Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps- 90 Terima kasih Boo { Daren} #


__ADS_3

Dela sudah masuk Apartemennya membersihkan dirinya, lalu merebahkan badannya yang terasa lelah, memejamkan matanya sejenak untuk tidur.


Pukul 18.00 wib, Reynal sampai kerumahnya, membuka knop pintu kamar terlihat Dela yang masih bersembunyi dengan selimutnya, Reynal lalu tersenyum ia segera mandi untuk bersihkan dirinya lalu membuatkan susu hangat kesukaan Dela, serta Roti yang sempat ia beli tadi.


Cup..!


" La... bangun, sudah waktunya sholat magrib, " Dela yang mendengar bisikan itu terbangun dan mengangguk ketika Reynal memberikan susu kepada dirinya.


" 'Maaf kalau Tata hukum Lala, jahatin Lala, tapi Lala tau, Tata gimana" ungkapnya


" Iya itu salah Tata, karena gak banguni Lala, pasti sengaja" sambil meneguk susu yang diberikan Reynal.


^ Huh... salah lagi, ^


Reynal hanya menghela nafasnya lalu mengusap kepala Dela, menunggunya untuk mengambil Air wudhunya.


Mereka sholat berjemaah, dengan khusuk melupakan persoalan diantara mereka berdua, hingga keduanya melantunkan ayat suci Alquran, hingga tak terasa, adzan isya mereka lalu melaksanakan sholat kembali.


Usai urusan dengan Allah, Reynal mencoba untuk ngomong dari hati ke hati, Reynal sengaja menggenggam tangan Dela lalu menarik nafasnya.


" La..., Udah ya marahnya, gak baik lo diemi suami selama ini, apa Lala mau dosa, Tata sayang Lala, Tata gak ingin kita pisah, Tata juga gak ingin berantem apalagi Lala jauhi Tata" menatap Dela hangat.


" La.... apa kurang bukti, apa yang Tata lakui ke Lala, Setahun Lebih kita menikah La" ungkapnta lagi.


Dela menghembuskan nafasnya kasar


" Iya..." jawabnya" Buktikan keseriusan Tata yang bener dong" meneruskan kalimatnya.


" Shiit, Bukti apa sayang?"


" Ta, sadar gak si selama berapa bulan terakhir , yang di utamain Fia pacar lo, Tata gak perduli dengan perasaan Lala, apa baiknya kita pisah aja." ucapnya santai namun ngena.


Lala !!


Ucap Reynal yang meninggikan suaranya karena terkejut dengan penuturan Dela.


" Apa, berani lo setelah bilang cinta lalu bentak gue" kesal Dela.


" La bukan gitu, tapi ucapan Lala, La mau kemana kamu?" yang menurunkan suaranya dan coba menjelaskan namun Sela sudah beranjak dari tidurnya.


" Bukan urusan lo" ucap Dela yang sudah berkemas baju besok dan perlengkapan besok lalu menyambar kunci di atas nakas.


Lala !!


" Gue sudah biasa hidup dijalan, gue sudah biasa hidup tanpa lo, cinta lo, dan peratian Lo" ucap Dela sebelum keluar kamar.


" La berhenti, kita bisa omongi ini baik-baik" pinta Reynal yang mengikutinya keluar dan menahan tangan Dela.


" Sampai kapan, gue tanya sampai kapan Ta?," tanya Dela namun Reynal tak dapat menjawabnya" lo diam lo gak bisa jawab kan?" ucapnya lagi.


Dela menghempasin tangan Reynal lalu keluar Apartemen, Reynal mengusap wajah dengan kasarnya, Reynal menangis ia harus berbuat apa untuk Dela percaya, Ia mengambil sepuntung Rk, dan menyuletnya duduk di balkon sambil mengepulkan asapnya dalam mulut dan ia keluarin setelahnaya


Ia matikan Rk setelah terdengar suara ponselnya berdering, Reynal menerimanya, dan tak lama ia menutup telponnya, lalu menyambar jaketnya, keluar Apartemen.


Reynal segera mengendarai motor sportnya dengan kecepatan tinggi, hingga ia melihat Dela berada di jalan sedang adu balap dengan temannya, Dela kembali ke jalanan, memainkan mobilnya yang setahun ini, ia jarang gunakan di area balap, Dela keluar dari mobilnya karena menang.


" Nih Del..uangnya untuk lo" Dela menerima uangnya.


" Bang ambil tu, jangan lupa separuh sumbangkan ke panti atau ke kampung di gang biasa kita beri" titahnya kepada anggotanya.


" Oke Del, lo mau kemana?" jawab orang tersebut dan bertanya karena meluhat Dela akan pergi.


