
Dela duduk pintu menuju balkon dikamarnya, bersandar dipintunya, ia sedangkan berdamai dengan hatinya,
// Harusnya sekarang gue merasa bahagia tidak ada yang ganggu kehidupan gue, tapi hati ini terasa sakit, saat mengingat setahun ini perlakuan Rey ke Fia, gue marah apa itu cemburu, mungkin..., Rasa ini sudah ada sejak dulu namun tertutupi ego gue yang terlalu tinggi sampai aku tak dapat merasakannya_Dela//
Cklek...
Reynal baru saja masuk, Reynal yang sedari tadi berada diruang kerja sang Ayah, karena Ayahnya memintanya untuk menemuinya di ruangan kerjanya, Reynal tersenyum dan melangkahkan kakinya ke arah Balkon lalu mengusap kepala istrinya.
" Kenapa masih disini" tanya Reynal lembut.
" Mas...-" Dela menoleh ke Reynal yang masih mengusap lembut rambutnya.
" Tutup pintunya dan segeralah tidur karena hari sudah larut malam tidak baik untuk kesehatan mu La" Ucap Reynal lalu mengendus rambut Dela yang menurutnya begitu wangi.
" Aku masih betah disini mas" Ucapnya lirih.
Reynal hanya diam dengan mengendus lalu mencium rambut Dela kembali, dan memeluknya, Dela terkejut dengan apa yang di lakukan Reynal jantungnya seakan naik turun, namun Dela hanya diam tak bersuara.
Yah mereka berdiam sejenak, keduanya memejamkan mata mereka sejenak merasakan kehangatan yang tak pernah ada di rumah tangga mereka, dulu sempat ada sebelum mereka berselisih paham, Karena menurut Dela Reynal begitu perduli dengan Fia hingga melupakannya, lain halnya Reynal, Dela selalu menghindarinya, kecuali berkumpul bersama keluarga. Hingga keduanya sempat pisah ranjang, namun tak lama mereka satu rajang walau terpaksa, namun keduanya tetap dingin, mereka diam dengan fikirannya masing-masing.
Dan beberapa minggu belakangan mereka kembali membaik, tanpa sepengetahuan mereka Azar telah menghubungi Aldo agar segera pulang, untuk membantunya menyatukan kembali dua insan yang mencintai tetapi keduanya kekeh dengan saling tak perduli, Keras kepala yang bersemayam difikiran mereka.
Reynal menyibak rambut Dela kedepan lalu ia senderkan dibahu jenjang Dela, dengan kembali memeluknya, sangat terasa dada yang tidak teratur naik turun dan berdetak lebih kencang, Reynal menyunggingkan senyumnya, yang tak terlihat oleh Dela.
" Mas..." ucap Dela lirih yang sedikit bergetar.
"Jangan bergerak, biarkan seperti ini La, aku nyaman seperti ini,lelahku serasa hilang disaat seperti ini." ucap Reynal tanpa melihat wajah Dela, Dela hanya mengangguk canggung namun ia tak dapat menolaknya, keduanya kembali pejamkan mata mereka yang sama tak terlihat.
" Terima kasih sayang" ucap Reynal yang mengecup leher jenjang Dela, lalu kembali sederkan kepalanya tepat dibahu Dela.
Dela yang heran dengan sikap Reynal seperti ini, ia hanya diam tan tak ingin menanyakannya Dela berfikir mungkin ia memang lelah atau sedih karena Fia telah tiada.
" Aku mencintai kamu kelinci ku, aku tak ingin lagi terpisah lagi darimu, aku tak ingin jauh darimu , kamu hanya milik ku kelinci lincahku" ucapnya dengan posisi yang sama.
" Aku ingin kita kembali mulai dari awal La, dan maafkan ku, setahun ini telah abaikan mu, tapi bukan maksudku untuk abaikanmu sayang, tapi aku sedang perjuangkan mu sayang, mengertilah" ucapnya yang semakin erat lelukannya, kini tangan Reynal telah menaik lincah ke adik kembar Dela, yang membuat rasa itu sedikit berbeda, membuat jantung Dela semakin berdebar tak karuan dibuat oleh tangan nakal Reynal.
Reynal menyeringai lalu ia melanjutkan hingga mereka mabuk asmara, Reynal menggeser tubuh Dela, dan menutup pintu balkon serta tirainya, kemudian menggendong Dela keranjang meneruskan aksinya, karena Si empu hanya diam tanpa kata, dan menurutnya ini momen yang pas, lagian setelah ini, ia tak akan biarkan Siapapun menyentuhnya termasuk Bastian, Ia paham Bastian kesini pasti ada maksud tertentu, dan Reynal tak akan biarkan itu.
" Maafkan aku Kelinciku, Kuda akan jadikan kamu milik Kuda seutuhnya, Kudamu takut kalau Kelinci pergi lagi atau diambil orang" ucapnya lalu mengunci pintu dan mematikan lampu yang ada di dekat nakas.
Entah lah apa yang terjadi hanya mereka yang berdua yang tau, mungkin besok mereka akan lebih baik dari sebelumnya.
__ADS_1
πππππππππππππππ
Pagi hari, Reynal dan Dela masih berpelukan dan bersembunyi di selimut berwarna abu-abu, Reynal terbangun saat jam alrm berbunyi, jam menunjukan jam 05.20 menit itu tandanya waktu subuh telah lewat.
^Astagfirullah kesiangan^ gumamnya.lalu ia melirik ke sebelahnya, terlihat Dela sedang tertidur pulas berada di kukungannya, Reynal tersenyum lalu mendaratkan kecupan hangatnya di pagi hari lalu mengusap pipinya dengan lembut.
