
Pagi ini Dela dan Bastian akan berpetualang, dan Dela akan menghibur diri selama di rumah Eyangnya, Dela bangun dari tidurnya, menyapa hewan peliaraannya Pemberian Daren, setelah itu ia akan segera mandi setelah Rien keluar.
Di meja makan sudah pada ngumpul tinggal menunggu Dela dan Reynal yang belum keluar kamarnya.
" Pagi tante" Sapa Bastian, yang sudah masuk dan bersalaman.
" Eh Bas, sini sayang, Pasti mau ajak pergi Rey ya?" tanya Bunda
" Nggak tan, Tapi Bastian mau izin ajak Dela jalan, boleh?" Tanya Bastian ke Bunda.
Bunda tersènyum " Boleh aja, Tante malah senang, Bastian mau ajak Dela" ucap Bunda
" Emang mau kemana sih Bas, sepertinya seru amat" kata Ayah yang sedang menyeruput kopinya.
" Bastian cuma ajak keliling Desa aja om , dan main disungai sambil tangkap ikan" kata Bastian.
" Wah seru tu , apa lagi nangkapnya pake lembing, ingat jaman masih bocah dulu?" kata Papa, yang mengingat kejadian saat masih remaja.
" Iya om.." kata Bastian.
" Emang lo bisa Ta ?" tanya sang Ayah
" Yah remehin gue, lo" ucap sang Papa ke Ayah.
" Mana tau lo bisanya cuma liatin Mila doang" kata Ayah dan mereka tertawa lepas.
" Sudah makan dulu, jangan ngobrol aja" kata Eyang agar segera sarapan.
" Sudah ajak aja Dedelnya geh, pasti dia Bete tu nungguin gue pulang kerja"
" Siap kak" ucap Bastian dengan senyum manisnya.
Mereka sarapan bersama kecuali Reynal dan Dela yang belum turun, entah apa yang ia kerjakan sekarang berada dikamar.
" Pagi semua , Pagi Yang " Sapa Dela yang langsung peluk Eyang yang sedang duduk dan mencium pipinya, Lalu Dela duduk dikursi kosong sebelah Rien dengan meneguk susu coklatnya.
" Ya udah Rien duluan ya, Bye semua, bye Dek" kata Rien yang sudah siap pergi kerumah sakit.
" Bye kak hati-hati salam sama kakak ipar ya kak" ucap Dela dengan lambaian tangannya.
" Bas lo suka gak dengan nasi goreng, nih buatan Bunda loh, ter the bast deh pokoknya, cobain deh " kata Dela yang sudah masukin nasi goreng ke piring.
" Suka, apa aja aku suka" ucapnya dan Dela tersenyum.
Dela duduk kembali, dan diam-diam Dela usil dengan memberikan sedikit garam disusu Reynal.
// Rasain lo_Dela//dengan senyum Devil.
" Kamu kenapa Del, senyum-senyum gitu, ada yang salah ya, atau apa" kata Bastian.
" Gak Bas, Ayo makan nanti keburu siang" ucap Dela.
Dela dan Bastian sarapan, Dela lalu berdiri mengambil tempat bekal, yang akan Dela isi dengan roti, dan susu UHT yang ia siapkan untuknya dan Bastian.
Tak lama Reynal turun sudah rapi dengan pakaian santainya, kemudian mendekat ke mereka.
" Rapi amat lo Rey"
" Ya iya lah"
" Pagi yang, mencium pipi Eyang
" Ma, Pa, Bun, Yah" yang kemudian duduk di kursi kosong bersebelahan dengan Bastian.
" Emang mau pergi kemana anak laki Papa?"
" Mengawasi kelinci Rey lah Pa" ucapnya santai, tapi manik matanya mengarah Dela dengan tajam , Dela yang mendengarkan hanya melototkan matanya, dan menggaruk-garuk keningnya dengan jarinya yang tak gatal.
" Kelinci lo gak perlu lo awasi Rey, sudah besar dan bahkan sudah tau jalan pulang" kata Bastian.
" Nah itu Bas, karena dia tau jalan balik, dia pergi suka-sukanya, butuh gue awasi" ucap Reynal.
Reynal lalu mengambil susu yang ada dihadapannya, Dela bersiap-siap untuk lari , pasti setelah ini, Dela akan dikejar sama mantan ketua osis yang sok tampan , itu, menurut Dela, Dela mulai menghitung dalam hati.
// Satu-, du-a, Ti-Tiga-, _Dela //
Susu yang diminum Reynal ia letakan lagi di Meja, Rasa susu manis menjadi asin, ia menatap Dela yang pura-pura tidak tau apa-apa, Tapi bukan Reynal yang tak tau kalau itu perbuatan Dela.
" La-la! " dengan suara berat penuh penekanan memanggil nama Dela,Tapi yang punya nama, biasa aja itu membuat Reynal semakin kesel.
Tapi bukan Reynal namanya, ia akan ngerjai Dela balik, ia melihat ada kotak bekal Dela, dengan sigap ia mengambilnya dan membukanya.
