
Reynal Dan Dela masih duduk di meja yang sama, melihat sahabat-sahabatnya pulang, Duduk diam bukan Dela banget tapi saat ini ia benaran dibuat kikuk oleh semua yang ada.
Dela menyenderkan punggungnya ke punggung Kursi yang ia duduki, Reynal melihat Dela tersenyum kemudian menepuk kepala Dela dengan hangat.
Terdengar suara dentuman musik adem cocok untuk Dansa, Lembut bahkan bisa sangat romantic semakin lama semakin menggerakkan hati Reynal untuk mengatakan kata tidak .
" La... " Panggilnya
" Hem..." jawab Dela dengan deheman
" Masih kuat gak?" tanya Reynal
" Kenapa?" tanya Dela balik sambil menoleh ke Reynal.
" Dansa yuk..." Ajak Reynal yang menghadap Dela.
" Dansa?, a-aku gak bi-sa_" ucap Dela lirih.
" Mas ajarin , ayo" ucapnya yang sudah menggenggam tangan Dela.
Dela menatap wajah Reynal yang memang sangat ingin berdansa, Dela tersenyum lalu mengangguk setuju.
Reynal membawa dan mengandeng tangan Dela berdiri di tempat yang tak jauh dari mereka duduk.
Reynal lalu menuntun tangan Dela untuk berada di pundaknya dan tangan Reynal berada dipinggang Dela, mereka lalu mulai berdansa.
Lagi-lagi Reynal tersenyum, menatap wajah Dela dalam lalu membelai pipi Dela
" Beautiful" ucap Reynal disela Dansanya,Dela yang mendengarkan hanya mengulum senyumnya ia tak dapat berkata lagi.
" Maafin mas ya, baru bisa wujudkan ini semua" ucapnya lagi, lirih dan berat.
Dela tersenyum mengembang perlihatkan senyumnya yang begitu mempesona" Iya mas" ucap Dela lirih .
" Apa kamu suka?" tanya Reynal memastikan.
" Suka, suka banget malah" ucap Dela riang
" Benerkah?" atanya Reynal yang ingin meyakinkannya.
" Iya mas, bener-," ucap Dela lirih.
Obrolan demi obrolan kecil mereka lakoni demi menghilangkan rasa gugup yang ada, walau nyatanya obrolan mereka gak begitu penting, namun kedunya menikmatinya.
Tanpa sepengetahuan mereka, Rayhan, Aldo pun ikut dansa dengan pasangan masing-masing, tak lupa dengan pasangan Samir dan Mira, Aldo yang tadinya ingin masuk kekamar ditahan oleh Azar karena ia ingin memberi kejutan untuk Reynal dan Dela,Ya Azar lah yang persiapan kejutan dansa untuk keduanya, dan disetujui Aldo dan keluarga lainnya.
" La...Tata rindu seperti ini, rindu kedamaian bersamamu selamanya" ucap Reynal yang sengaja menyebut dirinya Tata agar tidak ada jarak dikeduanya.
" Tata tau, Tata gak sesempurna kata orang,Tata banyak kurangnya, maka Tata harap Lala lah yang akan sempurnakannya" ucap Reynal telah menghentikan langkah mereka.
__ADS_1
" Tata akan belajar dari kekurangan dan kesalahan yang pernah Tata lakukan, membuatmu bahagia, Dava juga Anak-anak kita nanti" ucap Reynal semakin parau lalu ia sematkan kecupan hangat dipucuk kepala Dela, lalu menangkup kedua pipi Dela dengan hangat, menyapu bibir Dela yang telah dipoles dengan liptik.
" Tata tak ingin berjauhan lagi dengan kamu La" ucap Reynal yang menyatukan dahi mereka membiarkan bersentuhan.
" Tak ingin ada lagi airmata , dan hapus luka Lala, i love u more" Reynal kembali menyapu bibir Dela habis, bukan sampai situ saja, tetapi Reynal mengabsen setiap dalamnya, hingga terhenti saat sama-sama kehilangan oksigen.
Dela terdiam malu, sementara Reynal mengakhiri dengan kecupan manis di pucuk kepala.
" Wooy..., jangan pamer ke uwuan napa?" ucap seorang yang sudah perhatikan mereka sedari tadi.
Seketika mereka menoleh kesumber suara, ternyata disana bukan hanya mereka saja melainkan Aldo cs dan keluarga besar yang menyaksikannya.
" Shiit ..." rutu Reynal yang baru menyadarinya, sementara Dela kembali tersipu malu karena kepergok sedang melakukan kissing bersama Reynal.