^ Makasih sayang, makasih kelinci Tata, Terimakasih sudah biarkan Jaran Tata singgah disana^ ucapnya lirih lalu ia menyibak selimut dan segera mandi.
Tak lama Reynal sudah selesaikan mandinya, ia ingin bangunkan Dela tetapi tak tega akhirnya Reynal memilih melaksanakan sholat subuh tanpa Dela,dan Reynal kembali ke ranjangnya setelah usai sholat, berniat membangunkan Dela, namun Reynal dengan gemas menyapu bibir Dela dengan rakus hingga Dela melototkan matanya, Reynal yang tau Dela terbangun ia enggan melepaskannya.
Dela kembali ke pose diam dan menurut, Dela merasa ada rasa yang beda menurutnya, ia ingin menjauh tapi tubuhnya mengatakan tidak Reynal tersenyum Devil karena dapat meluluhkan hati kelincinya.
Kembali ke mode semalam Entah apa yang terjadi hanya mereka yang berdua yang tau, mungkin ada kabar baik untuk selanjutnya.
Bunda mengetuk pintu sedikit keras, karena hari sudah menunjukan pukul 08.00 wib, yang biasanya mereka sudah sarapan dan bersiap untuk pergi kuliyah. Namun tidak pagi ini, entah kenapa dua anaknya tak kunjung turun, sehingga Bunda harus bersusah payah naik keatas untuk membangunkannya.
Tok..tok tok..!!!
" Rey..!, Del...!, apa kalian tidak ada jam kuliyah sayang?" Tanya Bunda yang sedikit keras agar dapat terdengar oleh keduanya.
Reynal terbangun dengan wajah acak-acakan dan sisa keringat yang menempel di tubuhnya yang cukup indah jika dilihat.
" Rey akan kebawah Bun, Rey ada jam kuliyah nanti jam 10, kalau Dedel habis dzuhur" ucapnya ke Bunda dengan membuka pintu kamarnya terlihat Dela yang tertidur lelap yang bersembunyi dengan selimutnya hanya wajah polosnya yang terlihat.
"Baiklah kalau gitu Bunda tinggal" ucap Bunda yang tersenyum dan membalikkan tubuhnya lalu melangkah ke arah tangga.
" Ih Bunda aneh senyum-senyum sendiri" ucap Reynal yang masih melihat sang Bunda tertawa sambil menurukan langkahnya ke anak tangga.
Sementara itu Dela terbangun, ia seperti orang bingung, melihat sekitar dan melihat tubuhnya yang tertutup selimut.
" Jadi semalam nyata?" tanya Dela yang tak percaya.
" Iya La, nyata bahkan kita mengulanginya" Ucap Reynal lembut.
" Terus!, " ucap Dela yang masih bertanya.
" Terus jaran ku sudah masuk kerumah yang sebenarnya, sudah jangan khawatir aku suamimu dan jangan sesali malam nyata ini, ini awal yang sebenarnya sayang" jelas Reynal.
" Jaran apaan sih Ta?" tanya Dela.
" Nih..." ucap Reynal yang menunjukan ke arah si Jaran.
__ADS_1
" Ih apaan sih..." ucap Dela yang masih gak percaya dan malu-malu.
" Kamu yang apaan, gak konsisten kadang Tata kadang Mas." ucap Reynal yang menoel hidung Dela.
" Pufh, maaf belum terbiasa mas Tata" ucap Dela terkikik.
" Ya udah ayo mandi, aku bantu, ralat Mas bantu" ucap Reynal yang membantu Dela untuk bangun dan untuk siapkan air untuk mandi, keduanya mandi bersama numun ditempat yang beda kalau Dela dalam bathup, Reynal dibawah shower tanpa melakukan aksi lain selain mandi.
Usai mandi mereka bersiap dan segera turun untuk sarapan dan berangkat ke kampus.
Dibawah Bunda sedang tersenyum bahagia, dan ia mengambil ponselnya lalu vc ayah untuk ungkapin rasa bahagia yang tengah ia alami, Ayah terlihat ikut tersenyum bahagia mendengar cerita sang Bunda.
" Ya ampun bunda, belum sehari Ayah pergi kali Bun" ucap Reynal yang sudah berada di anak tangga.
" Ya..ya gak apa dong, emang ha nya kalian yang bisa rasakan bahagia" cibir Bunda
" Udah ayo sarapan, Dedel dibantu dong Rey" pinta Bunda.
" Iya Bun" ucap Reynal yang langsung menggendong Dela, Dela tersenyum malu apalagi ada Bunda yang melihat keanehan didirinya.
" Udah jangan cemas, nanti juga biasa" ucap Bunda yang tau kenapa menantunya tiba-tiba malu.
Dela dilarang bergerak melayani Reynal, oleh Reynal maupun Bunda, Dela hanya dapat membuang napasnya lalu mengerucutkan bibirnya dengan mood yang tak baik, Tapi lagi -lagi Reynal mengambil alih.
" Udah duduk aja" ucap Reynal lembut
Dela tersenyum dan mengangguk nurut.
Ayah yang tak tau hanya melihat keheranan dengan dua anaknya serta melihat sang bunda yang terlihat wajah berbinar bahagia.
Namun ayah tetap melanjutkan sarapannya yang sudah sedikit siang, karena hari ini ia akan menemui seorang dari jepang di resto.
πππππππππππππππ
Bersambung....
Jangan lupa jejaknya ya teman, sem9ga jejak kalian dapat bantu authoor thank you...
Salam hangatβ€
Reynal & Delaπ«
__ADS_1