Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps - 17 Pernyataan#


__ADS_3

Semua Siswa/i keluar kelas setelah mendengar bel pulang, Dela cs juga sudah berada diparkiran, seperti yang tadi mereka rencanakan, mereka akan pergi nongkrong di sebuah kafe di persimpangan yang menuju rumah mereka. Menurut mereka, tempat itulah, tempat yang pas untuk mereka.


" Emang mau nunggu apa sih kita" tanya Mira yang memamg tidak mengerti.


" Mana gue tau, tanya noh yang sedari tadi senyam senyum" kata Samir menunjuk Dela dengan Dagunya, yang juga belum paham.


" Roman-Romannya nih, kayanya ada yang mau kasih peje " kata Rani yang masih pandangi Dela.


"Sepertinya gitu, buktinya sedari tadi kaya orang crezy." kata Samir lagi.


" Ayo, masuk ke mobil, kita ke DN kafe," ucap Dela setelah mendapat notif.


Aldo hanya gelengkan kepala dan usap kepala sahabatnya Dela dengan lembut,


Mereka menuju cafe,tempat mereka akan Noki.


" Del, lo yakin dengan perasaan lo? "tanya Aldo memastikan.


" Semoga gue nggak salah Do,nyaman aja bareng dia, sama kaya lo dan yang lainnya"


" Yah sudah, baik-baik lo jalani dengan tu anak " kata Aldo dan Dela mengangguk sebagai jawaban.


Tak terasa, mereka sudah berada diparkiran Dn kafe, Sudah terlihat rame, karena memang jam anak pulang sekolah , banyak anak-anak sekolah berada dikafe ini.


Mereka keluar mobil langsung masuk ke kafe itu, dan Dela mencari seseorang yang akan mereka temui, ternyata dari kejauhan tampak seorang lambaikan tangan menandakan mereka disana


" Ayo kesana" kata Dela.


Mereka mengikuti arah langkah Dela, bejalan arah kursi Vip yang berada diatas.


" Hi Bro " kata Samir dan Aldo hampir barengan.


" Hi-, " Balasnya.


" Jadi nih ceritanya beri kita peje " kata Rani yang melihat Daren langsung mengandeng tangan Dela.


" Kalian bisa aja, yuk Duduk-" kata Daren persilakan teman-teman Dela.


" Boleh Pesan langsung nggak haus nih ?" tanya Mira dengan jujurnya.


" Silakan-, " kata Daren persilakan teman-temannya Dela untuk pesan sesuai selera mereka.


" Kamu mau pesan apa Del?" tanya Daren lembut.


" Gu-gue terserah kak Daren" ucapnya gugup.


Daren tersenyum lembut dengan mengambil ponsel dan menekan angka sedikit menjauh dari teman-temannya.


Di kafe itu tidak hanya ada Dela Cs, tapi ada tim futsal Daren yang satu persatu kumpul, Mereka masih dengan candanya, sambil menunggu pesanan datang, bahkan mereka ada pula yang hanya sekedar foto-foto.


Dela yang berada disana sedikit merasa canggung, terlihat dengan wajahnya yang hanya diam dan menundukan wajah cantiknya.


" Del-, kamu kenapa diam saja?" tanya Mira.


" Em.. nggak kok," ucapnya sambil semat senyumnya.


" Ren , akhirnya jadian juga lo" kata Ari


Daren tersenyum sambil usap kepala Dela.


Disela-sela mereka bercanda, makanan mereka sudah datang, mereka menyambut dengan gembira, terlebih Samir yang bahagia bisa dapat makanan gratis hari ini.


" Kak, Dela mau permisi ke toilet, arahnya kemana yah? " tanyanya ke Daren,


" Tunggu ya Del" Ucap Daren.


Daren memanggil karyawan lalu meminta salah satu karyawannya untuk mengantar Dela ke toilet.


Sementara Dela ke toilet, dan semua lagi menikmati makanan yang ada di kafe itu. Aldo meminta waktunya Daren untuk ngobrol.


" Em.. gue perlu bicara empat mata sama lo boleh? " tanya Aldo ke Daren sambil menepuk pundak Daren.


Daren tersenyum memperlihatkan lesun pipinya," Tentu boleh" ucapnya.


Setelah tau jika Aldo ingin bicara, Daren mengajak Aldo ke sebuah tempat.

__ADS_1


" Silakan duduk Al-, " kata Daren dan di ikuti oleh Aldo.


" Ren, Gue berharap lo benar -benar mencintainya, gue takut lo hanya bisa permainkannya seperti yang lainnya, gue tidak mau melihat Dela rasakan kembali sakit yang mendalam dan berlarut, dan perjuangilah dia jika lo memang benar mencintainya" kata Aldo panjang lebar.


