Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps - 65 berkunjung( Daren)#


__ADS_3

Reynal sudah kembali ke sekolah, setelah tadi sengaja datang menemui Dela, bukan itu saja Reynal sempat bertemu dengan orang tuanya Daren, Di depan Cafe.


Tanpa sepengetahuan Dela, Reynal telah membeli cafe milik Daren, bukan tanpa alasan kenapa Reynal mengambil alih cafe Daren, semua hanya untuk Istrinya Dela.


Reynal paham, Dela masih sangat mencintai Daren, ia pun tidak ingin memaksakan Dela untuk mencintainya, setidaknya ia bisa bersama Dela.


Mereka lagi menyantap menu cafe, yang ada , bahkan Menu andalan Cafe itu pun mereka cicipi, Dela sedikit berkaca-kaca karena terakhir Daren menambah menu kesukaan Dela sebagai menu favorit dicafe mereka, mungkin hanya menu biasa tapi begitu banyak orang yang minati.


" Habis ini mau kemana lagi sayang?, Bunda temani" ucap Bunda.


" Emm...Emm..., Bun boleh gak, berkunjung ke rumah Daren sebelum pulang ? " tanya Dela ragu.


Bunda tersenyum " Tentu boleh sayang, kalau gitu nanti kita mampir ketoko bunga dulu yuk untuk dibawa" ucap Bunda ke Dela, Dela lalu mengangguk setuju.


Mereka lalu selesaikan makanannya, dan pergi meninggalkan cafe, Dela bahagia karena akan mengunjungi Daren walau dalam bentuk lain setidaknya mengurangi rasa kangennya.


Sesampainya di tempat yang dituju, Dela membawa buket mawar untuk Daren.


" Hai, Boo aku datang nih, tapi maaf Boo hanya bawa mawar, terima kasih ya Boo, untuk semuanya, emm kamu curang, cerita-cèrita sama Bunda kamu, aku kan malu, tapi terimakasih juga, karena jadikan aku bidadari dalam hidupmu Boo"


" Boo, kamu tetap ada di sini, dihati ku, walaupun, aku sudah menikah dengan Rey, aku janji akan jadi istri yang baik, kamu bahagia ya disana, walau aku terkadang sedih gak bisa liat kamu lai dan peluk kamu, Doakan aku bahagia ya Boo, Aku pulang Dulu ya"


Usai keluarkan isi hatinya rasanya lega walau nyatanya tak berwujud, Dela lalu tersenyum kecut dan pergi dengan meneteskan air matanya, namun dengan cepat ia menghapusnya, saat sudah dekat ke Bundanya.


" Ayo Bun, Dedel sudah selesai"


"Iya ,Ayo sayang." jawab Bunda.


Dela Dan Bunda Benar-benar meninggalkan tempat itu, tempat dimana Daren beristirahat, walau pedih terasa Dela berusaha tenang dan berusaha ihklas.


Dela dan Bunda segera balik, Dalam perjalanan Dela berada di pelukan Bundanya, Dela bersyukur memiliki empat orang tua yang sangat menyayanginya, Bahkan sama persis kaya mama dan papanya.


Sesampainya Dela juga Bunda dirumah, Dela segera pamit kekamar untuk mandi karena badan yang terasa lengket, kasurnya pun ikut memanggilinya.


" Bun, Dedel makannya kalau Tata pulang aja ya, Dedel mandi dulu.


" Iya sayang" ucap Bunda.


Dela segera mandi, dan sholat, karena merasa lelah, hari ini ia begitu menguras emosi dan air mata, yah ia luapkan emosinya dengan cara menanggis, sebetulnya Dela bukan orang yang cengeng, begitu yang mereka lihat, tapi sebaliknya Dela orang sangat cengeng, namun pintar sembunyiin kesedihannya dihadapan orang.


πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡


Reynal sudah memasuki kamarnya, ia melihat, Dela masih tertidur pulas, Reynal tersenyum melihat wajah gemesnya, Reynal segera mandi, karena sudah merasa lengket, apalagi tadi mampir Bengkel, untuk cek beberapa pekerjaan, ia tak sendiri, ia bersama Aldo disana karena bengkel itu memang milik mereka berdua.


Tetapi tadi Bunda menghubunginya agar tak lama-lama, berharap segera pulang, karena Dela menunggunya makan siang Bersamanya.


Reynal selesaikan mandinya dan telah berpakaian, ia mendekati Dela mengusap pipi mulusnya dan pucuk kepalanya.


^ Maaf, gue pulang telat^ ucapnya lalu mengecup keningnya, dengan jahil, Reynal ******* bibir Dela sekilas.^hangat manis bagai gula.^ dengan mengembangkan senyumnya.


Dela lalu membuka matanya karena merasa ada yang menyentuhnya.

__ADS_1


" Tata" ucapnya saat membuka matanya, dan menyadari bahwa Reynal sudah ada di dekatnya.


" Udah sini gue suami lo, dan lo wajib deket gue, beside my okey"


" Baru pulang?"


" Iya, gue baru pulang, maaf ya, tadi mampir bengkel dulu" jelas Reynal yang dianggukin Dela.


