Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps -14 Sporter berwujud Bidadari#


__ADS_3

Dela langsung mengambil ponsel menelpon seseorang, merasa kesal atas kejadian ini.


Del canπŸš΄β€β™€οΈ


πŸ“² Ado... , jemput gue di apartemen Tata, gila tu anak main tinggalin gue


Ado ken⛹️‍♂️


πŸ“²Iya gue kesana.


Telpon dimatikan, Dela cari baju yang kira-kira cukup untuknya, dibukanya lemari Reynal.


" Aha dapat" Dela ambil kaos polos lalu ia ikat di pinggang dibentuk pita, dan dengan rok sekolahnya.


" Salah sendiri main tinggal, gue acak-acak nih lemari" kata Dela ngomel- ngomel sendiri.


Pintu terbuka, dari luar dan Dela menolehnya, ternyata Aldo yang datang menjemputnya.


" Sudah, yuk berangkat, Lo kenapa nggak telpon gue aja dibawah Do, Biar nggak capek?"


"Nggak papa yuk berangkat, yang lain sudah nunggu"


"Iya.."


Mereka berdua keluar dari apartement, menuju parkiran, Lalu Aldo menghidupkan mesin mobil dan melajukan mobilnya ke pertandingan.


Di area pertandingan tiga sahabat Dela sudah berada disana bersiap menjadi sporter sekolahnya, tapi nanti ada SMA Pembaruan juga yang akan main, yang tak lain Sekolah Daren.


" Mana sih, Dedel lama Amat, bentar lagi dimulai nih Pertandingannya" kata Mira.


" Sabar dulu Rara, lagian Dedel tu nggak mungkin nggak datang, secara sudah di pinta khusus semalam, tadi dapat masalah , dan nggak tau dibawa kemana sama kak Rey, aneh akhir-akhir ini kak Rey" kata Rani yang memikirkan sikap aneh Reynal ke Dela.


" Ngomong apa sih kalian , noh Dedel datang bareng Aldo" kata Samir.menunjuk pakai dagunya.


Mereka menoleh ternyata bener, Dela memang sudah datang , dan kali ini bareng Aldo.


" Pakai baju siapa lo?" Tanya Mira yang melihat baju Dela seperti kebesaran.


" Baju Rè-, eh baju Gue la, " kata Dela dengan cuek.


" Sudah, Jangan ribut , nih tim siapa yang duluan main? " tanya Aldo.


" SMA kita Do" kata Samir dan dianggukin oleh Dela dan Aldo.


Reynal buru-buru keapartemen dengan membawa dua bungkus nasi yang ia beli, ia segera masuk le kamar untuk bangunkan Dela.


" La... bang...." panggilannya terhenti saat melihat kamar kosong serta berantakan, shiit , kemana dia, ucapnya panik, namun tak kehilangan akal, ^ Aldo ya Aldo pasti sudah menyusulnya, cuma dia yang tau kode apartemen ini^ gumamnya


Belum lagi Reynal menghubunginya Aldo sudah lebih dulu menghubunginya dengan mengirimkan foto Dela yang berada dilapangan, Reynal lega dan iapun langsung ambil tasnya karena pertandingan bentar lagi mulai.


Pertandingan akan dimulai semua tim harap segera dilapangan, terlihat disana ada Reynal cs sudah memakai seragam futsalnya.


" Do..,Senior galak ikut juga?" tanya Dela Γ½ang melihat Reynal cs sudah disana


"Hmm" Jawab Aldo malas.


" Malas bingit gue" kata Dela.


" Sama, apa lagi noh ada ceweknya" Kata Aldo menunjuk lewat dagu.


" Pantes gue ditinggal , dasar senior gak ada Ahlak" masih berbisik dengan nada keselnya.


Disana Reynal sudah berkumpul dengan teman lainnya , tapi Fia masih Erat menggenggam tangannya.


" Lepas yank, aku tinggal dulu ke lapangan doain aku ya"


" Iya Ay, pasti di doain, apalagi calon suami yang main" kata Fia terkikik.


Reynal hanya lempar senyumnya dan pergi ke lapangan, Terlihat lah Aldo yang mengepalkan tangannya, karena melihat Reynal yang tidak mengerti atau bo**h, dia menodai pertunangannya.


" Sudah Do, kamu tenang kalau dia bisa seperti itu, gue juga bisa Do, dan nanti gue bilang ke Bunda untuk batalin semuanya, biar nggak ada beban dihidup gue" kata Dela,yang mengusap tangan Aldo lembut untuk menenangkannya, Aldo membalas tersenyum kecut, dan mengusap pucuk kepala Dela.


//Sabar ya Del, masih ada aku lindungi lo_Aldo//


Pertandingan memang baru saja dimulai, tapi Dela, Rani dan Aldo tidak terlalu fokus dengan pertandingan, lain halnya dengan Samir dan Mira yang memang menyukai olahraga ini.


