
Prom night party belum usai, karena acara akhir adalah acara Dansa, ini adalah rangaian acara yang paling dinanti oleh siswa/i.
Reynal cs sudah menggandeng para pasangannya, sama seperti yang lainnya, walaupun bukan pacarnya seenggaknya mereka bisa nikmati pesta dansa dimalam prom night.
Reynal dan Dela masih berada di rooftop, menikmati malam yang indah, tampak dari sana kotanya, dengan berkelip lampu yang terpacar, mereka sengaja tidak mengikuti acara puncak yaitu dansa, mereka masih betah berada diatas rooftop.
Reynal menggenggam tangan Dela, seakan tak ingin melepaskannya, sesekali ia mencium punggung tangan Dela, Dela yang mendapatkan perlakuan manis dari Reynal hanya diam saja, walau hatinya tersenyum indah yang tak dapat dilihat oleh siapapun.
Dalam diam Aldo mengambil foto mereka, yang tampak begitu adem dilihatnya, Aldo tersenyum bahagia,
// Semoga kalian selalu bahagia, ini yang gue mau selama ini_Aldo// Aldo lalu mengurungkan niatnya untuk menemui mereka, Aldo membiarkan pasutri muda itu disana.
Aldo balik ke sahabat-sahabatnya, yang sudah hanyut dalam lantunan musik yang berirama.
" Mana Dedel beb?" Tanya Samir yang melihat Aldo balik sendiri.
" Ada sama suaminya" ucap Aldo.
" Gak lo ajak turun?"tanya Mira lagi.
" Biarkan mereka untuk nikmati ni malam, gue mau balik dulu ya" pamit Aldo.
" Cepat amat, hati-hati lo" ucap Samir. Aldo tersenyum lalu menganggukin kepalanya.
Aldo sudah pulang tinggallah mereka, yang akhirnya mereka putuskan untuk pulang karena hari semakin larut.
" Pulang aja deh, udah gak asik nih?" seru Mira.
" Dedel juga gak turun-turun, jangan- jangan buat ponakan diatas" ucap Rani dengan alibinya.
" Jangan ngaco deh, walaupun ia gak mungkin ditempat ini, pastilah diHotel paling engak dirumahnya, secara mereka sudah sah hanya saja surat mereka aja yang belum keluar" ucap Mira dan di anggukin oleh keduanya, dengan senyum kikuknya.
Di rooftop Reynal masih memeluk Dela, angin terasa dingin, Dela lalu menoleh ke Reynal, " Ta pulang yuk, kita janji sama Bunda lagian ini acara udah mau selesai.
" Iya, kita ke kafe depan Apartemen dulu ya?"pinta Reynal setelah menyetujuinya.
" Kenapa?" tanya Dela heran.
" Anak- anak minta penjelasan, mungkin sudah waktunya." jelas Reynal ke Dela, Dela lalu mengangguk mengerti, karena hanya Reynal cs yang belum tau hubunganya dengan Reynal.
Reynal membuka jasnya untuk Dela agar tak terasa dingin, kemudian mereka berdua menuruni Rooftop sekolah dan menghampiri Yang lainnya, Dela yang sudah lebih dulu memilih masuk kemobil.
" Gays, gue duluan " pamit Reynal
" Gak Asik lo Rey" ucap salah satu kawan kelasnya.
" Maaf teman-teman tapi gue harus pulang lebih dulu, kalian nikmati aja" ucap Reynal yang mengembangkan senyumnya.
Melihat Reynal pamit, tiga sahabatnya ikuti Reynal yang sudah keluar lebih dulu, Reynal sudah berada di dalam mobil, tampak Dela yang sudah memejamkan matanya.
Reynal lalu mengecup keningnya dengan senyuman lalu melajukan mobilnya keluar area sekolah, yang diikuti oleh Tiga sahabatnya.
Sampai di kafe tepat depan Apartrmen, yang tutup jam 12.00 malam, Reynal berhentikan mobilnya, namun melihat Dela ia tak tega untuk baguninya, diambilnya boneka kuda yang tadi ia siapkan, karena mereka berencana untuk langsung pergi kerumah Eyangnya, yang akan ditemani Azar untuk menggantikan mengemudi.
