Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps- 53 Terimakasih Rey ( Daren)#


__ADS_3

Reynal terkejut diminta masuk, ia lalu mengangguk dan masuk mengikuti Dokter, kemudian Dokter meninggalkan Reynal disana.


" Rey-, sekarang ya" ucap Daren ke Reynal, Reynal lalu menoleh ke Dela, karena ruangannya jadi satu yang tak jauh dari Daren


" Lo harusnya gak boleh nyerah" ucap Reynal menyemangati Daren tersenyum lalu menggeleng.


Daren coba duduk dan meminta Reynal ke brankar Dela yang tak jauh darinya.


" Ayo Rey" Ajaknya dan Reynal mengangguk.


Daren duduk di kursi roda sementara Reynal berada disampingnya Daren posisi Reynal berada di tengah antara Daren dan Dela.


" Hai Bee-, Aku datang, Aku harap setelah ini kamu bangun Bee, Aku mohon Bee, Aku kangen kamu Bee" ucap Daren yang sedikit terbata-bata.


Daren menggenggam tangan Dela juga mengusap pipinya, lalu mengecup punggung tangan Dela.


" Bee-" panggil Daren dengan masih mendekap tangan Dela dengan isak tangisnya.


" Aku tepati janji aku Bee, tapi aku terjebak disini Be, maafkan aku Bee" ucap Daren dengan suara bergetar menahan tangis dan rasa sakit yang Ada.


" Ak-aku sa-sangat men-cin-taimu Bee"ucap Daren dan tiba-tiba kepala Daren terjatuh, Reynal terkejut apa yang ia lihat, Reynal memanggil-mangil Daren tapi ia tak bangun, Reynal segera panggil Dokter lewat tombol darurat


" Ren bangun Ren lo harus kuat, Demi Dela-" ucap Reynal dengan penuh kekewatiran.


Dela yang terbaring terlihat air matanya yang lolos mengalir begitu saja, namun tak ada yang melihatnya.


Reynal kembali ke Dela, tak sengaja meliat air mata Dela yang masih belum kering,Reynal ikut menanggis, melihatnya lalu mengusapnya.


" La kamu nangis, lo dengar kita, lo tau ya Daren disini, Ayo La bangun jangan tidur aja Daren ada disini?" ucap Reynal yang menyunggingkan senyumnya.


🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎


Aldo, Mira, Rani, juga Samir lagi harap-harap cemas, dengan keadaan keduanya terlebih ketika Dokter masuk kedalam.


Mama Mila hanya bisa menangis dengan dipeluk Bunda, begitu juga dengan orang tua Daren, Reynal yang tampak duduk dikursi dengan membungkukan badannya dengan memijat - mijat kepalanya.


Hampir 30 menit Daren dan juga Dela, ditangani oleh Dokter karena keduanya mengalami kritis,Setelah Daren tak sadarkan diri dan Dela tiba-tiba ikut kritis dengan denyut jantung melemah,Reynal langsung panggilkan Dokter untuk kedua kalinya untuk menangani Dela.


" Mereka sudah membaik, Mereka tinggal menunggu sadar saja" ucap Dokter yang menangani Dela maupun Daren, Mereka yang mendengarkan ucapan Dokter sedikit lega rasanya.


Mama dan Bunda Masuk menemui Dela, Rani pamit pulang setelah dijemput Alex kekasihnya yang kebetulan datang menjenguk Dela.


Samir, Aldo juga Mira mereka masih disana, mereka masih enggan untuk beranjak dari tempat itu hingga, Reynal pergi dari mereka dengan wajah kesel dan sedikit frustasi.


" Eh Do, kak Rey kelihatannya deket banget dengan Dela-"


" Gue kepo deh"


" Kepo boleh beb, tapi time-nya yang gak tepat" ucap Mira


.


" Bukan begitu, yang gue liat selama ini, senior galak yang selalu jadi rivalnya Dela, suka berantem, Dela sendiri gak demen banget dengan tu senior galak"

__ADS_1


Aldo hanya tersenyum melihat kedua sahabatnya yang memang ingin tau sejauh mana hubungan Dela dan Reynal.


" Ye senyum doang" cibir Samir dan membuat Aldo menggaruk lehernya yang tidak gatal.


" Gue haus, kantin bentar mau nitip?" tanya Aldo dan dianggukin keduanya.


Aldo pergi kekantin dan memesan minum,lalu dilihatnya disana Reynal sedang duduk dengan menghisap R***knya, Aldo menghampirinya lalu merampas dan mematikannya.


" Lo apaan si Do"


" Lo yang apaan, gak gini hilangkan kecemasan lo, belajaΕ• dari mana lo" Ucap Aldo, dan Reynal hanya menyunggingkan senyumnya.


" Yang nabrak mobil Lo, sudah ditangkap sekarang berada di kantor polisi, mereka hanya disuruh,tapì mereka gak mau ngaku siapa yang menyuruh mereka" ucap Reynal membuat Aldo garang.


" Br*****k, berarti ada orang lain yang sengaja incar gue ataupun Dela" dengan mengepalkan tangannya.


" Kalau begitu, ini PR untuk kita Rey, siapa dalang dari semua ini, gak akan gue beri ampun jika gue sudah mengetahui siapa dia" ucap Aldo yang masih menggenggam tangannya, Reynal mengangguk " Iya" ucap Reynal disela anggukannya.


Aldo pergi meninggalkan Reynal setelah pesanannya datang, dan merampas kotak R***k-nya, dengan cepat ia buang."Tidak baik bagi kesehatan lo, apalagi lo begadang jaga kelinci lo " ucap Aldo yang meninggalkan Reynal, Reynal hanya diam tak bergeming.


