Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps-114 Okalasi Jaran & Kelinci#


__ADS_3

Aldo dan Sarah sudah berada dijalan kerumah Bunda dan Ayah Tomi, mereka akan mengabarkan berita gembira.


Diperjalanan Aldo memandang ke Sarah yang makin hari makin agamis, Aldo tidak akan menyangka ini akan terjadi, Aldo tersenyum ke arah Sarah yang sedang mainkan ponselnya.


Lalu mengusap kepala Sarah yang tertutup kerudung, sepontan Sarah menoleh ke Aldo dengan membalas senyumnya.


" Terima kasih" ucap Aldo yang sudah fokus ke jalan.


" Sudah seharusnya Honey" jawab Sarah yang melirik sekilas.


"Semoga mata hati dan fikiran Dedel terbuka" ucap Aldo lagi.


" Amin, insyaallah" ucap Sarah yang menyematkan senyumnya.


" Kamu benar-benar madu yang buatku candu Honey" ucap Aldo yang meraih tangan Sarah lalu menciumnya.


" Gombal" ucap Sarah dengan memukul pelan lengan Aldo." Aku berharap adanya Dava membuat mereka semakin Dewasa, dan semakin dekat" ucap Sarah lagi yang menoleh ke Aldo.


" Amin , Honey.., kita doakan ya " ucap Aldo yang membalas tatapan Sarah, " Aku juga akan berusaha dewasa dan bertanggung jawab untuk keluarga kecil kita nanti Honey" ucap Aldo dengan senyum sumringahnya.


Tak lama, mereka sudah sampai di kediaman sang Ayah dan Bunda mereka, terlihat gerbang yang telah terbuka mempersilakan mereka masuk.


Setelah Aldo parkirkan mobil miliknya, Aldo menggandeng pinggang Sarah untuk masuk kerumah, setelah dibukakan pintu, dengan mengucapkan salam.


Mereka duduk diruang keluarga, karena Mereka tau Bunda dan Ayah akan berada disana setelah sholat isya.


" Assalamualaikum" sapa mereka lagi.


" Waalaikumsalam nak" ucap Bunda dan Ayah barengan "Berdua aja Al?" Tanya Ayah.


" Iya yah..." jawab Aldo yang meraih tangan Ayah dan Bunda.


" Sudah makan kalian sayang?" Tanya Bunda ketika mereka sudah duduk.


" Sudah bun..." jawab Sarah.


" Ya sudah la Bun, tapi kalo ada kue buatan Bunda boleh" ucap Aldo songong yang kemudian mendapatkan tatapan tajam.


Mereka pun tertawa, lalu Bunda pergi kedapur dan membuatkan air minum sekaligus membawakan sepiring kue buatan Bunda siang tadi.


" Makasih bun.." ucap Aldo sumringah


" Sama-sama sayang, Ada apa tumben kesini berdua" ucap Bunda yang pastinya mereka tahu jika dirumah tidak ada Reynal ataupun Dela yang biasa mereka cari.


" Mau kasih kabar bahagia Bun" ucap Aldo yang mengambil sepotong kue, Dan dianggukin oleh Sarah.


Aldo kemudian menceritakan niatnya sambil bercanda, kemudian menyeruput minuman yang dibuatkan oleh Bunda.


" Sayang buru-buru amat hem?"


" Gak bun, Ini sudah direncanakan sebelumnya Bun, Aldo takut khilaf disana mending Aldo dan Sarah menikah lebih dulu" ucapnya santai.


" Iya Bun, tadinya lepas semester aja, tapi Sarah meminta sebelum balik kesana Bun" ucap Sarah.


" Kamu benar Nak, tidak baik laki-laki dan perempuan serumah, ada baiknya dihalalin ketimbang dosa" ucap Ayah.


Aldo dan juga Sarah duduk, mendengar nasehat-nasehat orang tua mereka yang ketiga setelah tadi mendengar nasehat orang tuanya yang satunya yang tak lain Papa Duta dan mama Mila.


" Bun Bastian mana?" tanya Aldo yang celingukan


" Dikamar" ucap Bunda yang sudah peluk Sarah.


