Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps 93 Adem#


__ADS_3

Dela masih duduk ditaman bersama Reynal, Reynal tersenyum bahagia, ia lega bisa menjelaskan, yang selama ini sengaja ia tutupi, pastinya ada alasan tersendiri.


" Ta..., ucapan lo tadi-" ucap Dela yang masih tak percaya.


" Kamu-" membenarkan.


" Iya maaf ,ucapan Tata tadi bisa di percaya?" dengan penuh tanya dan Arti.


Reynal mengusap wajah kasarnya penuh frustasi, ia tak tau harus seperti apa menjelaskan ke Dela.


" Ribet Lo-" ucap Dela tiba-tiba


" Kemana-?" tanya Reynal yang melihat Delah berdiri dari duduknya


" Jangan kepo deh Lo! " kesal Dela.


^ Huh kirain luluh, ternyata tidak, susah bener sih luluhin hatinya^gumamnya.


Reynal berdiri dengan membuang nafas beratnya, ia bingung harus bagaimana lagi memberi pengertian agar tidak salah paham kembali.


πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡


Dela sudah berada dikafe dekat Rumah sakit, ia langsung mencari sahabatnya yang sedari tadi menunggunya.


" Del...lo gak apa?" Tanya Rani.


Dela tersenyum " jangan khawatir gue baik-baik aja" ucapnya.


" Nih minum dulu, kita vidio call Aldo aja ya, biar seru"


" Hem..." jawab Dela dengan deheman.


// Kasihan Dedel sepertinya ia sangat tertekan, semoga lo bisa lewati Del_ Samir//


" Hai Do" teriak mereka setelah panggilan mereka dijawab.


" Hey..." jawab Aldo


" Beh tambah tampan aja lu disana baru berapa hari disana" cibir Samir.


" Ye... kan emang ane sudah tamvan bebeb,kalian pada dimana?" ucap Aldo dengan sombong, seraya bertanya.


" Cafe-" ucap Rani.


" Kenapa Dedelnya Ado sayang, cemberut gitu?"Tanya Aldo yang melihat ke arah Dela.


" Gak papa, mana Sarah?" selahnya.


" Ada di kamarnya"


" Belum halal udah serumah aje lu" Cibir Samir lagi.


" Ye... ane tau batasan Bambang" ucap


Aldo hanya tersenyum.


" Del lo beneran gak apa," ucap Aldo yang masih khawatir dengan Dela.


" Iya Ado , Dedel gak apa, Dedel baik-baik aja" ucap Dela dengan menebar senyum indahnya.


" Rey mana?" tanya Aldo yang masih tak yakin dengan keadaan Dela.


" Rey...em..., ada lagi sibuk" selah Dela.


" Del..." panggil Aldo dengan lembut namun mengisyaratkan sesuatu.


" Do..., udah deh bahas yang lain, gak enak nih ada mereka" ucap Aldo mengalihkan obrolan mereka.


" Oke, baiklah"


" Do..., banyak cewek bening-bening disana, lo gak kegoda gitu?" tanya Samir yang godain Aldo


" Kegodalah, laki-laki normal nih gue " ucapnya.


Puck!


" Honey , maaf..., tapi kan bener, gak di pungkiri memang banyak yang bening"


Puuck!

__ADS_1


" Tapi gue tetap cinta kamu Honey, calon istri soleha Ado" ucapnya.


Mereka melihat Aldo pun tertawa karena candaan mereka, Aldo dapat hadiah dari Sarah kekasihnya, walau jarak mereka jauh tapi kalau ada kesempatan mereka kumpul dengan vidio call.


" Ngamen gih, kali-kali mumpung sepi" ucap Samir.


" Ye memang ni tempat siapa?" ucap Rani.


" Andai saja kafe DN masih ada" ucap mereka,hampir barengan.


Dela tersenyum kecut, " berarti itu bukan jalannya Beb, gue rencana mau buka Distro baju gitu, dan lumayankan, fasion kalian berdua tu bagus-bagus rencana itu aja deh, ketimbang kafe" ucap Dela agar sahabatnya tidak bersedih.


" Baju cowok juga dong Del" ucap Samir.


" Iya Sam ini masih rencana, gue juga belum omongi ini ke Rey" ucap Dela, mereka mendengar penuturan membuat mereka berpelukan.


Dari kejauhan, Tampak Alex begitu juga Reynal, yang masuk barengan, lalu melangkah ke arah mereka.


" Hey kak" sapa mereka kepada Alex suami dari Rani.


" Hai semua, sehat semua?"


" Seperti yang kakak liat" ucap Mira.


Reynal yang berada disamping Dela mengusap kepala Dela" La, pulang yuk, Sudah sore kamu pasti capek kan?" Ajaknya.


