Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps- 69 Jalan#


__ADS_3

Dela merebahkan badannya, serasa pegel, seharian berada di kafe, Reynal dan sahabat-sahabat Daren , sepakat untuk menikmati kafe yang tak jauh dari perempatan jalan itu.


Dela pejamkan matanya, tanpa melepas seragam sekolah ataupun sepatunya, Dela masa bodo karena belum bersihkan dirinya, dengan mandi yang dirasakan serasa begitu lelah dengan kegiatannya hari ini.


Reynal, yang tadi biarkan Dela pulang lebih dulu, setelah memberi pin Apartemen, karena ada janji dengan seorang yang berada dibengkel.


Bengkel Reynal cukup terkenal karena memiliki montir-montir yang cukup mahir, bukan hanya nyuguin bengkel saja, tapi Reynal dan Aldo menambahkan variasi mobil dan motor, sehingga tak tergantung dengan hanya perbaiki mobil atau motor saja.


Mereka juga memiliki showroom kendaraan bekas walau kecil namun menurut mereka sangat memuaskan.


Ceklek...


Reynal membuka pintunya, menuju kamarnya, melihat Dela yang tidur masih mengenakan seragam lengkap ,dengan sepatu yang belum terlepas, Reynal geleng-gelengkan kepala.


^ Astaga La, kamu selalu ceroboh dan jorok^ gumamnya.


Reynal langsung kekamar mandi merasa badannya lengket, siap dengan ritual berada dikamar mandi, Reynal mengenakan baju dan segera menghampiri Dela.


^ Sampai kapan lo kaya gini La^ ucap Reynal yang membuka sepatunya lalu membangunkannya.


" La bangun, ayo bersihkan badan lo dulu" ucapnya sambil menggoyangkan badan Dela.


" La ... La bangun dulu, nanti tidur lagi" ucapnya lagi karena belum juga bangun.


" Hemmm" menggeliat dengan membuka matanya, Dela terkejut karena Reynal berada disampingnya, ketika bangun tidur.


" Mau ngapain Lo"


" Banguni lo, sedari tadi susah banguni lo, dasar kerbo" dengus Reynal.


" Kok kerbo sih" ucapnya kesel


// Ia juga dia kelinci gue, bukan kerbo_Reynal// dengan fikiran konyolnya.


" Iy maaf, lo tetap kelinci gue, yang manis dan manja tapi ngeselin ." ucap Reynal yang memukul satu jari ke kening Dela.


" Lo ejek gue,atau hina gue, andai ada bunda" keluhnya dengan wajah sedihnya.


Reynal tersenyum melihat Dela yang seakan ingin mengadu ke bundanya.


" Sudah lo harus biasakan La, kita sudah menikah" ucap Reynal yang beralih mengusap ujung kepala Dela.


" Tapi janji ya, habis ujian kita pulang kerumah blBunda atau Mama."


" Iya.., tergantung-"


" Kok gitu-"


" La, gue sengaja ngomong sama Ayah dan Bunda, meminta izin untuk sementara tinggal disini bukan tanpa alasan La, disini di tempat sempit ini, gue ingin bagi keluh kesah gue, juga bahagiak gue bersama Lo hanya bersama Lo" jelas Reynal menceritakan tujuannya mengajak Dela tinggal terpisah tanpa orang tua mereka.


" Maksudnya.?" ucap Dela yang masih belum ngerti.


" Intinya gue mau mandiri, bina keluarga kecil gue, berdua bareng lo dari Nol tanpa campur tangan dari luaran sana," ucap Reynal dengan menatap gemes Dela


" Sudah mandi geh habis tu tidur, badan gue sangat lelah La" ucapnya lagi yang kemudian metebahkan badannya dikasur kesayangannya.


Dela masih terdiam, ucapan Reynal membuatnya berfikir, Reynal yang melihatnya menggelengkan kepalanya, dengan cepat Reynal bangun dan membawa Dela masuk kamar mandinya.


Dela teriak karena terkejut , Reynal berhasil mengangkatnya dengan menuruninya, tepat dibawa Shower agar Dela segera mandi, Dela berdecak kesal, namun itu yang buat Reynal semakin gemas melihat Dela kesal.


" Pilih mandi sendiri atau gue man-"

__ADS_1


" Stop gue mandi sendiri "


" Bagus " Ucap Reynal keluar dari kamar mandinya.


Reynal membiarkan Dela mandi, Reynal dengan setia menunggunya, dengan membuka ponselnya, entah kenapa tangannya tergerak membuka galeri di ponselnya dengan merebahkan tubuhnya dikasur.


// Apa kamu pelakunya, kalau iya aku sangat kecewa_Reynal//


Cklek..


Tampak Dela membuka pintu, Reynal lalu menutup ponselnya, dan menoleh ke arah Dela.


" Ta... lapar" cicit Dela


" Iya kita cari makan diluar aja ya, bersiaplah" ucapnya.


Keduanya tampak serasi,dengan mengenakan hoodie, Reynal mengacak rambut Dela yang masih basah dengan mengulum senyumnya.


Dela tampak biasa saja, bahkan terkesan cuek dengan perlakuan yang diberikan Reynal untuknya.


Mereka pergi menggunakan motor sport milik Reynal, Dela pasrah mau dibawa kemana, karena perutnya memang terasa lapar.


" Pegangan" titahnya, membuat Dela berpegangan dipinggir hoodie Reynal.


" Yang bener " ucapnya, Dela lalu memegang bahu Reynal" Bukan seperti itu, lo istri gue, mau pegangan gini atau lebih kita gak akan Dosa" ucap Reynal yang menuntun tangan Dela untuk memeluknya dengan melingkarkan tangan Dela keperut Reynal.


