Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps-61 Sp Dela#


__ADS_3

Usai menganti baju Dela dan Rani keluar Toilet berniat balik kekelas, tapi langkah mereka terhenti ketika seorang laki-laki bersender dengan kaki satunya diangkat mengenai dinding dan tangan di saku celananya .


" Mau kemana lo berdua, urusan lo belum selesai." Cegah Reynal.


" Lo lagi, gue sudah tidak ada urusan lagi ke lo " ucap Dela yang santai yang pura-pura gak tau.


" Siapa bilang, kalian ikut gabung bersama mereka" Ucap Reynal yang menekan setiap katanya.


" Lo kelewatan , oke gue turuti" ucap Dela dengan tatapan tajam dan nada kesalnya.


Reynal melangkah lebih dulu dan diikuti oleh keduanya Rami dan Dela mereka akan ke lapangan bersama yang lainnya.


Dela sengaja membuka kancing beberapa bajunya hingga terlihat bagian dalamnya melipat lengannya dan yang terakhir sudut baju bagian bawah ia ikat tepat bagian tengahnya.


" Gimana Ran sudah ?" Tanya Dela ke Rani yang awalnya menggeriyit bingung, tapi setelah selesai Rani paham, karena setatus mereka saat ini.


" Bagus ayo kesana" kata Dela dengan santai.


Meraka berjalan kearah lapangan banyak yang melihat Dela, yang mempesona dengan kecantikannya serta keseksian yang ada didirinya, membuat kaum adam yang berada disana meleleh, begitu juga Rani yang terlihat anggun dan pesonanya tidak jauh beda dengan Dela.


Reynal yang paham membuat dirinya memanas, lalu menahannya, dengan mengepalkan tangannya, dengan rahang kerasnya serta matanya yang tak lepas dari Dela.


" Kenapa, keberatan, istri lo tu Rey " tepuk Aldo ke bahu Reynal, Reynal menoleh dan melihat Aldo sedang menyunggingkan senyumnya.


Reynal menganggukin kepalanya menandakan ia memang keberatan dengan apa yang dilakukan oleh Dela, ia saat ini tak rela yang ada di Dela, dinikmati oleh orang lain.


" Dia masih liar karna lo, bersabar lah, Dan lo juga tau apa yang harus lo lakukan" ucap Aldo yang lagi memberi semangat ke Reynal, Reynal mengangguk dan mengerti,Aldo hanya bisa menggelengkan kepalanya.


^ Ketos labil emang pantas untuk lo Rey, lo hadapi satu orang aja , Lo gak bisa, hadapi banyak siswa disekolah galaknya gak ketulungan^ gumamnya.


Dilapangan terjadi keributan, entah apa motifnya Reynal tak tau, dengan cepat ia menuju barisan betapa terkejutnya jika Dela sedang ribut, semua yang disana berusaha untuk melerainya.


" Berhenti !! " teriak guru Bk yang baru saja datang dan kemudian diikuti oleh Reynal.


" Yang lain boleh masuk kelas kecuali kalian berdua, ikut saya satu lagi Reno dan Rani silakan ikut juga sebagai saksi.


Reynal hanya bisa menghela nafasnya berat, melihat sang istri yang rusuh, lalu mengikuti kekantor ruangan Bk.


" Duduk" ucap guru Bk tegas.


" Kenapa kalian ribut dilapangan bukannya kalian sedang dihukum karena tidak patuhi peraturan, yang anehnya kok ada Feli-"


" Felia juga dihukum buk, karena Reynal rasa Felia memang pantas dihukum" kata David


" Iya masalahnya dimana?" tanya guru Bk.

__ADS_1


" Feli, bersikap tidak bisa menahan emosinya, lalu beradu mulut ke mereka harusnya Felia tidak melakukan itu, karena ia sedang bertugas" jelas Reno menceritakan yang ia tau.


" Baik, ibu malas bercanda dan malas bahas apapun dari kalian, termasuk sifat dan penampilan kalian, tapi ibu scors kalian dua hari, kalau bantah ibu tambah satu hari lagi paham kalian, dan kalian boleh keluar" ujar guru Bk.


Mereka berjalan dengan wajah yang murung, Dela dan Felia beda jalan,karena kelas mereka memang tidak searah.


^ Sial dua hari huh, nikah bukannya bahagia malah ngenes^ gerutunya yang masih kedengaran oleh Reynal yang mengikuti berjalan dibelakangnya.


" Ran gue cabut," ucap Dela ke Rani


" Kok cabut sih, lo discors kan besok"ucap Rani yang gak rela Dela pergi.


" Bodo, gue mau pulang, empet otak gue di dimari" ucapnya.


" La biar gue antar " ucap Reynal dengan penuh penyesalan.