" Cabut.." ucapnya


" Dela..!" Reynal yang berahadil metaih tangannya.

__ADS_1


" Ta tolong kali ini biarlan gue pergi untuk jernihkan segalanya" ucapnya tanpa melihat Reynal


" La kita pulang !!"


Ponsel Reynal berdering berapa kali, akhirnya Reynal mengangkatnya, ^ Rumah sakit^ lirihnya namun tangannya masih menggenggam tangan Dela cukup keras dan kuat.


" Apa, baik terimakasih"


" Ikut Tata "


" Gak lo aja sendiri, urusi pacar lo,Terserah lo" Dela menghempaskan tangan Reynal lalu berbalik arah melihat Reynal.


Dengan mata berkaca-kaca, ^ Apa gue salah kembali mencintainya, buktinya ia lebih perduli dengannya^ Ucap Dela lirih lalu masuk ke mobilnya kembali dan pergi dari area itu.


Sementara, Reynal menghidupkan mesin motornya// MaafkanTata jika Tata mengecewakan Lala, tapi ini bukan maunya Tata ini darurat, jika Fia tidak sembuh maka kasusnya akan terhenti sayang, Tata menolongnya agar Fia sembuh dan dia bisa balik ke sel mempertanggung jawabkan perlakuannya selama ini_Reynal// lalu mengusap air matanya.


🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎


Dela begitu kecewa, melihat suaminya lebih memilih mantan kekasihnya yang jelas telah mencelakainya, Dela ingin rasanya teriak dengan masalah yang ada.


Teriak pikirnya lalu Dela berteriak sekencang-kencangnya, ditemani ombak malam begitu indah apalagi melihat adanya bulan disana, Dela tak merasa takut berada disana sendirian, Dela terbiasa akan itu.


Reynal berlari dengan cepat menuju ruang tindakan, menemui Fia yang sudah dalam keadaan kritis, Reynal masuk dan memberi semangat ke Fia membisikan kata bahwa ia harus kuat ia harus sembuh, itulah ucapan yang Reynal berikan kepada Fia.


Tanpa di sadari orang tua Reynal mengetahui, diam-diam ayah Tomi memantau kedua anaknya hingga Sampai ke area balap dan kemudian mengikuti Reynal sampai titik dimana ia berada disebuah rumah sakit.


Reynal tak tau lagi, ia kehabisan ide, untuk menyadarkan Fia, ia begitu iba melihat keadaan Fia yang semakin memburuk, apalagi Fia adalah kekasihnya dulu, menemani selama lima tahun bahkan terbayang melamarnya, walau nyatanya Fia sangat keterlaluan.


Reynal keluar dengan mengusap wajah kasarnya, jam sudah menunjukan pukul sepuluh, itu artinya ia sudah satu jam berada dirumah sakit.


" Rey..." panggil ayah yang melihat Reynal keluar dari ruangan tindakan.


" Ayah.." ucapnya dengan sedikit terkejut pasalnya siapa yang memberi tahu dirinya ada disini sekarang.


" Dedel kemana, kenapa kamu ada disini?" tanya ayah dengan intonasi sedikit meninggi.


" Fia? , ayah kecewa, apa ini sebabnya kalian tinggalin rumah?" tanya ayah tajam.


" Bukan seperti itu tapi-" ucapannya terhenti saat ayah memotongnya.


" Carilah Dedel, Rey hari sudah malam jangan sampai terdengar oleh papa dan mama mu nak" pinta Ayah


" Iya yah, Rey faham, Rey permisi dulu yah" Reynal menyalami Ayah dan pergi mencari Dela.


Ayah hanya bisa menghela nafas, ayah sebenarnya marah karena bisa-bisanya, Reynal berada dikamar rumah sakit hanya untuk menemui mantan kekasihnya, sememtara istrinya ia abaikan, tapi Ayah menyadarinya Reynal anak muda yang masih labil dan butuh bimbingan.


Reynal menelpon Dela, tak ada satupun panggilannya ia jawab, ia cek lewat ponsel pintarnya ternyata Dela meninggalkan ponselnya dirumah.


" Shiit...! , " umpatnya


^ Lala sayang kamu kemana, maafin Tata yang gak ngertiin kamu, ayo sayang pulanglah^ ucapnya yang sesekali melirik jalan.


Samir dan Mira telah ia telpon keduanya tidak tau kemana Dela berada, tidak mungkin ke rumah Rani sahabatnya, ia kan tau Rani sudah menikah, panti ya panti Reynal menelpon ibu Rara menanyakan Dela disana, ternyata nihil, pilihan terakhir adalah pantai namun apa ia tak menemukan Dela, hingga pukul menujukan tengah malam, Reynal berniat pulang dengan lelah rasa khawatir.


