Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps-57 Kembalinya Dela#


__ADS_3

Sudah seminggu Daren pergi, sejak kepergian Daren, Dela lebih tegar dengan mencoba melupakan dan mencoba mengiklaskan, Dela sudah mulai masuk sekolah hari ini, wajahnya yang cerah pun menghiasinya, walau masih ada sisa kesedihan disana, Reynal berhasil membawanya ke psikolog, itu membuat hatinya lebih adem, bukan hanya soal Daren tapi masa lalu Dela, yang baru diketahui oleh Reynal saat liburan.


Reynal memutuskan untuk membantu Dela, untuk menghilangkan rasa takut, serta trauma yang Dela simpan sendiri, kini mulai terbuka, walau belum tau siapa sebenarnya yang melakukan perbuatan kejahatan itu.


Banyak kaum adam yang memberinya bingkisan sebagai tanda selamat datang. karena sudah beberapa minggu tak melihatnya, Dela menerimanya dan tak ingin menolaknya.


" Del... kok diterima sih? " tanya Rani.


" Kasihan mereka, sudah susah payah merelakan uang jajan, mereka cuma beli ginian, tampung aja noh ada Sam yang doyan makan " ucap Dela santai.


Sejak pagi tadi, hingga siang jam istirahat, para kaum Adam tak hentinya memberikan bingkisan, risih, tapi kali ini pamalik ditolak, Tak ingin kaum adam patah hati karena pemberiannya ditolak, tidak masuk selama beberapa minggu, membuat mereka sedih dan prihatin dengan kondisinya.


" Nyesel gue, buat caption lo hari ini balik kesekolah" celoteh Rani.


" Sudah nikmati okey-"


" Tapi kak Rey-"


" Bodo amat-"


" Laki lo Del-"


" Aldo-, kalo mau ceramah dimesjid okey-"


" Hem susah lo gue bilangin-" kesal Aldo


Di kantin mereka sudah duduk dibangku menunggu Mira juga Samir membawa pesanan mereka.


" Beb..., ini punya lo semua? " tanya Samir yang melongo begitu banyak bingkisan ada coklat ada bunga ada juga parfum kesukaan Dela.


Dengan santai Dela mengangguk " Iya" ucapnya singkat.


" Ck, Baru beberapa minggu lo gak masuk " ucap Samir lagi yang bwdecak heran


" Sudah diam aja kita makan dulu, laper gak sih kalian" ucap Aldo.


Mereka mulai makan, dan bercanda, tapi saat Dela menyendokkan bakso ke mulutnya Reynal datang dan merampas sendoknya.


" Jangan makan yang kaya ginian dulu" ucapnya dengan sedikit berbisik namun buat Dela dan temannya terkejut.


" Tata..., makanan gue-" ucap Dela yag terkejut makanannya diambil Reynal.


" Lo apaan sih-" kesal Dela.


" Ikut - " ucap Reynal yang menyeret Dela pergi keluar kantin.


Melihat keduanya pergi membuat siswa/i melongo gak rela, dan ada pula yang kesel bahkan bahagia karena Dela bakal dapat masalah lagi dari Reynal.


" Mam**s lo " ucap Felia dengan senyum Devilnya. karena melihat Dela diseret keluar, bahkan Dela di gendong seperti penculik


Reynal membawa Dela kesebuah tempat dimana Reynal suka menyendiri, Rooftop gedung belakang sekolah.


" Lepasin-" keluh Dela.tanpa Dela sadari mereka sudah sampai, dan Reynal dudukinya di sebuah kursi dari rotan.


" Maafin gue, gue hanya ingin lo makan dengan baik" ucapnya sambil membuka sop hangatnya yang entah sejak kapan Reynal membelinya.

__ADS_1


" Tapi lo gak harus kan berbuat seperti ini" Kesal Dela.


" La-, kalau kemarin Lo separuh tanggung jawab gue, tapi sekarang Lo, tanggung jawab gue sepenuhnya La, mengertilah " ucap Reynal dengan lirih namun dengan sedikit kesal, karena Dela masih aja dingin.


" Ta gue bisa sendiri , lo gak perlu lakuin apa-apa buat gue"


" Kenapa?"


" Kita menikah terpaksa Ta, Lo gak kasihan sama cewek lo, yang sudah berharap lo bakal bareng dia selamanya, lain halnya kaya gue yang gak bisa sama-sama" ucapnya kesal.


" Udah ngomongnya? " ucap Reynal yang mengambil sesendok sop dan diberikan oleh Dela, anehnya Dela menerima suapan dari Reynal.


" Lo masih bahas dia gue tinggalin lo, gue nikahi dia, dan lo jadi janda yang baru gue nikahi seminggu yang lalu, mau? " tanya Reynal yang sedikit menyunggingkan senyumannya.


" Kita kan nikahnya-"


" Tetap aja sah-, dan Lo mau menjanda di usia sekarang, kalau mau gak Apa?" ancam Reynal.


