
Dela berada dikelas, karena matanya sangat mengantuk, ia melipat tangannya dimeja dan tidur.
Sementara empat sahabatnya bercanda bahkan Aldo membawa gitarnya dan memetiknya,Hari ini jam kosong, karena guru rapat persiapkan untuk ujian semester senin besok,Dela yang sedang tidur tak terusik dengan kebisingan kelas.
Daren ternyata sudah berada di sebelah kursi Dela, ia menatap Dela lekat, dengan pipi yang sedikit cuby, dengan hidung yang tak begitu panjang, Dengan senyum yang terukir di bibir Daren melihat Dela yang sedang tidur dengan pulasnya, sampai tak tau jika Daren datang untuknya dengan membawa candy lolipop kesukaan Dela.
// Bee...semalam kamu tidur terlalu larut ya, sampai tidur dikelas, kamu cantik Bee kalau tidur, kamu juga unik_ Daren// yang menyibak rambut Dela yang menutupi wajahnya.
πΎπΎπΎπΎ
Reynal kini tidak jabat sebagai ketua osis, dan itu akan diumumkan nanti setelah libur usai dan sekarang mereka ada diruang osis, disana tak banyak anggota osis hanya ada Reno dan dua sahabatnya David dan Kevin.
" Rey... , lo gak salah-, " kata David
" Semua biar Reno yang urus" ucapnya
" Jangan Gila deh lo, tinggal 3-4 bulan lagi kita jabat anggota osis ini" kata Kevin.
" Gue tau ini berat, tapi hidup itu pilihan boy, Gue gak bisa berdiam diri seperti ini"Kata Reynal kepada tiga sahabatnya.
" Rey..ayolah lo bisa atasi masalah lo, tanpa harus campur adukan masalah pribadi lo" kata Reno yang selama ini diam.
" Tapi gue gak ingin semakin jauh darinya, sob-" kata Reynal yang memijat pelipisnya.
" Rey.. lu punya masalah, terus lo simpan sendiri, dan gak ingin cerita sama kita?" kata David sinis.
"Terus apa gunanya kita selama ini bersahabat Rey, kalau lo gak percaya dengan kita" tambah David lagi.
" Oh gue tau, apa karena wanita lo berubah begini, gila lo Rey sudah mau diperdaya oleh wanita, hingga lo lemah seperti ini gak ada pendirian Rey" kata Kevin yang meninggikan suaranya
Reynal yang mendengarkan itu mengepal keras tangannya, rahangnya mulai mengeras, dan berjalan mendekat Kevin lalu menarik bajunya.
" Tau apa lo tentang gue, apa lagi wanita yang selama ini gue sakiti hatinya, tau apa lo tentang gue, gue lemah karena wanita , Dia tunangan gue, yang selama ini gue abaikan apa salah kalau gue perbaiki" ucap Reynal yang dengan amarah dengan ucapan Kevin, dan melepaskan cengkraman baju Kevin kemudian duduk.
" Maafkan gue, harusnya gue emang gak campur adukkan masalah pribadi gue, maka dari itu, gue mundur jadi ketua osis, dan dihendel oleh Reno, bukan apa-apa tapi gue jaga-jaga aja" kata Reynal.
Mereka akhirnya mengerti maksud Reynal, takut fokusnya terpecah makanya ia serahkan ke Reno.
" Tapi lo masih kan di Osis?" tanya David
Reynal menggelengkan kepala" Gue bantu kalian dari luar, apapun itu, kita tetap bareng tapi , gue harus kejar kelinci gue yang sudah lari jauh, gue takut kalau gue tetap berada disini, gue makin susah untuk dapatkannya" Jelas Reynal.
" Terus apa rencana lo" tanya Reno,
" Gue fokus dengan futsal aja" ucapnya.
" Eh tunggu deh, lo tadi sebutin tunangan, lo sudah tunangan?" Tanya Kevin kepo
Reynal mengangguk, membenarkan pernyataannya yang ia ucapkan, kala emosi tadi, Kevin langsung tepok dahinya, Reynal lalu pamit pergi dari ruangan osis itu, dengan wajah sedikit frustasi.
" Bucin tu anak" ucap Kevin.
" Sudah, kita gak tau mukin ini terbaik untuknya" kata Reno yang tak ingin terjadinya keributan lagi.
π³π³π³π³π³π³π³π³π³π³
Dela terbangun dari tidurnya betapa terkejutnya dia, saat dapati Daren disebelahnya.
