
Mereka semua berada dimeja makan, kecuali Dela yang enggan keluar kamar, mereka menikmati sarapan pagi yang membuat sedikit tegang karena kedatangan Fia, Eyang tak menyukai gadis yang datang semalam, namun mereka semya berusaha bersikap biasa.
" Rey- nanti kamu pergi bareng Dedel juga Fia kerumah Neninya ya Rey" pinta Mama.
" Gak ma, Rey dan Fia mau pulang aja " jawab Reynal
" Pulang?" tanya Ayah heran.
" Iya yah, ini waktunya memberi hak ke para karyawan Rey dan panti yah " kata Reynal yang memang kebetulan sudah waktunya karywannya menerima gaji.
" Dedel gimana?" tanya Bunda.
" Tenang Bun, ada kak Ray " jawab Reynal.
" Benar begitu Ray?" tanya Bunda kembali.
" Iya Bun, Ray sudah izin dua hari, jadi Ray ada waktu untuk gadis kecil Ray" ucap Rayhan
" Kak Rien gak pulang Yah?" tanya Reynal yang menanyakan sang kakak.
" Nggak Rey, kakak kamu pergi lagi semalam, gantikan temannya katanya" jelas Ayah.
" Ya sudah, Mama mau lihat anak gadis mama dulu yah ," ucap Mama permisi yang dianggukin oleh mereka.
Mama masuk kamar dan melihat Dela, sudah mandi dan wangi bahkan , sudah berdandan rapi.
" Mau kemana sayang rapi amat ? " tanya Mama.
" Pergi Ma, jalan sama kak Ray, " jawabnya dengan penuh senyuman.
" Semalam kata Rey kamu menangis, ketakutan, ada apa sayang?" tanya Mama.
" Oh itu, itu Dedel mimpi buruk aja Ma" ucap Dela sekenanya.
" Yah udah yuk keluar, kita mau kerumah Neni pagi ini nanti kamu langsung kesana aja, dan Reynal akan pulang lebih dulu karena ada yang diurus dikantor.
" Iya ma gak apa, biarin aja" ucapnya santai, yang sudah tau akan hal itu.
Dela keluar bersama Mama, melihat ada Eyang , Dela berjalan ke arahnya sedangkan Eyang yang melihat Dela berjalan ke arahnya, hanya menepuk-nepuk sofa disampingnya, meminta Dela untuk duduk disampingnya.
Dela pun tersenyum, dan mengangguk, sementara ia melihat Fia yang sudah ikut duduk bareng Ayah juga Bundanya, namun tidak ia peduliin, lain halnya dengan mimpinya semalam yang membuat takut, Dela pun bergeridik.
Dela sudah berada dipelukan Eyangnya merebahkan kepalanya di dada Eyang.
" Hari ini kan kamu pindah nginepnya, jadi sebelum pergi, Eyang ingin peluk kamu" kata Eyang, Dela tersenyum dan mengangguk menandakan iya sebagai jawabannya.
" Cepat bener rasanya, mau ditinggal kamu aja, padahal dulu kamu kalau kesini, gak mau pulang" ucap eyang sedih.
" Iya yang, besok kapan libur Dedel bakal kesini lagi deh" ucapnya dengan ceria agar Eyang tidak sedih.
__ADS_1
" Iya Sayang Eyang tunggu, tapi Eyang mau, kamu sudah ganti setatus di Ktpnya." ucap Eyang ke Dela, Dela masih mengerutkan keningnya atas permintaan Eyangnya.
" Eyang doakan aja, okey" ucap Reynal yang ikut menghampirinya.
" Ta, apaan si, ada si Fia tuh, jaga Hati lo untuk dia" kata Dela lirih.
" Yang ada gue akan jaga lo untuk gue" ucapnya.
" Ta jangan bercanda deh lo" kata Dela yang masih dalam pelukan Eyang.
" Ya-, gue gak lagi bercanda La" ucapnya.
" Yang Rey pamit pulang ya, lo gak papa" kata Reynal setelah pamit ke Eyang dan menoleh ke Dela.
" Gak papa gue baik-baik aja, sono lo pergi buat liburan gue, tambah gabut melulu " kesal Dela. Dela melepaskan pelukannya bersama Eyang dan pergi nemui Rayhan untuk segera pergi.
" Ray.." pringat Eyang, Reynal hanya menyengirkan giginya yang rapi.
Dela sudah bersama Rayhan untuk pergi jalan, karena tadi saat masih dikamar Rayhan mengajaknya jalan, Rayhan pamit pergi bersama Dela.
Sementara Reynal masih duduk diam lalu tak lama ia pun ikut pamit, menggunakan mobil Rayhan yang ia pinjam sementara Rayhan bawa Dela menggunakan motor sport kesayangannya, Mama dan Bunda hanya gelengkan kepalanya melihat tingkah mereka.
" Baru kali ini gue, liat dua remaja yang sudah dijodohin bahkan bertunangan tapi ia bersikap acuh" ucap sang ayah.