Dela berdecak kesal karena Reynal, tapi Reynal sebaliknya, ia tersenyum puas.


Sesampainya dipinggiran kota, Reynal berhentikan motornya disebuah tempat penjual nasi goreng, yang dikatakan jauh kata mewah, bahkan tempatnya dipinggiran jalan, Dela melebarkan pandangannya.


" Yakin disini "


" Iya, enak kok ayo percaya deh sama gue" ucap Reynal. Reynal menuntun Dela masuk kesana dan meminta Dela duduk lalu memesannya.


" Fia? "


" Kok dia lagi sih La, gue gak pernah ajak dia kesini"


" Kenapa gengsi?"


" La , tolong sudah berapa kali gue bilang jangan sebut nama dia, saat kita berdua,


Iya gue salah, karena itu gue ingin mulai dari awal , gue akan menebusnya mengertilah!" ucapnya yang sedikit meninggikan suaranya.


Namun suara tinggi Reynal membuat Drla mengerucutkan bibirnya dan betakhir Pesanan mereka datang, membuat perdebatan mereka terhenti, Reynal mengambil air minum, yang tadi sempat mereka beli.


" Coba deh , ini nasi goreng spesial pak Sani, lo pasti ketagihan" ucap Reynal yang meminta Dela segeta mencicipinya, benar saja saat Dela memasukan suapan pertamanya, ia terdiam merasakan rasa yang ada di nasi goreng begitu lezat dan pas di lidahnya.


" Emm... Enak" ucap Dela yang memasukan kembali nasi goreng dalam mulutnya, " ini nasi goreng spesial terenak , selain masakan Bunda, lo kok tau sih Ta" ucapnya girang.


Uhuuk uhuuuk...


"Pelan -pelan makannya La" ucapnya yang menyodorkan Air mineral.


" Lo juga orang spesial dihati gue selain Bunda" ucapnya yang membuat Dela terdiam, akan ucapan Reynal.


" Gue.... gue pembawa sial Ta apa lo gak takut mati"


" SSStttt...., lo bukan pembawa sial, kalaupun gue mati, itu sudah takdir"


" Tapi...'-"

__ADS_1


" Sudah habiskan makannya,katanya tadi lapar'" ucap ya mengalihkan pembicaraannya.


Mereka telah menghabiskan makanannya, dan membayarnya, keduanya kembali ke motornya, Reynal memasangkan helm ke Dela,dan menguncinya agar tak terlepas.


" Ayo naik" ucap Reynal ke Dela Dan mendapat anggukan dari Dela, Reynal menarik kedua tangan Dela agar berpegangan di pinggang tepatnya melingkar diperut Reynal.


Reynal melajukan motornya, hingga sampai disebuah tempat Reynal berhenti dan mengajak Dela turun.


" Tempat ini-?, "


" Kenapa lo gak suka"


" Kok lo ingat Ta"


" Gue ingat La, bahkan kalau sedih gue kesini, kaya sekarang" ucap Reynal, Dela menggeriyitkan keningnya.


" Sudah jangan difikirin ayo naik" ucap Reynal yang membawa Dela naik dan duduk memandang kota dan terdengar lantunan Ayat-ayat Al Quran dari Panti."


Reynal membawa Dela kesebuah rumah pohon yang bersebelahan panti, itu rumah pohon milik mereka bertiga bersama Aldo, ketika mereka kecil.


Dela terdiam mendengarkan lantunan ayat suci alQuran yang terdengar dari sana, dan menyenderkan kepalanya di pundak Reynal, Reynal melihat Dela lakukan itu, membiarkannya, tanpa protes.


" Ta...,gue akan coba berdamai dengan diri gue, tapi gue butuh waktu untuk semuanya" ucapnya, Reynal hanya diam tanpa mengiyakan, ia membiarkan Dela untuk keluarkan apa saja yang ada dihatinya.


Dela menghapus air matanya, dengan cepat, lalu menatap indahnya malam ini walau tak banyak bintang.


Reynal menggenggam tangan Dela, lalu mengecup punggung tangannya " gue akan bersabar menunggu" ucapnya sekilas.


" Thanks" jaeab singkat Dela.


Tak terasa Merasa sudah lama berada disana, Reynal ajak Dela untuk pulang, Reynal gak ingin Dela sakit.


Reynal melajukan motornya , tak ada suara yang dikeluaΕ•kan oleh keduanya, mereka asik dengan fikiran masing-masing.


// Gue gak akan pergi dari lo La, gue akan bertahan, dan gue akan bersabar_Reynal//


//Mungkin mencoba berdamai dengan diri gue dan mencoba terima lo, gue lupa akan kejadian itu_Dela//


Reynal merasa harus selesaikan teka-teki yang dibuat Dela, untuk tetap bersama Dela, walau Dela tak ingin menujukan jawabannya, ia akan berusaha mencari jawabannya sendiri.


Sesampainya Apartemen, ternyata Dela tidur Reynal berusaha bangunkannya, tapi Dela tak kunjung bangun, Reynal membiarkan sejenak yang berada diatas motor tanpa ingin membangunkannya.


Mungkin sudah sudah tiga puluh menit mereka berada disana, Dela sedikit menggulat, dan membuka matanya.


" Ta kita sudah sampai, kok gak banguni"


" Sudah, Yuk turun gue gendong sampai kamar" ucapnya tanpa menjawab pertanyaan Dela, Dela yang memang merasa ngantuk langsung berpindah kepunggung Reynal yang kekar, dan pejamkan matanya kembali.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


.


.


Bersambung


.


.


Jangan lupa tinggalin Jejak ya❀

__ADS_1


Salam hangat selalu ❀


Reynal& DelaπŸ‘«


__ADS_2