
Sudah dua hari yang lalu ujian semester telah usai, Siswa/i menyambutnya dengan suka cita, dan ini hari tenang setelah ujian, mereka dibebaskan untuk tidak belajar kecuali ujian susulan atau yang Remedi.
Dela sudah dijemput Daren untuk pergi
ke cafenya,Reynal tidak bisa lagi ada haknya untuk melarangnya pergi karena kekuasaannya ia serahkan ke Reno, Reynal hanya melihat Dela dari Jauh, yang dituntun Daren kemobilnya.
" Kenapa nggak lo cegah Rey, bukannya dia tunangan lo" ucap Reno santai, karena telah mengetahui hubungannya dengan Dela.
Reynal hanya gelengkan kepalanya.
" Biarkan saja Ren, dia masih bisa bebas karena belum jadi istri gue". ucapnya dan berlalu pergi dan kemudian Reno ikut menyusul Reynal.
🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳
Di cafe,Daren mengajak keruangannya,
dan memesan beberapa menu kesukaan Dela.
" Bee..., aku punya sesuatu untuk kamu,
" Apa itu Boo" kata Dela penasaran tapi
juga jantungnya lagi tidak dalam kondisi baik, Karena berada diruangan yang sepi, fikiran yang tak karuan mulai rancu.
Daren memberikan sebuah toples, yang sengaja ia tutup, dengan kertas hitam agar terlihat indah.
Dela masih dalam diam dan menerimanya pemberian dari Daren, Dela membesarkan matanya, lalu tersenyum dan langsung memeluk Daren kekasihnya.
" Makasih Boo, ini hewan yang bercahaya indah itukah" ucap Dela sambil melepaskan pelukannya.
Daren mengangguk dan tersenyum, " Iya Bee.., semalam aku berada diVilla untuk mengambilnya untuk kamu" kata Daren.
"Naik bukit ?" tanya Dela lagi.
" Iya Bee.." jawab Daren, dengan menyibak rambut Dela. " Aku hanya tepati janji aku ke kamu Bee" tambahnya . dengan mengusap rambut Dela.
Tok tok..!!
Terdengar suara ketukan dari luar ruangan.
" Permisi kak, ganggu hanya antar pesanan kak Daren tadi" ucapnya.
" Oh iya terima kasih ya Mb May "ucap Daren sopan.
" Ini minum dulu Bee..," titah Daren setelah kariyawannya keluar.
" Apa ini kamu yang pesan Boo?" Tanya Dela.
" Iya Bee," ucapnya. sl
Dela langsung ambil minumannya, yang biasa diminum dikafe Dn , yaitu matcha milk coklate drink hangat, tetapi Daren menyediakan yang dingin .
" Bee.. hewan bercahaya itu, akan temani kamu setiap malam, bahkan tiap hari" kata Daren dan dianggukin oleh Dela. sambil menyeruput Minumannya.
" Hewan itu bernama kunang-kunang" ucap Daren lagi.
"Kunang -kunang apa karena cahaya nya kuning terang jadi namanya kunang-kunang-, tapi imut" ucap Dela.
" Memang kamu baru tau ini namanya hewan kunang-kunang Bee" ucap Daren.
" Iya Boo ,ribet deh harus browsing di google" ucap Dela menyengir kuda.
" Iya deh" ucap Daren ke Dela.
" Besok jadi pergi? tanya Daren dan dianggukin oleh Dela.
" Habis ambil raport kita langsung betangkat sorenya Bee" ucap Dela
"Jangan lama-lama disana nanti aku rindu, Rindu itu berat kata Dilan." ucap Daren.
Dela tersenyum dan sedikit terkekeh
" Iya Boo"
" Di sana juga gak boleh nakal jaga jarak aman" kata Daren.
" Iya Boo," yang asik dengan hewan yang diberikan oleh Daren.
// Bee, berat rasanya melepas kamu besok bersama dia, maaf Bee, aku diam-diam cari tau tentang kamu_Daren//
" Boo, toilet dulu ya, Dedel kebelet nih" ucapnya langsung ngacir.
Daren hanya bisa tersenyum melihat tingkah lucu Dela.