" Aldo pamit mau nemuinya ya" ucapnya lagi.


" Iya sayang" ucap Bunda sambil mengusap kepala Aldo.


Setelah Aldo pergi kekamar Bastian, Mereka bertiga meneruskan cerita mereka, Sarah terkadang tersipu malu mendengar ucapan Bunda dan Ayah yang benar tebakannya.


Aldo sudah masuk ke kamar Rayhan, yang ditempati oleh Bastian, terlihat Bastian sedang mengerjakan sesuatu dimeja belajarnya, yang pasti tugas kampusnya.


" Hai Bas lagi apa lo?" yang mendudukan di pinggir ranjang.


" Biasa, tumben lo kesini, Rey gak ada disini?" ucapnya.


" Iya gue tau, gue cari Ayah juga Bunda sekalian lo lah" ucapnya santai.


" Kenapa?"


" Gue mau nikahi Sarah, lo wajib datang" ucap Aldo.


" Gue usahakan " ucapnya.


" Bas..., gue mohon sama lo, jangan hancurkan pernikahan Rey dan Dedel, gue tau lo cinta tapi tolong jangan hancurin Bas, jauhi fikiran jelek lo Bas, gue tau lo sedang merencanakan sesuatu Bas, Tapi Rey itu sepupu lo, iklaskan mereka bahagia"


" Al..., lo tau dari mana, lo mata-matai gue?" tanya Bastian santai.


" Kalau iya, lo mau Apa?" ucapnya santai yang sudah merebahkan tubuhnya di ranjang.


Aldo menceritakan bahwa Dela dan Reynal bahagia, Aldo juga menceritakan penderitaan Dela yang selama ini tertekan, ia tak ingin Dela setres dan menjadi depresi kembali seperti dulu, Aldo berharap Bastian paham dan mundur mengalah.


" Maaf Al... jika dengan begitu, gue bisa miliki dirinya kenapa tidak" ucap Bastian yang menatap sinis Aldo.


" Jahat lo" ucap Aldo yang melayangkan pukulan ke wajah Bastian yang menurutnya keterlaluan, Bastian hanya tersenyum sinis sambil memegang bibir yang pecah akibat pukulan Aldo, Aldo langsung keluar kamar begitu aja dan membasuh mukanya ke kamar Reynal yang tak jauh dari kamar Rayhan.


" Sialan lo Bas, dan tak akan gue biarin ini terjadi" ucap Aldo yang menggenggam tanggannya kuat. Aldo meraih ponselnya dan menekan nomor untuk dihubungi seorang diseberang sana, Setelah itu ia menenangkan dirinya sejenak dan pergi turun ke bawah menemui Ayah dan Bunda serta Sarah.


" Sudah sayang" tanya Sarah.


" Sudah Bun, oh ya Bun Aldo dan Sarah pamit ya, dan malam gak enak sama Mimi dan Pipi mertua" ucap Aldo yang peluk sang Bunda.


" Iya sayang kalian hati-hati."

__ADS_1


Iya Bun yah...


Mereka berdua pamit pulang,Bunda dan Ayah mengantarkan mereka sampai depan rumah. lambaian tangan menandakan mereka segera meninggalkan kediaman rmh mereka.


" Bunda.... Ayah tiba-tiba kangen bunda dan menginginkan Bunda.


" Ayah...apaan si genit" ucap Bunda yang masuk rumah dengan meninggalkan Ayah yang masih diluar.


Dimobil, Aldo seperti meremas tangannya sendiri tanpa sepengetahuan Aldo Sarah memperhatikannya.


" Kenapa?" tanya Sarah yang ingin tau ada apa dengan Aldo.


" Bastian" ucapnya singkat.


" Kenapa dengan Bastian honey?" Tanya Sarah yang menenangkan Aldo dengan usap-usap tangan Aldo.


" Ingin merebut Dedel dari Rey, dia juga mencintainya Honey" ucapnya yang kemudian menangkap tangan Sarah dan mengecupnya.


