Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps -102 Aldo Pulang#


__ADS_3

Dela berada diluar memandangi hujan yang lebat dan tak kunjung redah, Dela berjalan mengelilingi Panti, namun langkahnya terhenti, saat seorang memanggilnya.


" Kak Cantik...! " panggil seorang, Dela menoleh lalu tersenyum menatap anak kecil itu yang menghentikan langkahnya.


" Kakak cali Adel?" tanya seorang anak laki-laki Tampan itu.


" Iya sayang , kamu tau?" tanya Dela yang mendekat ke anak kecil dengan membungkukan badannya.


" Kata Bunda, Adel pelgi dibawa kelualganya" ucapnya yang tampak sedih.


" Iya sayang, maaf baru beri tau kamu, Adel dibawa oleh pamannya, ke luar mereka selama ini telah mencarinya kemana-mana, dan baru bisa nemuinya" ucap Reynal yang berada dibelakang Dela.


" Kakak jangan sedih ya, kan ada Dava" ucap anak laki-laki itu yang mengusap pipi Dela bak anak yang sudah mengerti.


" Iya sayang "ucap Dela lalu Dela mengecupnya dengan hangat dan mencoba tersenyum.


" Ayo kak" ucap Dava yang menarik tangan Dela agar Dela mengikuti langkah Dava.


Reynal yang melihat keduanya melangkah ia pun ikut melangkahkan langkahnya, Namun baru beberapa langkahnya terhenti saat bola mengenai dirinya.


Bugh...!!!


" Woi cowok labil, masih aja lo posesif " teriak Seorang, dengan spontan Reynal menoleh kesumber suara.


" Aldo?" serunya ketika melihat sosok sahabatnya yang beberapa bulan pergi meninggalkan indonesia.


" Iya gue, balik demi tugas gue, gue juga kangen sama istri lo "


" Sialan lo"


" Kenapa, marah atau cemburu, keduanya tak beralasan Rey " ucap Aldo yang sudah memainkan Bolanya.


" Lo nantangi gue?" ucap Reynal.


" Sini lo kalo berani, gue gak takut" ucap Aldo.


Reynal mendekat lapangan dan disambut oleh Aldo, keduanya berpelukan ala lelaki sejati, menumpahkan rasa kangen, lalu mereka memainkan bola futsaΔΊ, mereka bermain dengan guyuran ujan rintik-rintik membuat keduanya basah-basahan, namun tak dihiraukan oleh mereka, mereka bahkan semangat untuk bertanding.


Dela sudah bersama Dava, Dava membawanya kekamarnya, dan meminta membuka sesuatu, sebuah kertas yang terdapat gambar disana.


" Ini kamu yang gambar Dek?" Tanya Dela yang terpaku akan sebuah coretan yang tampak indah.


" Iya kak, cantik gak kak?" tanya Dava dengan semangatnya.


" Cantik , cantik banget malahan sayang" ucapnya yang mengusap pipi Dava.


" Dava menggambalnya dua, satu untuk kak cantik sama kak Ley, yang satu untuk kak Aldo"


" Sayang " Dela lalu memeluk Dava karena begitu bahagia Air mata Dela lolos begitu aja.


Dela tak akan menyangka jika anak seumur Dava bisa lakukan itu, bahkan nyaris sempurna, bocah lima tahun lebih, hanya malang saja dia tidak miliki orang tua, hidup sebatang kara, Dela bersyukur masih memiliki kedua orang tua hingga saat ini, sementara diluar sana banyak anak -anak terlantar karena tak miliki orang tua.


" Kak kok nanggis..?" ucap Dava yang melihat Dela menangis.


" Enggak sayang, kakak terharu, kakak bahagia" ungkapnya.


Dava memeluknya dengan Erat," Udah yuk kita balik lagi ke sana, gabung dengan yang lain " ucap Dela dengan Dava, Dava pun menganggukan kepalanya lalu menggandeng tangan Dela dengan senang hati.


Dilapangan beberapa anak sudah ikut gabung bersama mereka, mainkan bola futsal, Aldo dan Reynal memainkannya, keduanya terlena hingga tak hiraukan hujan, berbasah-basahan, suara anak-anak bersorak bahagia.


