Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps - 26 Hewan Bercahaya Indah.#


__ADS_3

Daren Cs juga Dela Cs, mereka masih berada di Villa milik Daren, mereka duduk ditaman belakang sebentar, karena Bibi Ona akan siapkan makan malam untuk mereka sebelum pulang.


Dela bersenderan di dada Daren dengan Manja, tapi tiba-tiba matanya melihat hewan yang terbang begitu banyak, dengan sinar yang indah.


Tanpa disadari oleh mereka, Dela mengikuti hewan yang berterbangan dengan begitu indanya, tak disadarinya Dela sudah menaiki tanah berbukit yang tidak terlalu tinggi tapi kalau jatuh lumayan sakit juga.


" Lala, Kembali !!! "


Suara itu menghentikan langkahnya, lalu ia melihat sekitar, ternyata dia berada diatas, tempat yang gelap dan sendirian.


^ Kok bisa gue sampai sini, Daren dan yang lainnya mana?^ ucapnya lirih.


Dela menangis, " Dedel takut..., Hiks...Hiks... Ado...Tolongi Dedel..." Suara tangisan semakin kencang.


Reynal yang tau akan hal itu, langsung lari ke bukit, dan segera menghampirinya, lalu memeluknya, Agar Dela sedikit tenang, setelah itu segera bawa Dela turun.


" Ayo turun, naik punggung Tata " ucap Reynal.


Dela melirik ke arah suara, tanpa banyak bicara, tanpa protes, Dela nurut menaiki punggung Reynal.


" Kuda Lala " ucap Dela lirih


Reynal tersenyum dan terus menggendong Dela dengan hati-hati, agar tidak jatuh, dan kepala Dela disenderkan di punggung Reynal.


Daren yang tersadar, karena Dela tidak ada didekatnya, Daren berdiri dan mencarinya di sekitar dekat taman lalu kedalam sampai kekamar ternyata tidak ia temukan, Daren juga bertanya ke Bibi Ona, tapi Bi Ona sendiri tidak mengetahui keberadaan kekasih tuan mudanya.


Sementara Reynal sudah sampai bawah lalu menelpon Aldo agar segera mendekat ke halaman depan, Aldo menurut dan mematikan ponselnya.


" Honey, bentar ya didepan ada Rey" kata Aldo, ke Sarah dan dianggukin oleh Sarah sebagai jawaban.


Sarah yang tau bagaimana persahabatannya berempat,namun tiba-tiba dingin karena Dela menjauhi Reynal, bahkan Sebaliknyà.


" Kok bisa Dedel bersama lo? " Melihat Dela yang masih segugukan karena menangis.


" Lo tau tidak dia ketakutan di atas bukit, untung gue liat, gimana sih lo bantu gue untuk menjaganya" kata Reynal menekan suaranya yang menahan kesal.


"Jadi lo salahi gue, Dedel punya cowok boy, tepatnya pacarnya, dan lo tunangan yang bener tidak guna" kesal Aldo.


" Ayo Del... jangan harapin Kuda lo lagi, Daren cemas cari lo, Ayo pergi" kata Aldo yang kesel dengan Reynal.


Dela mengangguk, setelah turun dari gendongan Reynal, Dela langsung ikuti Aldo berjalan.


Shiit...!!! Kesal Reynal


Reynal membuka pintu dan mengejutkan Reno, yang sedari tadi menunggu di mobilnya.


" Kenapa?" tanya Reno datar dan Reynal hanya gelengkan kepala tanda dia tidak kenapa-kenapa.


" Im fine, ayo kita balik" ucapnya. Reno mengangkat bahunya, " Jangan suka main api Rey kalau tak ingin kebakar"


" Iya Ren, gue berusaha lebih baik dengan tunangam gue"


Reno memang terkejut, tapi Reno masa bodo , Reno tidak ingin ikut campur urusan ketosnya.


Reynal menghidupkan mesin mobilnya lalu melajukan mobilnya meninggalkan Villa Daren.

__ADS_1


Dari dalam terlihat Daren begitu khawatir dengan keadaannya Dela, melihat Dela datang bersama Aldo, Daren langsung menyamperin dan memeluknya.


" Bee... kamu kenapa?" tanya Daren ke Dela,Dela langsung menangis, ketika Daren menanyakannya, Daren semakun erat memeluknya.


" Yah sudah, kita makan yuk lepas itu kita pulang, besok kita kembali sekolah" kata Daren menuntun Dela ke meja makan untuk makan.


Di sana sudah Ramai anak-anak lagi rebutan ambil nasi dan lauk, itu membuat mereka tersenyum dan menggelengkan kepala.


Rani, dan Mira langsung lari meneluk Dela, saat Dela sudah di tengah-tengah mereka.


" Kita khawatir sama lo " kata Rani.