" Ya iyalah, orang Dedel kakak hukum melulu, lama lo nanti dapat ponakan" cibir Samir.


" Ci gak gitu juga" ucap Mira penuh penekanan.


" Nta diam..., gue cuma ngomong apa adanya" ucap Samir.


" Pulang aja yuk, biarin mereka berdua" ajak Rani yang sudah menggandeng suaminya, semua mengangguk setuju, Mereka berempat benar meninggalkam dua sejoli yang saling cinta, namun yang ditinggal pun ikut keluar setelah perdebatan kecil mereka hentikan.


" Mereka semua berada diparkiran, ayo naik" titah Reynal.


"Gue bawa mobil, gak liat lo" prites Dela.


" La..." ucap Reynal penuh penekanan.


"Lo selalu maksa" ucapnya dengan mengerucutkan bibirnya.


" Ta apaan sih, lo nyebelin" ucap Dela.


Namun Dela tetap nurut printah Reynal, Reynal tersenyum smirknya, Rani dan juga Alex hanya bisa gelengkan kepala melihat keduanya.


" Apa sampai sekarang mereka seperti itu?"


" Sepertinya" ucap Rani dengan cueknya.


Samir sudah berada diparkiran, Mereka pun keluar kafe barengan, karena rumah mereka searah dengan Apartemrn Rani dan suami.


🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎


Diperjalanan pulang, mereka hanya berdiam tak ada satupun yang ingin bicara hanya suara kendaran yang melintas.


Dela begitu lelah ia pun mengeratkan pelukannya, dan memejamkan matanya, Reynal yang paham langsung menyunggingkan senyumnya, Reynal terus melajukam motor sportnya, motor yang jadi favoritnya setahun belakangan, karena hanya seorang putri kelincinya yang boleh ia boncengi.


Motor yang lama ia jual di showroom miliknya, Ia tau persis, Dela tak menginginkannya, hingga barang yang pernah ia kenakan bersama Fia ia rela tinggalkan, begitu mobil ke sayangannya, Reynal lakukan hanya untuknya untuk putri kelincinya, ia tak ingin putri kelincinya pergi meninggalkannya kembali.


Reynal mengambil salah satu tangan Dela dan mengecupnya, // Tata akan menjagamu segenap jiwa Tata, berikan Tata kesempatan ini La_Reynal//


Kini mereka sudah berada di depan lapangan luas, tepat diparkiran apartemen mereka, Reynal membangunkan Dela, agar bisa turun dari motor, lalu masuk menuju apartemen melalui lift untuk ke kamar mereka.


Reynal meminta Dela untuk mandi tapi Dela malah tidur di kursinya, Reynal tetap membawanya ke kamar mandi menurunkannya dibawah shower, ia hidupkan keran shwoer dengan air dingin agar Dela sedikit terbangun, ternyata benar Dela bangun dan kemudian mandi.


Reynal yang menunggunya hingga Dela keluar telah mengenakan baju piamanya, karena Reynal sudah persiapkan tadi.


Sudah menjadi hal biasa bagi Reynal melakukan ini semua, bahkan un*****r*e Dela sudah biasa ia siapkan, Reynal menyadari ia tak boleh egois, ia harus sedikit mengalah demi keluarga kecilnya,


mungkin sedikit aneh atau bisa dibilang itu sensitif bagi wanita, Reynal tak ingin ambil pusing toh Dela memang istrinya.


Reynal sudah melaksanakan sholat bahkan mengaji, lantunan ayat suci yang sangat merdu membuat Dela terpaku, yah tanpa Reynal sadari, Dela selalu tersenyum bahagia mendengar Reynal mengaji,suaranya membuat hatinya Adem, walaupun ia juga sering mengaji.


Dela malas-malasan ditempat tidurnya dengan memandangi Reynal, Reynal yang merasa diperhatikan kemudian menutup Al-Qurannya, dan menghentikannya.


Reynal tersenyum melihat wajah Dela saat ini, yang menurutnya unik, Reynal mendekat dan mengusap kepala Dela dengan salawatnya lalu menghembuskan ke ubun-ubun kepala Dela, tak lupa kecupan kecil untuknya.


" Iya Tata tampan, Tata tau." bisiknya

__ADS_1


" Kepedean-" ucap Dela yang menyadarinya


" Biarin sama kamu, bukan sama orang lain" ucapnya lagi yang masih memandangi wajah Dela.


" Tidak Fia?" ucap Dela kilas.


" Jangan mulai deh..." ucap Reynal yang malas membahasnya karena ujung- ujungnya pasti ribut.


" Lala benerkan-"


" Iya...puas" ucapnya lalu menghembuskan nafasnya ke Dela


Fyuuh-


" Apa kita pindah kota biar percaya?" Tanya Reynal.


" Untuk apa, kalau kumannya belum lo basmi." ucap Dela asal


Thuuk !


