
Dela mengetuk pintunya tanda Dela pulang, sayangnya yang bukakan pintu kali ini bukan Bi Marni, melainkan sesosok orang yang tinggi, mata sayu, rahang yang keras, serta sedikit berkulit gelap, namun tetap terpancar ketampanannya, Dela terkejut ketika melihat, siapa yang membukakan pintu untuknya.
Siapa lagi kalau bukan Reynal, yang bukakan puntu karena sedari tadi, Reynal ada dirumah Dela.
" Huufh.. " membuang nafas beratnya.
" Jam berapa La? " Tanya Reynal sambil berjalan masuk.
" Jam 11. 20 wib malam" kata Dela melihat ke arah jam yang berada ditangannya.
" Kenapa baru pulang, kemana aja terus, dengan siapa Lo pulang? " tanya Reynal memberi pertanyaan beruntun.
" Jalan kepantai, sama Daren " jawabnya santai.
" Lo kenapa nggak ngabari Bunda atau gue?" tanya Reynal yang menahan amarahnya.
" Untuk apa kabari lo, Bunda atau mama aja nggak nanyain" ucapnya Enteng.
" Iya karena Mama diluar kota, dan lo dititipkan sama Bunda dan Bunda hawatir , kenapa kita nggak sampe-sampe rumah, Bunda khawatir paham lo" Dengan Amarah yang ditahan.
" Gue kira lo pulang bersama Ado, tapi ternyata-, lo pulang lebih telat dari Ado, ngerti gak kalau Mama atau Bunda tau, lo diluaran sana dan gak tau kemana, dihubungi nggak bisa, lo nggak kasihan sama mereka kawatirin lo" ucap Reynal yang rahangnya semakin mengeras.
" Terserah , capek gue" ucap Dela, yang pergi ke kamar dan membanting pintunya, lalu membantingkan badannya ke ranjang tidur, dan menutupi badannya dengan selimut, Reynal menyusul mengetuk pintu ternyata pintu tidak dikunci.
Reynal tau kebiasaan Dela setiap kali dimarah pasti masuk dalam selimutnya, Reynal duduk di tepian ranjang dekat Dela.
" La.. bukan seperti itu maksud gue, iya terserah lu mau lakuin apa aja, tanpa sepengetahuan Mama ataupun Bunda, tapi sebaiknya lo kabari Bunda dulu, kasihan Bunda cemasin lo, sementara gue nggak tau lo ada dimana La " ucapnya lirih.Yang sebenarnya ia juga merasa khawatir.
" Gue akan berusaha membawa kembali kelinci gue yang sudah menjauh dari gue La, walau harus relakan semuanya La, demi kelinci gue, mulai sekarang" kata Reynal dan mencium kening Dela lalu keluar kamarnya.
Dela keluar dari selimutnya, //maafkan Lala Ta, kalau Lala buat Tata hkawatir_Dela// dan kembali menutupi tubuhnya keselimut lalu memejamkan matanya kembali.
Pagi hari Dela bangun dan sudah bersiap pergi sekolah, melangkah kemeja makan sudah terlihat ada dua laki-laki tampan berada di meja makannya.
" Pagi..." sapa Aldo.
" Pagi, lo tidur sini do ?" tanya Dela.
" Iya malas gue mau pulang, ngntuk jadi tidur sini, lagian ada Rey" menaik turunkan alisnya.
" Ingat, dua minggu kedepan ujian semester pertama" kata Reynal yang beranjak dari duduknya.
" Kemana Lo-? " tanya Aldo heran
" Pergi sekolah , jangan sampai telat kalian" kata Reynal tanpa menoleh
" Siap bos-" kata Aldo.
__ADS_1
Dela minum susu hangatnya , lalu berpamitan ke Bi Marni dan diikuti oleh Aldo, mereka malas untuk berdebat sama senior yang galak itu.
Sesampainya diSekolah, Reynal melihat mereka sudah sampai, lalu fokus kembali ke siswa/i lainnya.
Seperti biasanya, Reynal akan menghukum siswa/i yang terlambat masuk dan akan menghukumnya, Bahkan yang bantah akan masuk ke Bk, begitulah rutinitas di pagi hari.
" Dedel- " panggil Rani.
" Kemana semalam lo-, sampai-sampai mengabaikan panggilan kita, serta notif dari kita " Tambah Mira.
" Maaf Beb, ponsel gue mati, gue aja lupa harus kabari Bunda, kalau bakal pulang terlambat" ucap Dela santai.
" Bunda lo baik nggak" kata Samir penasaran.
" Bunda gue baik kok, sama seperti Mama gue" Kata Dela menjelaskan.
" Eh jawab dulu, semalam lo kemana?" kata Rani yang kepo.
