Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps- 96 Mabuk Cinta#


__ADS_3

Jam menunjukan pukul 09.00 wib, Dela sudah berada dikelas, bersama Sesilia dan Fahri, asik bercanda hingga tiba dosen masuk, mereka lalu duduk menghadap kedepan kearah dosen, mendengarkan penjelasan dosen, Dela mengangguk paham apa yang di jelaskan.


Sesilia yang mengerutkan keningnya, karena binggung penjelasan dosen yang mengeluarkan pasal serta bunyinya, membuat kepalanya terasa pusing.


" Del, duh gak ngerti gue, harus ya hafalin?, kayaknya gue salah masuk fakultas deh" cloteh Sesilia.


" Lia sayang, nikmati dan jalani, jangan dibawa beban, oke say, mending kita makan soal hafalan abaikan, perut gue ngedemo nih" ucap Dela yang sudah merangkul Sesilia, Sesilia hanya mengangguk.


" Iy Li-, abaikan aja dulu biar gak pusing mending kita makan dulu yuk" ajak Fahri.


" Heem... ayo deh" ucap Lia lirih.


Mereka pergi ke kantin, disana sudah ada Samir dan Mira yang sudah makan lebih dulu, melambaikan tangannya dengan menebar senyuman, Dela lalu membalasnya " tuh mereka disana yuk kesana" ucap Dela ke Sesilia yang sudah mengikuti langkah Dela.


" Widih... makan berdua aja, gak sempat sarapan lo pada?" Tanya Dela yang melihat dua sahabatnya sudah berada dikantin.


" Tadinya dirumah udah, Sam nih maksa gue" ucep Mira yang masih mengunyah.


" Mau liat Mira gendut lo?" ucap Dela yang spontan membuat Samir melototkan matanya, lalu menghadap Mira, dan balik ngadap Dela.


" Bukan begitu, dia ndiri noh yang pesan katanya, liat gue makan jadi pingin makan" ucapnya.


" Hem.. ," ucap Dela malas, " but the way ,


lo berdua gak ada jam kelas?" Tanya Dela lagi.


" Gue ada, hari ini cuma satu itupun sudah setengah jam yang lalu usai" ucap Mira. yang memasukan bakso kemulutnya.


" Lo masih ada jam Del?" tanya Samir, Dela mengangguk dengan mengerucutkan bibirnya.


" Permisi Non, nih pesanannya" ucap ibu kantin.


" Makasih buk Amah " ucap Dela, tak lama temannya ikut gabung bareng mereka, setelah mengantri panjang.


" Del-,"


" Hem-,"


" Katanya perut mendemo, tapi yang lo beli-" ucap Samir yang heran melihat sahabatnya


" Ssttt..., yang penting kenyang" ucap Dela yang masuki sosis kemulutnya.


Dela dan empat sahabatnya, asik makan, dari kejauhan ada seorang yang perhatikannya, tersenyum lalu pergi.


" Cantik, unik " ucap laki-laki itu, yang sedari tadi perhatikannya.


" Lo berdua habis ini mau kemana?" Tanya Dela.


" Gue sih langsung pulang,katanya Sam dipinta ayahnya ke kantor" ucap Mira.


" Yah sudah , Sam gue titip Mira, jangan sampai dia nanggis antar sampai rumahnya" ucap Dela yang ingin beranjak pergi.


" Duduk dulu gue mau tanya soal ketua kelas galak lo" Tanya Samir yang penasaran secara kemarin mereka hanya mengantar Dela sampai parkiran.

__ADS_1


" Huh... mau tau ke apartemen aja, gue masuk dulu bye," ucap Dela mengabaikannya.


" Ayo Li...," ucap Dela yang sempat mengerutkan keningnya karena gak ngerti yang diucapkan oleh Dela temannya.


" Eh Sam, kalian bicarakan siapa sih?" Tanya Fahri penasaran.


" Huh kepo" ucapnya yang kemudian menatap wajah Mira kekasihnya Karena tak mendapatkan jawaban, Fahri lalu menyusul Dela dan Sesilia yang hanya terlihat punggungnya.


Sementara Sesilia masih menerka-nerka ucapan ketiga sahabat itu, " udah-,gak ada apa-apa, mereka nanyakan ketua osis wktu maaih SMA, dan aku memintanya langsung ke apartemennya aja.


" Oh..., eh tunggu deh bukannya tadi-"


" Udah, yang ini bukan urusan kita" ucap Dela yang memnggandeng kembali Sesilia hingga sampai di dikelas.


🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇


Reynal sudah bersama Azar, Azar datang selain lihat keadaan sahabatnya sekaligus bosnya, yang meminta untuk menjaga Dela disaat Reynal tak ada disamping Dela.


