Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps- 66 Nasehat Aldo#


__ADS_3

Sore ini, Dela sudah dijemput oleh Aldo untuk nonton futsal, mereka akan liat pertandingan sekolahnya dan sekolah Pembaruan, sekolah Daren Alasan mereka si untuk persahabatan gak lebih, mungkin dengan ini mereka bisa hilangkan rasa kangen mereka terhadap laki-laki berlesun pipi itu.


" Dedel, Kok belum ganti sih" kesal Aldo.


" Duh gue malas Do" ucap Dela,


" Semangat dong Del, kasihan Mira tu yang sudah ingin pergi, nonton pertandingan" Ucap Aldo.


" Malas gue, yang diliat pun Ketos galak gak berahlak" ucap Dela.


Tuuk ...!


" Aww, Tata apaan si lo !! kesal Dela dengan mengusap-usap keningnya.


" Ucapan lo La" Seru Reynal.


" Tapi kan gue bener-" Ucap Dela yang mengembungkan pipinya.


" Gue galak ngajari lo disiplin " Ucap Reynal dengan santai.


" Lo ngerasa Rey ? " Tanya Aldo yang terkekeh.


" Kalian mau kemana, kok beres-beres pakaian?" Tanya Aldo yang melihat Reynal, bereskan beberapa baju yang akan dibawa karena sebagian sudah berapa disana.


"Pindah Apartement, yang lebih dekat kesekolah, Setidaknya gak ada Siswa/i yang datang tak terlambat " ucap Reynal yang menunjuk dagu yang mengarah ke Dela


" Nyindir Lo, gue tonjok Lo" ucap Dela.


" Yah...kalo ngerasa bagus "


" Tata!!"


" Udah..Udah ngalah aja ngapa Rey, dari pada ribut, setidaknya biarkan ia jinak dengan perlahan." Ucap Aldo yang masih terkekeh.


" Kurang Ajar lo ya, emang gue peliaraan" ucap Dela sambil lempar boneka kesayangannya.


" Iya wlek, peliaraan Rey " Ucap Aldo yang sudah menangkap boneka Dela.


" Masih aja lo simpan boneka butut, sudah ada Rey tinggal peluk kan enak" yang membuang Boneka kudanya.


" Ado!" teriak Dela yang melempar bantal ke Aldo.


" Bagusnya dibuang" ucap Aldo yang melempar ke Reynal, melihat Reynal mengarah ke tempat sampah, Dela terdiam dengan matanya, mengarah tajam ke Boneka yang di genggam Reynal.


" Ta jangan buang bonekanya, gue gak bisa tidur, tanpa boneka itu" ucap Dela lirih dengan mata berkaca-kaca.


" Udah siap-siap sana, gue gak ada waktu lagi, gue harus kumpul bareng teman-teman gue, dan lo bawa istri gue hati-hati, jangan lecet sedikit pun" ucap Reynal yang sudah siap berkemas dan sudah berpakaian lengkap.


Memang, tadi saat Aldo datang, Reynal sudah mengganti bajunya dengan baju futsal lalu berkemas baju ke koper, mulai malam ini Dela dan Reynal akan tinggal di Apartement sampai Reynal selesaikan ujian.


" Iya Rey, lo tenang aja, istri lo selama ini aman di gue, yang ada sama Lo tu-" cibir Dedel.


" Sialan Lo" ucap Reynal


" Ta Boneka gue-" ucap Dela dengan nada keselnya.


" Ngapain sih masih peluk dia, sudah ada gue" ucap Reynal santai

__ADS_1


" Salah, karena baru ngakui gue" ucap Dela berusaha merebut bonekanya dari Reynal.


// Buset ni badan terlihat maskulin_Dela//


Reynal menaikan bonekanya keatas dengan tangan sebelahnya., sementara Dela sedikit melompat agar bisa meraihnya.


Aldo yang melihatnya geleng-geleng lalu meninggalkan mereka, ia lebih baik turun nemui Bunda, ketimbang liatin mereka.


" Dasar lo Labil " gumamnya, yang masih kedengara. oleh keduanya tapi tak perdulikannya.


Dela masih berusaha untuk mengambilnya, tapi gak bisa ia dapatkan, yang ada dapat kecupan dari Reynal, Reynal menangkap badan Dela dalam pelukannya.


" Mulai hari ini lo biasakan tanpa Boneka kuda lo, karena kuda sesungguhnya sudah ada" ucap Reynal dengan merapikan rambut Dela yang berantakan.


" Lo boleh peluk gue semaumu" ucapnya lagi dengan mendekap dagu Dela dan ******* bibir Dela tanpa permisi.


" Bibir lo candu gue, ibarat virus telah menyebar didiri gue" ucap Reynal yang telah melepaaskannya dengan mengusap Bibir Dela yang basah.


" Aku pergi dulu" ucapnya lagi dengan merenggangkan dekapannya dan mengusap kepala Dela.


Reynal lalu membawa Boneka Dela serta koper bajunya, dengan senyum kemenangan.


" Tata kebiasaan amat sih, main comot aja, nyebelin" omel Dela dikamar sementara Reynal sudah menutup pintunya, namun ia balik lagi membuka pintu kamarnya.


