Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps- 29 Egois#


__ADS_3

Reynal berada di kelas, memijat keningnya yang terasa riweh di pikirannya, Reno yang melihat Reynal seperti ada masalah langsung mendekatinya.


" Kenapa ? , " tanya Reno, yang menepuk bahu Reynal pelan .


Reynal Menoleh, lalu menyunggingkan senyumnya.


" Gue gak apa Ren, hanya ada beberapa urusan yang harus segera diselesaikan?" kata Reynal sekenanya, Karena Reynal bukan orang yang selalu ngumbar masalah pribadinya.


" Yakin ? " tanya Reno memastikan.


" Ya Ren, gue Fine " ucapnya.


Tak lama Bell masuk berbunyi, saatnya pelajaran akan dimulai, siswa duduk dikursinya dengan tertib.


Sementara Dela di kelasnya, sedang mendengarkan penjelasan dari guru Matematika, Lalu mereka mengerjakan tugasnya dengan nikmat dan sesekali bertanya.


🌳🌳🌳🌳


Tak terasa, Bel istirahat berbunyi itu adalah surga bagi Siswa/i karena bebas dengan beberapa pelajaran.


" Beb, Rok lo-," kata salah satu siswi yang sekelas dengan Dela.


" Ter-paksa Beb " Ucapnya santai dengan sedikit senyum.


" Oh gitu, ya udah kita duluan kekantin ya Del" kata Siswi itu.


" Iya silakan" Kata Dela dengan sopan


" Nanti jadikan kerumah gue, belajar kelompok aja sekalian kita, Mama dan Papa sedang pergi, gue sendiri dirumah" kata Dela.


" Ralat Del, lo ada gue dan kuda lo yang entar malam nemani dirumah, mami baru aja nelpon"


" Iya.. Do makasih " kata Dela dengan sumringah.


" Eh Beb, lo cantik juga pake rok gituan, beli dimana?" tanya Samir yang kepo, karena Dela mengenakan Rok panjangnya.


" Iya bukan lo banget deh" kata Mira yang ikutan komentari penampilan Dela hari ini.


" Tau ah, yuk kantin gak " kata Dela.


" Kantin Dong" ucap mereka hampir barengan.


Mereka menuju kantin, seperti biasa mereka bercanda, Dela yang suka jalan mundur kebelakang, gak sengaja tabrakan dengan Kevin yang sedang jalan bersama David, untungnya Dela tidak terjatuh.


" Dela " ucap Kevin yang sudah menoleh kearahnya.


" Punya mata tidak, main tabrak ajak lo, mata lo dimana, gak di pake" ucapnya dengan nada keselnya.


" Maaf kak Kevin, jangan marah dong, ganteng tingkat Dewanya nanti hilang lo?" kata Dela yang lagi malas ribut.


" Ya, tapi bisakan lewat itu pake mata bukan-, kata Kevin tapi terputus karena tangannya ditarik oleh David.


" Apaan si lo Vid ! , " ucap Kevin yang mengikuti jalan David.


" Gue nggak mau aja, lo ribut sama cewek Men , jangan maluin deh, lagian dia kan sudah minta maaf, hargai perempuan Men " ucap David yang suda berada di depan kantin.


" Nah tu mereka, yuk " ajak David lagi yang melihat Reno juga Reynal disana juga ada Felia dan teman-temannya.


Sesampainya di meja, Reynal melihat Kevin datang dengan wajah kusutnya.


" Kenapa? " tanya Reynal.


" Gak apa-apa? " kata Kevin dan tersenyum kecut. Reynal lalu mengangguk dan menyeruput esnya.


Diseberang sana, Reynal melihat kedatangan Dela dan teman-temannya, lalu menyunggingkan senyumnya.


// Dipakai juga_Reynal //


Lalu meneruskan makannya, karena memang ia belum sarapan sedari pagi karena tidur dirumah sakit , nungguin Fia orang yang sangat dia cinta namun ia putuskan, ia sangat menyayangi kedua orang tuanya serta kedua orang tua Dela, lagian entah kenapa, hatinya saat ini merasa sedikit sakit, ketika Dela bersama kekasihnya.


" Uuh Ribet deh nih rok, gue gunting juga nanti " kesal Dela.


" Jangan dong, lo cantik begini Beb"


" Iya Beb mau gaya apa aja lo tetap cantik"


" Udah , ngomongnya, pesan geh ucap Dela yang masih kesel.


