Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps - 64 Asal Lo Bahagia#


__ADS_3

Pagi ini Reynal bersiap ke sekolah, sebelumnya ia masukin surat Sp Dela,


ia akan mengurusnya nanti disekolah, bagaimanapun Dela istrinya.


" La... bangun , kalah tuh dengan matahari" ucap Reynal yang bangunkan Dela.


" Berisik ,gue libur, Lo sekolah" ucap Dela dengan kesal.


" Tapi gue mau berangkat La" ucap Reynal yang masih kekeh bangunkan Dela.


" Berisik Lo Ta" ucapnya lagi masih dengan pejamkan matanya.


" Mandi Ge.." Ucap Reynal yang mengenakan sabuk pinggangnya dicelana seragamnya.


" Iih..Tata... Lo bisa gak , gak berisik, gue terganggu"


"Yah sudah, gue izini tapi bangun jangan siang-siang"


"Hemm"


Reynal lalu tersenyum dan menarik selimut Dela kembali menepuk-nepuk kepala Dela dengan pelan dan sayang, Reynal menjulurkan tangannya dihadapan Dela, dengan jahil Reynal menekan-nekan pipi Dela yang cuby, pakai jari telunjuknya.


" Apa lagi sih Ta" kata Dela ketus lalu bangun langsung duduk, karena merasa tidurnya terganggu.


" Galak amat, gue mau pergi nih " ucap Reynal, yang langsung menyodorkan punggung tangannya, Dela yang mengerti maksud Reynal segera mencium punggung Reynal dengan wajah yang masih kesel.


" Istri soleha Tata " ucap Reynal yang mengusap kepala Dela dengan tangan satunya.


^ Gue akan mengurusnya La, gue akan lakuin apa aja asal lo bahagia la^ gumamnya.


Dela kembali tidur dan memejamkan matanya kembali, sementara Reynal menutup pintu kamarnya menuju meja makan ia tau Dela masih ngantuk.


" Sudah mau pergi Rey?" Tanya Bunda.


" Iya Bun-" Jawabnya.


" Dedel gak kamu ajak sarapan?" Tanya Bunda lagi.


" Gak bun, Dedel tidur lagi" ucapnya sambil meneguk susu yang dibuatkan Oleh Bunda.


" Bunda ini untuk Lalakan, Biar Rey yang antar " ucap Reynal yang melihat ada sarapan untuk Dela, Reynal kembali kekamar , meletakan sarapan Dela plus dengan susu kesukaannya di nakas.


Siap antar sarapan Reynal, pamit untuk pergi ke sekolah, hari ini baginya hari yang melelahkan, harus menghadap Bk karena surat panggilan Dela kemarin, sorenya harus bersiap harus tanding Futsal dengan SMA Pembaruan.


Sesampainya di Sekolah, Om Doni yang tak lain kepala sekolah, menemuinya ketika Reynal masuk kekantor.


" Rey-, masuk ruangan om"


" Iya om-"


" Mau keruang Bk"


" Iya om"


" Bersikaplah sewajarnya, Dela bukan orang lain, dia istri kamu, jadi jangan terlalu keras. walau om tau kamu menghukum yang salah tidak pandang bulu, tapi yang kamu hadapi istri kamu sendiri Rey" jelas Om Doni.


" Ia om, maafin Rey, Rey salah"


" Sudah, biar Dela om yang urus, kamu urus tugas kamu" ucap Om Doni yang persilakan Reynal keluar.


Dari kejauhan, tampak Aldo dan temannya mengarah ke dirinya, tapi Reynal tak menghiraukannya, ia berjalan lurus dan masuk ke ruang osis, terdengar beberapa teriakan memanggilnya, tapi Reynal tak ingin menanggapinya, untungnya yang jaga kali ini David dan Kevin, serta dibantu anggota lainnya.


Reynal membuka leptopnya, mengerjakan sesuatu yang memang belum rampung ia kerjakan.

__ADS_1


Sementara, Dikelas Dela mereka merasa kesepian, karena Dela discorsing, hanya gara-gara adu mulut dengan Felia dilapangan kemarin.


" Kak Rey tadi kekantor" Ucap Rani


" Apa dia yang datang untuk Dedel?" Tanya Mira.


" Sepertinya begitu, wajarlah beb, Rey kan sekarang ambil alih semua yang berhubungan dengan Dedel, kalian kan tau apa hubungan mereka" Ucap Aldo.


" Iya, cweet banget" ucap Mira sambil menyatukan jari terlunjuknya.


" Bukan hanya sweet, walau kesannya kaku tapi keliatan kok kak Rey pehatian, macho dan tanggung jawab." ucap Rani.


" Punya sahabat Lo" tonyor Samir.


" Iye tau, tapi itu nyatanya " jawab Rani.


" Eh iya ngomong-ngomong, Dedel bete gak ya?" pimir Mira.


" Gue rasa gak, karena Dedel akan manfaatin untuk tidur seharian" ucap Aldo santai.


" Iya juga ya" ucap mereka hampir barengan.


Mereka lagi asik ngobrol, bell masuk sudah berbunyi, mereka kembali ke kursinya masing-masing, untuk bersiap menerima pelajaran.


🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎


Pukul 09.00 wib, Bunda mengetuk pintu Dela berniat untuk banguni Dela.