" Saya tau maksud kamu, karena kamu sahabatnya, saya benar mencintainya, dan baru dia orang yang saya cintai, bukan saja cinta tapi saya sangat menyayanginya, karena sebelum saya menyatakan rasa ke Dela, saya sudah meyakinkan diri saya" kata Daren menjelaskan.


" Terima kasih bro, gue harap, bisa gue pegang omongan lo barusan" kata Aldo ke Daren.


Daren tersenyum simpul" Iya silakan Al" ucapnya singkat.


Usai obrolan antara Aldo dan Daren , keduanya kembali ke meja mereka dan bergabung bersama Dela Cs.


Sementara Dikursi lain yang secara kebetulan ada Reynal dan Fia, berada dikafe yang sama hanya bedanya Reynal memilih kursi bawah sementara Dela cs berada di kursi atas.


Namun tak sengaja Pandangan Reynal tertuju ke sosok orang yang ia kenali juga berada ditempat yang sama, ia siapa lagi kalau bukan Dela cs, namun ia tak melihat Dela berada disana, matanya dalam diam mencari seseorang yang diyakini sebagai tunangan.


// Sedang apa mereka disini, dimana Lala?_Reynal// Hatinya bertanya-tanya.


" Ay kamu kenapa?" Suara itu mengagetkan Reynal yang sedang mencari dan memimirkan Dela.


" Ah...Ma-maaf ay-, "


" Iya nggak apa, tadi kamu sedang cari siapa sih, sampai aku panggil gak kedengaran?"Tanya Fia


" Ah.. itu aku kepikiΕ•an masalah osis " kata Reynal sekenanya, Reynal mencoba tenang dan mengusap kepala Fia.


Dela kembali dengan senyum manisnya, yang ia ukir untuk sahabat-sahabatnya yang munurutnya menunggu lama.Dela lalu duduk dikursi kosong yang tak lain disamping Daren.


" Maaf lama-" ucap Dela kepada teman-temannya.


" Iya gak apa, santuy aja Del" ucap Samir


" iya bu bos gak apa" ucap Gema salah satu teman Daren.


" Del beruntung lo bisa dekat, bahkan sampai jadian kek gini ma Daren" kata Rendi yang merasa Dela beruntung mendapatkan hati Daren.


" Kok bisa gitu" kata Dela sedikit ragu untuk buka suara.


" Karena hanya lo tu yang buat hatinya meleleh, walau Daren orangnya ramah , tapi soal hati belum ada yang menangi , cuma lo yang baru saja menangi hatinya, intinya lo orang pertama yang ada dalam hidupnya" jelas Gema panjang lebar.


Dela langsung menoleh ke arah Daren, Daren lalu menganggukin kepala seraya tersenyum.


" Pasti" lanjutnya.


Dela Cs tersenyum bahagia mendengar penuturan teman-teman Daren, ternyata Daren disekolah sangat tertutup terhadap kaum hawa walau sikapnya ramah dan beruntungnya Dela orang pertama baginya.


Tak sengaja Dela melihat Reynal dan Fia sedang duduk dimeja bawah, dan saat itu pula mata Reynal mengarah Dela, mata mereka bertemu lalu Dela mengalihkan pandangannya.


Mereka habiskan waktu nongkrong di kafe itu hingga sore, Sebagai perayaan hari jadi Dela dan Daren.


" Del sudah sore, kita pulang yuk" kata Aldo yang tiba-tiba ajak Dela pulang.


Dela menganggukin kepala lalu menoleh ke Daren, Daren yang mengerti lalu Daren pamit kepada teman-temannya untuk mengantar Dela.


" Saya cabut dulu" kata Daren yang menyusul Dela dan dianggukin oleh Rendi Cs.


" Lo pulang bareng kak Daren Del?" tanya Rani.


" Iya, saya yang akan antar Dela pulang" ucap Daren dengan menggandeng Dela.


" Dedel lo hati-hati ya, kak jaga sahabat gue" kata Mira.


" Del, jaga sikap, dan hati-hati salam buat Bunda sama Ayah" kata Aldo dengan menggoyangkan jari telunjuknya.


" Iya siap Ado bawel" ucapnya.


" Gue hanya ingatin" sambil acak rambut Dela.


Mereka pun tertawa mendengar Aldo yang bertingkah ala mak-mak yang sedang menasehati anaknya.


Mereka semua benar-benar meninggalkan kafe, dan tinggal teman-teman Daren yang masih berada disana.


Dela dan Daren ikut meninggalkan kafe, langsung menuju rumah Bundanya yang tak lain adalah rumah Reynal.


Reynal yang melihat mengenggam tanggannya dengan kuat dengan menundukan kepalanya menahan emosi.

__ADS_1


Yah ternyata Fia dan Reynal juga berada disana, menghabiskan waktunya di kafe itu juga.