" Kenapa sih lo terima aja permintaan-"


" La..., dengar gue baik-baik, dia sudah pergi, pamalik ngomongin dia" ucap Reynal yang enggan bahas Daren yang akan buat sedih Dela.


Reynal memberi suapan ke Dela, Dela menerimanya, Dela masih mencoba berdamai dengan hatinya menerima semua kenyataan yang ada.


" Gue pembawa sial Ta-" ucapnya tiba-tiba.


" Gue gak ingin ada korban selanjutnya ngerti Lo " lanjut Dela yang lari begitu aja dan meninggalkan Reynal yang mematung mendengar ucapannya.


Reynal mengusap wajahnya dengan kasar dan frustasi," Shiit " ucapnya.


Dela duduk dbangku di taman yang jarang orang lewati memandangi Foto Daren " aku kangen kamu Bee" ucapnya lirih dengan mengukir senyumannya melihat sosok pria tampan berlesun pipi.


" Ado..." ucapnya sambil menoleh kearah Aldo, Aldo lalu duduk disampingnya.


" Kok Lo tau gue disini?" tanya Dela.


" Gue sahabat kecil Lo Del, gue tau Lo " ucapnya sambil mengusap kepala Dela.


Dela tersenyum dan merebahkan kepalanya ke bahu Aldo yang berada disampingnya.


" Thanks Do, Lo selalu ada buat gue" ungkapnya.


Reynal melihat Dela dan Aldo bernafas lega, Reynal takut Dela akan larut dengan kesedihan.


Tak lama bel istirahat usai, semua siswa/i masuk dan mengikuti pelajaran selanjutnya begitu juga dengan Dela cs dan Reynal cs.


Sepulang sekolah, Reynal menunggu Dela di parkiran, dengan menyenderkan kepalanya di kepala kursi kemudi, tak lama Dela masuk kemobilnya.


" Maaf-"


" Iya-, "


Malas bertanya kenapa Dela memilih duduk dibelakang, ketimbang depan, Reynal langsung melajukan mobilnya begitu saja.


Sesampainya dirumah Reynal dan Dela langsung kekamar, karena Bunda sedang tidak berada dirumah, Bunda ikut ayah kekantor, setelah tadi mengirimkan pesan ke mereka, Reynal berencana mau kebengkel tapi ia urungkan kasihan melihat Dela yang sendiri dirumah.

__ADS_1


Reynal mengambil air wudhunya dan begitu pula dengan Dela, kemudian mereka berjemaah dan berdoa.


Reynal lalu berbalik menghadap Dela, Lalu mencium keningnya dengan la lantunan Doa.


" Percayalah kita bisa lewati semua ini, tanpa harus menyakiti " Ucap Reynal ke Dela. Dela hanya diam, kala mendapatkan perlakuan dari Reynal.


Siang ini Reynal srngaja habiskan waktu hanya berdua, Reynal meminta Dela untuk istirahat dan Reynal keluar kamar menuju ruang tv.


Bunda sengaja ikut kekantor, karena ingin memberi luang waktu untuk keduanya, Bunda menginginkan mereka untuk bicara lebih leluasa tanpa Bundanya.


Dela yang memang lebih suka tidur, kali ini ia milih untuk tidur, dan ia gak perduli dengan Reynal sedang apa, lain halnya Reynal lagi periksa email masuk, dan kemudian mempelajarinya.


Reynal pergi kedapur, dan mencari bahan yang ada, ia akan masak capcay berbagai macam seafood, dengan tangan terampil akhirnya masakannya telah siap dan sup Daging untuk Dela.


Reynal membiarkan Dela yang masih terlelap tidur, seusai mandi Reynal mendekat Dela, mengusap pipi Dela dan menyapu bibir Dela sedikit lama.


^ Bibir Lo memang bagaikan virus buat gue La ^ ucapnya dengan menyunggingkan senyumnya,Dela terbangun dan tersadar membuat Reynal semakin tersenyum.


Tata...!! Teriaknya.


"Apa yang Lo lakuin selama gue tidur, Lo apain Bibir gue ^ ucapnya yang terlihat kesal.


" Gue hanya hisap Madu, yang ada dibibir Lo" ucapnya santai.


" Apa Lo bilang-"


" Lo budek, hisap madu di bibir Lo , paham"


" Gak-" ucap Dela dengan menutup mulutnya, dengan kedua tangannya. Reynal mendekat ke wajah Dela Lalu tersenyum melihat Dela merasa ketakutan.


" Bau asam, mandi Lo" ucap Reynal ke Dela.


" Gue wangi, pergi sono " ucap Dela yang waspada.


" Kalau gue gak mau, Lo mau apa?" tanya Reynal yang sedikit menakutkan baginya,


Dela bagun dan lari ngacir ke kamar mandi.


Melihat Dela ketakutan seperti ini membuat Reynal tersenyum puas.


" Lo milik gue La -" ucapnya lalu bereskan tempat tidurnya.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


.


.


Bersambung.


.


.


.

__ADS_1


salam hangat


Reynal & Dela.


__ADS_2