" Hai" Tiba-tiba dikejutkan oleh suara dari belakang, Dela dan Aldo menoleh, ternyata ada seorang yang lagi dekati Dela, dengan tampang cool dan senyum manisnya, sehingga terlihat lesun pipinya.


" Hai juga" Kata Rani yang melihatnya, sementara Dela sedikit terkejut atas kedatangan laki-laki itu.


" Kak Daren?" ucapnya lirih.


" Iya ini saya, saya kira kamu tidak jadi datang?" ucap Daren.


" Iya sebenernya tadi rencana gitu" ucapnya dengan senyumnya.


" Dedel senyum lo, jangan begitu, nanti buat yang lain diabet " ucap Aldo.mengingatkan


" Iya Do maafin gue" kata Dela yang mengrti maksud Aldo.

__ADS_1


" Saya hanya kasih ini, Lolipop untuk kamu, semangat nontonnya ya" kata Daren.


Dan tanpa berpikir-pikir Dela langsung menerimanya. " Thanks kak" kata Dela ke Daren.


" Sini saya bantu buka" titah Daren.


Sementara Disebrang sana terlihatlah seorang, yang perhatikan Dela dan Daren, dengan menahan emosinya dengan rahang sedikit mengeras.


//Ganjen_Reynal//.


Aldo yang menangkap pandangan Reynal tersenyum, terlihat wajah keselnya melihat Dela dengan cowok lain.


// Sudah gue bilang, jangan buat kelinci lo di luar sana merasa sendiri dia akan liar Rey, jangan salahi gue kalau kelinci lo dimiliki orang lain_ Aldo// yang masih Fokus kedepan.


" Nanti Dela dari sini aja, melihat kakak main" kata Dela.


" Iya tidak masalah" kata Daren yang menyibakkan rambut Dela, yang terkena Angin, Dela salah tingkah dengan sikap Daren, jatungnya mulai tak beraturan.


Deg...Deg...Deg..


//Aldo tolong gue, jantung gue_ Dela//


" Eheem, jangan buat ke uwuan disini bebeb" kata Rani yang siap telponan dengan sang pacar Membuat Dela tersenyum kaku dan semakin salah tingkah.


" Nanti pulang bareng gimana?" tanya Daren.


" Emm..." sambil garuk-garuk kepala, dan menyenggol Aldo.


" Gue kan pulang kerumah Bunda, gimana donk" berbisik ke Aldo.


"Gak apa, gue yakin Bunda nggak marah" kata Aldo kembali berbisik dan mengangukin kepala ke Aldo.


" Boleh kak"


" Ya sudah, saya balik kesana, bareng tim saya"


" Iya kak semangat" dengan senyum tipisnya.


" Do, Ran, jantung gue rasanya meraton, perlu bawa ke spesialis jantung sepertinya" kata Dela yang memegang dadanya.


" Wah lo suka ya dengan dia ya?" goda Rani


" Nggak tau juga , tapi kalau dekat dia, jantung gue , oh No" kata Dela panik.


" Ye...Tim kita menang !!" Sorak Mira dan Samir tiba-tiba, sambil menoleh mereka bertiga yang ternyata sibuk sendiri.


" Tidak tertarik beb" kata mereka kompak.


" Terus, kalian? Tanya Samir bingung


" Nyemangati lo berdua" kata Rani enteng


" Lo berdua juga" Kata Samir yang menoleh arah Dela dan Aldo, mereka dengan enteng dan kompak menganggukin kepala.


" Uuh apaan si kalian" kata Mira dengan nada keselnya.


" Hihi..maaf Beb" kata mereka kompak dengan meringis


" ini giliran kak Daren, Tanding tu" kata Rani ke mereka.


" Eh Del.., dapat Lolipop dari mana tu" tanya Samir tiba-tiba.


" Kak Daren" ucapnya polos dan singkat.


" Cie..." goda Mira yang membuat Dela Salah tingkah.


SMA mereka memang menang , mereka bersorak gembira bahkan sebagian dari mereka menghampiri tim Futsal sekolah,


Reynal tersenyum tipis, tapi Fia takut Reynal menjauh , Fia mendekatinya. tapi Dela Cs tidak niatan tu untuk beri selamat ke mereka.


Reynal bersama temannya lagi kumpul dan mendapat ucapan selamat oleh teman- teman mereka. Reynal melihat kekssihnya lalu mendekat.


" Ay.. " panggil Fia dengan senyum cantiknya.


" Ini berkat doa kamu yank" kata Reynal lalu mengusap kepalanya.


πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡


Pertandingan berikutnya giliran tim Daren, Daren menatap Dela, Dela mengangkat tangan dan mengepal lalu tersenyum manis,Daren pun tersenyum dengan mengangkat jempolnya.