// Kamu apa adanya Bee, kamu juga beda, tidak seperti kaum hawa yang ribet_, aku tambah semakin sayang_Daren //
Daren duduk menghadap ke pintu, dengan berbagai fikirannya. Daren pun tak menyadarinya kedatangan Dela.
"Boo-" panggil Dela yang menyadarinya.
"Bee-, maaf-,"
__ADS_1
"Lamuni apa sih Bee?"
Daren tersenyum" Lamuni bidadarinya Daren" ucap Daren lembut.
Dela tersenyum lalu menyeruput minumannya, dan mengambil cemilannya yang ada dimeja.
"Em, Em-,sudah selesai?" kata Dela yang gugup, dengan hati yang tak karuan ingin rasanya melayang.
" Bentar lagi siap, kamu bosan Bee?" tanya Daren, dan dapat anggukan dari Dela.
" Di luar ada sahabat kamu Bee, lagi nongkrong, dimeja biasa.
" Ha-, Sejak kapan Boo"
" Sejak kamu ketoilet."
" Boleh Dedel menemuinya?"
" Tentu silakan, aku siapkan ini sebentar."
Sebenarnya Sebelum Dela keluar, Daren sempat melihat ke arah cctv cafe, yang ternyata sahabat Dela berada di kafe.
Dela keluar ruangannya dengan melenggang tanpa tas dan kemudian menemui sahabatnya.
" Habis ngapain lo sama kak Daren didalam sana?"
"Hayo pasti mesum makanya lama"
" Apaan sih, Lo tu otaknya yang mesum Sam" ucap Dela lalu duduk dikursi kosong.
" Memang ngapain di dalam?"
" Oh tadi kak Daren kasih gue kejutan"
"Wah.. co cweet" kata mira yang menarik pipi Dela.
" Aww, sakit bigi-" sambil usap pipi yang sudah ditarik Mira.
"Lha Darennya mana?"
" Oh dia lagi selesain kerjaannya, katanya nanggung" kata Dela mereka lalu mengangguk-angguk kepala.
Dengan jahil, Dela menyomot makananan yang ada di meja milik Mira.
" Ih.. Dedel, siomay gue" kata Mira yang menarik kembali makanannya.
"Gak mampu lo, beli atau pesan sendiri nih kafe punya pacar lo.
" Udah -udah makanan bukan untuk diributi tapi di makan bukan juga diliatin aja"
" Iya Mir, Dela kan hanya minta sepotong.
" Yah udah gue pesani lagi untuk lo" kata Dela yang sudah berlalu.
Setelah pesan ,Dela berniat ingin jemput Daren, tapi Daren sudah berjalan kearahnya.
" Bee-,"
" Eh Boo-, sudah selesai?"
" Sudah ayo ikutgabung mereka, bentar mau pesan makan bentar" ucap Daren.
" Bee.. besok aku tambah disertnya dengan es krim lolipop mau tidak?" tanya Daren.
" Em boleh juga tu Boo' kata Dela dengan senangnya, lalu mereka berjalan menuju meja ke empat sahabatnya.
" Cie... sweet..sweet " kata Rani yang sudah menyenggol lengan Aldo.
"Rundingan apa sih serius amat"
"Mau tau?" yang diakhiri tawa
" Tapi R A H A S I A " ucap Dela
"Iiih... gitu ya pake rahasia-rahasia segala, jiwa kemal sudah meronta-ronta" ucap Samir.
" lo ya cowok tapi keponya kaya mak-mak komplek" ucap Aldo yang sedari tadi diam dan hanya suara Samir dan Mira yang nyaring ditelinga.
Tak lama pesanan mereka datang, lalu mereka menyantapnya terkecuali Dela yang sudah kenyang sedari tadi.
" Ceritanya habisin waktu berdua nih, bentar lagi kan libur jarang ketemu dong?" tanya Rani.
" Iya ceritanya gitu, saya harus LN bersama bokap, Dan Dela juga mau liburan di Desa sang Neninya jadi kita gak bisa ketemuan"
" LDR an dong,"
" Iya gak apa, liburan saya disana bukan hanya untuk senang-senang kok, ada proyek bokap, yang harus dihandele sama Bokap dan saya akan membantunya disana"
" Mantap, memang cocok tu untuk lo La, laki-laki seperti Daren kan yang lo cari".