Dela coba tersenyum dan berkata, "Maafin gue sudah buat kalian panik dan juga cemas"ucapnya yang kemusin menatap kedua sahabatnya.


Daren membawa air teh hangat untuk Dela untuk menghilangkan kecemasan serta ketakutannya.


" Bee... Nih minum dulu, biar enkan" Ucap Daren yang mengerti keafaan Dela.


" Makasih Boo.." kata Dela tersenyum dan mulai menyeruput teh hangatnya.


" Del... tadi lo kemana aja hem, kita semua cemasin lo, Daren hampir frustasi " kata Alex yang menunjukan dagunya ke arah Daren.


" Maafin Dedel Boo," kata Dela menghadap ke Daren dengan nada menyesalnya.


" Sudah yang penting sekarang kamu baik-baik aja" sambil usap kepala Dela.


" Tadi gue nemuin dia, sudah dibukit tapi belum terlalu tinggi" kata Aldo.


" Bener Bee? " tanya Daren dan Dela mengangguk.


"Sssstttt " jari telunjuk Daren sudah menutup mulut Dela dengan mata keduanya saling bertemu, Dela sontak jantungnya yang mulau berdetak tak beraturan.


Deg..Deg..Deg..


//Jantung gue... mulai tak beraturan lagi, Boo lo buat jantung gue gak normal_ Dela//


" Bee... kamu kebanyakan minta maaf " kata Daren .


Daren menyadarkannya dalam lamunan, Dela langsung gugup dan salah tingkah atas perbuatan Daren.


" Woy... masih ada kita yang ngejomlo " kata Samir.


Yang melihat mereka saling pandang, Dela sadar akan hal itu, lalu Dela mengalihkan wajahnya yang tampak merah, Daren tersenyum dengan mengusap kepalanya.


" Cie kapten kita, bisa manis juga sama cewek"


" Iya..ehem iri gue "


" Pandangan Langkah"


Begitulah cuitan para teman Daren, yang melihat Daren begitu manis terhadap cewek, karena selama ini, ia dingin dengan cewek.


" Elo si Sam, yang lain jadi ribut kan" kata Rani juga Alex yang tak tau situasinya yang membuat mereka jadi malu.


Walau Rani ratu busy, tapi ia lebih dewasa, mungkin karena Alex sang pacar juga lebih dewasa.

__ADS_1


Kejadian tadi membuat Daren meninggalkan Dela, Daren mengambil dua piring nasi dan lauknya lalu kembali lagi memberikan ke Dela.


Lagi-lagi membuat Dela salah tingkah akan sikapnya yang manis, Daren tau kalau Dela sedang ngeblush, jadi Daren sedikit jaga jarak.


Satu jam kemudian, mereka bersiap balik kekota, karena besok pagi mereka akan berSekolah.


Sedangkan Reynal sudah sampai, Reynal langsung atar Reno, lalu balik ke Apartementnya, Dan menelpon sang Bunda jika menginap di Apartementnya.


Reynal membaringkan badannya, sedikit kesal dengan kejadian tadi, karena tidak ada yang tau Dela di atas bukit sendiri.


^ La lo ceroboh, Apa sih yang lo cari di atas sana, kalau tadi terlambat, lo bisa jatuh dari sana ^ dengan mengusap wajahnya dengan sedikit meyesali.


Reynal, melipat tangannya kebelakang sebagai bantal.


^ Kuda Lala..^ gumannya lalu tersenyum.


Kuda adalah julukan untuk Reynal dari Dela sedangkan kelinci adalah julukan untuk Dela dari Reynal.


Dela sudah berada dijalan pulang, bersama kekasih dan dua sahabatnya.


" Bee...tadi kenapa sampai di bukit?"


" Melihat hewan yang terbang bercahaya indah, dan itu ada hanya ada dimalam hari" ucapnya polos.


Daren tersenyum dan usap tangan Dela pelan" Kenapa tidak ajak aku Bee, biar aku temani "


" Maaf, tadi nggak sengaja aja Boo " ucap Dela , Aldo Hanya tepok jidat.


" Lain kali lo tidak boleh gitu lagi main kabur Del, ntar kalau kenapa-kenapa gue diomeli mama" ucap Aldo yang melihat dari kaca.


" Iya.. maaf"


" Honey, jangan dimarahi kasihan Dedel" ucap Sarah.


"Iya Darling maaf" dengan menggaruk kepalanya.


Kali ini yang bawa mobil Aldo dan Daren berada di kursi penumpang bersama Dela.


" Kamu suka dengan hewan itu Bee " tanya Daren.dan dapat anggukan dari Dela.


" Besok aku carikan untuk kamu" kata Daren yang menatap Dela lekat tapi yang ditatap salah tingkah.


.


.


Bersambung


.


.


Jangan lupa like, koment ya kk tinggalkan jejak kalian.


terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2