" Lalu apa yang ingin kamu lakukan?" ucap Sarah yang tau pasti Aldo tak akan biarkan sahabatnya menangis lagi.


" Aku sudah peringatkan dia honey, semoga jalan pikirnya terbuka" ucap Aldo yang kembali mengecup tangan Sarah.


" Kasihan mereka honey ada aja masalahnya" ucap Sarah yang menggenggam tangan Aldo memberi semangat Aldo agar tak putus asa.


" Iya Honey, bagimana pun mereka saudra kita, kita doakan yang terbaik yang terpenting siapkan diri kamu untuk diriku empat hari mendatang, karena setelah ini kita tak dibolei bertemu" ucap Aldo pasrah.


" Aku rasa aku gak sanggup nahan rindu itu honey" ucap Aldo lagi.


" Berusaha lah honey itu hanya empat hari bukan empat minggu" ucap Sarah yang menatap Aldo dengan senyum manisnya.


Kilas cerita, Aldo dan Sarah, mereka saling mencintai walau diawal mereka dijodohkan oleh kedua orang tuanya, tapi mereka paham pilihan orang tua tak akan meleset, dengan hati iklas mereka tumbuh menjadi bunga-bunga cinta, kalau mereka miliki hubungan lurus kaya aspal salah, mereka juga miliki titik jenuh dalam berhubungan, ada pertengkaran, ada orang ketiga, hanya mereka kembali lagi, mungkin cinta mereka yang kuat membuat mereka dapat bertahan.


Siapa sih yang tak meleleh melihat kecantikan Sarah, apalagi Sarah yang lembut dan ramah membuat hati pria ingin memilikinya, begitu sebaliknya sikap dingin Aldo serta cuek disekitarnya membuat gadis-gadis hanya bisa menatap dari jauh kecuali sahabat-sahabat bobroknya Samir, Rani, Mira dan tentunya Dela yang merupakan sahabat kecilnya bak saudara Dela bagaikan adik bagi mereka yang harus dijaga.


" Kita sudah sampai honey, kamu lanngsung istirahat okey, sudah malam aku gak masuk ya salam buat mimi dan pipi" ucap Aldo panjang lebar sambil usap kepala Sarah yang tertutup kerudung.


" Iya honey, kamu hati-hati dijalan see u , next dreem " ucap Sarah yang kemudian membuka pintu mobilnya lalu menutupnya kembali.


Aldo tersenyum dan mengangguk, Aldo pergi setelah Sarah benar masuk kerumahnya.


🌹🌹🌹🌹🌹


Dirumah Mama dan papa Duta, ada pasangan pasutri yang terlihat canggung, padahal biasanya tidur tinggal tidur aja, tapi kali ini mereka sedikit canggung terutama Dela, Dela malu sendiri dengan kegiatannya bersama Reynal malam itu.


Sementara, Dava sudah berada di kamar tamu yang sudah disiapkan oleh bi Marni, ia telah tertidur lelap setelah tidur dipangkuan Aldo tadi.


" Kenapa?" tanya Reynal yang melihat Dela menghadap sana kemari diranjang tidur mereka.


" Em gak..." ucapnya yang kelihatan bodoh.


" Kok seperti orang bingung?" tanya Reynal yang melihat istrinya kasak kusuk di ranjang tidurnya.


" Lala gak tau mas, aneh aja gitu tidur bareng kamu" ucapnya dengan cepat.


" Gak tau, mata Lala sudah ngantuk, tapi Lala gak bisa tidur" ucapnya jujur.


Reynal tersenyum lalu membalik tubuh Dela dan mendekapnya dengan sayang dan hangat.


" Kamu teringat kegiatan kita kemarin, jangan takut itu sudah seharusnya terjadi" ucap Reynal yang mengusap - usap punggung Dela.


" Jaran Tata harus masuk ke kandangnya, karena disana tempatnya La, bukan di kandang lain, dan Tata akan bercocok tanam untuk jaran Tata di badan kelinci milik Tata, untuk tau tumbuh okalasi kelinci dan jaran seterusnya." ucapnya sambil terus usap punggung Dela.


