Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps- 37 Es Durian#


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana para siswa/i melaksanakan ujian semester diSekolah, termasuk Dela Cs dan Reynal Cs.


Mereka mengikuti ujian dengan tenang, apalagi Dela Cs sudah belajar bareng sebelum ujian.


Triiiiinnnngggg.........!!!


Bell pulang pun berbunyi nyaring dan panjang, menandakan ujian telah usai,


Siswa/i berduyun-duyun keluar gerbang.


Kali ini Dela langsung pulang karena tak berniat untuk pergi hanya tadi sebentar aja untuk saling sapa bersama Daren , mengucapkan semangat ujiannya.


Dela tidak membawa mobil, karena Aldo tadi sudah menjemputnya untuk pergi bareng.


" Del..., gimana bisa jawab tidak?" tanya Aldo.


" Bisa dong " ucapnya santai dengan senderan malas dikursi penumpang.


" Do di depan ada es duren berhenti bentar ya" ucap Dela yang masih dengan posisi yang sama.


" Iya tapi bawa pulang aja ya makannya." ucap Aldo yang mengacak rambut Dela sekilas,


" Siap Pak " ucap Dela semangat.


Sesampainya di kedai yang bertulisan Es Durian seger, Dela langsung turun dan membeli tiga bungkus es Durian, dan Aldo menunggu dimobil, Tak lama Dela sudah balik kemobilnya.


" Untung belum antri, jadi gak perlu nunggu lama" ucapnya.


" Syukur deh" ucap Aldo. yang lalu melajukan mobilnya kerumah Dela.


Tak butuh lama Aldo sampai dirumah Dela lalu mereka turun dari mobil dan masuk untuk santap es Duren yang mereka beli.


Assalammualaikum


Waalaikumsalam Sayang.


" Aduh-aduh, kedua anak mama sudah pulang, kemari sayang" ucap mama sambil merentangkan tangan siap untuk memekuk keduanya.


Dela dan Aldo saling pandang dan menaikan kedua alisnya dan menggerakan mata mereka, lalu mereka lari memeluk sang Mama.


"Ma..." ucap mereka dan disambut sang mama dengan tawa bahagia. lalu mengecup kepala Dela dan Aldo


" Hanya mereka nih, yang Mama peluk" ucap seorang yang sudah memeluk mereka.


"Kamu juga sayang " ucap Mama yang melihat kedatangan satu lagi anak laki-lakinya.


"Ihh Tata, lo apaan sih" kesel Dela yang berontak dengan pelukan Reynal.


"Gue juga mau dipeluk Mama La" ucapnya santai.


Fuhh!! membung nafas kasarnya.


" Sudah ayo ikut Mama",kata Mama yang sudah lepaskan pelukannya, Mereka bertiga ikut sang Mama menuju meja Makan.


" Ayo duduk dulu, mau mama masakin apa hari ini?" tanya mama.


" Terserah Mama aja yang penting masakan Mama" ucap Aldo.


" Oh iya Es duren Dedel" ucap Dela yang tepok dahinya karena melupakan es Durian yang dibeli tadi.


Dela segera pergi ke lemari es untuk mengambilnya, yang sebelumnya ia telah berikan ke Bi Marni tadi.


" Tara nih es Duriannya, ini punya lo Do, dan ini untuk gue" ucapnya santai.


" Jatah gue mana? ucap Reynal. yang menghadap Dela.


Dela yang tau akan pertanyaan Reynal ia pura-pura gak dengar dan tak perduli.


" Mana kita tau kalau lo mau kesini Rey, tapi tadi Dedel beli tiga , itupun Durian semua" ucap Aldo dengan santai.

__ADS_1


Reynal mendengus dan ia segera pergi dari meja makan kekamarnya untuk sekedar rebahan, sedangkan Aldo hanya tertawa kekeh sambil menyuapkan Es Durian kemulutnya.


" Sudah jangan digoda Rey nya sayang"


"Idih dibelain Menantunya" ucap Aldo sepontan.


"Gue ogah, gue inginnya Daren jadi suami gue nanti Do." Sela Dela


" Del... terima kenyataan dong kalau kalian memang sudah bertunangan, dan Daren jauh Del" ucap Aldo yang usap kepala Dela.


" Iya- iya" ucapnya yang manyunkan bibirnya. lalu menyuapkan sesendok Es Duriannya kemulutnya.


Mereka telah selesai makan Es Durian , sambil menunggu sang mama selesai masak keduanya masuk kamar, Aldo masuk kamar mereka yang ada lantai bawah bersama Reynal.


Dela segera ganti bajunya lalu turun kebawah bantu siapkan makan siang, untuk mereka.


"Ma , Bi apa yang bisa Dedel bantu Bi?" "Tepungi aja udang dan ayamnya Non" Ucap Bibi yang lagi siapkan masaknya.


" Siap Bi.." ucap Dela.


Sementara Reynal mengerjakan beberapa pekerjaannya, lewat ponsel pintarnya. dan Aldo main game sambil menunggu Mama selesai masak.


Mereka sibuk dengan kegiatan masing- masing, namun tak ada yang niatan untuk menghubungi kekasihnya, komitmen mereka jika ujian tak ada untuk saling ganggu begitu cerita mereka.


"Sayang panggil gih Rey sama Ado, makan siangnya sudah siap, dan biar kita makan bersama"


" Iya Ma.-" Dela langsung berjalan menuju kamar mereka.


Tok Tok-!!!


Dela mengetuk telebih dahulu namun kemudian ia membukanya.