" Ke pantai, beb nanti sore jadi kan" jawab Dela dan balik tanya.
" Jadi lah " kata Mira antusias.
" Ehem..., asik nih yang jadi sporter khusus untuk Doi" kata Rani menyenggol bahu Dela, Dela tersenyum malu.
Tak terasa, bel masuk sudah berbunyi dan semua siswa/i mengikuti pelajaran, dengan baik seperti biasanya, hingga bel istirahat tak terasa, pelajaran di akhiri dan di lanjutkan kala istirahat usai.
Mereka duduk di kursi kosong dan cukup untuk mereka, Dela berdiri dan mengajak Aldo untuk pesan makan, menjelang pesananmya siap, Dela mengambil minuman mineral lalu menenggaknya.
" Del, udah tu ayo bawa " kata Aldo dan dianggukin oleh Dela.
" Dela bawa minuman pesanan teman-temannya, dan begitu Aldo yang bawa bakso pesanan mereka.
Di perjalanan menuju meja mereka, kaki Aldo dihadang oleh kaki seorang yang mereka kenali, tapi Aldo belum sigap membuat bakso yang dibawa Aldo tumpah bahkan mengenai orang lain, dan orang kain itu Reynal yang kebetulan lewat dan berada didepan Aldo.
Dela yang melihat langsung meletakan Minumannya dimeja, Dela mendekati orang yang sengaja mengerjai Aldo, dengan menarik rambutnya.
" Lo ya sengaja memasang kaki lo, biar Aldo jatuh dan mengenai Rey" Kata Dela, yang penuh amarah, tak perduli orang itu kesakitan.
" Aaww...Ssstt sakit lepasin nggak" kata Felia meringis kesakitan.
" Mau dilepasin iya, baik lah gue lepasin" kata Dela, yang langsung menarik tangan Felia hingga terjatuh dari kursinya.
" Ini akibat Lo berurusan dengan gue, dan teman-teman gue " kata Dela dan berniat pergi tapi kaki Dela ditarik Felia sampai Dela terjatuh.
Dela tidak terima, dikantin mereka akhirnya rusuh, Reynal sudah berusaha melerai tapi, tidak juga bisa akhirnya Reynal menarik paksa dan menggendong Dela dengan membawanya pergi.
" Sial lo cewek bar-bar, awas lu ya" kata Felia tapi tak terdengar oleh Dela.
__ADS_1
Felia dihukum oleh Bk, karena sudah terdengar hingga ke kantor, sebenarnya Dela juga tapi Reynal memilih menghukumnya sendiri, dari pada harus bersamaan dengan Felia, bukannya damai yang ada mereka akan mengulanginya.
" Tata.. lo mau apa, mau bawa gue kemana, turuni gue!" kata Dela yang memukul-mukul badan Reynal.
" Pulang" jawab Reynal serkas.
" Gue nggak mau" bantah Dela, Reynal yang terus berjalan ke parkiran tak hiraukan ucapan Dela bahkan rasa sakit tak ia rasa.
//Lala- , gue harus bagaimana lagi agar lo berubah_Reynal// yang menggelengkan kepalanya
Dela hanya diam tanpa berontak lagi seperti tadi, hanya menekuk wajah cantiknya kedepan, dengan memajukan bibirnya, Dela pasrah mau dibawa kemana oleh Reynal, Dela gak ngerti apa maunya Reynal.
Reynal sendiri tak perdulikan perlakuannya terhadap Dela, ia tak perduli oleh teman-teman sekolahnya, sahabatnya menilai dirinya, yang terpenting saat ini ia bawa Dela pergi dahulu itu mungkin lebih baik,Ia juga yakin Dela terluka.
Reynal menuju motornya, dengan jalan lurus tanpa menghadap kiri kanan, Dela sendiri merasa heran akan tindakan Reynal yang tiba-tiba, apa kata siswa/i disekolah
Mereka saat ini pasrah, rasa malu ia karena ini semua, tapi Reynal tidak ia malah hawatir dengan Dela.
Sementara Aldo dan tiga sahabatnya bernafas lega karena Dela segera dilarikan oleh Reynal, dan gak masuk BK.
Walau ada keheranan sendiri mengapa bisa Reynal yang galak dan anti itu tiba-tiba nolong Dela walau dia sendiri pasti terluka kena bakso dan kuahnya.
" Aneh..."
"Iya.."
" Bodo deh.."
" Udah, yang penting Dela saat ini aman, dati ulet dan guru BK" yang menengahi ketiga sahabatnya
Sejak kejadian dikantin suasana jadi dingin bahkan beberapa urungkan makan demi melihat Dela dan ReynaΔΊ yang pergi begitu saja.
πππππππππππππ
.
.
.
Bersambung
.
.
.
__ADS_1