Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps- 109 Duren LaTa & Avokado Denting#


__ADS_3

Dela duduk dibangku dengan rasa betenya, merebahkan kepalanya dipohon yang rindang tempat favoritnya saat ini. Beda jika dulu ia akan ke uks atau tidur dikelas beda dengannya yang sekarang ia lebih memilih taman yang sepi sebagai pelipur laranya.


Membuka permen Lolipop dan segera memasukan kemulutnya merasakan sensasinya.


^ Huh... biasanya ditemani Aldo atau kak Ray, tapi kak Ray sekarang benar-benar sibuk dengan pekerjaannya, disini saja hanya semalam^ ucap Dela yang terdengar dihatinya, menandakan ia kesepian.


Dela yang tiba-tiba berfikir jika ia kesepian selama ini, padahal dihidupnya saat ini ada Reynal yang menemaninya, tapi Reynal terlalu sibuk dengan dunianya hingga ia lupakan Dela sebagai istrinya begitulah menurut Dela yang sebenarnya ia ketahui, tapi kenyataanya Reynal selalu utamakan dirinya,bagaimanapun caranya.


Tanpa terasa lolipop yang ia makan habis, ,^ Yah habis ^ gumamnya yang melihat tinggal stik tangkai lolipopnya pasrah.


" Ini untuk kamu Del...."kata seorang yang berdiri didekat Dela menyodorkan dua lolipop besar kesukaannya.


" Bastian..." ucapnya saat melihat ternyata seorang pria ia kenal yang berdiri di dekatnya.


" Iya, ini untuk kamu" ucapnya lagi yang masih mengulurkan tangannya yang berisi lolipop.


" Wah kebetulan sekali, makasih ya..., em kok bi-sa disini" tanya Dela girang.


" Gue dari kemarin memang disini kali Del, gue mahasiswa sini selama enam bulan kedepan."ucap Bastian menjelaskan.


" Oh ya, jadi lo mahasiswa transferan eh tuker pelajar gitu" ucap Dela meyakinkan dengan bibir yang mengembang.


" Iya seperti yang kamu liat Del, kamu apa kabar kok baru keliatan?" Tanya Bastian.


" Hehe... iya gue kemarin tu em biasa tamu bulanan datang, jadi bobok cantik dirumah" Ucap Dela kikuk.


" Ooohh.... gitu pantesan gak pernah liat kamu" ucap Bastian yang sudah duduk didekat Dela.


" Tinggal di rumah Bunda dong, kamu Bas?" tanya Dela.


" Iya Del" ucap Bastian singkat.


" Kok bisa lo Bas?" tanya Dela lagi.


" Iya aku kan pintar, aku kangen kamu, Rey juga" ucapnya pede dan mengena


" Narsis lo, kepedean amat sih" ucap Dela terkikik.


Bastian masih saja curi perhatian dan curi pandang ke Dela lalu menyunggingkan senyumnya^ kamu memang cantik Del, kamu memang ngangeni ^ ungkapnya dalam hati.


" Siapa dia Del yang ganggu lo?" tanya Dabarel yang baru saja Datang.


" Eh kak, em ini sepupu gue, dia akan disini selama semester kedepan" jawab Dela ke Dabarel.


" Yakin lo sepupu?" menatap tak suka.


" Iya kak..." ucapnya yakin.


" Cowok Resek lo mana, gak nongol dia?" tanya Dabarel lagi yang sudah merebahkan tubuhnya ke kursi yang ada disana.Dela hanya mengangkat dua bahu dan tangannya" Sepertinya" ucapnya singkat.


" Del... suru pergi dia gue mau tidur gue terganggu" ucapnya sinis.


" Ya udah gue duluan, masih ada kelas" ucap Bastian pamit Ke Dela.

__ADS_1


Tak lama suara ponsel Dela berbunyi , ternyata ada chat dari seorang yang sepertinya sangat menyukainya.


Dela mengambil ponselnya,ia terkejut dan matanya mengarah ponsel dengan melotot ke layar ponselnya.


" +62825xxxxxx"


Aku akan selalu menunggumu Dela Riani


^ Siapa yang berani kirim ginian^


Dabarel melihat Dela yang tiba-tiba tegang membuatnya kepo, dan langsung bertanya "Kenapa?"


"Em gak papa kok kak, gue hanya terkejut aja dengan chat orang yang tak dikenal" ucapnya.


"Kirain kenapa, udah abaikan atau blokir aja bereskan" ucap Dabarel, Dela berfikir sejenak lalu menganggukin kepalanya.


" Lo gak ada jam?"


"Ada sih, tapi gue lagi gak mood untuk masuk" ucap Dela yang menyenderkan kepalanya di pohon,sementara Dabarel sudah pejamkan matanya kembali.


Dela sedang membaca bukunya, ya walaupun ia gak masuk, seenggaknya ada buku di tangannya, yaitu berlaku beberapa bulan yang lalu saat dia masuk di fakultas hukum.


^Oh iya guekan punya lolipop dari Bastian^ gumam Dela yang kemudian membuka bungkusnya, Dela buru-buru membuka lolipop yang diberikan Bastian, ia bahagia karena ada pengganti lolipopnya yang telah habis.


"Jangan dimakan, ini ada racunnya" ucap seorang yang rampas lolipop Dela.


" Siapa sih yang ganggu gu-e, Tata..." ucap Dela menurunkan nada bicaranya, saat tau jika yang mengambil lolipop itu Reynal.