" Makan siangnya udah siap, ditunggu Mama makan tu " ucap Dela ke dua pria tampan walau yang satunya sedikit berkulit gelap tapi pesonanya takkan luntur dengan mata sayu namun tajam.Dan yang satu berkulit putih dengan bibir tipis dengan mata yang indah.


Mereka semua berhentikan kegiatan yang sedari tadi mereka kerjakan dan meninggalkan benda pipih itu lalu mengikiti Dela menuju meja makan.


" Duh senengnya Mama kalau seperti ini terus, adem walau kaku" ucap mama yang menyindir Dela dan Reynal.


"Belum balik jiwa kelinci Rey Ma" tmbah Reynal.


" lha terus itu siapa?"tanya mama bingung


"Ketuker kali Ma " ucap Aldo terkekeh.Mama pun ikut tertawa mendengar clotehan ketiga anaknya yang lucu.


" Sudah yuk kita makan, bercandanya nanti lagi " ucap mama yang mulai mengambilkan nasi kemereka.


Mereka lalu makan siang bersama, tanpa sepengetahuan mereka papa juga pulang,


"Tadi Papa dengar ada yang ketuker apa tu nak ?" ucap papa yang mendekat mereka.


" Biasa pa soal kelinci Rey"


" Ooh..., itu sih tugasnya lah, janji Papa pegang"


"Kalau gak bisa gimana tuh pa?" tanya Aldo yang sengaja memancing Reynal.


papa suru lepaskan aja,


"Enak Aja" Jawab Reynal


" Lha kenapa kan lo yang buat dia pergi menjauhi lo.lima tahun bro" cibir Aldo


" Sudah ceritanya makan dulu woy-" kata Dela yang mengerti apa yang sedang mereka ributin.


Aldo memang gak ngerti apa permasalahannya, tapi yang ia tau ia pernah melihat Dela menangis tapi itu dulu lima tahun yang lalu.


Dela memang bukan tipe orang yang gampang nanggis didepan orang lain, termasuk keluarga dan sahabatnya.


Mereka balik makan lagi, dan tak ingin ributkan, masalah yang ada.

__ADS_1


Semua orang menginginkan jika mereka akan seperti dahulu dan berjodoh, Lain halnya dengan Dela, yang memang sedari dulu membiarkan masalah yang ada, bahkan ia abaikan.


Para orang tua tak ingin kedua anaknya dirundung masalah, tapi karena Dela tertutup dengan perasaannya Dela milih untuk pergi dan ternyata ia menemukan tambatan hatinya.


Selesai makan siang Papa balik kantor. Begitu juga Aldo dan Reynal yang ikut pamit pulang,karena besok masih ujian semester.


Dela lalu pergi ke kamarnya dengan melaksanakan sholat. Yang sebelumnya ia bersihkan badannya terlebih dahulu.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Di tempat lain Mira berada dikamarnya ia merasa binggung dengan keadaan yang ia lihat, pasalnya, Dela tidak pernah akur atau peduli sedikit pun Dengan seorang Reynal yang banyak dipuja sama Siswi akan ketampanannya saja tapi kualitas kerja sebagai ketua osis,Reynal sendiri begitu sangat lah cuek, tapi ketika saat dirumah berbanding terbalik.


^Ada hubungan lain kah selaiΓ± orang tua mereka , namun sengaja mereka sembunyikan^


^Apa mereka sudah dijodohkan, tapi mereka tidak mau apa lagi melihat keduanya mencintai orang lain." ucap Mira menerka-nerka.


^ Uuh.. kok gue jadi kepo sih, ih apaan sih lebay deh" gerutu Mira dengan fikirannya.


" Urusan merekalah" kata Mira yang masih gerutuki dirinya sendiri yang kemudian pejamkan matanya.


🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳


Reynal berada dirumahnya sedang berolahraga dengan memainkan bola futsalnya dengan berbagai macam fikirannya, yang biasanya ia akan bermandi keringat dengan alat-alat bengkel, kali ini Reynal bermandi keringat dengan memasukan bola ke gawang.


// Gue yakin gue bisa atasi ini semua, ayo Rey berfikir jernih, jangan lemah seperti ini, jangan jadi banci deh,_Reynal //


Reynal memasukan kembali ke gawang, lalu duduk sebentar dengan Fikiran-fikirannya.


" Sayang, kalau kamu ada masalah, segeralah mandi dan ambil air wudhu mu" ucap Bunda yang sudah berdiri disampingnya.


" Iya Bun.., terimakasih" ucapnya dengan lempar senyumnya.


Reynal lalu pergi meninggalkan Bundanya masuk, sementara Bunda hanya geleng-gelengkan kepala melihat tingkah anak bungsunya.


Reynal bersihkan diri lalu sholat karena kebetulan tiba waktunya sholat, usai sholat Reynal berdoa meminta permudahkan jalan keluar masalanya.


Ya Allah ya Rob, hamba mohon petunjuk, untuk masalah hamba hadapi, hamba tau harus selesaikannya. amin


Reynal melipat alat sholat dan merebahkan badannya kekasur, lalu membuka cincin yang ada dikalungnya.


" Sampai kapan kita seperti ini La, sampai kapan lo acuhkan gue La"


" Anggap aja hati lo lagi tertukar sama orang lain hingga kita gak kenal lo"


" Apa gue terlambat La?, menyadarinya.


tapi aku tak akan pernah menyerah La,


apapun akan gue lakukan untuk lo" ucapnya.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


.


.


.


.


Bersambung..


.


.


Maaf kalau ceritanya membosankan tapi terima kasih atas dukungannya dan tak lupa tinggalkan jejak dibawah makasih miss u semua.


salam hangat dari

__ADS_1


Reynal dan Tata


__ADS_2