" Gue jus Jambu aja" ucap Dela mengarah kantin namun Tidak sengaja, mata Dela dan Reynal bertemu, Dela lalu menatap mata tajamnya, tapi lain dengan Reynal yang menyunggingkan senyumnya.


// Uh apaan tuh senyum devil gitu, bahagia amat ngerjai gue_Dela//


" Nih buat lo" kata Samir.


" Makasih" Kata Dela lalu menyeruputnya.


Tring.. [ bunyi pesan ponsel Dela ]


Melihat Daren sedang memposting, keberadaannya di kantin bersama teman-temannya dan tertulis.


% Rame tapi tidak ada kamu %


Begitu bunyi captionnya, Dela tersenyum dan menyimpan ponselnya ke saku.


" Kenapa lu senyum-senyum gitu " kata Samir yang melihat Dela tersenyum sendiri


" Em kepo lo Sam " kata Dela Lalu menyeruput minumnya.


" Kaya lo gak tau aja pasti dari Daren la" kata Rani.


" Ralat Boo" kata Aldo, dan itu membuat mereka tertawa.


Dreett..Dreettt !


📲💙 Daren..


Dela langsung melototkan matanya dan kemudian tersenyum.


" Gue terima telpon dulu ya" kata Dela pamit kepada teman-temannya.


" Dela lucu deh pangilan ke kak Daren Boo, kaya belajar baca aja." kata Mira yang melihat Dela pergi.


" Baa ,Bii, Buu, Bee, Boo" lanjut Samir.


Pltak..!!


Awww..., " ringis samir yang mendapat jitakan dari Aldo

__ADS_1


" Itu panggilan unik bege" kata Aldo.


" Iya kaya gue, Dede dan Dii, dan Aldo Dear dan honey " kata Rani yang mencibirkan bibirnya ke dua sahabatnya yang Jomlo.


" Iye-iye kite jomlo, jadi kagak tau rasanye, puas lo" kata Samir sambil menyuap nasi gorengnya.


Mereka tertawa mendengar ucapan dari Samir, yang memang masih ngejomlo.Aldo lalu pamit dengan tiga sahabatnya untuk susul Dela yang menurutnya lama.


Aldo Tersenyum melihat Dela berada ditaman, lalu mendekatinya, Dela duduk sambil menyimpan ponselnya, karena Daren telah selesai menelponnya.


" Sudah telponnya" kata seorang yang sudah duduk disebelah Dela, dan Dela menolehnya lalu mengangguk.


" Del.., sampai kapan lo seperti ini ? " tanya Aldo.


" Maksud lo" kata Dela mengerutkan keningnya.


" Lo sama Rey-, " kata Aldo lirih.


Fuuhh.. membuang nafas kasarnya.


" Dedel nggak tau, Do mungkin bisa selamanya, apalagi sekarang kita sama-sama, sudah miliki orang yang kita sayangi " kata Dela menjelaskan.


" Lo gak sayang sama kedua orang tua lo Del ?" tanya Aldo.


" Sayang la Do, tapi soal Dedel dengan Tata, Dedel capek Do, Dedel selama ini sudah berusaha, tapi Tata yang hancurin Do " kata Dela dan berdiri.


" Ayo masuk kelas, nanti yang lain cari kita " ucap Dela lagi.


Setelah Aldo dan Dela pergi, tenyata sedari tadi ada seorang yang mendengarkan obrolan Dela dan Aldo.


//Maafin gue La_Reynal// dan ikut berlalu pergi.


Tak lama Bel masuk, semua siswa/i mengikuti pelajaran kembali, hingga Bel jam pulang.


🌳🌳🌳


Sesampainya di parkiran, Reynal meminta Aldo agar membawa Dela, Aldo lalu membantu Reynal.


" Del, gue bareng lu aja, ban Motor gue kempes" kata Aldo yang menunjuk arah motornya, Dela mengangguk dan menyerahkan kunci mobilnya, ke Aldo. dan Aldo segera menangkap kunci, yang diberikan oleh Dela.


" Bab... kalian duluan aja, gue sama Dela beli cemilan dulu " ucap Aldo dan dianggukin oleh Rani, Mira dan Samir.


" Do-, apa gak mampir kerumah dulu ambil baju lo" kata Dela.


" Iya kita ke bengkel dulu, Ado ada janji sama orang bentar aja"ucap Aldo.


" Mereka?" ucap Dela.


"Udah percaya deh, Ado gak lama kok, lepas itu kita pulang" kata Aldo.