" Thanks.."


" Iya., gue tau , harusnya lo ucapin tu dari dulu"


" Kenapa" ucapnya.


" Karena uang jajan lo, gue yang nanggung, paham lo"


" Terus lo mau minta ganti gitu?"


"Iya dengan lo jadi milik gue dan selalu disamping gue"


Pllak!!


" Aw sakit La"


" Rasain, lo bener-bener nyebelin, gila Fia betah banget sama lo"


" Enak aja nyebelin yang ada lo, sudah gue bilang jangan sebut nama itu, dia bukan orang ketiga dirumah tanggga kita, kelinci gue"


" Ah masa, mukin dia bukan orang ketiga dalm rumah tangga kita, tapi dia orang ketiga dalam hubungan kita"


" I...ya, buktiin kalau dialah orangnya" ucap Dela yang terlihat marah.


" Ssttttt..., Ia gue percaya, iya dulu gue buta, maafin gue ya" , Reynal segera memeluk Dela, Reynal mengiyakan ucapan Dela, karena tak ingin perpanjang masalah dan tak ingin buat Dela banyak pikiran yang tidak-tidak.


Reynal memeluk Dela, jujur saja Dela mulai terasa nyaman dengan pelukan Reynal, Pelukan yang dingin, namun hangat.


Dela coba berdamai dengan coba terima Reynal, mencoba lupakan masa lalu itu, walau sulit tapi ia yakin bisa, Dela mencoba untuk menerima segalanya, menjadi istri penurut dan baik, tapi kalau bertanya hati ini milik siapa, ia pun akan berkata masih milik Daren.


kepergian Daren memang membuatnya terluka, karena ia tak mengetahui apa sebab ia meninggalkan nya sendiri, mengukir indah cinta mereka sendirian.


Reynal yang paham itu tak ingin memaksakan Dela untuk mencintainya, setidaknya ia berbuat seperti sekarang itu, adalah bonus untuknya.


Tak lama Dela mendengar dengkuran Reynal, yang ternyata ia sudah pejamkan matanya.


^ Gue akan berusaha selalu disamping Lo Ta^ ucap Dela lirih sambil mengusap-usap rambut Reynal.


Dela mengambil ponselnya yang sedari tadi ia abaikan, begitu iya membukanya, begitu banyak chat serta panggilan masuk, siapa lagi kalau bukan sahabat-sahabatnya yang sengklek, ups Dela juga termasuk sih, Tak lama Aldo menelponnya lewat Vidio Callnya.


" Bebeb Dedel, dari mana aja sih, lama amat, Lo dimana sih, sedari tadi apa lo tidur melulu seharian? " tanya Aldo beruntut.


" Maaf gue tadi diajak Bunda ke kafe Daren, kata Bunda itu punyague" ucapnya yang

__ADS_1


" Berarti Reynal jadi ambil tu cafe, Lo ngapain tu dengan Rey, jangan-jangan-"


" Jangan ngaco lo, gue baru bangun tidur, Rey pulang langsung tidur Noh-"


" Kirain main bola diranjang" cengir Aldo.


"Ngomong sekali lagi gue tonjok lo" Acam Dela.


" Iiye maaf, Nanti lo kita jemput ya nonton pertandingan futsal"


" Oke jam berapa?


" Jam 05.00 Wib"


Oke siap gue tunggu bye"


Dela matikan ponsel sepihak karena gak tahan ingin pergi kekamar mandi, ia buru-buru kekamar mandi dengan hempasin tangan Reynal.


Reynal terbangun, karena terkejud, tapi Reynal hanya gelengkan kepalanya.


"^Lala, Lo ngejutkan gue aja, tapi syukurlah aku terbangun, Pasti Lala lapar^ Gumamnya.


Reynal bangun dan turun kemeja makan, menyiapkan makan siangnya bareng Dela, sayurnya pun Reynal yang panaskan sendiri, lalu menyiapkan ke meja.


Dela menggeriyitkan keningnya melihat Reynal sudah tidak ada di ranjangnya.


^ Perasaan tadi tidur, sekarang kemana dia^ ucapnya lirih setelah keluar kamar mandi, Dela lalu menuju pintu kamar dan keluar menuju meja makan.


^Ternyata ia berada disana, ditemani Bunda^ gumamnya setelah melihat Reynal.


" Ayo duduk makan, Tata sudah panasi nih, pasti Lala lapar" Ucap Reynal yang mengisi nasi kepiring, Dela hanya nuruti mau Reynal duduk dan menerima piring.


Bunda tersenyum melihatnya akur begini, Bunda berharap mereka akan selalu begini.


" Bunda tinggal dulu ya sayang, ucap Bunda, keduanya mengangguk, Mereka pun makan berdua tanpa Bunda.Tanpa perdebatan apapun karena perut merekalah saat ini berdebat berebut makanan yang datang.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


.


.


Bersambung.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak kaliam terimakasih semua.


Salam hangat

__ADS_1


Reynal & DelaπŸ‘«


πŸ‡πŸŽ


__ADS_2