" Gak perlu, gue sudah biasa, puas lo buat gue di scors " ucapnya tanpa menoleh ke arah Reynal.


" Lo, hati-hati " ucap Rani yang memeluk Dela.


" Oke, bye," ucap Dela.


Reynal mencekal tangan Dela, mendekat Dela dan memasang kancing baju Dela dengan benar, melepas ikatan baju disamping kanannya, Dela tidak protes ataupun menolak, karena tubuhnya tak menolaknya.


Deg


" Gue yang akan ambil suratnya, lo pulang istirahatlah, maafin gue lo jadi di scorsing" ucap Reynal yang mengusap kepala Dela dengan lembut.


" Tapi gue juga akan menghukum lo, karena berani berpenampilan seperti tadi, hanya gue yang boleh nikmati tubuh lo" ucap Reynal yang membuka pintu mobilnya yang sudah dibuka oleh Dela.


" Terserah, gue benci lo " Ucap Dela tegas.


" Iya lo benar-benar cinta gue, sekarang masuklah sebelum gue minta hak gue disini" Ucap Reynal ke Dela.


Delalalu segera masuk mobilnya, Reynal akan meminta izin ke guru Dela sebelum masuk ke kelasnya.


πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡


Bel istirahat berbunyi nyaring, Reynal pergi ke kantor, temui guru Bk, dan mengambil surat untuk Dela, walau ada perdebatan kecil, untung kepala sekolahnya datang menemui mereka, karena orang tua mereka bersahabat sama seperti orang tua Aldo.


Selesai urusan Dela, Reynal keruang osis dengan membanting amlop berisi surat panggilan sekolah, memijat keningnya yang merasa pusing, atas ulah Dela tepatnya ulahnya sendiri, kalau saja tadi ia langsung meminta Dela untuk masuk, pastilah keributan ini tak akan terjadi.


Terdengar suara pintu terbuka, namun Reynal tak pedulikan itu, ia masih mengusap frustasi wajahnya saat ini.


" Kenapa, sepertinya lo nyesal, apa yang tadi pagi terjadi" kata Reno yang lebih paham tentangnya Reynal menggeriyit senyumnya.

__ADS_1


" Lo Ren, gue kira siapa" sekenanya.


" Surat untuk Dela..?" tanya Reno dan dianggukin oleh Reynal.


Sementara di kantin, Felia sedang kesel dengan kejadian pagi tadi yang mengharuskan dihukum bahkan bukan itu aja ia mendapat scorsing dari sekolah atas tindakannya.


" Sial gue, gegara ribut dengan tu cewek bar-bar , awas kalau ketemu gue bejek-bejek " ucap Felia ke temannya yang sedang makan dikantin.


Aldo cs mendengar ucapan Felia, namun Mira yang sudah nahan amarahnya sedari tadi langsung menghampiri Felia ke mejanya.


" Yang ada lo, kita bejek-bejek jadiin rujak, paham lo " ucap Mira.


" Oh Lo, berani juga nyali lo "


" Kenapa tidak berani dengan lo ulet nangka" ucap Mira dengan menekankan kalimatnya.


" Mir, udah yang penting dia discors, dan udah maluin dirinya sendiri"


" Apa maksud kalian?"


" Kurang jelas lo udah nyoreng almamater osis lo paham, ayo beb pergi dari sini" kata Rani yang meninggalkan Felia, dan diikuti oleh yang lainnya.


Felia yang masih memanas menggubrak meja di depannya, " b******k mereka" ucapnya dengan kesal." Bakal gue balas kalian" ucapnya lagi.


Dela sudah berada di rumah, dan memeluk Bundanya, " Dedel discors Bun " ucapnya setelah memeluk Bunda,Bunda tersenyum mengangguk mengerti lalu mengusap kepala Dela.


" Iya sayang" ucap Bunda yang paham perasaan Dela, walaupun bukan yang pertama kali Dela mendapatkan surat panggilan dari sekolah.


Dela peluk manja sang bunda dengan erat, bunda pun membiarkan sang putri yang tak lain mantunya sendiri.


Dela merasa bersyukur miliki bunda yang baik dan mertua yang menyayangi nya sepèrti anak senfiri bahkan tak ada jarak antara menantu dan mertua.


mungkin karena sudah mendarah daging, sejak. kecil Dela dekat dengan sang Bunda hingga brsarpun mereka tetap dama bak ibu kandung sendiri.


"Yah sudah istirahat dulu geh sayang pasti capek." ucap Bunda yang meminta Dela istirahat.


Dela mengangguk dan melepaskan pelukannya, Bunda pun ikut mengantar Dela kekamarnya menemani Dela hingga terlelap tidur.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


.


.


Bersambung

__ADS_1


.


.


__ADS_2