Tata...!! Teriak Dela melihat isi bekalnya dimakan oleh Reynal.
" Satu sama " Bisiknya dan tanpa hiraukan dirinya.
Reynal lalu juga mengambil susunya Dela, dan meneguknya Dela kesel dengan jahil ia ambil isi saos roti, dan mencolek ke pipinya saat Reynal meneguk minumnya lalu berlari.
" Lala...!" Reynal mengejar Dela, Dela sudah berada dihalaman dan lari ke meja makan " " Ayo Bas" ucapnya sambil lari lagi.
Para orang tua hanya geleng-geleng, melihat anak-anaknya yang bekejaran seperti Tom dan Jerry.
Bastian paham dan kemudian segera pamit pergi membawa Dela.
__ADS_1
" Lala... gue gak izini lo pergi berdua La " ucap Reynal dengan teriak.
" Whatever" kata Dela yang meminta Bastian segera melajukan motornya.
^ Awas lo, bakal gue dapatkan lo dan tak akan gue biarin lo pergi dari gue ^ gumannya berjalan arah sawah mencari pinjaman motor.
🌳🌳🌳
Sementara, Dela dan Bastian sudah berada disungai setelah mengelilingi kampung.
" Sejuknya , kita tangkap ikan disana ya Bas?" tanya Dela.
" Iya Del" jawab Bastian.
Dreett...Dreett...bunyi nada dering yang terkusus untuk Daren.
^ 💙Daren_,^
Dug...
Dug...
^ Jarak jauh aja jantung gue serasa ingin meraton^ gumannya.
" I-Iya B-Boo " kata Dela yang sedikit gugup
" Bee-, " panggil Daren lembut
" I-ya Boo"
" Kok gugup gitu hem " ucap Daren lembut.
Pipi Dela Merah dan berkata" Iya Boo-, Dedel juga gak ngerti Boo " ucap Dela dengan menggaruk keningnya yang tak gatel.
//Salting dah gue_ Dela//
" Bee-, lagi dimana, kedengaran seperti dengar air Bee" kata Daren memastikan.
" Emmm iya Bo," kata Dela
" Lagi apa hem?' tanya Daren lembut.
" Cari ikan nih sama Bas-tian"
" Bastian?"
" I-iya dia-, " kata Dela yang terputus karena Bastian meminta ponselnya agar dia bisa menjelaskan ke Daren.
Dan bak dayung bersambut, Daren sangat senang sekali bisa kenal Bastian, dan meminta untuk menjaganya selama liburan paling tidak sampai Daren menyusul ke sana.
Ponsel telah diberikan ke Dela, Dela pun melanjutkan ngobrol dengan Daren.
" Bee-, tunggu aku ya, aku pasti akan menyusul kesana, setelah pekerjaan kù selesai" ucap Daren.
" Iya Boo, pasti" ucapnya lirih.
" Jangan cemberut ya, jelek loh, Bee i miss u so much"
Dela tersenyum " too" jawabnya singkat dengan dada yang berdebar namun lolos dari mulutnya.
Daren lalu mengakhiri obrolannya, setelah menyatakan kalau ia merindui kekasihnya, Dan begitu Dela yang masih terhipnotis oleh ucapan Daren barusan dan mengiyakannya.
Dela akan mencari ikan bersama Bastian, Dela menggebu-gebu dengan hasil tangkapannya, pasti akan banyak ikan yang akan mereka dapat.
" Del..., cowok lo baik, wajar kalau kamu pertahankan Dia" kata Bastian.
Dela tersenyum,dan kemudian mengangguk." Iya." ucap Dela.
"Sudah Ayo Fokus, Dedel sudah gak tahan ingin segera membakar, dan menyantapnya." ucap Dela yang malu jika ditanya soal hati kali ini.
Tak memakan waktu yang lama, Bastian yang sudah terbiasa, ia bisa mendapatkan ikan yang lumayan besar.
" Kita bakar, dibawah pohon itu ya " tunjuk Bastian dan dianggukin oleh Dela , Dela mengambil ranting- ranting yang tak jauh dari sana, serasa cukup Bastian menghidupkan apinya, lalu mulai membakar hasil tangkapan tadi.
🌿🌿🌿
Reynal tau Dela pasti akan menghindarinya, dan mungkin akan menjauhi sebisanya, Namun ia tak bisa berbuat apa-apa, karena Dela meminta agar berjalan apa adanya.
Yang penting ia siapkan diri, untuk pelatihan futsal dan sebagai anggota perwira, walau nanti ia akan melanjutkan study nya, Baru Reynal akan fikirkan bagaimana cara mendapatkan hati Dela kembali.
" Reynal duduk di pondokan sawah, ia sandarkan badannya, sambil memandang sawah-'sawah, terlihat dari kejauhan Dela begitu bahagia disana saat bersama Bastian main disungai.
Reynal lalu mengambil kameranya yang ia siapkan, lalu dari kejauhan ia mengambil foto Dela, ia tersenyum kala hasil jepretannya terlihat sempurna, walau jarak yang jauh.