" Ay-, kamu tidak papa, kok sepertinya ada yang kamu sembunyikan?" tanya Fia khawatir.


Reynal diam dan tak langsung menjawab pertanyaan Fia, saat ini ia sedang nahan emosinya disaat ia merasa baikan Reynal menegakkan kepalanya dan mengusap pipi Fia dengam induk jarinya.


" Ay-,sebenarnya aku ajak kesini, ada yang mau aku bicarakan denganmu" ucapnya.


" Oya, apa itu?" tanya Fia yang merasa penasaran,


Reynal memejamkan matanya sejenak lalu membuka mata dengan melepaskan hembusan nafas dalam-dalam.


" Ay-,


" Maaf Aku tidak bisa lanjutkan hubungan ini, aku sudah ada tanggung jawab atas diri seseorang" ucapnya lirih


" Maksud kamu? " yang tak mengrti maksud Reynal.


" Iya, Aku harus menjaganya, aku sudah cukup menyakitinya, pasti ia merasa sakit selama ini, mengertilah " ungkapnya lagi


Reynal lalu melepaskan genggaman tangannya ke Fia, Fia yang mendengarkan ucapan Reynal tersentak dan tanpa sadari air matanya mengalir begitu aja.


"Reynal mencium kening Fia dan mencium pelipis mata Fia yang telah mengeluarkan air mata, Reynal paham pasti ini akan menyakitkannya.


" Maafkan aku Ay, aku tidak ingin menyakiti dia, dia sudah lama rasakan sakit ini atas perbuatanku" kata Reynal lagi.


Setelah mengucapkan kata-kata itu, Reynal pergi meninggalkan Fia sendiri di kafe itu, Reynal melajukan mobilnya dengan sangat cepat ia tidak perduli apa yang akan terjadi pada dirinya sendiri, ia pergi ke bengkel dan mengganti bajunya lalu pergi perbaiki mobil yang kemarin belum siap ia perbaiki.


Kekesalan yang ada pada hari ini akan ia tutaskan dengan cara perbaiki mobil-mobil yang ada di bengkel.


//Rey yang lo lakuin itu sudah benar, memang harusnya lo dari dulu putuslan Fia dan coba pertahankan Dela, walau mungkin saat ini Dela bersama laki -laki itu bahagia.//


//kelinci manis Tata, Tata balik walau nggak seperti dulu, setidaknya gue mau coba jadi lo //


Sudah satu jam Reynal ada dibengkel dan ia pun sudah membereskan mobil satu, ia meminta karyawannya untuk mengeceknya dan kemudian ia pamit untuk pulang.


Sementara Fia yamg ia tinggal dikafe pulang dalam keadaan kacau setelah mendengar pernyataan dari Reynal tadi, ia mengurungkan diri dikamar.


🌿🌿🌿


Dela sudah berada dikamar Reynal, karena ia sudah terbiasa di kamar Reynal, Dela merasa nyaman aja saat berada dikamar Reynal, lain saat berada di kamar kak Rien, sesudah mandi dan kemudian tiduran dikamar Reynal.


Saat Reynal pulang, Reynal membuka puntu kamarnya terlihat tas serta seragam Dela yang tergeletak begitu aja di kursi belajar, lalu melihat ke ranjang king sizenya ternyata Dera tidur disana, Reynal tersenyum dan mengecup pucuk rambut Dela lalu pergi kekamar mandi untuk bersihkan diri.


Reynal duduk di kursi belajar dan membuka buku - buku Dela, ternyata nilainya tidak terlalu jelek, lalu Reynal menutup buku Dela, Reynal mengambil baju kotor Dela dam juga dirinya untuk di cuci.


" Rey sudah pulang ku sayang?" Tanya Bunda.


" Iya sudah bun" jawab Reynal.


Bunda menganggukin kepala dan tersenyum, Bunda tidak ingin ikut campur urusan mereka berdua, biarlah nanti mereka selesaikan sendiri.


Reynal lalu buatkan susu dan Roti kesukaan Dela dengan toping srikaya, kemudian Reynal membawanya kekamar.


Bunda yang melihat hanya gelengkan kepala dengan sematkan senyumnya.


// Semangat sayang, segera bawa kembali kelinci mu yang sudah diambil orang_ bunda//


Lalu bunda lanjutkan nonton kembali dengan senetron favoritnya, sambil menunggu ayah sampai karena masih terkena macet dijalan.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


.


.


Bersambung


.


Hai kak..


jangan lupa tinggalkan jejak kalian, si bawah ya. aku sangat berterima kasih yang sudah beri ku like serta komentarnya.tak lupa yang beri ku vote serta Rate..


Terimakasih

__ADS_1


salam manis


Reynal & Dela


__ADS_2