Dela dan Dava yang baru sampai pun menghentikan langkahnya, ^ Tata, Ado^ gumam Dela yang melihat dua laki-laki berada dilapangan.


" Kak Aldo" panggil Dava yang teriak di koridoor tak jauh dari lapangan.


" Ayo kak sana " Ajak Dava yang menarik tangan Dela begitu aja.


" Iya bentar, kakak amankan gambarnya" Dava lalu berlari begitu aja, setelah melihat Reynal dan Aldo berada disana.


" Kak Aldo, Dava kangen" ucapnya.

__ADS_1


" Hai jagoan kecil kak Aldo, apa kabar?" ucap Aldo yang mencoel Hidung Dava.


" Tambah tampan saja seperti kak Aldo" ucapnya lagi yang sudah menggendong Dava.


" Dava mau ajak kak cantik mandi hujanan" ucapnya seraya berlari, Aldo dan Reynal sudah menghentikan permainannya, saat Dava memanggil mereka.


Dela yang ditarik Dava untuk mendekat mereka awalnya enggan tapi ia pun kemudian menurutinya.


" Ayo kak, disana ada kak Ley juga kak Aldo," ajak Anak itu.


Dela gak sampai hati lalu mengikuti permintaan Dava, ia gak ingin Dava kecewa Dalam hati Dela juga sebenarnya juga bahagia karena hujan.


" Ado....," panggil Dela.


" Hai Dedelnya Aldo" ucap Aldo yang berharap Dela memeluknya, Tapi Dela yang hanya diam aja, tanpa gerakan, tanpa suara membuatnya bingung, dan menggaruk kepala yang tak gatal.


Namun Dela hanya dapat mengeluarkan bulir dimatanya lalu , berlari memeluk Aldo.


" Ado, Dedel kangen" ucapnya.


" Iya Ado juga " ucap Aldo yang membalas pelukannya tanpa ragu ia tak perduli dengan Reynal.


" Kok gak bilang-bilang, kalau pulang jahat"


" Kejutan Del.." ucapnya yang masih peluk Dela.


" Ih kok gitu , oleh-oleh?" ucap Dela kesel, yang masih aja ia ingat oleh-oleh.


'" Ada.."


" Yes" ucap Dela gembira.


Reynal gak mau kalah dong ia ikut memeluk Dela dari belakang , posisinya Dela berada ditengah, aneh si tapi itulah yang dilakukan mereka saat kecil, saat belum bertemu Fia.


" Gue rindu kalian" ucap Aldo.


"Dava mau juga kakak peluk?" ucap Reynal lalu Dava mengangguk ia langsung berlari, Reynal lalu menggendongnya.


" Dia masih posesif" tanya Aldo


"Gak pernah dikasih daya?" ungkap Reynal


"Kenapa?" tanya aldo


" Takut..." jawab Dela lirih.


" Tu Rey Dedel takut."


" Kak Ado jangan ganggu kak cantiΔ·, ayo antelin Dava mandi" Ucap Dava tak mau kalah posesif.


Aldo mengusap Wajahnya lalu tersenyum dan mengangguk mengikuti langkah Dava, Sementara, Dela kini berada di lapangan bersama Reynal.


Reynal membalikkan tubuh Dela menghadapnya, melihat Netra hitamnya,


" Apa benar kamu takut? " tanya Reynal yang masih menatap mata Dela, Dela mengangguk. Reynal menyunggingkan senyumnya lalu melanjutkan kalimatnya itu " Takut apa?, aku suamimu La bukan orang lain"


" Aku bukan takut itu, aku takut kamu lakukan hanya nafsu dan bukan cinta, aku takut rasa cintamu ke Fia mengalahkan segalanya" ucap Dela yang mengalihkan pandangannya kearah lain.


" La..., kamu gak percaya?" Tanya Reynal lagi.


" Aku percaya, tapi-" ucap Dela yang menggantungkan kalimatnya, lalu menggigit bibir bawahnya.


" Ragu?? " jadi butuh bukti gimana?" tanya Reynal, yang melihat keraguan didiri Dela.


" Entahlah, Lala gak tau Ta," ucap Dela asal.


" Kita akan adakan pesta, akhir bulan depan" yang masih natap Dela.