" Ya... marah dia, ngambek kaya perempuan lo" teriak Samir.
" Ngapain kalian belum pulang hem?" tanya Reynal yang menatap tajam ke mereka.
" Mau Dansa la" ucap Samir santai.
" Ganggu ya hihi maaf, tapi kita Demen" ucap Aldo yang terkekeh melihat Reynal yang terlihat kesel.
Mereka yang berada disana ikut dansa termasuk orang tua mereka, Mereka terhanyut dengan Dansa yang diiringi musik klasik.
" Lala capek, istirahat yuk?, kaki Lala udah pegel, ditmbah pakai ginian." eluh Dela.
Usai mereka berpamitan ke semua yang ada di sana untuk lebih dulu masuk karena Dela sudah mengeluh kecapekan.
Cglek!
Mereka masuki kamar yang telah Reynal pesan, Dela mengambil air minum yang ternyata sudah ada dikamar itu.
Glek..glek...glek...
" Haus banget ya ?"
" Iya mas,"
" Mas ganti baju bentaran ya, baru setelahnya kamu" ucap Reynal yang sedang membuka blascap beserta sarungnya.
" Aku tiduran bentar mas , nanti banguni ya kepala Lala pusing soalnya" ucap Dela yang memijit keningnya.
" Iya.." ucap Reynal singkat.
Reynal masuk kamar mandi, sementara Dela memejamkan matanya agar rasa pusingnya hilang.
// Shiit apa gini yang dirasakan orang-orang, menjadi lemah mudah capek kaya gue_Dela//
//Oh iya gue belum kasih tau ke Tata hasilnya, nanti ajalah _Dela//
__ADS_1
Lima belas menit Reynal keluar dari kamar mandi, melihat Dela yang sudah tidur membuatnya tak ingin membangukannya, Reynal membantu Dela mengganti pakaiannya dengan piyama, kemudian dengan sangat hati-hati membersihkan Make upnya agar Dela tak terbangun.
Reynal tersenyum" pipi kamu tampak semakin berisi , aku menyukainya " gumam Reynal yang kemudian kembali mengecupnya dan turun kehidung, lalu turun lagi tepat di bibirnya, bibir kamu La serasa gula yang buat aku tak ingin berhenti memakannya " ucap Reynal yang kemudian mengecupnya.
Dela membuka matanya kaget, Tapi Reynal hanya tersenyum dan mengusap pipi Dela yang telah selesai dibersihkan.
Tanpa aba-aba, Reynal melakukannya lagi sekarang lebih dalam dan Reynal tanpa disadari telah membuka kancing pyama Dela untuk bermain dengan sikembar. Terdengar suara yang khas, Reynal tersenyum dan memulainya penyatuan dirinya dan Dela.
Hingga pukul 04.00 wib Dela terdiam ia sangat menginginkan sesuatu." Emmm... Mas, boleh minta sesuatu?" ucap Dela hati-hati.
" Boleh apa?"
" Emm...E...Lala tiba-tiba ingin es pisang ijo" ucap Dela dengan hati-hati.
" Es pisang ijo?" tanya Reynal balik
" E-emm" ucap Dela sambil mengangguk pelan.
" Subuh-subuh gini?"
" Iya..., Lala sangat menginginkannya" ucap Dela menundukan wajahnya.
//Astaga , Dimana coba carinya jam segini, Lala ada-ada aja_Reynal//
" Kakau tunda besok pagi gimana?" ucap Reynal hati-hati.Dela sedikit kecewa namun apa daya Dela harus mengerti malam ini memang melelahkan tapi ia sangat menginginkannya, Dela mengangguk pelan.
" Maafkan mas ya" ucap Reynal yang kemudian memeluk Dela agar mendekap di Dada bidang Reynal, Lama-kelamaan mereka terpejam dan mengikuti dunia mimpinya.
Di kamar lain tak kalah hebohnya , dikamar Aldo tepatnya, merekapun telah melakukan penyatuannya, yang tak kalahnya Dengan Reynal.
Usai penyatuan Aldo duduk di kepala ranjang sambil mengusap-usap kepala Sarah." Terimakasih honey"
" Iya sama-sama, sudah seharusnya" Ucap Sarah yang mendongakan wajahnya ke Aldo, Aldo dengan cepat mengecup pucuk kepala Sarah, Aldo tersenyum dengan tangan mengeratkan ketubuh Sarah.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃.
.
.
Bersambung
.
.
salam hangat
Reynal& Dela.
__ADS_1