
Dela nonton futsal, berasama sahabatnya.
Mereka begitu antusias menonton pertandingan itu, ini pertama kali pertandingan setelah Daren meninggalkan mereka, tetapi mereka yakin Daren ikut berada diantara mereka.
Reynal sekilas melihat ke arah Dela yang sedang melihat pertandingan tanpa sengaja tatapan mereka bertemu, Reynal lalu mengangkat tangannya dan menyatukan jari telunjuk dan Tengah, mendekatkan ke bibirnya kemudian ia lepaskan mengarah Dela, Dela yang melihatnya merasa jengah, lalu memutar matanya dengan malas, namun Reynal hanya senyum dan gelengkan kepalanya dan kembali fokus.
Dela tampak tidak begitu fokus dengan pertandingan yang berada didepannya, Dela sendiri fokus dengan ucapan Aldo yang tadi sempat mereka omongi dimobil sebelum turun.
//Apa iya gue harus terima Tata, apa aku egois, Tapi Tata lah yang egois, Dia sudah berani tetap jalani hubungannya dengan Fia, padahal dia-,Dela//
Dela tersadar, saat ada yang menariknya hingga jatuh. " Aww..." Rintihnya.
" M****s lo" Ucap seorang gadis yang menariknya.
" Felia, lo apa-apaan sih, ngajak berantem, gue gak takut" Ucap Dela yang coba berdiri karena didorong Felia hingga terjatuh.
" Itu balasan karena gue ikut diskorsing " ucap Felia dengan sinis.
" Itu salah lo sendiri, bukan salah gue" ucap Dela, yang ingin mengabaikan Felia, tapi Felia dengan cekatan, menghalangi jalan Dela dengan kakinya, sehingga Dela terjatuh Felia tersenyum puas.
Awww !!!
" Rasain Lo " Ucap Felia.
" Berani Lo"
" Apa, duh kasihan jatuh" ucap Felia mengejek.
" Sialan Lo" Ucapnya.
Aldo yang sadar gak ada Dela disampingnya, Aldo menoleh ke kiri dan kanannya, Aldo melihat Dela tersungkur, Aldo sedikit berlari mendekati Dela, dari kejauhan Reynal melihat Dela yang berdebat dengan Felia Ia menggenggam tangannya keras menahan emosinya, namun ia sedikit lega karena Aldo yang menolongnya.
" Dedel... Del...Lo gak apa? " ucap Aldo yang membantu Dela berdiri.
" Gue gak apa Do" ucapnya yang merintih kesakitan, sedang Felia pergi begitu melihat Aldo, setelah Dela terjatuh akibat ulahnya.
" Ayo gue bantu duduk " ucap Aldo yang di pinggir lapangan, Aldo lari kemobil Dela, mengambil kotak p3k untuk Dela, dengan telaten Aldo membersihkan kaki Dela yang terluka, walau Dela sedikit meringis karena kesakitan.
" Lo gak apakan La" ucap seorang yang barusan datang melihat keadaan Dela, Dela hanya gelengkan kepala.
" Gak papa apanya, kakinya terluka gitu kok bilang gak apa-apa" Omel Aldo yang mulai meneteskan betadine di luka Dela.
" Tangan lo juga terluka La" ucap Reynal yang melihat ada luka dibagian lengannya, Dela hanya diam, dengan cepat Reynal merampas kapas yang ditangan Aldo.
" Lo ngapa gak lawan aja sih Del" ucap Aldo kesel.
" Gue gak tau Do, kalau yang narik tu ulet Nangka, sampe gue terjatuh, kalau sudah tau sudah gue bejek-bejek tu ulet " Jelasnya dengan kesal,Dengan pelan Reynal meniup- niup luka Dela, dan mengusap-usap kepala Dela, kalau yang liat bakal iri karena diperhatiin dua orang laki-laki.
" Kembali sana lo, sempat-sempatnya ijin keluar lapangan " Ucap Dela bagai mak-mak.
" Emang salah kalau suaminya kawatir dengan istrinya ?" Tanya Reynal.
" Yah...Gak sih-" Jawabnyayang tak menyalahkan Reynal.
" Sudah balik sana, Dedel gue yang jaga" ucap Aldo dan dibalas dengan senyuman Reynal.