" Bagus bener ucapannya"


" Teruss..., ngarep gitu di panggil bibi, sayang, cinta atau Boo seperti panggilan gue ke Daren, gak Boo hanya untuk Daren" ucap Dela.


Deg...


Reynal terdiam dan dengan merubah wajahnya yang tadi biasa aja kini ia menunduk penuh arti dengan sebelah tanggannya ia menggenggam keras // Daren, begitu istimewanya kah Daren dihatinya hingga tak ada ruang untukku walau aku suamimu_Reynal//


" Apa Lala mencintainya?" Tanya Reynal


" Tentu, Lala mencintainya, sama kaya Tata yang masih mencintai Fia, terbukti masih perduliin dia, walau dia sudah jahatin Tata sekalipun" ucap Dela yang kemudian mengalihkan pandangannya.


// Dan gue yang ikut jadi korban_ Dela//


" La-, harus berapa kali Tata bilang, Tata sudah tidak mencintainya, Tata mencintai Lala, Tata lakuin itu demi kamu la, Demi kamu, kamu yang merubah hidup Tata, kamu La, Apa kamu tau rasanya di hianati kekasih sendiri, apa kamu tau Tata takut kehilangan orang yang Tata cintai, berbaring lemah, bahkan koma berminggu-minggu, asal Lala tau sampai saat ini Tata takut kehilangan Lala, Tata takut Lala pergi ninggalin Tata selamanya! , harusnya kamu paham itu La! " ucap Reynal yang mengusap wajah kasarnya.


Deg...


Dela hanya bisa diam, mendengarkan pernyataan Reynal, entah rasa apa hingga membuat Dela mengeluarkan air matanya mengalir begitu Deras, Reynal yang menyadari Dela menanggis, Reynal melepaskan nafasnya dengan berat lalu menarik Dela dalam pelukannya.


" Maafkan Tata yang sudah bentak Lala, Tata hanya lelah harus bagaimana cara menjelaskannya, Lala sudah cukup lama diami Tata, sudah cukup La, Tata gak ingin seperti ini" ucap Reynal yang ikut menanggis dalam memeluk Dela lalu mengecup pucuk kepala Dela.


" Maafin Lala, yang selalu buat khawatir Tata" ucap Dela selanjutnya yang masih dalam pelukannya.


" Tata sayang lala, Tata juga mencintai Lala maaf jika Tata gak peka, hingga Lala menjadi korban Fia"


" Tata juga tidak menyangka jika Fia, berani lakuin itu diumurnya yang masih muda, bahkan terbilang dibawah umur" ucapnya yang merenggangkan pelukan dan mendongakkan kepala Dela dengan mendekap dagunya lalu mengecup kedua pelipis matanya yang basah.


" Ya sudah, kamu pasti lelah, Tata akan buatkan nasi goreng spesial untuk Lala, janji jangan tinggalin Tata, jangan lagi raguin Tata, apapun itu yang Tata lakuin ini semua untuk Lala" ucap Reynal berharap.


Dela tersenyum menganggukin kepalanya, lalu ia mengikuti Reynal, ke dapur yang ada disamping Kamar mereka, Dela temani Reynal di dapur walau hanya duduk dikursi, yang ada dekat meja makan, bersebelahan dengan kompor.


Dela menemani Reynal, dengan meletakan kepalanya dimeja, dengan memejamkan matanya, Reynal tersenyum melihat istrinya yang tertidur.


// Tata akan selalu jaga Lala, kuda akan senantiasa menjaga kelincinya //


Kalau melihat setahun yang lalu, saat tau jika Fia yang selama ini yang menekan Dela , Reynal begitu ketat menjaganya, apalagi sampai Dela sempat koma karena kecelakaan yang disangaja oleh orang Fia, dan tak hanya sampai disana, Fia mencoba menjebak Reynal dan melukai Reynal, Rasa kecewa yang Reynal dapat, melihat kelakuan kekasihnya, yang parahnya ia baru tau, tingkah lakunya, yang ia tau Begitu lembut nyatanya bagaikan seorang yang tak berpendidikan.


Setahun ini, ia sering balik ke rumah sakit untuk pastikan keadaan Fia, ia tak ingin Fia bebas gitu saja.


Fia yang berada dirumah sakit, melihat Reynal dan Dela, ia merasa sesak hatinya, orang yang amat ia cintai, kini bersama Dela, orang yang selama ini mengacaukan hubungan mereka, Fia merasa sangat terpukul bahkan tak terima, tetapi bagaimanapun juga Reynal lah yang mnemani selama ini


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Bersambung


.


.


Jejaknya ya kak..


.


.


Salam hangat πŸ€—


Reynal & DelaπŸ‘¦πŸ‘§

__ADS_1


__ADS_2