Reynal keluar dari mobil tanpa mematikan mesinnya, Reynal masuk untuk memesan empat kopi, karena Reynal tau temannya sudah sampai.
Reynal duduk dengan santai, dan tak lama tiga sahabatnya sudah berada didekatnya, menarik kursi kosong yang ada didekat meja Reynal, tak lama kopi datang sebelum Reynal bicara.
" Kok mobil lo gak lo matikan Rey" tanya David dengan bodohnya.
" Ada istri gue, yang sudah tertidur?" ucapnya santai.
__ADS_1
" What....!, istri?" Ucap mereka barengan yang merasa kaget dengan ucapan Reynal.
" Iya Istri gue" dengan santai.
" Siapa istri lo, Fia?" tanya Kevin.
" Dela" ucap Reno yang kali ini menjawabnya.
" Dela istri lo, si bidadari galak itu?" ucap Kevin lagi, Reynal hanya menganggukin kepala untuk membenarkan ucapan mereka.
" Astaga Reynal kok bisa?" ucap David yang masih gak ngerti dengan sahabatnya bahkan ia tepok jidatnya sendiri.
" Ya bisalah, sebenernya Rey dan Dela itu memang sudah berhubungan sejak lama" ucap Reno menjelaskannya lagi.
" Jadi selama ini lo-?" tanya David yang ingin lebih jelas.
" Gue dan Dia memang sudah bertunangan sejak dulu, dan kita sudah menikah sejak tiga bulan yang lalu tepat Dela kecelakaan" jelas Reynal ke sahabatnya.
" Pantes gue sering liat dia keluar dari arah apartemen lo" ucap David
" Iya kita tinggal disana" jawab Reynal santai.
" Tapi selamat bro, gue gak nyangka kalian bisa berjodoh, walau suka berantem ataupun kalian saling nyakiti tapi kalian tetap bisa bersatu" ucap Reno.
" Gue salut , gue juga bahagia , pantes beberapa bulan belakangan , lo cuekin Doi, ternyata Lo sudah nikah" ucap Kevin yang membuat Reynal mengangguk kembali.
Tak lama Azar sudah sampai dan Reynal berpamitan, karena Reynal telah meminta Azar untuk menyusulnya ke Kafe.
" Gue duluan, gue mau nyusul bokap gue kerumah eyang gue" ucap Reynal yang dianggukin oleh ketiganya.
Reynal meninggalkan uang lembaran seratus ribu untuk minuman mereka, dan keluar kafe.
" Rey...,Apa gak sebaiknya kamu dibelakang temani Istri kamu?" ucap Azar ke Reynal
" Gak apa, sepertinya dia sudah nyaman begitu " ucapnya dan dianggukin oleh Azar yang berada dibangku kemudinya.
Mereka baru melajukan mobilnya, dengan jarak tempuh lumayan jauh tapi mereka harus bersabar.
Dela terbangun saat mereka sudah berada dipertengahan jalan, " sudah sampai mana kita Ta?" Tanyanya dengan suara seraknya.
" Pertengahan jalan." ucap Reynal yang menoleh ke Dela.
" Zar, lo kalau merasa ngntuk apa lelah kita gantian aja" ucap Dela yang merasa kantuknya hilang.
" Gak usah, masih kuat kok, kembali tidur aja Del" ucap Azar tanpa menoleh ke Dela.
" Iya La Azar benar, kamu kembali tidur geh, nanti aku yang gantiin Azar" ucapnya yang tak ingin Dela kepikiran.
Dikampung Eyang , mereka sedang istirahat diHotel, ya kak Rien memilih Hotel yang simpel untuk acara pernikahannya, ia tak ingin membuang waktunya.
PukuΔΊ 03.49, Mereka sampailah di hotel tempat Rien melaksanakan pernikahan, Reynal yang sempat menggatikan Azar, sebagai pengemudi, ia meminta Azar bangun dan membawa satu koper yang ada di dalam bagasi mobil, sementara ia menggendong Dela langsung masuk Hotel.
Orang Hotel yang paham, dan mengerti saat ia sebut keluarga Darma, orang Hotel lalu mengantar kamar untuk mereka, Azar memilih kamar sendiri, gak mungkin ia sekamar dengan pengantin yang terbilang masih baru itu.