Reynal kembali, mengacak rambut Dela dan mengangkat tangan Dela, yang luka lalu mengecupnya beberapa kali lalu meninggalkan Dela dan Aldo.
Mira dan yang lainnya sudah bersama Aldo dan Dela, setelah tadi melihat Reynal keluar lapangan dan menemui Dela.
" Lo gak papa Del?" tanya Mira
" Im fine " ucapnya singkat.
Membuat mereka bernafas lega, namun
__ADS_1
Wajah kesel mereka tak dapat dibendung lagi, mereka akan mencarinya tapi Aldo juga Dela melarangnya.
" Eh Tapi Kak Rey sweet banget-" ucap Mira yang menyatukan jari terlunjuknya.
" Romantis abis"
" Bininya woy" ucap Samir
" Istri Sam" teriak mereka
" Iya istri "ucap Samir yang garuk-gatukin kepala yang tak gatel
🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇
Pertandingan Itu berlangsung telah mencetak beberapa kali gol, walau hanya pertandingan persahabatan, mengenang satu bulannya Daren, dan ini pertandingan akhir sebelum mereka disibukan dengan tugas berat mereka hadapi ujian.
Mereka bersorak gembira, karena SMA mereka menang, tapi itu tidak masalah karena ini, pertandingan persahabatan yang akan pererat antara SMA Pembaruan dan SMA Angkasa Nusa.
" Eh kita menang tu, yee..." teriak Samir girang, Mereka pun tertawa melihat Samir menari-nari dengan merentangkan kedua tangannya.
Disela-sela mereka bahagia, karena SMA mereka menang, semua pun saling rangkul, Tapi disela-sela mereka menang, Mira masih gak terima atas perlakuan Felia ke Dela, Mira juga kesel kenapa Dela tak melawannya.
" Ulet nangka kayaknya ngajak perang nih" ucap Mira yang merasa panas sendiri.
" Mungkin punya dendam dia dengan gue, kala cantik sama gue" ucap Dela sombong yang mendapat cibiran dari Aldo.
" Lo memang cantik La, Felia gak ada apanya bagi gue " ucap laki-laki yang baru datang, sedang meneguk air minum dan sebagian, Reynal siramkan kewajah dan kepalanya, memperlihatkan akan pesona maskulinnya apalagi dengan lengan yang tampak berotot, membuat yang mandanginya bakal meleleh.
" Preett...!!" ucap Aldo yang mengerutkan keningnya.
" Sejak kapan tuan muda Reynal Fito bisa gombal?" dengan nada mengejek, Reynal sedikit menyunggingkan senyumnya, dan tak perdulikan ucapan Aldo.
" Ayo cepatan naik, hari mulai gelap, Do nih kunci motor lo" ucap Reynal memberikan kunci ke Aldo, dan setengah berjongkok meminta Dela naik kepunggungnya.
" Hap , Lo langsung pulang?" Aldo menangkap kunci dari Reynal, seraya bertanya.
" Heem " ucap Reynal, membuat Aldo hanya mengangguk-anggukan kepalanya.
Mereka hanya gelengkan kepala mereka , melihat pasutri yang berada didepannya,
melakukan tindakan konyol di tempat umum.
usai padutri hilang di depan mata, Mereka lalu ikut meninggalkan lapangan Futsal itu, satu persatu begitu pula Reynal dan Dela yang sudah meninggalkan Lapangan, terlihat dari ke jauhan Felia sangat kesal karena gagal mendapat perhatian dari Reynal.
//Gue salah ternyata_ucap Felia//
🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎
Di perjalanan tak ada suara yang mereka keluarkan, hanya terdengar suara radio yang menemani mereka.
" Kok berhenti sih?" Tanya Dela yang melihat Reynal menghentikan mobilnya.
" Gue lapar kita makan dulu" ucapnya tanpa basa-basi.
Reynal mengacak rambut Dela, lalu keluar dari mobilnya, kemudian membuka pintu sebelahnya, menggendong Dela menuju warung nasi goreng, Dela malu digendong bak anak kecil minta gendong belakang, Dela menutup wajahnya dipunggung kekar Reynal.
