendong Dela kala tidur saat berada dirumah, tanpa segan ia menggendongnya, Reynal memang tidak menginginkan pernikahan saat itu, tapi ia tidak tega membiarkan Dela tidur hanya disofa.
" La... , kita sudah sampai , bangun mandi geh, masih keburu kita sholat" ucap Reynal dengan lembut.
" Hem... iya " ucap Dela yang membuka matanya.
Usai Dela selesai mandi mereka berjemaah dan berdoa tak lupa mereka melantunkan ayat suci Alquran nya.
Reynal mendapatkan telpon, dari seseorang di seberang sana, membuatnya buru-buru membuka sarung dan melipatnya.
" Kenapa? "
" Gue pergi dulu" jawabnya dengan mengambil kunci mobil Dela.
Cup
Satu kecupan mendarat di kening Dela, ^ senang sekali suka-sukanya ^ geritu Dela yang masih kedengaran oleh Reynal.
" Lo makan dulu, gue pergi gak lama"
"Ada apa sih, buru-buru amat" ucapnya lirih.Reynal tak menghiraukan ucapan Dela, Reynal segera menutup pintunya dan pergi.
__ADS_1
" Kok perasaan gue jadi gak tenang sih, fyuuh " ucapnya.
Reynal sudah berada dicafe, "Astagfirullah, gue harus ngomong apa ke Lala" ucap Reynal lirih dan menunduk.
" Do... usaha gue sia-sia"
" Rey... ini bukan salah Lo, Lo sudah berusaha" ucap Aldo menenangkannya.
" Kak Rey, ini berkas yang bisa kita selamatkan"
" Iya gak apa, apa ada korban? "
" Tidak kak, saat terjadi kebakaran, cafe kita tidak banyak pengunjung"
^ Ren... maafin gue, gue terlambat^ ucapnya lirih yang duduk tepat diparkiran.
" Ta..." panggil Dela lirih dan Reynal menolehnya.
" Lala, cafe kita maaf...-" ucapnya sedih
" Gak perlu, yuk pulang..!" ajak Dela
" Tapi..."
" Ini musibah, kita harus ihklas-" Dela menggandeng lengan Reynal.
Terlihat para tim merah, telah berhasil padamkan api, Motor Reynal masih bisa diselamatkan dan meminta karyawan nya membawa ke apartemen di jl.Dx.
Aldo masih tampak berbincang-bincang akan kejadian kebakaran terjadi, apa terjadi unsur segajaan atau murni dari cafe itu sendiri, Aldo memanggil Reynal selaku pemilik kafe untuk menemuo sesrorang.
" Om tolong selidiki kasus ini, dan kasus saat Aldo dan Dela kecelakaan"
" Baiklah, Om akan usahakan"
" Jika memang semua ini unsur sengajakan,tolong selidiki orang ini" ucap Aldo.yang kemudian disetujui oleh seorang berjaket hitan dan bertopi hitam pula.
Dela mendekat dan kembali menarik lengan Reynal dan mengajaknya pulang, sebelumnya ia pamit ke Aldo dan om Damar seorang kepercayaan keluarga mereka.
Reynal masuk mobil dan memijit dahinya yang merasa pusing,Dela hanya Diam tanpa suaranya.
// Boo, baru tadi aku ngomong cafe kita rame, sekarang cafe itu sudah hangus kebakar_Dela//
" Maafin gue ya La " Dela mengangguk, dan mengusap lengan sang suami.
" Gue gak pa-pa, gak perlu minta maaf"
Reynal langsung melajukan mobilnya ke parkiran , disana ada karywan nya yang telah menunggu untuk memberikan kunci motor milik Reynal.
Kedua orang tua mereka sudah mengetahui musibah yang sedang mereka alami, mereka ikut prihatin, Reynal tersenyum pahit saat kedua orang tuanya menelpon lewat vidio call.
Reynal meminta Dela untuk selesaikan tugasnya, walau perasaannya tak karuan.
hingga Dela tak kuat merasa kantuknya ia pun tertidur di meja belajarnya.
Sementara Reynal melihat Dela tertidur ia membawanya ke ranjang tidur, dan menyelesaikan tugas Dela, ia ambil foto dan memandangi foto seorang disana.
// apa kamu pelakunya lagi_ Reynal//
πππππππππππππππ
.
.
Bersambung
.
.
Salam hangatβ€
Reynal dan Dela.
__ADS_1
π&π