" Rey..., lo butuh sesuatu?" tanya Azar yang duduk membantu Reynal.


" Buatkan susu saja Zar, sekalian untuk Lo" ucapnya.


" Gak perlu Rey, gue harus jemput Istri tercinta lo" ucap Azar lagi yang memang ditugaskan untuk menjemput Dela dan mengawasinya.


" Yah sudah hati-hati Lo" ucap Reynal ke Azar.


Azar selesai buatkan susu untuk Reynal, Azar pamit untuk pergi menjemput Dela, dan saat itu pula terdapat Notif dari Dela istrinya.


Kelinci ❤


Reynal tersenyum kecil, kelinci memberinya Notif sederhana , ia tak sangka jika hubungannya akan kembali membaik dan kini, Dela tak malu-malu untuk mengirim pesan untuknya, walau hanya notif singkat tapi membuatnya mabuk, mabuk cinta.


Reynal membalas notif Dela dengan senyam-senyum sendiri. ^ Iih apaan sih , kok aku kaya dimabuk cinta aja sih,^ ucap Reynal yang masih senyum kelinci.


Kelinciku ❤


Ada-,


Tata hanya butuh istri Tata.


Usai mengirimkan pesan untuk Dela, Reynal membuka galeri dimana tersimpan foto Dela saat ia ambil secara diam-diam.


^ Tata butuh Lala, Tata butuh Lala disamping Tata^ ucapnya lirih, sambil mengusap wajah Dela yang berada diponselnya.


Reynal masih menatap wajah Dela, meski hanya bayangannya,^ Tata gak tau nantinya jika, Tata harus jauh dari kamu La ^


Reynal merasa badannya masih merasakan sakit, ia coba memejamkan matanya agar menguragi rasa nyerinya.


Dela pulang dengan membawakan masakan Bunda dan juga Mama, siapa tau dengan makan masakan Bunda dan Mama Reynal bisa membaik, begitulah fikir Dela.


Masuk ke apartemennya, dengan membawa dua paper backnya,berisi masakan dari kedua orang tua mereka, Dela tersenyum lega, melihat Reynal yang tertidur , mungkin untuk menghilangkan rasa nyeri pada lukanya.


Dela masuk kamar dan segera mandi, karena badannya terasa lengket, dan segera laksanakan sholat dzuhur.

__ADS_1


Usai melaksanakan kewajibannya, Dela siapkan makan siangnya, ya ia letakan di meja, lalu menghampiri Reynal.


" Ta..." ucapnya, yang mengusap lengan tangan Reynal beberapa kali dengan lembut.


" Sudah pulang?" tanya Reynal yang membuka matanya.


" Udah, yuk makan dulu, maaf menunggu lama." ucap Dela.


" Memang tadi mampir kemana aja? " Tanya Reynal.


" Kerumah Mama sama Bunda" Jawabnya.


" Lho kok enggak bilang-bilang?" ucap Reynal yang terkejut mendengarnya.


" Ya Lala kangen masakan mereka Ta, Lagian kalo izin, pasti Tata nggak izini " ucap Dela lirih dengan mata berkaca-kaca.


Reynal langsung menarik tangan Dela, lalu mendekapnya ke dada dengan hati-hati.


" Maafin Tata yang tak mau mengerti, perasaana Lala, Tata janji kalau Tata sembuh kita tidur rumah Mama dan Bunda" ucap Reynal lalu mengecup Kening Dela dan dua kelopak mata Dela yang sudah berkaca-kaca.


" Yuk makan, pasti masakan Bunda dan Mama lezat" ungkap Reynal yang tak ingin Dela bersedih.


" Sini Lala bantu" ucap Dela, Reynal tersenyum, lalu mengangguk.


Kini keduanya sudah berada di meja makan keduanya makan dengan tenang, hingga selesai makan, Dela mencuci bekas mereka makan.


Reynal membereskan meja, lalu duduk untuk meminum obatnya, Dela mendekatinya mengajaknya dikamar, karena badan Dela begitu lelah , Reynal mengangguk dan mengikuti langkah Dela yang mendahuluinya.


" La..."


" Hem.."


" Gimana dikampus, kuliyahnya?"


" Gak ada yg istimewa, biasa aja."


" Lala mau istirahat dulu ya Ta, bye slamat tidur" ucapnya yang tak dapat menahan rasa kantuknya, Reynal hanya bisa tersenyum dan mengelengkan kepalanya.


Lalu mencoba memeluk Dela meski menahan, rasa sakit dibagian perutnya.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


.


.


Bersambung


.


.


jangan lupa tinggalkan jejak kalian.

__ADS_1


Salam hangat.❤


Reynal & Dela


__ADS_2