Maksudnya Ta, Lala gak ngerti?" ucap Dela sambil menguap- nguap tanda mulai ngantuk, Dela terasa nyaman berada dalam pelukan laki-laki yang telah menjadi suaminya walau sempat dingin, tapi tanpa sepengetahuan Dela yang memang tidur bak orang pingsan, Reynal selalu perlakukan Dela hangat saat tidur, memeluk Dela dalam dekapannya dengan dada bidangnya.


Reynal tersenyum lalu mengecup kening Dela, " Mas janji gak akan pergi jauh lagi apa lagi harus meninggalkan mu La, dan akan perjuangkan rumah tangga kita walau ada yang berusaha memisahkannya La" ucap Reynal ditelinga Dela.


" Terima kasih Mas...Ta...ta " ucap Dela yang sudah pejam kan matanya dengan setengah sadar mendengar ucapan Reynal.


Reynal tersenyum lalu mengecup pucuk kepala Dela dan ikut pejamkan matanya bersama Dela yang dalam pelukannya.


🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎


Pagi ini, Reynal dan Dela bersiap pergi kampus, namun sebelumnya harus antar Dava kesekolahnya.


" Sayang sudah mau pergi?"


" Iya Ma kita harus antar Dava dulu, dan Rey harus kebengkel terlebih dahulu ada pekerjaan disana setelah itu baru pergi kuliah" jawab Reynal ke Mamanya.


Sama Dedel sayang?" tanya mama lagi


" Iya ma, nanti kita ada jam yang sama jam 09.00 wib" jawab Reynal lagi.


" Kok kamu tau Lala ada jam?" tanya Dela yang mendengar percakapan Mama dan suaminya.


" Hem..lupa Tata ini suami sekaligus senior kamu?" jawab Reynal lembut.


"Iya tapi galak" ucap Dela yang cemberut.


" Papa, Bunda libutin apa sih buluan nanti Dava telat loh" ucap Dava yang protes.


"Maaf sayang, ayo makan biar punya tenaga nanti disekolah" ucap Dela, Dava tersenyum dan hanya manggut-manggutkan kepalanya.


" Ingat kalian sekarang sudah ada tanggung jawab, kalian sudah punya Dava jadi Papa minta bisa atur waktu kalian Untuk anak kalian Dava"


" Iya pa" jawab Dela dan Reynal barengan.


Papa dan Mama pun bernafas lega, berharap mereka dapat memegang amanah dan dapat pererat hubungan mereka, ya mama dan papa serta ayah dan bunda mereka, tau jika belakangan mereka hubungannya tak baik, mereka bersyukur hubungan kedua anaknya semakin membaik kali ini, terlihat dari keduanya dan memutuskan untuk adopsi Dava.


Reynal dan Dela pamit sama Mama dan Papanya untuk Antar Dava kesekolah, mereka bersalaman dan begitu Dava.


" Nek..., Kek..., Dava pergi sekolah dulu ya"

__ADS_1


" Neni sayang"


" Gepa cu..."


" Iya Neni, gepa, Dava pelgi dulu" ucap Dava mengulagi kalimatnya.


Reynal keluarkan mobil sportnya yang belum lama ia beli.


" Mobil siapa mas?" tanya Dela.


" Mobil kita sayang" ucapnya.


" Lagi..."


" Iya sayang, sengaja mas Tata minta orangnya antar kesini karena kita akan tidur dirumah Mama beberapa hari, apalagi bentar lagi Aldo akan menikah" ucapnya.


"Besok kita kerumah Bunda yuk sekalian kita ajak bareng bastian"


" Gak La " ucap Reynal tanpa menolehnya, Dela melihat Reynal yang menahan amarahnya.


//Aneh Kok tiba-tiba Tata terlihat kesel sih, waktu gue sebut nama bastian._Dela.//


" Sayang sudah sampai, ayo Papa antar yuk"


" Bunda juga?" tanya Dava


" Iya sayang" ucap Dela yang mengusap pipi cuby milik Dava.