" Rey..." panggil seorang dari kejauhan yang mendekatinya.
Reynal menoleh dan melihat seorang gadis yang sudah mendekatinya,ia melemparkan senyumnya ke Reynal dan langsung lari memeluk Reynal.
" Miss you so much Rey" ucap gadis itu.
Tapi dengan perlahan Reynal melepaskan pelukan gadis itu." Sorry, jangan lakukan ini, gue gak enak dengan keluarga gue"
" I don't care " ucap gadis itu.
__ADS_1
" Tapi lo tau, gue sudah punya orang lain, dan gue sudah mencoba menerimanya, lo pun tau itu" ucap Reynal.
" Hem.. Dela Riani, masih diakah sainganku" kata Gadis itu dengan nada sinisnya.
" Dia bukan saingan lo, lo salah gue dan dia segera menikah, so dia bukanlah saingan lo"kata Reynal yang tak ingin Dela dijelek-jelekin.
" Gue Hana tak akan menyerah untuk dapatkan hati lo, walau lo jauh dari kota, tapi gue akan susul lo" ucapnya dengan senyum Devil
" Jangan nekad lo Hana, gue anggap lo saudara , dan gak lebih" ucap Reynal yang berniat pergi meninggalkannya.
" Jangan lo ganggu dia, karena dia punya gue" kata Reynal yang kemudian pergi, meninggalkan gadis itu yang sedang berdiri.
" Sial ternyata dihati Reynal masih saja sama gadis itu, gadis yang merebut segala perhatian semua cowok" gerutu gadis itu yang memandang kepergian Reynal.
Gadis itu memang masih saudara jauh Reynal, yang terobsesi dengan Reynal, bahkan ia pun terang-terangan nyatakan perasaannya ke Reynal, karena Reynal sudah miliki Fia, Namun saudara di Desa taunya bertunangan dengan Dela.
Reynal pergi ke kebun mawar, dan meminta pekerja memilihkan mawar untuknya, dengan senang hati pekerja kebun membantunya.
🌿🌿🌿🌿🌿🌿
" Wah enaknya " Dengan mata tak berkedip
" Hati-hati Del , masih panas" ucap Bastian
" Iya Bas, terima kasih."
Saat mereka asik makan, Hana sudah berada disana, dengan mendorong Dela tiba-tiba, hingga terjungkel karena terkejut.
" Siapa lo" kata Dela.
" Hem jangan sok cantik lo, Rey milik gue" katanya dengan melipat kedua tangannya.
" Kamu apaan sih, tiba-tiba bicara seperti ini" kata Bastian.
" Karena gadis ini, yang mencuri hati Rey" kata Hana.
" Del, lo gak apa?" kata Bastian khawatir Dan Dela menggeleng.
" Apaan si lo, salah kalau gue milik Rey, maaf lo salah orang girl cari musuh?" kata Dela yang menekan kata milik kalimatnya, kemudian menarik Bastian untuk pulang, Bastian hanya mengangguk, menandakan iya sebagai jawaban.
Tapi Hana ternyata tidak tinggal diam, ia menarik rambut Dela dengan kencang dan mendorong Dela hingga jatuh. Bastian terkejut kala Dela jatuh, pasalnya Bastian sudah menaiki motornya dan itu pun baru ia hidupkan mesin.
Dan
Plak...plaak!!!
" Awww , Ber*****k lo ya, berani lo ya, " kata Dela yang sudah membalasnya.
Plaak !!!
" Itu balasan untuk lo " ucap Dela
" Hana lo apa-apaan sih" teriak Reynal yang lari mendekat.
" Kenapa lo bela dia" kata Hana kecewa
" Gue tunangannya, dia tanggung jawab gue, dan dia milik gue, jangan pernah lo sentuh dia atau sakiti Dia." kata Reynal yang menekankan setiap kalimatnya dengan sedikit meninggi.
" Bas, tolong bawa Hana ke rumah Eyang sekalian lo bawa orang tuanya kerumah Eyang" titahnya
Bastian yang paham , maksud Reynal ia lalu mengangguk, dan membawa Hana ke rumah Eyang.
Dela ternyata masih meringgis kesakitan, karena layangan tangan Hana, cukup kuat apa lagi saat ia mendorongnya hingga jatuh.
Dengan sigap Reynal menggendong Dela sampai di motor dan membawanya pulang kerumah, menggunakan motor milik pekerja disana.
" Gila, senior galak kaya lo masih ada fansnya sampai disini" kata Dela.
" Gue tampan dan mempesona La, lo aja yang katarak" ucap Reynal dengan pedenya.
" Bodo, pedean lo " ucapnya.ldengan mencibir
" Terserah lo, yang penting gue bareng lo ingat lo milik gue, kala dirumah bukan milik Daren "ucapnya.
.
.
.
Bersambung.
.
.
.
jangan lupa jejak semangatnya say
Salam hangat Fe
Reynsl&Dela
__ADS_1