Dela takjub Dengan rumah kecil yang ada di pinggir danau, yang tak jauh pemungkiman warga, Dela tidur dengan memeluk boneka yang ada disana, menyalakan lampu kelap kelip sebagai penerangnya.


" Aku disini Boo, terimakasih sudah berikan kado terindah ini" ucapnya lirih dengan memejamkan matanya.


πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡


Pagi- pagi Dela membasuh wajahnya, lalu tersenyum tipis melihat pemandangan yang nyaman menurutnya, begitu indah ini semua Daren berikan untuknya sebelum meninggalkannya.


Dela sudah bersiap ke kampus , sebelum benar pergi Dela tersenyum kembali " Aku pamit Boo,Bye" ucapnya dengan mengembangkan senyumnya.


Dela melajukan mobilnya setelah masuk dan menutup pintu mobilnya, melajukan dengan kecepatan tinggi, dengan keahlian mengemudinya.

__ADS_1


Dela sudah berada dikampus dan sudah memakai atributnya, tak lupa ia mengenakan tas yang isinya beberapa kado dan kado spesial untuk seniornya.


Reynal yang sedari tadi menunggunya akhirnya datang juga, " Eh maru, mau jadi pusat perhatian lo, mengenakan celana jens" ucap senior wanita disana.


" Maaf kak saya tadi gak sempat ganti" ucapnya.


" Lo gue hukum scord jump," Dela pasrah karena memang ke salahannya.


Dela scord jump, setelah selesai kepalanya terasa pusing, dan berkunang-kunang, Fahri teman sekelompoknya segera menangkap Dela agar tak terjatuh.


" Baru gitu aja lemah" ucap mahasiswi itu.


" Del... lo gak apa" , Dela menggeleng lalu kembali duduk ditempatnya.


Reynal mengeraskan rahangnya melihat Dela yang hampir pingsan, Dan ia tak bisa menjangkaunya hingga Dela dapat ditolong oleh Fahri yang dimatanya cukuplah tampan itu.


Reynal lalu meminta para maru untuk pemanasan dengan lompat-lompat di tempat, ia melihat Dela yang tampak lesu ia tau bahwa istrinya pasti belum sarapan bahkan tidak makan semalam.


Cukup ! ,


" Dela Riani dimohon kedepan" ucapnya tegas.


Dengan wajah yang tak dapat diartikan Dela berjalan dengan lunglai karena terasa lelah dan merasa kunang-kunang.


" Ikut saya "


Reynal lalu menarik tangan Dela kemudian membawa keruangan Bc, dan memintanya duduk. " Tunggu disini, jangan kemana-mana, kalau pergi Tata gak segan-segan hukum kamu" ucap Reynal yang kemudian keluar.


Dela gak perduli ucapan Reynal yang ia rasakan kepalanya pusing dan lelah, ia tau ini karena ia belum sarapan pagi bahkan bukan pagi aja, semalam ia belum makan.


Ia baringkan kepalanya di kakinya yang sudah ia lipat.


" La minum dulu teh hangatnya, dan buka mulutnya," Dela masih tak bergeming.


" Buka mulutnya..." dengan terpaksa Dela membuka mulut dan menerima suapan yang diberikan suaminya.


" Pinter istri soleha Tata, habisi dulu makannya lalu minum vitaminnya baru boleh gabung, Tata gak ingin Lala sakit" ucapnya dengan mengusap-usap kepalanya, dengan mengecup pucuk kepala Dela.


Dela nurut apa yang diperintahkan, Dela memang saat ini membutuhkan energi, lagi pula ia tak ingin menambah catatan Dosanya cukup mendiaminya.


Reynal tersenyum dengan telaten ia menyuapi Dela dengan sayang, ia tak perduli orang beranggapan apa, toh Dela memang istrinya, ia pun tak menampik jika ia beristri, Dan tak takut kehilangan fans atau apalah yang terpenting saat ini ia ingin perbaiki hubungannya dengan Dela dan akan memberi pengertian soal Fia.


// Tata cukup bahagia La, disaat Kamu manja dan nurut seperti ini, aku tak tau harus berkata apa untuk memperlihatkan jika aku benar bahagia, selalu jadi istri soleha Tata_Reynal//


Reno yang sedari tadi perhatikan mereka pun ikut tersenyum, lalu Reno kembali kedepan, ia tak ingin mengganggu sahabatnya yang sedang bersama istrinya.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


.


.


Bersambung.


.


.


Jangan lupa tingalkan kejak kalian ya.


missu semua dan terima kasih.


.


Salam hangatπŸ€—

__ADS_1


Reynal& DelaπŸ‘§πŸ‘¦


__ADS_2