Mereka mengantarkan Dava sampai kelas tak banyak siswa /i bahkan beberapa guru melihatnya, Dava tersenyum bahagia karena diantar orang tua lengkap.


" Dava siapa mereka?" tanya seorang siswi cntik.


"Meleka olang tua balu ku ini Papa dan Bunda ku" ucap.Dava dengan penuh kebahagian.


Dela dan Reynal tersenyum yang dapat diperlihatkan, senyum yang membuat melihatnya akan meleleh, Dela dan Reynal kemudian pamit setelah memastikan Dava masuk kelas.


Reynal membawa Dela ke bengkel dan langsung masuk kekantornya, mengerjakan beberapa pekerjaannya, hingga Dela terlihat jenuh, Dela meminta Reynal untuk menyudahi pekerjaannya dan segera pergi kekampus, Reynal tersenyum lalu mengangguk mengerti.


Mereka pergi kekampus bersama, Dela masa bodo dengan perlakuannya kali ini, kenyataannya memang Reynal adalah suaminya.


Sesampai di parkiran tak banyak mahasiswa/i melihat mereka, bahkan ada yang penasaran dengan kedatangan mereka.


" La..., yakin disini aja gak langsung ke kelas kamu?"


" Gak mas, yang ada nanti mereka banyak tanya lagi kalau disini gak begitu banyak orang walaupun ada" ucap Dela.


" Huh...baiklah" ucap Reynal pasrah padahal ia ingin perlihatkan bahwa ia telah memiliki kekasih hati yang tak lain istri tercintanya.


Dela pamit keluar mobil, namun Reynal menahannya denggan menarik tangannya, lupa?" ucap Reynal yang menanyakan ke Dela.


" Apa? " ucapnya, Reynal tersrnyum dan mengecup bibir Dela sekilas, " ini yang lupa" ucapnya dengan membenahi rambut Dela kebelakang Dela tersenyum lalu mengucapkan salam "Assalamualaikum mas"


" Waalaikumsalam my wife" ucapnya.


Dela keluar mobil setelah mendengar jawaban Reynal lalu melambaikan tangannya dengan berlari-lari kecil.


"Door.., senyam-senyum sendiri lo,


jelasin kenapa bisa bareng Dela bidadari kampus, lo kan tau dia target gue"


" Lupain, dia sudah bersuami" ucap Reynal yang bersiap keluar mobil.


" Bercanda lo"


" Terserah" ucap Reynal yang meninggalkan Dion dan dian disana.


" Kak Rey kok bisa bareng Dela, kakak bukannya ada cewek ya?" tanya nya.


"Kak Rey,.aku mau jadi yang kedua kalau gitu, Tu cewek aja bisa masa kak Rey gak mau kasih kita-kita kesempatan"


"Karena Dela beda dengan kalian okey" ucapnya yang seketika patahkan hati gadis yang memang mengaguminya.


Bastian melihat dengan tatapan sinis, yang tak dapat diartikan, // gue yang akan jadi pemenangnya Rey ucapnya, gue akan bawa dia pergi jauh dari lo_Bastian//yang menggenggam tangannya kuat.


Sementara Dela sudah duduk bersama Sesilia dan Fahri, kali ini terlihat berbeda kala farham menggenggam erat tangan Sesilia dibawah kursi, sambil senyam- senyum sumringah.


" Woi senyam-senyum jadian lo" ucap Dela yang mendudukan pantatnya ke kursi.


" Lo tau aja" ucap Fahri sumringah.


" Kemarin lo kemana?" tanya Sesilia.


" Panti suntuk gue." ucap Dela santai.


" Eemm..." balas Sesilia yang mengerti


" Dapat peje gak gue?" ucap Dela.


" Dapat dong dikafe LataRi okey" ucap Fahri antusias.


" LataRi...okery" ucapnya.


Tak lama obrolan mereka selesai Dosen, dan semua kembali fokus dengan Mata kuliah mereka, begitu juga Dela dan dua temannya.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Bersambung


.


.

__ADS_1


Salam hangat.


Reynal & Dela


__ADS_2