Pertandingan Futsal sudah dimulai, Daren sudah fokus dengan permainannya, bahkan ia mencetak gool, Semua yang nonton ikut gembira.


" Wah hebat kak Daren, tambah semangat gue" kata Mira.


" Yang ada tu Daren semangat, Sporter berwujud bidadari saat ini berpihak dengannya" kata Samir yang Mencibir bibirnya dan ditonyor kepala Samir oleh Aldo.


" Apaan lo" kata Samir.


" Ribut Aja lo" kata Aldo.

__ADS_1


" Diam lo pada" kata Rani menengahi.


Benar saja, mereka melakukan tendangan babak terakhir, untuk menentukan siapa yang menang, Daren melihat ke arah Dela melemparkan senyumnya, begitu juga dengan Dela melemparkan senyum manisnya untuk Daren, tanpa menunggu waktu lama Daren masukan bola ke gawang, dan mereka menang sorak-sorak terdengar diluar sana.


" Cie... Ada yang menang nih" kata Rani yang menggoda Dela, Dela terlihat tersenyum melebar.


Terlihat Dari sana, Daren berbalik arah dan berlari kecil kearah dimana Dela Cs duduk.


" Ikut saya" setelah sampai di tempat dimana Dela dan sahabat-sahabatnya duduk Daren menggenggam tangan Dela dan membawa Dela ke arah lapangan, Dela masih diam tapi tetap mengikuti langkah Daren.


" Kenalin, ini teman perempuan saya" kata Daren memperkenalkan Dela ke teman-temannya.


" Pantes, dari tadi semangat ternyata-" kata salah satu teman Daren.


" Bisa aja kamu" kata Daren lalu melihat ke Dela, Dela lalu tersenyum tipis.


" Saya langsung cabut bisa" kata Daren yang tidak ingin berlama-lama kenalin Dela, takutnya Dela semakin Salah tingkah atau malu dengan posisi sekarang.


" Oke kapten" kata mereka barengan.


Setelah berpamitan, Daren dan Dela pergi meninggalkan tim Futsalnya.


" Ayo.. saya harus balikin kamu ke teman kamu, dan harus izin mau bawa kamu pulang" kata Daren lembut.


Dela sedari tadi hanya diam, tapi hatinya seakan meraton, dan membuat hati sesak bernapas.


" Hai.. saya boleh bawa bidadari cantik ini?" Tanya Daren setelah sampai di tempat Dela dan sahabatnya kumpul.


" Silakan" kata Rani


" Tapi hati-hati ya jangan sampai lecet" kata Mira


" Ia dia bidadari kita-kita" kata Samir yang tak mau kalah.


" Bro, kali ini boleh lo bawa, jaga dia baik-baik, antar dia kerumah Bundanya, karena mamanya sedang tidak dirumah.


" Baik la saya permisi dulu terima kasih ijinnya" kata Daren yang bersalaman ala lelaki dengan perlihatkan lesun pipinya.


Daren dan Dela meninggalkan sahabat-sahabatnya, dan menuju motor sport warna merahnya.


" Mana mobil kamu kak?",,


" Ada, lagi ingin mengendarai motor supaya bisa dipeluk kamu" ucapnya santai.


Deg..


Terdiam sejenak" Bisa aja kamu kak" kata Dela dan tersenyum.


Daren memberikan Helm ke Dela, Dela menerimanya kemudian naik, Tak lama mereka pergi meninggalkan lapangan Futsal.


" Kita berhenti ditaman itu dulu ya" kata Daren, dan disetujui oleh Dela.


Mereka berhenti di sebuah taman , mereka duduk dikursi, yang tersedia disana.


" Bidadari yang disamping saya, sudah dimiliki belum hatinya."


Deg..


//Apa maksud kak Daren ?, nembak gue, hati gue memang nggak ada yang miliki, tapi raga gue sudah dimiliki kak_Dela//


" Hei kok melamun"


" M-ma-af kak, ta-tadi kak Daren tanya apa?"


" Sudah ada yang miliki kamu tidak, kalau tidak, boleh tidak miliki hati kamu"


Deg..Deg..Deg..Deg!!


//Ya allah jantung gue, semakin kencang aja, ingin rasanya melompat_Dela//


" Em..Em.. kak, Dela masih Deg..Degan ini, bisa tidak kasih Dela waktu, karena Dela tidak tau ini jantung Dela berdetak cepat" Dengan polosnya.


" Oke..., yuk pulang " kata Daren Dengan tersenyum yang mengerti posisi Dela yang sedang kebingungan ingin jawab apa sementara kedengaran suara jantung yang tak beraturan.


Daren melajukan motor dan segera membawanya pulang, Dela yang masih terasa jantungnya meraton ia memilih diam


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


.


.


Bersambung


salam hangat


Reynal &Dela.


Jangan lupa tinggalkan like dan komentar nya

__ADS_1


__ADS_2