" Yang masih gue gak ngerti itu ada apa dengan anak gadis gue, dia sepertinya ada yang disembunyiin dari kita tapi apa"ucap Papa
" Sudah kita tunggu aja, sampai mana mereka pertahankan hubungan mereka, dengan pacar-pacar mereka termasuk anak gue Dela, sepertinya ia mencintai laki-laki lain." kata Papa menjelaskan.
Mereka hanya melihat kepwrgian anak-anak mereka hingga tak terlihat, kemudian ke empat orang tua paruh baya juga ikut nyusul berpamitan untuk menemui Neni Dela dikampung sebelah.
πΎπΎπΎπΎπΎ
Dela Asik jalan bareng sama Rayhan keliling kota, Dan menjajal apa yang belum pernah Dela Jajal bahkan sampai ke kulinernya.
Dela sesekali membuka vlognya mengenalkan apa yang ia lihat, bahkan empat sahabatnya bersorak, tapi bukan hanya Dela saja, mereka pun tak kala serunya, mereka memamerkan kegiatan mereka saat itu.
//Mimpi gue serasa nyata , perempuan itu dan dua temannya membuat gue saat itu tidak ada pilihan, ancamannya juga gak main-main, gue takut _ Dela// Dela duduk di sebuah taman wisata itu.
Rayha hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Dela yang melamun, Rayhan mendekat Dela dan mengajaknya pulang, berharap Dela akan baik-baik aja setelah pulang.
//Dek suatu saat kamu menikah dengan Rey , kamu harus bisa kuat hadapinya, seorang yang akan tegas dan disiplin, kata orang terlalu serius jalani hidupnya, kakak berharap lo dan Rey akan baik-baik aja Dek, gak ada namanya orang ke tiga_ Rayhan//yang melihat Dela sudah tertidur di punggungnya. Rayhan menggenggam tangannya kuat.
Rayhan memang begitu menyayangi Dela seperti adeknya bahkan ia anggap Dela masih gadis kecilnya yang selalu merengek ketika meminta sesuatu dan akan bahagia ketika maunya dipenuhi.
πΎπΎπΎπΎ
Reynal memang memutuskan untuk keluar dari osis demi Dela, karena ia ingin mengikuti bagaimana Dela, walau harus turun sendiri bahkan akan menjajal dunia asing baginya.
Semua akan iya jajalin bagaimana jadi seorang Dela tanpa terlambat, karena ia seorang Senior diSekolahnya , bukan itu aja ia seorang osis yang patut dicontoh bagi murid lainnya. Reynal memang galak diSekolahnya sebagai Senior tapi itu demi siswa agar disiplin, tapi Dela membuat ia sedikit lupa.
__ADS_1
Ia coba menerima kehadiran Dela saat ini hingga rela harus meninggalkan kekasihnya yang sudah bertahun-tahun.
πΎπΎπΎ
Sesampainya dirumah Neni, Rayhan membawa Dela masuk kamar dan merebahkannya di kasur empuknya, membuka sepatunya lalu menarik selimutnya.
Rayhan pun kemudian keluar kamar Dela, lalu ikut berkumpul bersama-sama orang tuanya.
" Ray.. bisa jelasin ke Ayah?"
" Jelasin ??"
" Iya Jelasin ada apa dengan Dela anak gadis Ayah" ucap Ayah yang meminta penjelasan.
" Hemm...Ray sendiri juga tidak terlalu paham yah, Kenapa bisa kacau seperti ini perjalanan hidup mereka, yang sebentar lagi resmi jadi suami istri" kata Rayhan yang arah pembicaraannya kemana-mana.
" Memang Dela gak pernah cerita?" tanya Papa dan itu membuat Rayhan menggelengkan kepalanya.
" Ray kamu pasti lelah tidur geh" titah Bunda
" Baik Bun.." jawab Rayhan yang berdiri meninggalkan mereka diruang santainya.
Sudah lo tenang aja, anak gadis kita orangnya kuat dan gak manja, dia bisa selesaikan masalahnya sendiri" ucap Si Ayah.
π¦π¦
Sementara Reynal dan Fia sudah sampai. mereka masih ada di mobil, dan Reynal hanya diam tanpa ingin bicara.
" Rey... apa alasannya?, dia sebagai berakhirnya hubungan kita jujur Rey?" tanya Fia nodong pertanyaan setelah sampai.
" Dia atau bukan yang pasti kita tetap tidak bisa, karena nyatanya diri aku setengahnya milik orang lain, Maafkan aku Fi, tapi dia lebih butuh aku " ucap Reynal menyesali.
" Kamu jahat " ucap Fia yang kemudian keluar dengan membuka pintu, lari menuju rumahnya.
^ Maafkan aku Fi..., tapi ini yang terbaik^ ucapnya lirih. setelah Fia masuk rumah Reynal melajukan mobilnya pergi dari halaman rumah Fia.
πππππππππππππππ
.
Bersambung.
.
.
Salam manis
Reynal & Dela
__ADS_1