Di ruangan ICU, Daren sudah sadar, Daren memaskan diri ingin bertemu Dela, Mama dan Bunda mengangguk mempersikakannya.


Daren yang dibantu Bundanya dengan kursi Roda, berjalan ke brankar Dela.


" Bee-, Nanti kalau kamu banguΓ±, dan tidak menemukanku, aku ada disini ya Bee " ucap Daren yang menunjukan tangan Dela ke Dada Dela.


" Bee, aku nyerah aku gak kuat Bee, aku kembalikan kamu ke Rey" ucap Daren lagi yang berbicara begitu lemah.


" Hei Bee-, aku akan selalu jaga cinta kita selamanya" ucap Daren dengan senyumnya


" Bun-, tolong carikan Rey sekarang, Daren mohon" ucapnya lemah.


Bunda Daren keluar, dan meminta Kevin mencari yang bernama Rey, Bunda mendekati Daren.


" Nak-, kamu harus kuat demi Dela, kamu gak boleh putus asa sayang" ucap Bunda Tiara.


" Tapi Daren sudah gak kuat Tante, Daren sangat mencintai Dela, biarlah Daren bawa cinta Daren ini tante " ucapnya lemah.


Pintu terbuka, dan terlihat disana ada sosok Reynal di dampingi kedua orang tua Daren.


" Rey sekarang-" ucap Daren mohon.


" Tapi Ren-"


" Rey, plise-"


Reynal memejamkan mata dan berfikir sejenak.//Apa gue harus menikahi Dela sekarang, apa ini keputusan tepat atau malah sebaliknya, harusnya gue bahagia, tapi gue saat ini ingin melihat Dela bahagia dengan pilihannya namun bukan dalam keadaan begini, ini keputusan berat_Reynal//


" Rey, tolong Rey jangan tunda lagi, biarkan saya melihat Dela bahagia dengan orang memang harusnya dengannya" Dengan menahan sesak di dada Daren berusaha untuk sampaikan hal ini ke Reynal.


Reynal yang sempat melamun, ia tersadar saat sentuhanan tangan Daren.


" Baiklah" ucapnya lirih dan membuat Daren tersenyum dengan sumringah.

__ADS_1


" Bee... buka mata kamu sayang, hari ini Rey akan gantikan aku menjaga mu" ucapnya.


Reynal masih dengan seragam sekolahnya, dan ia keluarkan cincin yang selama ia simpan sebagai bandul, serta uang seratus ribu sebagai maharnya.


Sebenarnya Reynal bisa saja berikan mahar yang lebih untuk Dela, tapi kali ini Reynal mengeluarkan hanya selembar uang seratus ribu baginya, bukan pelit atau waktu yang mendesak, karena nilai seratus adalah nilai terbaik, Sebelum mulai, Reynal bisikan sesuatu.


" La hari ini kita akan menikah, maaf mahar yang sangat kecil, tapi nanti gue ganti saat kita nikah kembali" ucapnya lirih.


Semua yang disana siap mendengarkan ijab qabul Reynal, semua sahabat mereka terkejut, dengan apa yang mereka lihat dan mereka dengar.


" Do lo hutang penjelasan ke kita" ucap Samir, Aldo lalu menganggukin kepalanya.


Reynal meminta Ayahnya segera cari penghulu untuk pernikahannya, Reynal pun telah menjelaskan kenapa ia harus nikahi Dela saat ini disaat tidak tepat.


Aldo tau sahabatnya butuh penjelasan apa yang terjadi sebenarnya, namun saat ini Aldo hanya fokus dengan keadaan sepasang kekasih yang sedang berjuang untuk tetap hidup, dan nantinya tidak menimulkan luka.


Hari memang sudah gelap, tetapi huntunglah, semua tak menghambat proses pernikahan mereka.


" Sudah siap nak" ucap penghulu dan dianggukin oleh Reynal.


Kalimat Istigrar serta kalimat syahadat yang di ucapkan oleh Reynal, membuat Dela tiba-tiba membuka matanya dan itu sukses membuat mata mengarahnya, Dokter yang ada disana langsung mendekat.


Dela meneteskan air matanya, bersusah payah membukanya,Reynal terhenti dan mendekat ke Dela.


" Maaf gue ingkar La, tapi gue janji akan jaga Lo" ucapnya dengan mengusap kepala Dela, Dela tersenyum pahit, karena ia pun tidak dapat berbuat apa-apa dengan keadaanya saat ini.


Banyak hal yang ingin ia tanyakan saat ini, tapi ia begitu lemah, ia merasa sulit untuk bicara.


Dela melihat Reynal yang masih pakai seragam sekolah saat ini sedang mengulangi kalimat syahadat dengan lancar serta menyebutkan namanya dengan lantang tanpa hambatan apapun.


Kata ' Sah ' yang Dela Dengar oleh para saksi, Dela yang didampingi kedua orang tuanya Mama juga Bundanya menggengam tangan untuk diberi kekuatan, sedangkan papa dan Ayah menemani Reynal agar tak gugup dan nerves.


Begitu juga dengan Daren yang mengelus dadanya yang sudah lega mendengarkan Reynal, ia tersenyum simpul, tapi pandangannya semakin buram dan gelap.


" Terima kasih Rey" ucapnya disisa nafasnya dan perlahan Daren pejamkan matanya.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


.


.


Bersambung


.


.


Salam hangat selalu


Reynal & DelaπŸ‘«


🐎 & πŸ‡

__ADS_1


__ADS_2