" Ta..tapikan sa-yang, kok dibuang sih" ucapnya lirih dengan bibir mengerucut.


" Kamu ngapain disini?" tanya Reynal.


" Nenanggin Diri, ngapa emang?" jawab Dela seraya tanya balik.


" Nenangin Diri bukan malas-malasan La, gimana nilai kamu bisa bagus kalau kamu gak berubah"


" Lala lagi gak mood" ucapnya singkat.


" Yah setidaknya gak bolos gini kan, Bareng laki-laki itu! " dengan suara tingginya


" Tata.., cukup ya Lala lagi malas ribut, harap mengerti." ucap Dela.


" Apa karena dia kamu betah disini ditemani laki-laki yang bukan muhrim mu yang bukan-" ucap Reynal yang menuduh Dabarel


" Stop ya Reynal Fito , kak Dabarel gak salah sama sekali tapi tempat ini, tempat ini yang buat gue tenang gue nyaman, Dan kak Dabarel gak ada ganggu gue sedikit pun" ucap Dela yang menaikan suaranya pula.


Dela langsung pergi meninggalkan Reynal juga Dabarel yang masih santai pejamkan mata, Dabarel pura-pura tidak tau dan pura-pura tidak dengar apa yang sedang Dela bicarakan bersama Reynal.


Bohong jika Dabarel tidak mengagumi Dela, yang penuh pesona dengan sedikit bar-bar membuatnya memiliki nilai sendiri buat Dela.


Sementara Dela berjalan Arah parkir, dan mencari Angkutan umum diluar sana.


Jangan bilang Mood Dela hilang karena pelajaran, tidak!, Dela bisa begitu karena ia tau Reynal tadi membohonginya, Dela tau kematian Fia, Dan Dela juga tau bahwa Reynal berada disana, menanggis, bahkan disana ia sempatkan untuk berdua saja bersama Fia di rumah barunya, yang tak lain pemakaman , Reynal memang tidak sendiri, disana Reynal ditemani Aldo, walau nyatanya Fia sudah berbuat kesalahan tapi Dela yakin dihati yang terdalam masih banyak kisah dan kenangan Reynal bersama Fia yang tak dapat dilupakan, hal itu juga pernah dirasakan oleh Dela saat kehilangan Daren.

__ADS_1


Reynal mengikuti langkah Dela yang pasti kacau^ Shiit... gue terlalu kasar padanya ^


πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡


" Kapan sih gue bahagia, Gue capek" ucap Dela yang telah duduk disebuah Kafe yang ia sendiri tak tau dia berada dikafe mana.


Ya Dela menaiki angkutan umum, yang lain arah bahkan lain tujuan, ia menaki begitu aja saat melihat Reynal mengejarnya, dan ia tersadar saat ia jauh dari kampus, ia buru-buru turun saat melihat ada sebuah kafe yang kebetulan menu kafe itu hanya ada es Duren dan Alvokad kocok disertai toping-toping yang menggiurkan.


Dela memesan keduanya, untuk meredam emosinya saat ini^ Suami posesif, dari pada mikirin rumah tangga yang entah kemana mending makan nih es duren kocok yang lezat" ucapnya.


"^ Eh tp lucu deh nama menunya, es kocok Duren LaTa, sama Avokado Denting^


Puft..,!!


^ Ada ada aja, ah bodo amat dah yang penting senang perut kenyang" ucapnya.


Usai Dela memakan dua menu favoritnya, Dela membayar lewat kartu keditnya lalu segera pulang.


Namun sebelum pulang ia melihat suatu lukisan yang di pajang dikafe itu, kok ada gue disini, serta lukisan disini, ah ngaco itu kebetulan kali, Dèla mengangkat dua bahunya dan berlalu pergi.


Dela pulang ke rumah Bundanya, ia mencari Bunda dan langsung memeluk manja, hingga ia tertidur disofa depan telivisi, karena Bunda sedang berada disana.


Bunda meminta Reynal pulang kerumah dan mengabarkan Dela aman bersama sang Bunda hingga ia tertidur, Bunda membiarkan Dela Tidur di pangkuannya hingga Reynal balik, Bunda paham pasti mereka lagi berantem buktinya Dela hanya bilang bahwa Reynal egois dan gak mau ngomong yang sebenarnya, Bunda tapi membiarkannya, Bunda tidak menanggapinya ia hanya menjadi pendengar dari menantu kesayangannya dan akan bertanya nanti setelah Reynal pulang.


Dela sudah berada dikamar, berselimut putih, Reynal disampingnya, lalu mengecup pipi serta kepala Dela, menandakan ia begitu menyayangi dirinya.


//Maafkan aku, membuat kamu kesal dan uring-uringan, masalah kita sudah selesai, kita akan hidup, bahagia tanpa dibayangi ketakutan lagi_Reynal//


Reynal menutup pintu kamarnya dan keluar menemui bundanya, ia lalu menceritakan apa yang sebenarnya terjadi hari ini hingga Dela seperti ini. Dela gadis sedikit bar-bar namun manja, bahkan Reynal berusaha menjadi yang terbaik untuknya.


Bunda yang mengerti hanya tersenyum dan hanya mengatakan kesabaran akan membuahkan hasil.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


.


.


Bersambung


.


.


Jangan lupa jejak kalian gaes...


.


.


salam hangat


Reynal & Dela

__ADS_1


__ADS_2