Aldo melajukan mobilnya ke bengkel, sesampainya di bengkel Aldo parkirkan mobilnya lalu membuka pintu.


" Del, lu mau nunggu , atau mau ikut turun??"


" Lama gak?" tanya Dela.


" Paling lima belas menit gak sampe" kata Aldo mengira-ngira.


" Ya udah, Dedel tunggu sini aja" kata Dela.


Tak berapa lama, Pintu mobil terbuka, dan tertutup lagi, Dela tersenyum.


" Sudah selesai Do ? " tanya Dela ke Aldo tanpa menolehnya karena lagi asik membalas pesan dari Daren, karena Aldo tak menjawab Dela memanggilnya lagi


" Do...kok diam, gue na- " ucapan Dela terhenti, saat ia melihat sosok yang tidak ia harapkan dalam hidupnya.


" Kok Lo sih, Aldo mana, turuni gue " pinta Dela.


" La...susah ngomong dengan Lo ya La, kita kerumah sakit, bantu gue jelasi ke Fia"


" Ogah, itu bukan urusan gue, turuni gue " kata Dela dengan nada tinggi.


" Gak...lu harus ikut gue dulu "


" Lo butuh penjelasan apa Ta, semua terlambat Ta " kata Dela.


Mendengar ucapan Dela, Reynal mengerem mendadak dan menatap tajam ke Dela.


" Gak akan pernah ada kata terlambat bagi gue, gue gak akan rubah kepitusan gue sama hati gue" kata Reynal lebih meninggi.


Deg..


Air mata Dela mengalir atas ucapan Reynal, bukan merasa baper atau bahagia, melaikan sakit ia rasakan.


" EGOIS lo " ucap Dela dengan menekan kata-katanya, dan mengusap air matanya kasar.


Dengan melepas Cincin, yang ada dijari manisnya, lalu membuangnya ke belakang kursi penumpang.


" Gue gak butuh tu cincin , juga lo yang dari dulu egois" kata Dela dan keluar dari mobilnya sendiri.


Dela lari dan memanggil ojek, sementara Reynal hanya bisa memukul kemudinya.


"^Aggrrhh-, Susah bener sih La ajak lo bicara, iya La lo bener, selama ini gue lah yang egois, tapi apa salah gue menebusnya^ . guman Reynal


🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳


Reynal sudah berada di rumah sakit, karena harus menemui Fia. Fia sudah siuman, dan memanggil-manggil namanya.


" Ay...," menggenggam tangan Fia dan Fia mulai sadar. dan menoleh ke arahnya.


" Aya...,"


" Suttth, jangan banyak gerak ya, nanti lukanya terbuka dan berdarah " kata Reynal.


" Aku kangen kamu yang seperti ini Ay-," kata Fia.


Reynal hanya tersenyum dan mengusap kepala Fia, " Iya, jangan lakuin hal bodoh lagi ya?" kata Reynal dan itu dapat anggukan oleh Fia dengan senyumnya.


Setelah pertengkarannya dengan Dela, Reynal pergi ke rumah sakit, yang memang awalnya ia ingin membawa Dela kerumah sakit untuk mendampinginya, Namun ke egoisannya, semakin membuat Dela pergi menjauh darinya.


Dela sudah bersama sahabatnya, belajar bareng, tanpa banyak tanya, karena Aldo tadi sudah menjelaskan kalau Dela ada urusan lain.


" Bentar gue minta Bi Marni masak untuk kita ya" kata Dela.


" Siap Beb.." ucap mereka bareng.


Tak lama Dela kembali bersama mereka, bercanda sambil lempar bantal, apalagi Mira dan Samir yang selalu menjadi gelak tawa mereka.

__ADS_1


" Del, lo tadi nemui siapa Rey atau Daren, soalnya Aldo pulang bawa mobil Rey?"


" Jangan rubah mood gue deh Ran " kata Dela yang malas membahas Reynal.


Rani sudah tau jawabannya, dan itu pasti ia habis bareng Reynal, karena setiap ada hubungan dengan Reynal, Dela menjauh bahkan malas-malasan.


" Jadi kan tidur rumah gue" ucap Dela.


" Yoi.. jadi dong" kata Mira yang merangkul Sahabatnya.


" Ntar malam nongkrong ke tempat cing Dayem yuk " ajak Rani.


" Boleh tu"


" Gak... lo gak boleh pergi Dedel sayang, nanti ada apa-apa gue yang kena"


" Ado sayang , Bebeb Dedel yang tampan, gue gak kenapa-kenapa kok, jangan khawatir" kata Dela.