" Boo..." masih dengan khas bangun tidur.
" Iya Bee.." ucapnya sambil menghentikan jarinya yang sedari tadi membuka ponselnya.
" Sejak kapan kamu disini?"
" Sejak 30 menit yang lalu" ucapnya santai.
Dela melotkan matanya dan menarik nafasnya, lalu menghadap ke sekitarnya.
" Maaf Boo, Dedel ketoilet ya, bentaran doang" kata Dela yang langsung lari ngacir.
Daren tersenyum manis dengan menunjukan lesun pipinya, begitu juga Aldo yang menoleh sekilas ke arah Dela dan masih dengan petikan gitarnya.
Dela sudah berada ditoilet, dan membasuh wajahnya beberapa kali di westafel.
" Oh Mamae..., kalau kak Daren datang dari 30 menit tadi-" kata Dela sambil berfikir dan tiba -tiba menutup mulutnya dengan tangan yang terbuka.
// Jangan-jangan kak Daren liat lagi tidur gue, dengan mulut terbuka atau mendengkur_Dela//
__ADS_1
^Oh my god-, ^ guman Dela yang mengacak rambutnya frustasi, tak lama Dela keluar toilet menuju kelasnya, setelah membasuh wajah dan fikiran-fikiran yang ambigu.
"Astaga Dedel-,lo ngapain di toilet lama amat?" kata Mira yang melihat Dela baru masuk ke kelas.
" Kirain tidur lo ditoilet " kata Samir menambahi.
" Hehe maaf "ucapnya yang berjalan kearah Daren.
" Bee nih minum dulu biar segeran" kata Daren yang memberikan sebotol air minum.
" Makasih" kata Dela yang menerima botol yang diberikan Daren dan Dela meneguk air minumnya.
" Bee kamu lapar tidak, keluar yuk ke kafe dekat sekolah aja mau, biar segeran" kata Daren.
" Mmm boleh" ucap Dela yang memang merasa perutnya lapar.
" Beb...gue keluar duluan ya" kata Dela ke sahabatnya.
" Kemana?" tanya Rani
" Ada deh, saya pinjam dulu boleh?" kata Daren.
" Boleh tapi ingat, bawa pulang gak ada yang lecet Bro". kata Aldo yang menghentikan petikan gitar.
" Beres, Ayo Bee" kata Daren ke Aldo dan kemudian mengajak Dela.
Setelah Dela pergi dengan Daren, empat sahabatnya pun tersenyum melihat sahabatnya bahagia.
" Sweet banget mereka" kata Samir
" Iya gak kaya kita jomlo" ucap Mira yang masih menatap punggung Dela dan Daren yang masih terlihat.
Sadar akan kedua sahabatnya, Rani dan Aldo saling pandang dan lalu meneriaki keduanya.
"Makanya cari pacar!!!" kata Rani juga Aldo dan meneriaki keduanya, Mereka yang di teriaki menutup kuping.
" Aww... gila suara kalian " kata Samir dan Mira barengan.
Aldo dan Rani hanya tertawa melihat Respon keduanya. Sementara Siswa /i yang dikelas melihatnya hanya gelengkan kepala melihat Aldo , Rani , serta Mira dan Samir.
π³π³π³π³π³π³
" Bee thanks ya" ucap Daren
" Buat apa Boo?" tanya Dela heran
" Waktunya" ucap Daren.
// Astaga kak Daren, sesederhana itukah kamu kak, gue hanya luangkan waktu ku untuk kamu aja kamu bilang terimakasih, buat jantung gue meraton aja_Dela//
" Nih..." kata Daren memberikan beberapa Candy untuknya.
" Candy untuk ku Boo?" kata Dela dengan mata berbinar-binar.
" Iya, tadi aku mau kasih ini, tapi sampai kelas ada bidadari lagi tidur jadi aku mengurungkannya" ucapnya lagi dengan sedikit goda Dela.
Dela tersenyum malu, mengingat kejadian tadi, terlihat pipi Dela terlihat memerah,
Daren ikut tersenyum, lalu menyolek hidung Dela.
" Kamu lagi blushing ya bee" kata Daren membuat Dela semakin blushing dan menundukan wajahnya.
Tak lama pesanan mereka datang, dengan dua mangkok bakso, dan dua es campur, Dela buru-buru menyeruput minumnya untuk menghilangkan blushingnya.
//Huh... gila nih jantung gue , mamae_Dela //
" Sudah jangan ngeblush dong bee, ayo dimakan" kata Daren dan dianggukin oleh Dela.