Sesampainya Reynal memesan Nasi goreng kemudian kembali duduk samping Dela, sambil menunggu nasi goreng, Reynal perhatikan luka Dela.
Menghela nafasnya berat, menatap luka-luka yang ada didiri Dela, Lalu mengusap dan mengecupnya.
" Maaf gue telat, nolong Lo " ucap Reynal yang masih perhatikan luka Dela.
" Gak apa, kan ada Ado" ucapnya.
" Kenapa gak lawan, mana Dela yang dulu?" ucap Reynal yang mengingat akan Dela yang sedikit bar-bar, bahkan Dela miliki ilmu bela diri
__ADS_1
" Bukan begitu, gue tadi gak siaga aja, Karena-" ucapnya ragu.
" Karena gue melamun" ucapnya lirih.
" Ya udah lain kali hati-hati" ucap Reynal.
// Ngelamun siapa sih, sampai dihempas dan terjatuh gak sadar_Reynal//
" Em ..La , ucapan gue tadi ketika dilapangan, kalau Lo cantik ketimbang Felia memang benar apa adanya, jadi jangan khawatir gue akan tetap bareng Lo, dan menyayangi Lo" Ucap Reynal sedikit canggung.
Reynal kembali mengacak-ngacak rambut Dela, entah yang keberapa kali Reynal membuat kejahilan didiri Dela, pesanan mereka sampai,mereka lalu menyantapnya.
" Sekalipun itu Fia-?" ucap Dela sekenanya, saat satu sendok berhasil masuk kemulut Reynal, Reynal lalu menghentikan makannya.
" Kenapa sih setiap kita berdua lo sebut nama itu, apa lo ragu dengan gue berubah"
"Kalau iya terus kenapa?"
"Sholat dan berdoa biar tau jawabannya, kalau gue ini berubah" ucapnya yang sedikit kesal.
" Dia memang gadis cantik dan lembut , bukankah itu wanita impian hidup lo ?" Tanya Dela yang memastikan.
Reynal mengusap wajah kasarnya dengan frustasi" La bisa diam gak, kita lagi makan plase jangan bahas dia, okey? Pinta Reynal yang tak ingin bahas Fia, karena akan membuatnya semakin terpojok.
" Tapi-"
" Sudah yang penting gue itu milik lo seutuhnya, jangan khawatir akan itu" ucap Reynal dengan nada kesalnya, Dela mengangguk senang.
" Gue sudah janji dengan dua orang tua kita, juga Alm. Daren, sebenarnya ada yang ingin gue sampaikan, bersabarlah sampai gue siap" Ungkapnya lirih, Dela mengeriyitkan keningnya lalu mengangguk seakan paham.
Selesai makan mereka tidak langsung pulang, Mereka kini berada di sebuah taman.
" La-" kata Dokter yang nangani lo, mengatakan kalau lo gak perlu lagi pergi cek up setiap 2 hari sekali atau seminggu sekali, tapi kita akan tetap kesana sebulan sekali.
" Kenapa?"
" Gak apa, katanya kamu sudah lebih baikan, Dan gue ingin lo coba damai dengan diri lo, bisa ?" Tanya Reynal.
" Apa sepenting itu ? "
" Bagi gue iya, cobalah gue yakin lo bisa." ucap Reynal.
// Gue juga ingin tau apa bener dugaan gue selama ini La, dia orangnya_ Reynal//
Dela hanya tersenyum getir mendengar ucapan Reynal, karena baginya sulit untuk jujur, dan trauma itu membuatnya semakin sakit jika mengingatnya.
" La mau gak , lo berbagi dengan gue, masalah lo selama ini, gue suami lo La, gue gak akan biarkan lo terpuruk sendiri" Ungkap Reynal.
" Tapi Ta Gue takut-"
" Gak usah takut, ada gue suami lo, lo bisa jadiin gue apa aja, asal jangan jadiin gue penjahat aja" Ucap Reynal, yang terkekeh, Dela tersenyum mendengar celotehan Reynal.
//Apa iya gue harus berdamai dengan diri gue seperti yang dikatakan Aldo dan Tata_Dela//
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
.
Bersambung
.
.
.
__ADS_1
Hai semua alam hangat dari
Reynal dan Dela