" Baiklah gue ikut.." kata Aldo


" Gue yang gak izini " kata seorang dari luar yang baru masuk.


Dela memutar matanya dengan malas, kedatangan Reynal yang akan buat kacau semuanya, Dari kejauhan, Bi Marni melihat Reynal datang diwaktu tidak tepat.


^ Wah ada Den Rey, Bisa perang ini, aku harus cepat-cepat kesana^ Guman Bi Marni.


" Non... maaf makannya sudah selesai Bibi siapkan" kata Bi Marni.


" Baik Bi, terima kasih" kata Dela sopan.


" Beb Ayo, nanti keburu dingin" kata Dela yang mendului berjalan dan menganggap Reynal dengan Acuh.


Reynal mengusap wajahnya dengan kasar, lalu pergi menuju kamar tamu. meninggalkan mereka yang asik lagi makan.


Aldo yang melihat Reynal dengan wajah kusutnya, Aldo mengurungkan makannya, dan segera menyusul Reynal.


Sesampainya dikamar, Reynal memukul dinding kamar dengan genggaman tangannya, tanpa ia sadari tangannya terluka.


" Shiit-, " ucapnya yang menahan amarah dan kesalnya.


" Rey-, Lo tadi bahas apa, sampai Dela menangis, Lo tu harus sabar hadapi dia jangan pakai emosi, yang ada lo terlihat Egois" kata Aldo yang sudah membersihkan luka Reynal.


" Harusnya lo selidiki dia dulu kenapa bisa jauhi lo, gue dan Sarah sudah berusaha bantu lo, tapi Dedel gak mau cerita.


" Do, Apa gue selama ini egois?" ucapnya lirih.


" Mungkin " kata Aldo singkat.


" Sekarang lo lebih berat lagi, karena Dela bukan hanya milik lo, tapi Daren."


" Apa dia sangat mencintainya?"


" Mungkin, karena ia selalu bilang ada rasa yang beda saat dekat Daren"


" Menurut Lo, bagaimana dengan Daren?"


" Ada cinta yang tulus, dimatanya Rey"


" Ya sudah sebaiknya lo mandi, bersihkan badan lo, nanti kita makan bersama" kata Aldo setelah selesai mengobati tangan Reynal yang terluka.


Aldo keluar nemui ke empat sahabatnya, yang sudah selesaikan makannya.


" Lo kemana sih kok gak ikut makan" kata Samir.


" Habis dari kamar mandi buang hajat" kata Aldo sekenanya.


" Gue mau pulang lo ikut gak?" tawar Samir.


" Gue nyusul aja, gue mau makan"ucap Aldo


" yaudah, Del kita pulang dulu ya , entar kita datang lagi kesini "


" Iya hati-hati kalian ,bye "


" Bye "


Dela mengatar sahabatnya kedepan pintu, dan melambaikan tangan, setelah Semua sudah pulang, Sekarang tinggal Dela dan Aldo sementara Reynal masih dikamarnya.


" Mandi geh, bau asem" kata Aldo sambil menutup hidungnya.


" Enak aja" kata Dela dan lari kekamarnya.


Dela membuka pintu kamarnya dan Dela merebahkan badannya diranjang kebanggaannya, lalu pejamkan matanya.


// Kemana aja lo selama ini, disaat gue berjuang ,sampai aku lelah, dan saat aku sudah mencintai seorang, lo bilang akan berjuang bertahan, Lo memang Egois Ta-Dela //


Sementara dibawah Aldo dan Reynal sedang menyantap makannya.


" Fia dirumah sakit Do, dia coba bunuh diri dengan mengiris urat nadinya" ucap Reynal lirih.


" Lo ada masalah dengannya?" tanya Aldo.


dan mendapat gelengan dari Reynal.


" Gue putuskan hubungan gue sepihak, karena gue janji sama ke empat orang tua gue, untuk bawa kelinci gue" kata Reynal yang tak semangat untuk makan.


" Lo gila ya Rey , apa sebatas itu lo mikir, apa tidak bisa lo baik-baik bicara dengannya juga Dedel, anak orang woy." kata Aldo yang sudah menghentikan makannya.


"Saraf lo ya Rey, bener kata Dela lo emang egois" Aldo pergi meninggalkan Reynal,


Reynal terdiam dan menunduk menyadari kesalahannya.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


.


.


Bersambung


.


.


salam manis


Dela Reynal

__ADS_1


__ADS_2