Reynal sudah sampai dikamarnya, dan ternyata kamar mereka pun dihias sangat Apik, namun ia tak perduli karena sangat lelah, ia putuskan untuk segera bersihkan badannya dan melepaskan sepkenyang, lalu ikut naik ranjang tidurnya, huft terdengar suara nafas lelahnya kemudian ia ikut pejamkan matanya mengikuti alur mimpinya.
ππππππππππππππ
Pagi pukul 08.00, semua lagi sibuk dengan kegiatannya karena pukul 10.00, acara ijab qabul akan segera dilaksanakan, mereka dirias oleh MUA.
" Sayang ini baju kamu sama Rey ya" ucap Bunda.
__ADS_1
" Iya Bun makasih" jawab Dela yang sedang dirias.
" La, nih makan dulu " ucap Reynal memberikan Roti bakar dan susu coklat, Dela menerimanya dan memakannya, Reynal lalu keluar kembali setelah pastikan Dela memakan sarapannya.
Diluar para lelaki sedang ngobrol dan bercanda, sambil menunggu para wanita selesai di rias.
" Dek, sudah lo bobol belum ?" celetuk Rayhan, tiba-tiba membuat yang berada disana beralih menatap ke Reynal.
" Lo apaan sih kak" ucap Reynal.
" Kan nanya, gak ada salahnya" ucap Rayhan yang menggoda sang adik.
" Ets...,ingat pesan ayah jangan berani-beraninya kamu sentuh putri Ayah, tunggu dia selesai sekolah dulu Rey, jangan hancurin masa depannya karena ulah kamu, Ayah yakin ia juga ingin bebas dan berkarir" jelas Ayah.
" Iya yah , Rey paham " ungkapnya.
" Wah berarti belum bisa bobol dong Yah, kasihan adik gue" ucapnya
" Yang ada tu kak Ray , kak Ray ditikung tu ma Rey, dia lebih cepat dari kak Ray" cibir Aldo yang baru saja tiba, dan mendekat ke arahnya.
" Aldo, baru sampai Lo?" tanya Reynal, dan Aldo hanya angkat dua bahunya dengan memajukan bibir bawahnya.
" Mas, maaf baru sampai" ucap Papi Sandi yang kemudian bersalaman diikuti sang mami juga Aldo.
" Gak apa ayo duduk" ucap Ayah yang meminta kedua orang tua Aldo untuk duduk, sementara maminya dijemput oleh MUA untuk berhias.
Tepat pukul 10.00, dimana Rien akan ucap janji sucinya bersama sang kekasih, dan tak butuh lama, kata Sah telah terdengar, membuat Rien yang didampingi oleh Dela turun mengikuti rad carpet yang sudah digelar, Rasa haru dan bahagia menjadi satu , Ayah yang bersyukur bisa menikahkan putri semata wayangnya, ikut dalam harunya meneteskan air matanya.
" Ternyata gini rasanya nikahkan anak, berat gue lepaskannya" ucao Ayah Tomi.
" Lo enak tiga, lha gue, cuma atu-atunya, dinikahinya dirumah sakit, dengan persiapan seadanya" ucap Papa Duta yang buat mereka tertawa.
" Iya maaf, namanya diluar dugaan, yang penting sah dulu deh mereka." ucap Ayah Tomi.
" Awas aja , anak lo buat anak gue nanggis" ucap papa Duta mengancam, sedangkan Ayah hanya mengangkat dua tangannya yang masa bodo dengan ucapan sahabatnya itu.
" Yah, pa, apaan sih, sesi foto nih" ucap Rien yang meliat keduanya gaduh.
" Ayah mu nih"
" Yang ada papa kamu nih" yang tak ingin disalahkan.
" Udah jangan berdebat, Rey kan sudah janji bawa kelinci Rey pulang , Rey janji akan menyayangi kelinci Rey, nyawa Rey taruhannya, dah ayo kita foto, kasian tu tamu-tamunya" ucap Reynal yang dianggukin oleh keduanya.
ππππππππππππππππ
.
.
Bersambung
.
.
jangan luka tunggalkan jejakmu kakak
Salam hangat
Reynal & Dela
__ADS_1