" Aku gak mau itu Ta" kilahnya lagi

__ADS_1


" Lalu..?"dengan menangkup dagunya.


" Buktikan ke Lala, bahwa Fia itu pura-pura gila dan bawa dia ke yang berwajib, Lala merasa ia berbohong, dan apa yang ia lakukan hanya demi dekat dengan mu agar Tata jauh dari Lala"


" Oke gak masalah sayang, hanya itu aku akan buktikannya" ucap Reynal yang mengecup kening dan bibir Dela yang terasa kenyal dengan sensasi dingin, Dela melototkan matanya kala Reynal berhasil meraihnya.


" Woi kalian masih betah disitu, sini masuk angin lagi nanti" ucap Aldo yang sudah membawa semangkuk mie instan di tangannya.


Dela tersenyum malu dan merenggangkan pelukannya dan pergi meninggalkan Reynal begitu aja.


" Masih malu-malu Do" usap wajahnya.


" Iya malu-malu meong " celoteh Aldo yang menyendokan mie kemulutnya.


Mereka makan dengan basah-basah, namun Reynal mengambil handuk dan baju untuk Dela yang berada dimobil.


" Do kenapa gak bilang-bilang kalo pulang?"


" Iya maaf, yang penting Ado sehat-sehat aja, Ado sengaja pulang karena merasa gak enak dengan Rey yang ngurus semua sendiri" ucapnya.


" Lo kaya dengan siapa aja do?"


" Bukan gitu, tapi gue benar-benar merasa bersalah sudah meninggalkan pekerjaan gue disini, tapi lo tau sendiri gue gak mungkin ninggalin Sarah disana sendiri."ucapnya.


" Lo takut dicomot orang?" ucap Dela yang memukul lengan Aldo.


" Na tu lo tau, gue rencana pulang ingin bicarakan ini, ke Mami sama Papi begitu pula orang tuanya"


" Bagus deh..., biar gak nambah dosa lo"


" Gue mah waras Rey, masih ada batasan la lo halalin tu anak, tapi lo anggurin." cibirnya.


Tuuuk !


" Jaga tu mulut"


" Iya nyonya Reynal Fito Darma."


" Ih resek lo"


Aldo mlalu mengangkat kedua jarinya berbentuk huruf V menandakan damai, mereka selesaikan makan serta bermain bareng tak terasa hari pun telah menjadi sore, yang kemudian mereka izin pamit pulang.


Reynal membawa mereka ke apartemen Untuk mengganti baju, begitu mereka selesai, mereka pergi meninggalkan apartemen dengan mengenakan baju casual, apalagi kalau mereka akan kangen-kangenan bersama Aldo dan Mami serta papi beserta adik kecil mereka Alfin.


Ya sejak setahun yang lalu, ulang tahun pernikahan Mami dan Papi, keduanya berbulan mandu dan akhirnya Mami pulang membawa kabar jika Mami tengah mengandung, semua meyambutnya dengan gembira, karena memiliki anggota baru.


πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡


Ditempat Lain Fia yang selalu diawasi polisi, dan penjagaan ketat tak dapat berbuat apa-apa, namun ia hanya dapat memanggil nama Reynal, yang tak kunjung melihatnya.


//Sial...Sial..., aku terjebak disini selama setahun, aku harus keluar dari sini dengan penampilan berbeda_Fia//


//Aku akan bawa Reynal jauh sejauh-jauhnya dari perempuan itu_Fia//


Ternyata dugaan Dela bener, Fia hanya pura-pura gila agar terhindar masuk penjara, namun sayangnya Dela belum bisa membuktikan itu semua, Dela masih menduga karena gelagat Fia yang menurutnya janggal.


Fia merasa berhasil, karena orang mengira ia benar-benar gila dan hanya ingat Reynal, kehilangan kewarasannya itu yang ada dalam fikiran Fia, namun sebenarnya ia kehilangan akal sehat dan bertindak membahayakan nyawa seorang, karena takutnya ia mulai perankan gila.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Bersambung.


Jangan lupa like, komentar, ya jangan bosan-bosan ya , terimakasih masih maumenunggu updatenya.


Salam hangat❀


Reynal&DelaπŸ‘«


πŸ‡πŸŽ

__ADS_1


__ADS_2