" Sayang.." Bunda langsung masuk karena pintu tak dikunci, Dela memang tidak


suka puntu kamarnya dikunci, Bunda tersenyum melihat anak gadisnya yang masih terlelap dibawah selimutnya.


" Dedel sayang, anak Bunda bangun yuk, sudah siang nih" ucap Bunda yang mengusap kepala Dela dan mengecupnya, lalu membuka selimut Dela.


" Iya Bun_" ucap Dela dengan suara bangun tidurnya, " maaf Bun, Dedel tadi tidur lagi " ucapnya lagi.


" Iya Bun" ucapnya.


Dela mengambil ponselnya, lalu meminum susu yang ada dinakas, lalu membaca note yangdiselipkan disarapan.


S**elamat pagi nyonya Reynal, selamat sarapan ya😘


❀Reynal


Dela hanya gelegkan kepalanya, namun tampak senyum diwajahnya.


^ Kuda gue ^ ungkapnya.


Dela lalu bergegas kebawah menemui Bunda yang sudah menunggunya.


" Ayo Bun" ucap Dela yang sudah siap untuk Pergi bareng Bunda.


" Ayo sayang " Ucap Bunda yang melihat putrinya sudah siap"


Diperjalanan, Dela penasaran sebenarnya, Bunda akan mengajaknya kemana, tetapi ia menurutinya.


" Bun, kok kita-," ucap Dela yang menyadari mereka sudah sampai, sebuah tempat yang ia kenali.


" Iya sayang, ayo turun" jawab Bunda seraya mengajak putrinya turun.


" Tapi Bun-," ucap Dela ragu.


" Udah sayang, ayo masuk dulu yuk" ucap Bunda yang meminta segera masuk kedalam.

__ADS_1


Di dalam sudah ada seorang wanita paruh baya yang menunggu mereka, terlihat senyum wanita tengah baya mengembangkan senyumnya ke Dela dan Bunda yang telah masuk ke cafe.


" Maaf buk, sudah menunggu lama" ucap Bunda sambil berjabat tangan.


" Gak apa Buk" ucap Mama Daren.


" Sayang" Peluk Mama Aldo ke Dela sedikit lama.


Dela masih diam tak bergeming,yang ada matanya berkaca-kaca, melihat sekeliling tempat itu, serta wanita tengah baya yang tak lain adalah orang tua dari Daren.


" Sayang " ucap Bunda yang mengerti apa yang dirasakan sang putri.


" Iya Bun maaf " ucap Dela yang sedari tadi hanya diam.


" Iya sayang" ucap Bunda yang mengusap-usap lengan Dela.


Mereka duduk sambil bercerita, dan memesan minum, Bunda dan Mama Daren mungkin sedang bahas sesuatu, Tapi Dela tidak tertarik, karena fikirannya melayang kemana-mana.


" Nak Dela, kamu boleh mengubah kafe ini sayang jika Nak Dela inginkan, Bunda bahagia karena bersedia meneruskan kafe ini, Ibu berencana, akan pergi meninggalkan kota ini" ucap Mama Daren yang telah meneteskan air matanya.


" Sayang" usap Bunda ke punggung Dela yang sudah tak dapat membendung air matanya lagi.


" Nak Dela, terimakasih ya, sudah menjadi orang yang sangat sepesial, menjadi bidadari Daren" Ucap Mama Daren.


" Bidadari? " ucap Dela.


" Iya nak, Daren selalu menyebut kamu bidadarinya, sebenarnya ia sudah siapkan sesuatu untuk Kamu nak Dela, tapi karena ia keburu-" ucapannya terhenti, Dela lalu menggenggam tangan Mama, Dela dengan Erat seakan mengerti yang dirasakan.


" Dedel liat sendiri, ini kuncinyaya" ucap Mama yang melanjutkan kalimatnya, walau terbata-bata, Dela lalu menerimanya dengan air mata yang semakin deras mengalir.


" Bunda pergi ya nak, sekali lagi terimakasih untuk waktunya, jaga diri kamu baik-baik, semoga kamu bahagia tanpa Daren, sayangi suamimu nak, dia yang akan gantikan Daren sayang "


" ibu terima kasih, sudah bantu saya, saya permisi buk, Nak Dela"


" Iya buk sama-sama " balas


Dela melihat Mama Daren sudah keluar dari cafe setelah tadi berpamitan, Dela kemudian berjalan tempat dimana Daren mengajak duduk disebuah kursi, Bunda tidak ingin melarangnya.


//Boo, aku gak akan mengubah tempat ini_Dela//


" La...,Kita berjuang sama-sama ya La" ucap Reynal yang ternyata sudah berada di dekatnya.


" Tata, ini Lo, lo disini?"


" Iya la"


Dela tanpa sadar langsung meluk Reynal tanpa mengatakan apa-apa, Tapi Reynal seakan mengerti apa yang dirasakan Dela Reynal membalas pelukannya.


// *Gue akan lakukan apa aja untuk lo, asal lo bahagia la*_Reynal//


Bunda yang melihatnya begitu Terharu dan bahagia Bunda pu mengembangkan senyumnya.


" Ehemm.... Bunda dicueki nih" ucap Bunda sambil pura -pura marah namun mengulum senyumnya.


Dela yang tersadar akan itu segera melepaskan pelukannya, Tapi Reynal malah mengeratkan pelukannya.


" Jangan malu gue suami lo" ucap Reynal yang tak ingun melepaskannya.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2