" Sudah gue bilang bibir lo candu gue, paham" Ucap Reynal yang lagi-lagi menutup pintunya,membuat Dela semakin kesal dibuatnya.


Reynal kini sudah berada dibawah bareng Aldo juga Bunda,yang sedang Asik ngobrol, sambil makan kue buatan Bunda.


" Sudah siap Rey?" tanya Aldo.


" Heemm" jawabnya.


" Nambah daya ngapain lama-lama?" ungkapnya.


" Kan belum jinak" tambah Aldo yang menyengirkan gigi ginsulnya.


Tuukkk


" Sembarangan"


" Aw sakit tau." rintih Aldo yang meringis.


" Sudah mau pergi sayang?" tanyaBunda mengalihkan perdebatan keduanya.


" Iya Bun, Bun nanti pulangnya Rey langsung ke Apartement, Do Lo bawa mobil Dedel, biar gue bawa motor lo, jadi entar Dedel biar gue yang bawa pulang" ucap Reynal sambil mencium punggung tangan Bunda.


"Iye..iye pak ketos labil " ucapnya sambil memasukan kue ke mulutnya yang menyetujui ucapan Reynal.


" Rey pergi dulu Bun do'ain Rey" pamitnya.


" Pasti tanpa kamu mintapun, Bunda pasti doakan putra Bunda, Bunda pesan mengalah untuk Dedel, dengan kamu mengalah, mungkin akan baik- baik saja, Banyakin sabar, karena pernikahan kalian masih sangat muda" nasehat Bunda.


" Iya Bunda, Assalamualaikum"


" Waalaikumsalam"


Reynal pergi menggunakan motor sportnya Aldo, sementara Aldo masih menunggu Dela dikamar yang belum juga turun.

__ADS_1


Dela turun dengan dandanan yang rapi , memoles dengan mekeup tipis dan natural , menggunakan sepatu snekersnya.


" Sore Bun, sore yah" sapa Dela yang memang kebetulan Ayah belum lama pulang.


" Sore sayang " ucap mereka hampir barengan


" Lo lama amat sih Del, ngapain aja" ucap Aldo dengan kesalnya.


" Maaf" ucap Dela yang mengangkat dua jari.


" Yah udah yuk nanti keburu mulai" ucap Aldo.


" Iya Ayo" ucap Dela.


Dela dan Aldo berpamitan pergi menyusul Reynal kelapangan, Disana sahabat mereka pun telah menunggunya, Selama dalam perjalanan, Dela hanya diam pandangannya lurus kejalan dengan bersender malas.


" Gue tau lo habis nangis, lo masih belum ihklas, tapi kita cuma, manusia biasa yang harus berpasrah dan ikhlas, milik kita diambil olehnya, termasuk orang yang kita sayangi, Lo harus lupakan dia, lo harus coba cintai Rey yang sudah sah jadi suami lo Del" ucap Aldo seakan tau apa yang terjadi dengan sahabatnya.


" Apa gue salah Do?" Tanya Dela yang menoleh kearah Aldo.


" Gak, Lo gak salah Del, Lo gak perlu nyalahkan diri lo sendiri atas kepergian Daren, Daren sebenarnya sudah tau, jika lo dan Rey sudah bertunangan, tapi dia coba untuk pertahankan hubungan kalian, karena dia begitu mencintai lo" cerita Aldo.


" Dia tau??" tanya Dela.


" Iya Del-" Ucap Aldo lirih dengan membuang nafasnya.


" Saat penyakit itu tiba-tiba datang, ia merasa gak bisa jaga lo, dan ia tau Lo harus kembali ke Rey" Jelas Aldo.


" Jadi Rey tau" Tanya Dela yang memicingkan matanya, dan Aldo pun mengangguk sebagai jawabannya.


" Kenapa Dia gak cerita? "Tanya Dela lagi.


" Del, kalaupun Rey cerita apa lo percaya omongannya, lo dan dia aja bertemu masih suka ribut aja" jelas Aldo.


" Sekarang, kamu coba terima ya, apalagi sekarang Rey suami lo, bukan tunangan lo yang bisa sesukanya lo mau ngapain aja" jelas Aldo lagi.


" Yuk turun, sudah sampai, tu Mira dan yang lainnya sudah menunggu kita." ucap Aldo yang menunjuk keberadaan sahabat-sahabatnya.


Aldo dan Dela turun dari mobil menuju dimana sahabat mereka berada, Dela telah berjalan lebih dahulu sementara Aldo berada dibelakang Dela.


^ Semoga lo bisa terima keadaan lo Del, gue tau lo habis menanggis, tapi gue gak tau lo nangisi pernikahan lo atau kepergian Daren, Semoga Rey cepat menceritakan ke lo Del, apa yang sebenarnya yang terjadi. ^ ucap Aldo lirih.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


.


.


.


Bersambung.


.


Maaf teman-teman yang bertanya tentang sakit babang lesun pipi, kita akan kupas di episode-episode berikutnya tungguin ya, secepatnya .


Oh iya jangan lupa beri komentar, kalian dan like ya terimakasih

__ADS_1


Salam hangat


Reynal dan Dela.


__ADS_2