Tanpa sengaja Dela melihat Reynal berada disana juga yang sedang mengepul R***knya. dengan segelas minuman hangat.
// Apa gue gak salah liat apa, apa itu yang dia bilang berubah, terserah deh// Dela dengan tak perdulinya.
" Bee kamu liatin apa?" ketika ketahuan sedang melihat arah lain.
"Ah..emm gak Boo..." ucapnya tersadar
"Besok ujian, kamu belajar yang bener ya, aku gak mau nilai kamu jelek Bee." kata Daren yang kemudian menyeruput es campurnya.
__ADS_1
" Iya Boo, aku janji nilaiku akan baik-baik aja." ucapnya.
" Bee..nih waktu kita manfaatkan ya," kata Daren
" Iya boo.." kata Dela dengan senyumnya.
" Nanti malam aku jemput gimana?" kata Daren.
Uhuuk..uhuuk..
" Hati-hati Bee" kata Daren dengan mengusap punggung Dela.
" Iya maaf, Aku usahain keluar ya Boo,"
// Kalau nanti kerumah bisa habis gue belum lagi Bunda dan Ayah datang kerumah untuk mengisi Malam panjang karena pagi libur_Dela//
" Iya aku gak maksa yang penting hari ini aku bisa bareng kamu" kata Daren sedikit kecewa.
" Atau kita habiskan hari ini berdua Boo"
"Boleh kalau kamunya tak keberatan" usul Daren dan kemudian mendapat anggukan dari Dela.
"Bee bentar Deh, aku ke toilet bentar" ucap Daren.
" Iya boo, jangan lama -lama" ucap Dela pula.
Kepergian Daren ke toilet, membuat Dela menoleh ke satu arah, Reynal ternyata masih melakukan hal yang sama.
^Itu bukan lo Ta^ guman Dela yang tanpa di sadari Dela berdiri dan berjalan ke arah Reynal dengan tatapan tajamnya.
Reynal duduk dengan santai, bajunya pun telah ia keluarkan matanya merah karena Asap, yang sebenarnya Reynal memang tidak pernah lakuin itu.
//Gue gak perduli La, lo berfikiran apa, gue sudah terlanjur janji sama kedua orang tua lo juga orang tua gue, gue juga gak ingin mengecewakan mereka La_Reynal//
//Lo kira gampang apa lakuin kewajiban gue, gue seorang laki-laki yang mempunyai tanggung jawab di usia mudaku_Reynal//
//Aku kangen kamu Ay, maafin aku Ay karena aku gak jujur sama kamu dari awal, hingga aku menyakiti hati kamu tapi bukan kamu aja Ay tapi Dela_Reynal//
// Salah aku karena tidak bisa terima kenyataan ini sejak awal_Reynal//
" Ta.." mengambil Rk yang ada ditangan Reynal dan mematikannya.
"Lala.." kata Reynal yang terkejut adanya Dela.
" Lo disini-, sejak kapan?" ucapnya ketika melihat Dela dengan wajah merahnya.
" Sejak tadi, jangan lakuin itu, jangan ngaco lo Ta, bukan ini yang namanya merubah diri" kata Dela dengan keselnya.
"What ever La.., Gue butuh waktu untuk semuanya, dan waktu gue sudah gak banyak karena gue harus kejar kelinci gue yang sudah di curi orang" ucapnya dengan menyindir Dela.
//Sebenarnya kuda gue Ta yang sudah dicuri orang bukan kelinci lo_ Dela/
" Itu terus yang lo bahas, jangan macam-macam deh Ta, satu lagi jauhin benda ini " kata Dela mengambil rokok yang masih tersisa.
" Lo kenapa sih, lagian Fia mau lo kemanain, dan lo gak kasihan sama badan lo" kata Dela.
" Terserah, Salah kalo gue berusaha,
gue akan manfaatkan waktu gue sebelum gue lulus La." kata Reynal tanpa melihat Dela.
" Bee...Kok disini" ucap Daren yang baru datang dari toilet.
" Eh Boo," kata Dela yang sedikit terkejut.
"Ayo balik lagi kemeja, permisi kita balik kemeja lagi" kata Daren ke Dela dan pamit kepada lelaki yang seragamnya sama dengan Dela.
Reynal hanya menatap kepergian Dela dan Daren dengan tajam.
πππππππ
Bersambung..
.
Salam hangat
Reynal dan Dela.
__ADS_1