..." uhuk-uhuk!! tersedak mendengar Samir,...
__ADS_1
" Lo apaan si Sam ngageti gue," ucap Dela
" Tapi benerkan?"
pltaak...!
" Jaga tu mulut jangan lemes kaya mak-mak Deh."
"Sudah yang pasti, saya tau Dela, dan gak akan tergantikan, walau terhalang sosok laki-laki yang berada di depan kita yang pasti saya akan berusaha" ucap Daren yang menatap manik mata Dela dengan serius.
"Boo-"
" Iya Bee, apapun kedepannya kita berusaha ya, hanya kamu yang ingin aku jadikan pendamping hidupku" ucap Daren yang serius.
Tanpa terasa air mata Dela mengalir begitu aja, mendengar ucapan Daren, Sementara ke empat sahabatnya tersenyum melihat mereka.
" Jaga dia Bro untuk gue" kata Aldo
" Karena dia salah satu orang dalam hidup gue, dia sahabat gue bukan itu aja dia seperti adek gue" ucap Aldo yang menepuk pundak Daren
" Pasti bro, saya janji Al untuk lo dan kalian, semampu saya" ucapnya lagi yang sudah memeluk pinggang Dela.
//Gue yakin niat baik pasti baik pula hasilnya_Dela//
Dela menghapus air matanya, dan tertawa bersama sahabat-sahabatnya yang berada disana.
Tanpa sepengetahuan mereka ada seorang gadis yang menggenggam tangannya keras dan meneteskan air mata , tepatnya di samping meja mereka. dengan seragam yang sama dengan Daren.
Karena tak tahan dengan yang ia lihat, ia langsung pergi dari kafe Dn.
//Sial, itu gadis yang lo cintai, kalau gitu lihat aja nanti_ // ucap gadis itu dalam hati dan langsung ambil mobil dengan melajukan mobilnya.
" Sudah ah jangan sedih-sedih kan hanya satu minggu, aku juga nyusul kesana kan" ucap Daren yang usap-usap kepala Dela.
Tak terasa sudah sore, mereka semua lalu sepakat untuk pulang, Dela yang tadi membawa mobil, diiringi oleh Daren sampai rumah Dela, sesampai gerbang Dela turun menemui Daren.
" Makasih Boo"
" Iya Bee mandi sholat nanti kalau sudah sampai aku telpon kamu ya" titah Daren, Dela lalu mengangguk kan kepala.
Daren lalu pamit pulang, melajukan mobilnya dengan lambaian tangan.
Dela masuk mobil dan melajukan ke halaman rumah.
" Assalamualaikum"
" Waalaikumsalam non"
" Bibi..., Mama mana ?"
" Ikut bapak kekantor"
" Oh ya sudah, Dedel keatas ya Bi, mau mandi sekalian sholat" pamit Dela
" Iya Non"
Dela berlalu kekamar sambil tersenyum karena seharian bisa bareng Daren, cowok tampan di SMA Pembaruan dengan lesun pipinya, ia bahagia bisa bersama Daren hari ini.
Dela meletakkan hewan yang berada di toples dimeja belajarnya, dengan memandangnya lalu tersenyum.
" Terimakasih Boo, lo seperti hewan ini yang memberi cahaya dalam hidup gue" ucapnya.
🌳🌳🌳🌳🌳
Daren sudah berada dirumahnya dan sudah selesaikan mandi serta sholat, lalu ia pergi ke kandang hamster si marmut peliharaannya.
" Cimut, saya senang hari ini bisa lepas kangen saya ke Dela, entah kenapa banyak gadis di luar sana tapi tidak seperti Bee"
" Dia cantik,sederhana, sopan walau nakal dan bar-bar"
" Kalau gitu kenalin dong Dengan Bunda,
" Iya Bun pasti nanti Daren ajak kemari ya"
Kata Daren ke Bundanya.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
.
Bersambung
.
.
.
salam
Reynal dan Dela
__ADS_1